01 December 2022
01 December 2022
22.5 C
Malang
ad space

Iwan Budianto: Mohon Suharno Dimaafkan

jenazah suharnoMALANGVOICE – Kabar meninggalnya pelatih Arema Cronus, Suharno cepat beredar di kalangan suporter dan pecinta bola di Malang Raya. Bahkan, Bonexmania di Surabaya ikut kaget mendengar kabar duka itu.

Untuk memastikan kebenaran kabar duka itu, mereka mengkonfirmasi melalui blackberry massanger ke CEO Arema Cronus, Iwan Budianto. Dalam pesannya, Iwan Budianto membenarkan kabar duka tersebut.

”Inalilahi wainailahi rojiun..telah berpulang kerahmatulah..,pelatih tercinta kita,,,suharno,,malam ini,, di puskesmas pakisaji,,, di mohon maaf yg sebesar-besar nya apabila ada tutur kata atau perbuatan yg salah,, wasalam..” tulis Iwan Budianto dalam blackberry massangernya.

Ketua SIWO PWI Malang Raya, Ferry Ardiansyah mengaku kaget mendengar berita duka meninggalnya Suharno. ”Almarhum orangnya baik. Tegas dalam melatih tetapi bisa menjadi bapak ketika di luar lapangan,” kata wartawan RRI Malang itu-

SUHARNO BERPULANG!

ongisnade.co.id (istimewa)

jenazah suharnoMALANGVOICE – Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Arema Cronus. Setelah mantan Ketua Yayasan Arema, HM Mislan tutup usia beberapa waktu lalu, kini kabar mengejutkan datang dari Pelatih Arema, Suharno.

Pelatih asal Klaten itu meninggal dunia Rabu (19/8) malam ini. Kabar itu dibenarkan Media Officer Arema, Sudarmaji.

“Benar, kami sangat berduka. Beliau meninggal karena sakit,” kata pria kelahiran Banyuwangi itu.

Hal senada diungkapkan International Affair Manager Arema, Fuad Ardiansyah. “Doa kami untuk coach Suharno,” kata pria berkacamata itu.

Duka yang dalam juga muncul dari pemain Arema, Sukadana. “RIP coach, mare sanje ajak mecande,” tulis pemain asal Bali.

 

Pacar Gama Sempat Bawa Kabur Kartu Memori Berisi Foto Syur

Ketua tim kuasa hukum SAN, Dian Aminudin usai menemui kliennya di Mapolres Malang Kota. (Muhammad Choirul / Malang Voice)

MALANGVOICE – Tersangka dugaan pembiusan dan tindak asusila, SAN yang tak lain adalah pacar Gama Mulya, pernah berusaha menghapus foto-foto bugil yang tersimpan pada tablet milik Gama Mulya. Hal itu dilakukan agar foto-foto bugil tersebut tidak sampai beredar.

Upaya menghapus foto-foto bugil tersebut, menurut Ketua Tim Kuasa Hukum SAN, Dian Aminudin SH, terjadi beberapa bulan lalu. Pengakuan SAN kepada kuasa hukumnya, diam-diam ia mengambil kartu memori dari tablet milik Gama. Kartu memori itu kemudian dibawa pulang ke rumah SAN di Batu.

Belum sempat SAN menghapus foto-foto itu, Gama mendatangi rumah SAN dan menuduh SAN mencuri HP. “Gama marah-marah dan menceritakan kepada keluarga SAN bahwa SAN telah melakukan pencurian,” kata Dian Aminudin.

Hal senada diungkapkan Paman SAN, Teguh Pramono. “Saat itu juga kami langsung mengkonfirmasi ke keponakan saya. Dia bilang tidak mencuri, hanya meminjam,” ungkap Teguh.

Keluarga tak menyangka jika kartu memori yang diambil SAN berisi foto-foto bugil. Menurut Teguh, keluarga sama sekali tak menaruh curiga jika SAN mengambil kartu memori karena ingin menghapus foto-foto bugil itu.

“Saat itu keluarga belum ada yang tahu, tentu ponakan saya menyembunyikannya karena malu,” ungkapnya.

Teguh menambahkan, keluarga memang selama ini tahu SAN berpacaran dengan Gama Mulya. Namun, tak ada yang menyangka jika hubungan pasangan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) itu berlangsung tidak wajar.

“Gama juga jarang main ke rumah. Kalau keluar biasanya ponakan saya langsung keluar sendiri meskipun pamit, Tapi tidak dijemput,” tutur Teguh Pramono.-

DPRD Godok Perda Perlindungan Anak dan Perempuan

Rombongan DPRD Kota Malang usai menjenguk SAN di Mapolres Malang Kota. (Muhammad Choirul / Malang Voice)

MALANGVOICE – Komisi A DPRD Kota Malang tengah menggodok rancangan Perda Perlindungan Anak dan Perempuan. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi A, Sulik Lestyowati usai menjenguk tersangka dugaan pembiusan dan tindak asusila, SAN, di Mapolres Malang Kota, Rabu (19/8) siang.

Rancangan Perda telah mendapat restu eksekutif. “Kami sudah kirim ke eksekutif, kemarin (18/8) sudah dikembalikan ke legislatif untuk dibahas lebih lanjut,” kata Sulik Lestyowati.

Perancangan Perda yang merupakan Perda inisiatif DPRD ini, sebenarnya sudah lama diwacanakan. Namun, realisasi dan perkembangan Perda itu makin mencuat setelah muncul kasus dugaan pembiusan dan asusila yang dilakukan Gama Mulya bersama SAN, kepada korban EWW.

“Kasus itu jadi masukan kami untuk mengebut Perda ini. Dalam waktu dekat akan dibentuk Pansus untuk pembahasan Perda itu,” tambah politisi Partai Demokrat ini.

DPRD sendiri sengaja menjenguk SAN di Mapolres Malang Kota karena prihatin. Dalam kesempatan ini, Sulik didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Wiwik Hendri Astuti; dan anggota Komisi D, Erni Farida.

Sulik telah berbincang panjang lebar dengan SAN. “Dia mencurahkan perasaannya, dia sudah mengaku salah atas perbuatannya, tapi yang mendasari adalah cinta,” tambahnya.

Dalam kasus ini, Komisi A dan Komisi D memberi suport agar SAN tegar menjalani proses hukum. Erni Farida yang mendampingi Sulik, menyayangkan kejadian ini.

“Dia mahasiswa UB, dia anak berprestasi, kok sampai terjadi seperti ini. Kami melihat kasus ini aneh sekali, jangan sampai ada korban-korban lain,” urainya.

Ia mengimbau masyarakat agar menjadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga ke depannya. Keterlibatan orang tua dalam pengawasan anak sangat diperlukan.

“Lingkungan juga harus mendukung, agar tidak terulang lagi kasus seperti ini, khususnya bagi warga Kota Malang,” tambahnya.-

Panwas Siagakan Tim Pengawas Aktor Desa

Ketua Panwaslu, M Wahyudi

MALANGVOICE – Panwas Pemilu Kabupaten Malang telah menyiapkan tim pengawas untuk mengawasi setiap kegiatan aktor-aktor di desa. Yangvdimaksud aktor di desa seperti RT, RW, Kades dan perangkatnya serta tim sukses.

“Metode ini kami namakan pendekatan zona, tujuannya meminimalisir pelanggaran,” jelas Ketua Panwaslu, M Wahyudi kepada MVoice.

Tim ini tidak berarti, upaya sekadar mencari kesalahan. Akan tetapi, mengawasi adanya pengerahan massa, money politics dan intervensi kepada masyarakat untuk memilih jagoannya.

“Kalau perangkat desa dan kadesnya ikut-ikutan, secara aturan salah dan melanggar, bisa dijatuhi pidana baginya,” tegas sarjana ekonomi ini.

Langkah ini dinilai tepat dan berdampak baik. Di sisi lain, Panwas memiliki SDM yang cukup banyak.

“Nanti tiap TPS juga dikawal ketat pengawas, satu desa kan banyak TPS nya. Jadi nanti bagi tugas dengan yang lain,” tandasnya.-

Potensi Pelanggaran Incumbent Lebih Besar

Ketua Panwaslu, M Wahyudi

MALANGVOICE – Panwaslu Kabupaten Malang menilai, potensi pelanggaran incumbent lebih besar dibanding pasangan calon (Paslon) lainnya.

Ketua Panwaslu, M Wahyudi menyebut, calon incumbent (Rendra Kresna, red. ) memiliki pengaruh terhadap pejabat pemerintah, baik kepala desa (Kades), camat dan kepala SKPD.

“Hal itu tampak saat tim verifikasi faktual calon independen mendapat perlakuan intimidasi dan intervensi dari beberapa kades. Untung kami gerak cepat dan memberi teguran pada bersangkutan,” ungkapnya.

Selain itu, Panwascam memiliki integritas tinggi sehingga hal tersebut langsung disampaikan ke Panwaslu kabupaten. ”Kami sudah koordinasikan dengan KPU adanya intervensi pada petugas di lapangan,” ujarnya.

Surat imbauan netralitas pejabat pemerintah juga sudah dilayangkan jauh-jauh hari kepada Bupati.

Pihak Panwas, tambah Wahyudi , nantinya tidak lagi berkirim surat ke Bupati, melainkan langsung ke Bawaslu provinsi dan pusat.

“Setiap audiensi dengan Bupati kami ingatkan janganlah kades dan camat ikut-ikutan, loyal sih boleh, tapi harus tahu situasi,” paparnya.-

Polres Kota Dikunjungi Dewan, Singgamata Ajak Perkuat Sinergitas

Suasana kunjungan kerja Komisi A DPRD Kota Malang di Mapolres Malang Kota. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Polres Malang Kota menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Kota Malang, di Mapolres Malang Kota, Rabu (19/8) siang. Rombongan Komisi A ditemui langsung Kapolres, AKBP Singgamata.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat meningkatkan sinergitas dalam melayani masyarakat. “Kami di Komisi A memang tupoksinya hukum dan pemerintahan, jadi perlu mempererat silaturahmi seperti ini,” kata Ketua Komisi A, Sulik Lestyowati.

Sulik mengaku perlu menjalin komunikasi dengan kepolisian, terkait isu-isu terkini yang berhubungan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Dalam kesempatan itu, Singgamata mengaku bangga menjadi bagian Kota Malang dengan Kamtibmas yang cukup kondusif. “Polri sebagai leading sektor juga perlu melibatkan semua unsur terkait,” katanya.

Kunjungan Komisi A ini, menurut Singgamata makin memperkuat sinergitas kedua instansi.

“Kami mitra dalam melayani masyarakat. Kami sepakat berjalan beriringan, saling mengisi, mengoreksi dan mendukung, semata-mata demi kepentingan masyarakat Kota Malang,” tutup mantan Kapolres Lumajang itu.-

Peserta Festival Egrang Ada Yang Berjalan Mundur

MALANGVOICE – Ribuan siswa SD sampai SMP se-Kota Batu mengikuti Festival Egrang dalam rangka HUT ke 70 Kemerdekaan RI, Rabu (19/8) siang.

Mereka start dari Perempatan Jalan Panglima Sudirman Batu dan berjalan menggunakan egrang ke Block Office Kota Batu di Jalang Panglima Sudirman.

Ribuan warga Kota Batu memenuhi jalan yang dilalui peserta egrang. Bukan hanya berjalan, siswa-siswi ini juga memakai berbagai macam pakaian dengan identitas Kota Batu dan Indonesia. Bahkan ada pula yang berjalan sambil mundur.

“Ini masih dalam rangka HUT Kemerdekaan RI yang diselenggarakan oleh Pemkot Batu,” ungkap Wakil Ketua II PHBN Kota Batu, Achmad Suparto.

Susunan kontingen dari seluruh sekolah yang ada di Kota Batu ini adalah drum band pada urutan terdepan lalu disusul kontingen Kecamatan Batu, drum band lagi, kemudian Kontingen Bumiaji, dan terakhir adalah drum band dan Kontingen Junrejo.

“Saya gak tau data apakah ini yang terbesar di Malang Raya, tapi untuk rekor Muri tidak, karena sudah ada yang masuk Muri sebanyak 12 ribu orang,” tandasnya.-

Ketua Dewan Pertanyakan Kepentingan PT Otsuka

Arief Wicaksono

MALANGVOICE – Ketua DPRD Kota Malang, Arief Wicaksono mempertanyakan keputusan PT Otsuka yang memberikan dana bantuan CSR untuk pembangunan Hutan Kota Malabar.

Perusahaan yang berpusat di Lawang, Kabupaten Malang itu, menurut politisi PDI Perjuangan ini seharusnya memilih lokasi yang dijadikannya pabrik. “Kita mempertanyakan kenapa CSR ke Kota Malang, ada kepentingan apa?” kata Arief, Rabu (19/8).

Ia menegaskan, Pemkot Malang harusnya lebih teliti dan selektif memilih perusahaan yang akan masuk memberi dana CSR. “Banyak perusahaan yang ingin memberikan bantuannya khususnya mereka yang usahanya di sini,” imbuhnya.

Sebagai wakil rakyat, ia tidak ingin bantuan berupa CSR malah menimbulkan polemik di masyarakat. “Kabarnya ada beberapa pemerhati lingkungan seniman yang memprotes itu. Jadi bantuan dana CSR harus benar-benar diseleksi,” tandasnya.-

Soal Atribut PKI di Pamekasan, Ini Komentar Pangdam

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi saat berkunjung ke Makorem 083/Baladhika Jaya. (Muhammad Choirul/MalangVoice)

MALANGVOICE – Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi angkat bicara terkait pengibaran atribut PKI di Pamekasaan beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya ke Makorem 083/Baladhika Jaya, Sumardi menilai pemberitaan media terkait peristiwa itu tidak komprehensif. “Jadi harus dilihat utuh, jangan sepotong-potong agar tidak terjadi salah tafsir,” paparnya.

Dikatakannya, karnaval di Pamekasan itu merupakan rangkaian sejarah Indonesia dari zaman ke zaman. “Kan banyak sekali dinamika, di antaranya pemberontakan PKI. Jadi di situ digambarkan kekejaman PKI, tidak ada niat menumbuhkan organisasi terlarang itu,” imbuh mantan Gubernur Akmil itu.

Ia menegaskan, PKI tetaplah bahaya laten yang tidak boleh hidup lagi. Jika ada upaya menumbuhkan komunisme di Indonesia, lanjut dia, TNI siap menjadi garda terdepan mengantisipasi itu.

“Pancasila dan UUD’45 sudah tidak bisa diubah, kalau mau otak-atik itu kami siap terdepan,” pungkasnya.