Bangun Tidur Sering Bentol-bentol, Awas Bisa Jadi Digigit Kutu Kasur

Gatal-gatal disekujur tubuh bisa jadi karena kutu kasur. (Verywellhealth)

MALANGVOICE – Anda sering merasakan gatal ataupun muncul bentol-bentol di bagian tubuh terutama saat bangun tidur. Harap waspada, karena bisa jadi itu adalah gejala gigitan kutu kasur.

Anda perlu tahu, jenis kutu ini lebih sering bersembunyi di sela-sela kasur yang lembap akibat tumpukan keringat atau debu. Begitu malam tiba, kutu kasur akan bergerak aktif dan mulai menggigit kulit Anda saat tidur hingga menjelang pagi. Malangvoice telah merangkum ciri-ciri gigitan kutu kasur dari laman Healthline, Jumat (9/11).

1. Tidak langsung gatal

Anda mungkin sering tidak sadar saat terkena gigitan kutu kasur. Pasalnya, gejala yang ditimbulkan dari gigitan si kutu kasur ini memang tidak langsung membuat kulit Anda meradang saat itu juga.

Kutu kasur akan mengeluarkan sedikit zat anastesi ke dalam tubuh Anda sebelum mengigit. Itulah kenapa kulit Anda baru akan bereaksi terhadap gigitan kutu kasur dan merasa gatal beberapa hari setelahnya atau esok harinya.

2. Kulit Kemerahan di Bagian Ini

Banyak orang yang sulit membedakan mana gejala kulit gatal akibat gigitan nyamuk dan mana yang diakibatkan oleh kutu kasur. Meski sama-sama bikin gatal, gejala khas kulit terkena gigitan kutu kasur adalah kulit menjadi kemerahan dan bengkak. Biasanya di bagian wajah, leher, pundak, tangan, dan kaki. Sedangkan tanda gigitan nyamuk lebih sering muncul di tumit dan tangan.

3. Bentuk Bentol-bentol Berkelompok

Peradangan kulit membentuk garis atau bentol-bentol yang berkelompok. Sedangkan tanda gigitan nyamuk umumnya berupa bentol kemerahan yang terpisah. Ada bercak darah kecil yang mengering di seprai kasur atau baju yang dipakai saat tidur.

4. Reaksi Alergi

Meski terkesan sepele, beberapa orang dapat mengalami reaksi alergi yang berlebihan akibat gigitan kutu kasur. Kondisi ini disebut dengan syok anafilaktik. Terlebih jika Anda alergi terhadap gigitan serangga, maka Anda mungkin akan mengalami demam, sesak napas, kulit melepuh, mual, lidah membengkak, detak jantung tidak beraturan. Jika gejala ini terjadi, segera hubungI dokter. (Hmz/Ulm)

BNN Kota Malang

Ini Bahayanya Masker Kefir Jika Digunakan Setiap Hari

ilustrasi. (Lifeway Kefir)

MALANGVOICE – Dunia kecantikan kembali dihebohkan dengan adanya masker kefir. Masker kefir sendiri merupakan masker yang terbuat dari endapan fermentasi susu sapi atau susu kambing.

Masker yang terbuat dari bahan tersebut bermanfaat untuk kulit karena mengandung bakteri baik, yakni lactobacillus dan asam amino. Kandungan lactobacillus sendiri dapat membantu kulit wajah untuk membersihkan kulit dari bakteri dan debu yang menempel pada wajah.

Dengan menggunakan masker kefir, wajah Anda terhindar dari masalah jerawat dan bruntusan. Ditambah dengan kandungan asam amino yang dapat menjaga kulit agar tetap terhidrasi dengan baik. Dengan menggunakan masker ini secara rutin, Anda akan mendapatkan banyak manfaat kefir untuk kulit wajah Anda.

Namun, apakah Anda tahu jika bahaya yang terkandung dalam masker kefir apabila Anda terlalu sering memakainya?

Dilansir dari berbagai sumber, selain gatal, ternyata efek dari penggunaan masker kefir di wajah adalah terasa sedikit perih pada kulit dan kulit menjadi sedikit memerah. Hal ini biasa terjadi pada kulit yang lebih sensitif.

Bagi Anda yang memiliki kulit sensitif disarankan untuk lebih tipis dalam mengaplikasikan masker ke wajah dan jangan terlalu sering. Cukup gunakan 1 hingga 3 kali dalam sepekan. Jangan menggunakan masker kefir setiap hari, karena dapat merusak kulit Anda.

Namun, rasa perih tersebut hanya bersifat sementara, karena asam laktat merangsang pergantian kulit baru. Kendati demikian, probiotik seharusnya tidak dijadikan sebagai pengobatan utama untuk masalah kulit, tapi cukup sebagai penunjang saja.

Perlu diingat adalah, Anda wajib mengontrol diri ketika penggunaan masker kefir. Pastikan masker kefir yang Anda beli teruji di laboratorium resmi, agar kulit Anda terhindar dari iritasi akibat memakai masker kefir. Jangan hanya tergiur dengan harga murah ya!(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Suka Konsumsi Semangka Sebelum Tidur? Efeknya Bisa Bikin Gendut

Ilustrasi semangka (ist)
Ilustrasi semangka (ist)

MALANGVOICE – Mengonsumsi semangka memang memiliki manfaat baik buat kesehatan tubuh. Tapi ada saat tertentu yang sebaiknya tidak disarankan untuk mengonsumsinya. Yaitu saat kita hendak tidur.

Semangka warna merah dinilai tinggi kandungan lycopene. Dalam 100 gram, semangka punya kandungan energi sebesar 30 Kkal. Sehingga sangat cocok dijadikan sebagai buah untuk menunjang penurunan berat badan.

Beberapa ahli menyebutkan bila semangka terdiri dari 94 persen air, lycopene, kalium dan beberapa nutrisi lain. Selain itu juga mengandung serat yang dapat melancarkan sistem pencernaan.

Namun, tidak dianjurkan mengonsumsi semangka di malam hari sebelum tidur. Lantaran semangka mengandung sedikit asam yang jika dikonsumsi pada malam hari, dapat menunda proses pencernaan ketika tubuh sedang tidak aktif.

Nah, berikut MVoice merangkum beberapa bahaya makan semangka sebelum tidur.

1. Sering Buang Air Kecil

Meski tidak ada komplikasi serius yang diakibatkan dari makan semangka sebelum tidur. Tapi ada dampak ketidaknyamanan yang mungkin akan Anda alami.

Karena sekitar 90 persen komposisi semangka adalah air. Artinya efek yang ditimbulkan akan merasa perlu buang air kecil lebih sering.

Dengan demikian, Anda tentu keluar masuk toilet berkali-kali sampai semua jumlah kelebihan cairan dihilangkan. Tentunya hal ini sangat tidak menyenangkan, karena akan mengganggu kualitas tidur.

2. Mengalami Sakit Perut

Kandungan vitamin C yang terlalu banyak dari buah semangka, terutama pada malam hari dapat menyebabkan gejala seperti diare dan ketidaknyamanan gastrointestinal.

Selain itu, lycopene dari komposisi buah ini dapat membuat Anda duduk semalaman di toilet. Jadi jangan sampai berlebihan ya guys!

3. Menambah Berat Badan

Buah semangka memiliki kandungan banyak gula alami yang dapat meningkatkan berat badan dalam beberapa kasus jika makan semangka di malam hari.

Jadi, menghindari makan semangka menjelang tidur sangat disarankan bagi Anda yang tidak ingin gemuk atau sedang menjalani diet.

Kemudian, dianjurkan agar semangka dikonsumsi siang hari sekitar pukul 12.00 – 13.00 WIB. Karena pencernaan sedang aktif.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Yuk Kenali Bahan Kimia pada Produk Skincare atau Kosmetik Anda

ilustrasi. (Coconuts and Kettlebells)
ilustrasi. (Coconuts and Kettlebells)

MALANGVOICE – Semakin maraknya skincare dan produk kecantikan, tak sedikit pula oknum-oknum yang memasukkan bahan kimia berbahaya di kosmetik. Baru-baru ini di media sosial tengah ramai perbincangan akan kandungan kosmetik atau skincare yang sangat berbahaya.

Untuk menghindari bahaya kosmetik yang dapat merusak kulit, berikut MVoice telah merangkum kandungan kimia dalam kosmetik yang dilansir dari berbagai sumber.

Berdasarkan peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI nomor 18 tahun 2015 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika, bahan yang boleh digunakan sebagai bahan dasar kosmetik namun harus dibatasi kadarnya adalah sebagai berikut:

1. Coal tar bila mengandung benzo[a]pyrene yang terdapat pada tabir surya.
2. Benzalkonium klorida, maksimal 3 persen pada sampo dan maksimal 1persen pada produk perawatan lainnya.
3. Triclosan maksimal 0,3 persen pada bedak, sampo, sabun, pembersih wajah, pasta gigi, deodoran, blemish concealers, dan kondisioner.
4. Triclocarban maskimal 1,5 persen.
5. Paraben (propil, isopropil, butil, dan isobutil) maksimal 0,14 persen.
Perlu diketahui, Paraben bukanlah zat kimia melainkan nama kelompok suatu zat kimia yang biasa digunakan sebagai pengawet. Paraben dijual dengan harga murah, maka beberapa produsen kosmetik tetap menggunakannya. Paraben biasanya digunakan untuk mengawetkan bahan-bahan alami dalam produk kosmetik.

Bentuk-bentuk paraben yang biasa kita temui dalam produk kosmetik antara lain Methylparaben, Propylparaben, Ethylparaben, Butylparaben.

6. DMDM hydantoin maksimal 0,6 persen.
7. Bronopol maksimal 0,1 persen.
8. Methylisothiazolinone maksimal 0,1 persen.
9. Oxybenzone maksimal 10 persen.
10. Zinc 4-hydroxybenzene sulphonate dan Zinc phenolsulfonate maksimal 6 persen pada losion penyegar wajah.
11. Formaldehyde (formalin) maksimal 0,2 persen kecuali untuk produk pembersih mulut. Dilarang digunakan dalam kosmetik berbentuk spray. Seluruh produk jadi yang mengandung formaldehyde dengan kadar lebih dari 0,05 persen harus diberi label peringatan ‘mengandung formaldehyde’.

Nah, biasanya kosmetik atau skincare juga mengandung Alkohol, bahan ini biasa digunakan untuk mencampur atau mengencerkan senyawa kimia. Alkohol pun berguna sebagai pengawet, menggantikan paraben yang berbahaya bagi kesehatan.

Bentuk alkohol yang biasa ditemukan dalam produk kosmetik adalah, Cetyl alcohol (emollient), Panthenol (emollient), Benzyl alcohol (emollient) dan Etanol.

Acid, atau asam dalam Bahasa Indonesia ini juga biasanya digunakan untuk skincare atau kosmetik. Acid dibagi menjadi beberapa bagian, yakni, Stearic acid berguna untuk membersihkan dan menciptakan tekstur yang greasy. Sorbic acid. Citric acid yang berguna untuk mengontrol pH dalam produk yang berbentuk krim atau gel.

Bahan-bahan Kimia Berbahaya

Kenali bahan-bahan kimia beracun di dalam berbagai kosmetik yang bisa membahayakan kesehatan tubuh kita. Berikut adalah deretan bahan dasar kosmetik yang dilarang:

1. Sulingan minyak bumi (petroleum), kecuali bila seluruh proses penyulingan diketahui dan tidak menghasilkan bahan yang bersifat karsinogenik.
2. Polyethylene.
3. Butylated hydroxyanisole (BHA).
4. Phthalates.
5. Hydroquinone.
6. Benzene.
6. Bithionol.
7. Klorin.
8. Kloroform.
9. Hidrokarbon.
10. Naphthalene.

Selain bahan-bahan di atas, Anda dianjurkan untuk memerhatikan bahan tambahan dalam kosmetik yang berpotensi berbahaya, seperti wewangian dan pengawet, serta mempertimbangkan keamanan kemasan produk.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Alami Toxic Relationship? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

ilustrasi. (www.telegraph.co.uk)

MALANGVOICE – Toxic relationship adalah istilah untuk hubungan yang tidak sehat dan kerap terjadi pada remaja hingga orang dewasa. Hal ini biasa dijumpai seperti lebih banyak emosi negatif yang dirasakan daripada emosi positif dalam menjalani sebuah hubungan.

Apa itu Toxic Relationship?

Toxic relationship adalah hubungan yang tidak menyenangkan bagi diri sendiri atau orang lain. Hubungan ini juga akan membuat seseorang merasa lebih buruk. Ciri-ciri toxic relationship antara lain, merasa tidak aman, ada kecemburuan, keegoisan, ketidak jujuran, sikap merendahkan, memberi komentar negatif, dan mengkritik.

Pada intinya, toxic relationship menyebabkan mereka yang terlibat di dalamnya kesulitan untuk hidup produktif dan sehat.

Dalam hubungan percintaan misalnya, tak sedikit remaja yang mencurahkan hatinya di media sosial terkait masalah yang dialaminya. Seperti misalnya, kecemburuan, over protektif hingga perlakuan kekerasan. Lantas bagaimana cara mengetahui dan mengatasi Toxic Relationship?

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ciri-ciri Toxic Relationship

1. Mengungkit-ungkit

Salah satu tanda toxic relationship yakni Anda dan pasangan berdebat atau berselisih karena suatu masalah, tidak menyelesaikan masalah dahulu justru malah mengungkit siapa yang memiliki kesalahan paling besar.

Mengungkit kesalahan pasangan merupakan tindakan membenarkan apa yang dilakukan Anda atau pasangan, bukan menyelesaikan masalah tersebut. Dalam kondisi ini, Anda atau pasangan sedang memanipulasi pasangan masing-masing untuk merasa bersalah.

2. Mengancam Hubungan

Jika pasangan Anda mengeluhkan sesuatu yang sederhana atau masalah yang terjadi dengan cara mengancam komitmen hubungan secara keseluruhan, maka ini merupakan tanda Anda memasuki toxic relationship.

3. Cemburu Berlebihan

Ada orang yang mengatakan, cemburu itu tanda pasanganmu menyayangimu, tapi bagaimana jika cemburu berlebihan? jika Anda masih memiliki pemikiran seperti ini, segera hentikan.

4. Mengekang

Apakah hubungan Anda terlalu dikekang oleh pasangan? Jika iya, maka ini adalah hal yang berbahaya. Segera hentikan hubungan ini, jika terus berlanjut maka Anda tidak akan pernah lagi menjadi diri sendiri.

Berikut cara mengatasi hubungan yang toxic:

1. Pahami terkait hubungan yang sehat dan bertumbuh.
2. Dokumentasikan hal-hal yang bisa menjadi barang bukti, misalnya rekaman percakapan yang berisi caci maki, rekaman tulisan kasar, atau kalau ada bentuk kekerasan fisik, simpan foto dan pakaian yang dipakai.
3. Ambil pelajaran dan jangan sampai terulang kembali.
4. Jika Anda benar-benar sudah tidak tahan, ambil keputusan untuk mengakhiri hubungan dan kembali fokus pada diri Anda sendiri.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Mau Organ Intim Sehat? Perhatikan 5 Makanan ini

Ilustrasi (istimewa)
Ilustrasi (istimewa)

MALANGVOICE – Menjaga kesehatan organ intim atau vagina sangatlah perlu. Kalau bisa, untuk menjaganya harus lebih baik dari bagian luar.

Namun, seringkali kaum hawa lupa bahwa ada banyak makanan yang perlu dihindari. Meski terlihat enak, beberapa makanan ini ternyata kurang baik untuk kesehatan vagina.

Sebagaimana dilansir dari berbagai sumber. Berikut beberapa makanan yang menurut pakar kesehatan kurang baik.

1. Alkohol

Minuman atau makanan yang mengandung alkohol akan membuat area vagina kering. Karena akan membuat area kewanitaan sulit menghasilkan lubrikasi sehingga memberikan ketidaknyamanan.

2. Makanan Manis

Terlalu banyak atau sering konsumsi gula memberikan pengaruh buruk pada keseimbangan pH vagina. Dan hal itu akan membuatnya rentan mengalami infeksi jamur.

Sebagaimana yang dikatakan oleh ob-gyn Christine Greves, MD dalam laman Bustle.com. Diketahui, jamur menyukai kondisi yang lembap dan hangat. Dan gula meningkatkan dua faktor tersebut.

3. Bawang

Makan bawang tidak sepenuhnya buruk, justru sehat untuk kesehatan tubuh. Namun, terlalu banyak mengkonsumsi bawang memberikan bau yang tidak sedap pada vagina. Sehingga akan lebih baik jika dikurangi konsumsinya.

4. Kopi

Begitu halnya Kopi. Meski baik untuk kesehatan, kopi juga bisa mengganggu aroma alami vagina. Disisi lain juga menyebabkan organ intim perempuan ini rentan mengalami infeksi jamur. Karena, kandungan kafein memicu stres dan ketidakseimbangan pH.

5. Gorengan

Makanan yang digoreng berdasarkan beberapa penelitian mampu meningkatkan risiko bacterial vaginosis. Infeksi vagina ini akan memberikan gejala seperti keputihan, bau dan gatal. Sehingga, alangkah baiknya dikurangi makan gorengan. (Der/Aka)

BNN Kota Malang

Meski Sepele, Kebiasaan Ini Bisa Rusak Ginjal

Kerusakan ginjal bisa terjadi karena hal sepele. (Sindmepa.co)

MALANGVOICE – Ginjal sebagai salah satu organ vital berperan dalam menyaring dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Gawatnya, ginjal juga bisa mengalami efesiensi fungsi apabila tidak menjaga pola hidup sehat. Ginjal yang tidak sehat bisa menyebabkan penyakit batu ginjal, gagal ginjal dan infeksi atau radang.

Dilansir Mvoice dari Step to Health, Sabtu (29/9) berikut 7 kebiasaan yang dapat merusak kerja ginjal Anda:

1. Menahan Kencing

Beberapa orang tidak pergi ke kamar mandi meski sudah seharusnya kencing. Kelihatannya memang sepele, namun ternyata ini sangat mempengaruhi kesehatan ginjal Anda.

2. Kurangnya Minum Air Putih

Jika kita ingin ginjal kita berfungsi dengan baik dan proses detoksifikasi yang optimal juga, pastikan untuk mengkonsumsi air yang cukup. Cairan menjaga tubuh terhidrasi dan membantu mengumpulkan sisa metabolisme yang nantinya akan keluar tubuh melalui urine. Sedangkan tubuh yang mengalami dehidrasi dapat menyebabkan batu ginjal, infeksi dan penyakit radang.

3. Merokok

Orang-orang yang merokok setiap hari sadar akan bahaya dan racun yang terkandung di dalamnya. Zat-zat berbahaya ini akan mengalir melalui aliran darah, tidak hanya mempengaruhi paru-paru, tetapi juga ginjal dan jantung.

4. Memilih minuman bersoda

Minum minuman bersoda, minuman energi dan minuman yang diproduksi secara komersial lainnya dapat menjadi penyebab banyak penyakit yang berkaitan dengan gangguan ginjal. Minuman ini mengandung terlalu banyak gula dan zat aditif yang dapat memengaruhi metabolisme dan berdampak pada kesehatan ginjal.

5. Terlalu banyak mengonsumsi sodium

Sodium tidak hanya hadir di garam namun juga pada makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Dalam jumlah sedang, zat ini memang tidak berbahaya. Namun jika sedikit demi sedikit menumpuk di dalam tubuh tanpa detoksifikasi, maka akan memunculkan masalah ginjal.

6. Konsumsi sembarangan obat yang dijual bebas

Obat yang dijual bebas seperti pereda sakit punggung atau sakit kepala juga memiliki efek samping yang dapat mempengaruhi ginjal. Penggunaan oat-obatan seperti aspirin, acetaminophen atau ibuprofen dalam dosis yang berlebihan dapat memicu kerusakan ginjal.

7. Makan terlalu banyak protein

Protein direkomendasikan untuk diet karena peran bagusnya dalam pembentukan massa otot dan metabolisme. Namun sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi protein hewan karena ginjal akan bekerja lebih keras untuk memecah zat protein tersebut. (Der/Ulm)

BNN Kota Malang

Nyeri Dada Disertai Keringat Dingin, Waspada Angin Duduk

Angin duduk disertai nyeri di dada (organicfacts.com)

MALANGVOICE – Angin duduk atau angina merupakan kondisi akibat penyempitan pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrisi ke otot jantung.

Menurut dr Nadia Nurotul Fuadah, gejala yang muncul bisa dicirikan dengan nyeri terutama terasa di dada sebelah kiri, bisa menjalar ke punggung, ulu hati, lengan, leher, dan rahang kiri

“Ciri selanjutnya ada sensasi nyeri bagaikan ditekan benda berat. Dan Lokasi nyeri tidak bisa ditunjuk dengan 1 jari,” paparnya.

Nyeri akan terasa semakin berat ketika si penderita dengan aktivitas, dan akan berkurang dengan istirahat. Nyeri bisa disertai lemas, keringat dingin, mual, gemetar, berdebar-debar, sesak napas, dan sebagainya. Sepintas seperti masuk angin namun tidak demikian.

Namun, nyeri punggung, nyeri dada, kram perut, sesak napas, keringat dingin, gemetar, dan nyeri kepala yang Anda alami belum tentu terjadi karena angin duduk. Berbagai keluhan ini bisa juga terjadi karena sebab lain. Alangkah baiknya segera diperiksakan ke dokter. Untuk mendeteksi angina, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan rekam jantung (elektrokardiografi).

“Jika diperlukan, dokter pun akan melakukan pemeriksaan penunjang lain, seperti rontgen, USG, laboratorium, atau endoskopi guna menyingkirkan kemungkinan diagnosis lainnya,” tutupnya.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

Begini Cara Aman Penderita Diabetes Makan Pepaya

Konsumsi buah pepaya dengan cara dipotong (istimewa)

MALANGVOICE – Penderita diabetes tidak boleh makan manis termasuk buah-buahan. Tapi bukan berarti mereka tidak boleh makan buah sama sekali karena tidak semua buah memperparah angka gula darah mereka. Salah satu buah yang boleh dimakan penderita diabetes adalah pepaya.

Menurut seorang dokter di Jalan Arumba, Tegalgondo, dr Rahman Agus, buah pepaya punya kandungan gula yang rendah. Satu cangkir pepaya hanya mengandung 8.3 gram gula. Selain itu buah ini mengandung bitamin A dan C, kasium, magnesium dan besi. Zat ini membantu melawat penyakit jantung.

Namun, lanjut dia, makan pepaya pun ada takarannya. Disarankan hanya makan pepaya satu cangkir saja. Buah pepaya juga harus dipotong kecil-kecil dan dimakan bertahap. Tujuannya, agar kenaikan gula darah tidak terlalu drastis.

“Jangan dikonsumsi dengan cara di jus, karena penyerapan gulanya bisa drastis. Beda kalau dengan cara dipotong,” tuturnya.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

Kenali Penyebab Sulit BAB dan Cara Mencegahnya

ilustrasi. (NetDoctor)

MALANGVOICE – Sembelit atau susah buang air besar (BAB) adalah hal biasa. Namun, masalah pencernaan ini jangan disepelehkan, loh. Bisa jadi sembelit dikarenakan banyak hal tanpa kita sadari.

Nah, MVoice sudah melansir dari healthyline, berikut penyebab BAB dan cara mengobatinya.

1. Konsumsi Obat

Mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat menimbulkan efek samping berupa susah BAB. Obat-obatan tersebut bisa meliputi suplemen kalsium, suplemen zat besi, obat antiepilepsi, antidepresan, antipsikotik, obat-obatan diuretik, serta obat pereda nyeri golongan narkotik, seperti kodein dan morfin.

2. Gaya Hidup

Pola makan tidak sehat, sering mengonsumsi junk food. Serta kekurangan serat dan cairan, dapat memicu terjadinya konstipasi (sembelit). Selain itu, perubahan pola makan dan terlalu banyak mengonsumsi produk olahan susu juga bisa menyebabkan susah buang air besar.

3. Kondisi Psikologis

Kesulitan BAB bisa terjadi pada mereka yang memiliki masalah psikis, seperti stres, kecemasan, depresi, trauma kekerasan, atau pelecehan seksual.

Untuk Anda yang memiliki masalah BAB, Anda bisa melakukan cara-cara berikut ini.

1. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi dan melunakkan tekstur tinja.

2. Perbanyak mengonsumsi serat, setidaknya 18-30 gram per hari. Serat bisa didapat dari buah-buahan, sayuran, ataupun sereal dan kacang-kacangan.

3. Jangan menunda untuk buang air besar ketika merasa butuh dan mendesak untuk melakukannya. (Der/Ulm)

BNN Kota Malang