Ini Dia Cara Cuci Buah yang Tepat…

cuci buah (yianniscuslacos.com)

MALANGVOICE – Makanan disimpan dalam kulkas tak selamanya sehat. Kulkas bisa jadi media penyebaran kuman dan berkembangnya bakteri yang memicu keracunan makanan.

Meski sudah dicuci, buah atau sayur dalam kulkas bisa saja masih mengandung bakteri. Cuci dengan air mengalir saja tidak cukup. Dilansir dari situs Manshealth, ini dia cara mencuci paling tepat:

1. Simpan Dulu
Biarkan buah dan sayuran tetap di bungkus plastik daripada mengeluarkannya. Tapi longgarkan sedikit plastiknya agar kelembaban bisa keluar dan mencegah tumbuhnya jamur. Lalu simpan di kulkas.

2. Cara Bilas
Cuci sayur atau buah di bawah alir mengalir selama 30-60 detik. Tanpa sabun sebenarnya sudah cukup bersih asal dibilas dalam waktu tersebut.

3. Cara Menggosok
Gunakan tangan untuk menggosok kulit buah agar kuman dan bakteri gampang dihilangkan. Jangan gosok terlalu keras. Bisa gunakan sikat khusus menggosok buah.

4. Rendam
Sayuran hijau seperti bayam, selada, brokoli perlu direndam. Setelah itu, bilas dengan air mengalir.

sumber:
menshealth

Mengintip Makanan Khas Imlek dan Makna yang Terkandung

ilustrasi. (Thepeakmagazine)

MALANGVOICE – Imlek identik dengan warna merah, barongsai dan lainnya. Tak terkecuali dengan makanan khas Imlek.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa makanan khas Imlek dan makna yang terkandung di dalamnya.

1. Kue Keranjang

Kue keranjang atau disebut juga sebagai Nian Gao diartikan sebagai kue tahunan karena hanya dibuat satu tahun sekali pada masa menjelang tahun baru Imlek. Kue ini, terbuat dari tepung ketan dan gula merah, kue keranjang biasanya memiliki bentuk bulat.

Filosofi kue keranjang ini sebenarnya merupakan bentuk harapan keluarga dapat terus bersatu. Selain itu, kue keranjang biasanya disusun bertumpuk yang bermakna agar mendapat kemakmuran.

2. Yusheng

Yusheng merupakan makanan berupa salad yang berisikan sayuran seperti wortel, lobak, dengan potongan ikan tuna atau salmon mentah segar yang sebelumnya sudah direndam dalam campuran minyak wijen, minyak goreng, dan merica. Sausnya dibuat campuran minyak goreng dan minyak wijen dengan tambahan saus buah plum, gula pasir, serta bubuk kayu manis.

Tradisinya disebut lo hei, di mana seluruh anggota keluarga duduk dalam satu meja dan bersama-sama mengaduk yusheng dengan sumpit sambil saling mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek, kemudian diangkat tinggi-tinggi. Semakin tinggi yusheng terangkat, dianggap semakin baik, lambang harapan akan terkabul, serta semakin baik pula peruntungan pada tahun yang baru.

3. Jeruk

Ternyata buah satu ini khas Imlek. Biasanya yang dicari dan dihidangkan adalah jeruk yang masih ada tangkai dan daunnya.

Selain melambangkan rezeki yang berlimpah, jeruk utuh dengan warna kuning keemasan ini juga melambangkan kemakmuran, kekayaan, dan kesejahteraan yang akan selalu tumbuh.

4. Lapis Legit

Kue ini juga menjadi makanan khas Imlek bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. Sesuai nama dan bentuknya, memakan lapis legit diharapkan dapat keberuntungan dan rezeki yang berlapis-lapis. Selain kue ini memiliki makna sebagai pembawa keberuntungan.

5. Eight Treasure Soup

Angka delapan dalam penulisannya melambangkan kesatuan dan kesempurnaan. Sesuai dengan namanya, sup ini dimasak dengan delapan bahan dasar seperti teripang, jamur tungku, ikan, udang, perut ikan, kerang kering, abalone, jamur hitam, kacang ginkgo, dan biji teratai.

Imlek di Indonesia berbarengan dengan musim penghujan, menyantap sup ini cocok untuk menghangatkan badan selain memiliki makna harapan dari usaha atau bisnis berkembang pesat di tahun yang baru.

Nah, itulah lima makanan khas Imlek yang biasa dihidangkan masyarakat keturunan Tionghoa.(Der/Aka)

Mahasiswa Ingin Wirausaha, Ini Tipsnya!

Mahasiswa dan usahanya (anja)

MALANGVOICE – Selagi muda jangan takut berwirausaha. Begitu dikatakan Desi Suci, pemilik usaha kerajinan limbah kaca Herbochi Creative Store, di Kota Batu.

Nah, untuk melangkah menjadi usahawan, menurut dia, harus punya ide, dan jangan takut risiko rugi. Untuk itu, dia pun berbagi tips, seperti ini:

1. Sesuai Disiplin Ilmu

Kreativitas bisa dibangun dari disiplin ilmu. Misal, jika mahasiswa jurusan perternakan, bisa mencoba membuka usaha perternakan sekaligus menjadi objek penelitian. Mulai sekarang analisa usaha apa yang kira-kira diminati.

2. Seminar Kewirausahaan

Banyak hal non akademis yang bisa dipelajari. Ikuti seminar kewirausahaan agar dibekali dengan kiat-kiat memulai usaha, bagaimana agar bisa hidup sukses. Di seminar, kita bisa menemukan banyak teman baru yang memiliki minat sama untuk berbagi pengalaman dan informasi.

3. Kebutuhan Mahasiswa

Sebagai mahasiswa, kenali pangsa pasar bisnis. Membuka usaha sesuai dengan mahasiswa, adalah cara memulai usaha karena lingkungan kita pasti kebanyakan mahasiswa.

4. Rajin Menulis

Jika kekurangan modal, cobalah menulis proposal kewirausahan atau mengikuti lomba-lomba karya tulis ilmiah seperti PKM (Program Kreativitas mahasiswa ) di bidang kewirusahaan. Karya yang terpilih akan didanai oleh pemerintah.

5. Pantang Menyerah

Kunci dari keberhasilan adalah sifat pantang menyerah. Memulai usaha sendiri pasti mengalami banyak masalah dan rintangan. Jadi, jangan cepat berputus asa dan terus mencoba. Gagal sekali bukan berarti gagal selamanya.-

KPPI Berharap Jangan Direalisasi

Ketua KPPI Kota Malang, Ya'qud Ananda Gudban.

MALANGVOICE – Keputusan Kementerian Pertahanan yang membolehkan PNS di lingkungannya berpologami, sangat disayangkan oleh Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Malang.

Tanpa ingin membenturkan aturan agama dan aturan hukum, Ketua KPPI,Ya’qud Ananda Gudban berharap agar putusan itu tidak direalisasi.

“Kalau kami melihat aturan mengenai hal itu (Poligami PNS) sebenarnya sudah jelas, jadi saya harap agar tidak direalisasi Kemenhan,” kata Nanda kepada MVoice, Sabtu (15/8).

Dijelaskan, harusnya segala aturan mengenai PNS sebaiknya jadi satu dengan aturan yang ada di Kementeriam Pendayagunaan Apartur Negara (Kemenpan), sebab bila aturan poligami dibolehkan salah satu kementerian bukan tidak mungkin akan diikuti instansi lainnya.

“Harusnya ada sinkronisasi antar kementerian, jadi aturan untuk PNS bisa seragam,” tandasnya.

Seperti diketahui dalam Surat Edaran Nomor SE/71/VII/2015 dengan judul “Persetujuan/Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai di Lingkungan Kemhan” itu, terdapat aturan PNS boleh berpoligami dengan syarat-syarat tertentu.

Ada tiga syarat kumulatif yang membolehkan PNS di lingkungan Kemenhan untuk berpoligami.-

Tayang Awal Maret, Nini Thowok Sudah ‘Gentayangi’ 90.000 Penonton

Kru film Nini Thowok di Malang. (Anja)
Kru film Nini Thowok di Malang. (Anja)

MALANGVOICE – Film horor Nini Thowok sudah tayang di bioskop di seluruh Indonesia. Malang menjadi salah satu Kota dengan antusiasme penonton tertinggi. Bahkan hari pertama tayang saja penontonnya capai 400 orang.

Produser Nini Thowok, Ronny Irawan mengaku senang karena antusiasme penonton akan film ini cukup tinggi. Sampai saat ini, menurut catatannya, penonton sudah sampai 90.000 orang. Film pun yang sebelumnya hanya diputar di 104 layar bioskop, kini ditambah menjadi 109 layar.

“Hampir di semua kota selain Malang juga ada peningkatan jumlah penonton lho. Saya senang film ini banyak diminati. Padahal bulan Maret ini ada 9 film Indonesia yang bakal tayang berbarengan. Makanya 90.000 penonton ini angka yang bagus,” kata Ronny saat ditemui MVoice di sela Meet and Greet Nini Thowok, di Plaza Sarinah Malang, Senin (5/3).

Nini thowok merupakan boneka perempuan yang menyerupai jelangkung. Ukuran fisik seperti layaknya manusia, dan wajah yang terbuat dari batok kelapa. Nini Thowok merupakan legenda urban yang bisa dibilang lebih seram daripada jelangkung. Cerita ini kemudian difilmkan dalam sebuah film horor 2018 besutan TBS Film, berjudul ‘Nini Thowok’ Yang sudah tayang sejak 1 Maret 2018.(Der/Ak)

Sedapppp… Christabel Annora Rilis ‘Talking Days’

MALANGVOICE – Penyanyi dan pianis berbakat asal Kota Malang, Christabel Annora merilis album bertutur tentang perjalanan rasa dan pikiran selama satu hari penuh, sejak subuh hingga larut malam.

Anno2Tidak lama setelah melepas singel ‘Sunshine Talks’ melalui situs Rolling Stone Indonesia, Christabel Annora resmi merilis debut albumnya bertajuk ‘Talking Days’, melalui label Barongsai Records.

Talking Days menggambarkan perjalanan rasa dan pikiran kala menjalani hidup selama satu hari penuh. Menurut pengakuan Christabel Annora, lagu-lagunya memang sudah disetting berawal dari suasana bangun tidur di kala subuh hingga kembali ke peraduan pada larut malam, tergambar sejak track pertama ‘Early Reflections’ hingga track terakhir, ‘Inside Your Unconscious Mind’.

Anno3“Secara umum, tema album ini memang berkutat pada perasaan dan pikiran yang biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Soal apa yang biasa kita lihat, pikirkan, dan rasakan selama hampir 24 jam,” ungkap Christabel Annora, dalam rilis yang dikirim ke Redaksi MVoice..

Di album ini dia menceritakan banyak hal. Semuanya berdasarkan pengalaman pribadi. Mulai dari rasa bersyukur atas hidup, menyadari sifat-sifat jelek, sampai pada hal-hal remeh seperti malas menonton acara televisi yang buruk, misalnya.

Anno4Album pertama berisi total tiga belas lagu, termasuk lagu kover ‘Desember’ milik Efek Rumah Kaca yang digubah dalam komposisi piano yang lebih lembut dan tenang.

“It’s a personal thing. Pada dasarnya saya memang suka sekali dengan lagu itu. Kebetulan, 80% proses penciptaan lagu-lagu di album ini terjadi pada bulan Desember. Ada makna tersendiri bagi saya, karena memang banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan itu,” jelas Christabel Annora tentang alasannya mengkover lagu milik Efek Rumah Kaca tersebut.

Anno5“Hingga suatu malam, saya sendirian menyetir mobil dan mendengarkan “Desember” dalam perjalanan pulang ke rumah. Seketika itu saya langsung berpikir, ‘Ah, lagu ini harus masuk di album saya. It will completes my story in the album,’” lanjutnya kemudian.

Selama menggarap album Talking Days, Christabel Annora mengaku mendengarkan banyak jenis musik. “Kalau Carpenters tidak pernah saya hapus dari playlist. Trus ada Ben Folds dan Bread. Juga Paul McCartney yang album Chaos and Creation In The Backyard. Masih banyak lagi lainnya…” kata perempuan yang mengidolakan Carpenters, The Beatles, Bread, Chrisye, Yockie Suryoprayogo, Astrud Gilberto, dan New Found Glory itu.

Anno6“Biasanya lirik dan musik saya kerjakan secara bersamaan,” kata Christabel Annora menggambarkan proses kreatifnya dalam menulis musik. “Memang prosesnya bakal lebih lama daripada bikin lagu atau lirik terlebih dahulu, karena butuh penyesuaian di sana-sini.”

Konon, kemahiran Christabel Annora dalam bermain piano dan menyanyi itu dilatih sejak usia lima tahun. “Awalnya dikenalkan piano oleh eyang dan ibu. Lalu saya ikut les piano selama beberapa tahun,” kata perempuan yang juga mengasah kemampuan vokalnya bersama kelompok paduan suara di sekolah dan gereja.

Christabel Annora bahkan sudah belajar menulis musik sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. “Saya ingat dulu pernah iseng bikin soundtrack film favorit saya. Lagu pertama yang saya buat adalah sebuah lagu random yang terinspirasi dari acara televisi, Simba Singa Putih.”

Christabel Annora cukup lama berkecimpung dalam kancah musik independen di kota Malang. Ia pernah membentuk band bernama Get Panic, serta sering membantu sejumlah band/musisi lokal di atas pentas maupun sesi studio rekaman – mulai dari The Morning After, Ajer, Folkapolka, hingga Earth of Heaven. Dalam karir solonya, Christabel Annora sempat merilis satu singel berjudul “If These Walls Could Talk” yang dimuat dalam album Kompilasi Sepi rilisan Barongsai Records, dua tahun silam.

Proses penggarapan album Talking Days ini memakan waktu sekitar dua tahun. Semua sesi rekaman dikerjakan secara bertahap di dua studio musik di kota Malang, yaitu di Nero Studio oleh Bambang Iswanto (The Morning After) dan di Minorcubes Studio oleh Bie Paksi (Wake Up Iris!).

Di album ini, Christabel Annora mengajak beberapa nama musisi kota Malang untuk mengisi bagian-bagian tertentu dalam musiknya. Seperti misalnya Octavianus Triangga (cello), Timotius Lalompoh (violin), dan Steffani BPM (glockenspiel) yang diajak di beberapa track. Ketiganya juga kerap membantu Christabel Annora sebagai live-session musicians ketika manggung.

Selain itu, juga ada Iksan Skuter yang mengisi solo gitar pada “Rindu Itu Keras Kepala”, Oneding (SATCF) yang ikut menyanyi dan memainkan gitar akustik pada “Ini Sementara”, serta Bambang Iswanto (The Morning After) menyumbang ruang ambience lewat petikan gitarnya pada lagu “Lucid Dream”.

“Karena temanya kemungkinan juga bakal ditemui oleh teman-teman, semoga lagu-lagu saya di album ini bisa jadi inspirasi,” harap Christabel Annora yang belakangan juga direkrut sebagai live-session pianist untuk aksi panggung unit indie pop/folk terkemuka, Payung Teduh. “Siapa tahu album ini bisa menumbuhkan semangat atau membantu kita untuk introspeksi diri.”

“Rencana selanjutnya mau bikin konser tunggal, dengan iringan orkestra pinginnya. Sama mau sekolah lagi sih…” ujar Sarjana Arsitektur lulusan dari Universitas Brawijaya yang saat ini menggeluti profesi sehari-hari sebagai pengajar sekolah musik di kota Malang dan Surabaya.

Christabel Annora sukses mencuri perhatian saat tampil pada Folk Music Festival 2016 di Malang, 14 Mei 2016. Pada hari itu pula, Barongsai Records merilis 50 keping pertama CD album Talking Days (special edition) dan langsung sold-out diserbu pembeli dalam waktu singkat.

Saat ini, album Talking Days sudah bisa dinikmati melalui aplikasi musik digital seperti iTunes, Spotify, Deezer, atau GooglePlay. Sementara versi CD-nya akan diedarkan oleh Barongsai Records pada outlet-outlet musik di seluruh Indonesia mulai akhir bulan Mei 2016.

Album Details
Artist ; Christabel Annora
Album Title ; Talking Days
Label ; Barongsai Records
Release Date ; May 14, 2016
Format ; CD & Digital

Tracklist
1. Early Reflections
2. Sunshine Talks
3. If These Walls Could Talk
4. 60 km/h
5. New Kind of Lame
6. Rindu Itu Keras Kepala
7. Ini Sementara
8. Selfishness
9. Desember (Efek Rumah Kaca cover)
10. Feel So Alive
11. Lucid Dream
12. Satu
13. Inside Your Unconscious Mind

Lava Glazzmoz, Lampu Hias Pengusir Nyamuk!

(Dari kiri) Dalilah, Kartika, Chandra.

MALANGVOICE- Lampu hias biasanya hanya sebagai alat penerang, kini juga bisa berfungsi lebih. Itulah Lava Glazzmoz, lampu hias dengan banyak fungsi, di antaranya mengusir nyamuk, aromatherapy, mp3 player, bahkan bisa berotasi hingga memunculkan pola cahaya menarik.

Lava Glazzmoz merupakan hasil kerja kreatif 4 mahasiswa UMM, Kartika Dwi P (Manajemen), Chandra Yuniar (Manajemen), Dalilah Fitri (Inggris), dan M Sulaiman (Teknik Elektro).

Lampu Lava Glazzmoz
Lampu Lava Glazzmoz

Lampu hias itu terbuat dari anyaman rotan warna warni, kemudian cairan lava yang di bawahnya disinari lampu, aromatherapy pengusir nyamuk yang juga membantu menenangkan, kemudian kabel colokan listrik.

Ditemui MVoice, Kartika, Direktur Lava Glazzmoz, menjelaskan, lampu itu dibuat dengan bahan tahan lama.

“Lampu ini dibuat dengan rotan sintetis, jadi tidak mudah lapuk dan kutuan. Bahan seperti ini juga biasa dipakai untuk kursi atau meja di pinggir pantai. Jadi sudah sangat teruji ketahanannya. Kami juga berencana ekspor. Orang luar lebih suka bahan rotan sintetis,” tutur Kartika.

Sejauh ini dipasarkan di hotel dan cafe di Malang, dengan permintaan cukup tinggi. Model lampu pun bervariasi, dari segi warna dan desain. Rencananya Kartika dan kawan-kawan akan memasarkan lampu itu di kampung halaman masing-masing, dengan memberdayakan masyarakat setempat.

“Kami ingin memberdayakan masyarakat. Kami akan ajari cara pembuatannya. Itu misi kami. Jadi anak-anak atau pengangguran di kampung kami bisa mendapat pekerjaan,” timpal Chandra.

Kartika dan kawan-kawannya juga akan membuat variasi ukuran lampu dengan harga lebih terjangkau pula. “Saat ini kami punyanya yang besar. Kami lagi mendesain ukuran mini. Jadi lebih praktis,” sahut Dalilah.

Egrang Punya Banyak Filosofi

Peserta festival egrang saat berjalan disaksikan masyarakat Kota Batu (Fathul/MalangVoice).

MALANGVOICE – Pemilihan egrang sebagai sebuah festival di Kota Batu, karena mengandung banyak filosofi.

Wakil Ketua II PHBN Bidang Non Kenegaraan Kota Batu, Drs Achmad Suparto menjelaskan, bahwa keunikan bermain egrang adalah mampu membangkitkan tantangan.

“Seni bermain egrang tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan fisik semata, namun juga harus didukung oleh keseimbangan otak kanan dan kiri,” ungkap Achmad kepada MVoice.

Falsafah lainnya, jelas Achmad, adalah bermain egrang membutuhkan kesatuan gerak tubuh dan intelektual sehingga peserta bisa berdiri.

Serta dengan kesatuan tubuh dan intelektual juga, maka peserta bisa berjalan. “Lalu dengan kesatuan tubuh dan intelektul ini pula, kita bisa mencapai tujuan,”tandasnya.-

Konsisten Kawal Isu Kampus

MALANGVOICE – Selain media massa yang sudah mapan, media massa mahasiswa rupanya perlu diapresiasi. Apalagi media mahasiswa di Malang sudah konsisten mengawal kebijakan dan isu kampus secara bertanggung jawab.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), Abdus Somad, mengatakan bahwa kondisi pers mahasiswa di Kota Malang secara umum kondisinya baik. Apakah itu secara pemberitaan yang sudah konsisten, pola wacana yang di sampaikan ke publik kampus, sampai pada pengawalan isu kampus itu sendiri.

“Mereka masih semangat memperjuangkan aspirasi rakyat,  dan semangat idealisme masih menjadi pegangan mereka dalam bergerak di segara penjuru. Hal ini ada pada aspek pemberitaan maupun dalam aspek gerakan mahasiswa,” ungkapnya kepada MVoice, Selasa (28/7).

Sekjen yang saat ini tinggal di Yogyakarta tersebut juga mengapresiasi kondisi pers mahasiswa di Malang yang sudah banyak melakukan inovasi. Inovasi itu, lanjutnya, ada dalam bidang peralihan media dari cetak ke media online.
Bahkan, banyak juga yang sudah memanfaatkan jejaring sosial untuk share produk dan hasil karya mereka.

“Ini sebuah terobosan bagus dari persma (pers mahasiswa -red) Malang. Tetap idealis walaupun  jaman terus berkembang”tandasnya.

Bocah Malang Harumkan Nama Indonesia, Dalam Ajang Bergengsi WCOPA di California

Siswi kelas V Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santa Maria II Kota Malang di ajang WCOPA (Istimewa)
Siswi kelas V Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santa Maria II Kota Malang di ajang WCOPA (Istimewa)

MALANGVOICE – Siswi kelas V Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santa Maria II Kota Malang, Izabella Kiara Kurniawan, berhasil membawa nama harum Bangsa Indonesia dengan keterampilannya menyanyi.

Suara emas Izabella sukses memborong tiga mendali perak dalam kejuaraan paling bergengsi di Amerika Serikat ‘World Championship Performing Arts’ (WCOPA), yang digelar di Westin dan Longbeach Performing Art Centre, California, Amerika Serikat, Selasa (23/7) malam.

guru SBdP SDK Santa Maria II, Anthonius Boby A.R, saat menunjukkan Certificate Of Completion milik Isabelle Kiara Kurniawan. (Toski D).
guru SBdP SDK Santa Maria II, Anthonius Boby A.R, saat menunjukkan Certificate Of Completion milik Isabelle Kiara Kurniawan. (Toski D).

Guru Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) SDK Santa Maria II, Anthonius Boby A.R mengatakan, keberhasilan Izabella Kiara Kurniawan merupakan kebanggaan luar biasa khususnya bagi SDK Ini.

“Kiara ini, merupakan siswi yang berbakat dan cerdas. Ia sempat kami ikutkan dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) bidang olah vokal, tapi kalah di tingkat Kota Malang,” ungkapnya, saat ditemui awak media, Kamis (1/8) siang.

Akan tetapi, lanjut Boby, kegagalan dalam ajang FLS2N tingkat Kota Malang tersebut tidak membuat patah semangat, dan malah dijadikan motivasi untuk terus berkarya.

“Rupanya, kekalahan tersebut dijadikan motivasi untuk melaju ke ajang yang lebih tinggi lagi stratanya, yaitu kejuaraan WCOPA ke 19,” jelasnya.

Sementara itu, Ibunda Izabella Kiara Kurniawan, Intan Kurniawan menyampaikan, putrinya mengikuti kejuaraan WCOPA ini tidak melalui proses audisi seperti 15 kontestan lainnya yang didelegasikan untuk mewakili Indonesia.

“Saat itu, Kiara menyanyi di acara yang dilaksanakan di Salah satu mall di Jakarta. Ketika turun panggung langsung ditawari oleh seorang ibu-ibu untuk ikut dalam kejuaraan WCOPA di Amerika Serikat, tapi tidak saya hiraukan,” ucapnya.

Akan tetapi, lanjut Intan, seiring berjalannya waktu, dirinya malah dihubungi oleh Direktur Nasional Indonesia untuk acara WCOP, Feibe Pusung, supaya mendelegasikan Kiara, dan bergabung dengan 15 kontestan lainnya untuk membawa nama Indonesia

“Dalam 16 kontestan tersebut, Kiara lah yang paling kecil. Kiara pun mendapat nomor urut 1612, Ia bertarung dengan ribuan penyanyi, penari, aktor, model, instrumentalis, dan berbagai artis terbaik dari 66 negara di ajang kompetisi dunia WCOPA 2019 tersebut,” jelasnya.

Intan menjelaskan, dengan ketatannya persaingan, dirinya tidak menyangka jika putrinya bisa memperoleh tiga medali perak (juara 2) yang didapat dalam tiga kategori lagu, yakni lagu Pop, Rnb/Soul/Jazz, dan Original Work,” ulasnya.

Dalam kejuaraan tersebut, Kiara membawakan lagu Pop dengan judul All By Myself yang dinyayikan Celine Dion, untuk lagu Rnb/Blues/jazz dengan judul lagu Who’s Loving You yang dinyanyikan oleh Michael Jackson, dan lagu jawa yang berjudul walang kekek.

“Untuk kategori Original Work, saya lupa. Kiara berlomba untuk bidang vokal solo pop, RnB/Soul/Jazz dan karya orisinal (lagu Indonesia),” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam WCOPA tahun 2019 ini, untuk juara pertama direbut dari South Afrika, ke dua diraih peserta termuda Indonesia, Isabelle Kiara Kurniawan dari kelompok umur 8-10 tahun, sedangkan untuk Juara 3 diperoleh peserta dari Phillipina. Padahal, peserta dari Philipina tersebut sudah memegang tiga kali juara 1 olimpiade WCOPA secara berturut-turut.

WCOPA ini merupakan kegiatan semacam olimpiade seni pertunjukan dunia yang sudah berlangsung selama 18 tahun. Acara digelar di pusat seni dunia performing arts yang berkiblat ke Hollywood. Dalam acara ini, Indonesia baru ikut di tahun 2015 dam menjadi peserta yang ke 64.(Der/Aka)