Manajemen Arema Kecam Aremania Kepruk Mobil Mewah

Mobil Range Rover Evoque yang dikepruk oknum suporter Arema saat konvoi. (medsos for malangvoice).

MALANGVOICE – Manajemen Arema Cronus mengecam perusakan mobil sport utility vehicle (SUV) Range Rover Evoque, warna putih nomor polisi N 138 B oleh oknum Aremania saat kegiatan konvoi pada HUT ke-28 Arema, Selasa ( 11/8) lalu.

Kelakuan tak beradab yang terjadi di sekitar kawasan Jalan Bogor Kota Malang itu patut dikutuk, apalagi mobil yang menjadi korban sasaran pelaku tidak bertanggungjawab itu adalah milik Ketua Pembina Arema Cronus, Agus Soerjanto.

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris tak ingin memberi toleransi pada suporter yang melakukan tindak kriminal saat konvoi. “Malah yang jadi korban Ketua Pembina Arema sendiri Pak Agus. Padahal beliau sudah banyak membantu pendanaan di Klub Arema,” kata Haris.

Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan itu tak habis pikir dengan kelakuan si oknum yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Mobil mewah yang harga bekasnya sekitar Rp 1,5 Miliar itu mengalami rusak di bagian spion, kaca depan dan kaca belakang.

Menindaklanjuti itu, dia mengatakan, manajemen Arema telah menggelar rapat koordinasi. “Hasilnya, manajemen resmi mendesak polisi mengusut dan menangkap pelaku. Jika tidak berhasil tertangkap, akan merusak nama baik manajemen dan Aremania,” tambahnya.-

Terdengar Suara ”Awas”, Bongkahan Batu pun Menghantam Dania

illustrasi (ft. istimewa)

MALANGVOICE – Musibah yang dialami Dania Agustina Rahman (19) warga Sukabumi, Jawa Barat, dan M Randika (20) asal Deli Serdang, datang begitu mendadak. Tidak ada tanda-tanda jika pendakian ke Puncak Mahameru akan dihadang oleh musibah.

Yoga Aditya, adik M Randika korban patah kaki, menceritakan perjalanan mereka sebelum mengalami musibah yang mewaskan Dania Agustina Rahman.

Diceritakan, bahwa rombongan beranggotakan 16 orang. Senin (10/8) rombongan ini tiba di Ranu Pane. Sejenak istirahat di Ranu Pane, rombongan melanjutkan perjalanan dan bermalam di Ranu Kumbolo.

”Baru Rabu pagi kami berangkat, sampai Kalimati pukul 00:00 WIB lanjut ke puncak,” cerita Yoga saat mendampingi kakaknya, M Randika dirawat di IGD RS dr Saiful Anwar Malang.

Awalnya perjalanan menuju puncak tertinggi di Jawa Timur itu biasa saja. Namun, di tengah perjalanan atau sekitar 200 meter sebelum puncak, terdengar suara dari pendaki bahwa ada longsoran bongkahan batu. ”Awas batu, awas sebelah, besar,” kata Yoga menirukan suara pendaki yang ia dengar.

Saat itu Randika, Dania, dan Yoga dalam satu baris. Melihat ada bongkahan batu dari atas, mereka menghindar ke sebelah kanan. Batu yang menggelinding itu menghantam batu lain. Naas, pecahan batu sebesar kepala orang dewasa itu malah mengarah ke mereka.

Randika yang berada di atas Dania sempat menghindar. Meski demikian, batu itu menghantam kaki kanan Randika hingga patah. Sedangkan Dania tidak sempat menghindar. Bongkahan batu menghantam bagian wajah Dania. Nyawa Dania pun tak tertolong.

Rombongan akhirnya tidak melanjutkan ke puncak Semeru. Yoga dan teman pendaki lainnya mengevakuasi korban dengan alat seadanya.

Ketua rombongan, Hendri dan teman-temannya mengevakuasi korban ke bawa dengan tandu. ”Tongkat kami beri kain dan tali untuk membopong Randika, sementara Dania kami bawa menggunakan sleeping bed,” cerita Yoga.

Kedua korban dibawa turun ke Kalimati dan sampai sekitar pukul 10:00 WIB. Di sana mereka menunggu tim evakuasi datang. “Keadaan di sana waktu itu ramai, ada sekitar 200 orang,” jelasnya.
Tim evakuasi yang ditunggu akhirnya tiba pukul 14:00 WIB dan langsung dibawa ke Pos Ranu Pane untuk mendapatkan pertolongan. “Dari Ranu Pane sudah ditunggu banyak mobil ambulance, saya dan mas langsung naik,” kata Yoga.

Randika dan Yoga tiba di RSSA Kota Malang Rabu (12/8 malam sekitar pukul 22:00 WIB. Sedangkan mayat Dania dibawa ke RSU Lumajang.-

Korban Patah Tulang Semeru Dioperasi di RSSA

MALANGVOICE – Saah seorang pendaki Gunung Semeru, M. Rendika (20), warga Jalan Penguin 7 No 157 Desa Kenanga Baru, Kecamatan Pecut Sei Tuan, Deli Serdang, Medan, kini dirawat intensif di IGD RS dr Saiful Anwar Malang.

Rendika mengalami patah tulang. Ia dibawa oleh mobil ambulance dari Ranupane pukul 19.00 dan tiba di rumah sakit pukul 22.00 WIB. I
Evakuasi Rendika didampingi adiknya bernama Yoga Aditya.
Yoga menjelaskan jika kakanya akan menjalani operasi kaki kanan yang patah akibat terkena batu saat mendaki 200 meter dari puncak Semeru.

“Saat ini masih pembersihan luka, rencananya akan dioperasi dan dikasih pen,” kata Yoga, dini hari ini.

Sekadar diketahui, Rendika dan adiknya berangkat dari Jakarta menuju Semeru bersama rombongan berjumlah 16 orang.

Namun sebelum sampai ke puncak Mahameru, bongkahan batu besar menggelinding hingga mengenai Randika dan Diana. Randika mengalami patah tulang di bagian kaki, sedangkan Diana harus meregang nyawa.-

Pendaki Semeru Tewas Tertimpa Batu

illustrasi (ft. istimewa)

MALANGVOICE – Dania Agustina Rahman (19) pendaki Gunung Semeru yang ditemukan tewas pada malam ini, dikarenakan tertimpa batu berukuran 80 sentimeter pada 200 meter dari arah puncak.

“Korban tertimpa batu dan akhirnya tewas,” Kata Kepala BBTNBTS, Ayu Dewi Utari, Rabu (12/8) malam ini.

Sebenarnya, pihak BBTNBTS sudah mengingatkan batasan pendakian sampai dengan wilayah Kalimati, namun banyak pendaki yang melewati batas itu.

“Saat ini jenazah korban sudah di bawa ke RSU Lumajang dan pihak keluarga sedang perjalanan,” jelasnya.-

Aksi Gama Mulya Jadi Sorotan Komnas Perempuan

Perwakilan Komnas Perempuan, Naumi Werdisastro

MALANGVOICE – Pembiusan dan tindak asusila yang dilakukan mahasiswa UB, Gama Mulya, bersama kekasihnya, SAN, terhadap korban berinisial EWW, menjadi sorotan Komnas Perempuan.

Perwakilan Komnas Perempuan, Naumi Werdisastro, Rabu (12/8) hari ini mendatangi Mapolres Malang Kota untuk menemui kedua tersangka dan korban. Dikatakan Naumi, SAN sampai saat ini masih dalam kondisi tertekan.

“Perlu dipahami bahwa SAN membantu perbuatan GM karena tekanan. Dia diintimidasi sehingga terpaksa menuruti GM,” kata Naumi.

Saat bertemu SAN, Naumi melihat mata SAN berkaca-kaca, menandakan penyesalan yang begitu dalam atas perbuatannya. Sebaliknya, korban berinisial EWW justru tampak lebih tegar.

Menurut Naumi, EWW masih bisa bercanda dan berusaha melupakan kejadian itu. “Untuk korban, saya melihatnya hanya shock, dan ketika saya tanya apa butuh pendampingan psikolog? Dia jawab tidak. Dia cuma berfikir kok ada kejadian seperti ini,” imbuhnya.

Satu Pendaki Semeru Meninggal Dunia dan Satu Patah Kaki

MALANGVOICE – Sementara pendaki asal Bogor, bernama Daniel Saroha masih dalam pencarian tim Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), satu pendaki dikabarkan tewas malam ini.

Pendaki tersebut bernama Dania Agustina Rahman (19) warga Jalan A.R. Hakim Perbata No 4 RT 04 RW 04 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kabupaten Sukabumi.

Kepala BB TNBTS, Ayu Dewi Utari mengatakan, saat ini korban sedang di evakuasi ke kawasan Ranupane. “Keluarga korban sudah kami hubungi dan perjalanan ke Lumajang,” kata Ayu Dewi kepada MVoice, Rabu (12/8) malam ini.

Selain korbam meninggal, satu korban atas nama M. Rendika (20) warga Jalan Penguin 7 No 157 Desa Kenanga Baru, Kecamatan Pecut Sei Tuan, Deli Serdang, Medan juga mengalami kondisi nahas. Ia mengalami patah kaki saat mendaki ke Semeru.

“Dania dan Rendika dari rombongan yang berbeda,” tandasnya

Korban patah kaki, sekarang di bawa ke Rumah Sakit Syaiful Anwar guna dilakukan perawatan intensif.-

Di Tablet Ada Foto Gama Telanjangi Gadis yang Baru Dikenalnya

Waka Polres Malang Kota, beserta tersangka dan barang bukti. (deny/Malangvoice)

MALANGVOICE – Perilaku menyimpang Gama Mulya tidak terjadi baru-baru ini saja. Pada 2014 lalu, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) itu bahkan pernah menelanjangi seorang gadis yang baru dikenalnya.

Fakta itu diketahui dari pengakuan Gama kepada penyidik Polres Malang Kota. “Ada foto bugil seorang gadis di tablet tersangka. Dia mengaku tidak kenal dekat dengan gadis itu,” kata Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro, Rabu (12/8).

Dikatakan Adam, Gama Mulya mengambil gambar itu di rumahnya, setelah melakukan perkenalan dengan si gadis di sebuah minimarket di Singosari. “Baru kenalan, kemudian gadis itu diajak mabuk, langsung ditelanjangi. Kami masih belum terlalu percaya dengan pengakuan tersangka. Rasanya janggal, jadi masih terus kami kembangkan,” tambahnya.

Di tablet milik Gama, selain tersimpan foto gadis yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu, juga terdapat belasan foto bugil kekasih Gama, SAN. Dengan foto-foto itulah Gama mengancam SAN, agar mau membantu pembiusan dan tindak asusila terhadap EWW, pekan lalu.-

Pre Event Rock Kemerdekaan Sedot Perhatian Publik

salah satu band yang tampil di pre event (hamzah/malangvoice)

MALANGVOICE – Jelang konser akbar bertajuk ‘Rock Kemerdekaan’ di Balai Kota Malang, 29 Agustus nanti, Kota Malang sudah digemparkan dengan pre event acara ini.

Bertempat di depan God Bless Cafe, Ruko Sawojajar, beberapa band lokal Malang beradu kebolehan bermain musik di atas panggung.

Pantuan MVoice di lokasi, grup band dari berbagai aliran baik rock, blues maupun pop tampil mempesona dengan lagu yang mereka pilih.

Aksi mereka juga disambut antusias warga setempat dan pengunjung cafe.-

Polisi Libatkan Psikolog Tangani Gama dan Pacarnya

Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata

MALANGVOICE – Kasus pembiusan dan pencabulan yang dilakukan Gama Mulya bersama kekasihnya, SAN kepada korban EWW, membuat Polres Malang Kota bertindak lebih komprehensif dalam penanganan kasus ini.

Untuk penyidikan kasus ini. Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata bakal melibatkan psikolog . Selain berperan menunjang jalannya proses hukum, psikolog diharapkan mampu memberi solusi bagi kedua tersangka dan korban.

“Kami tdk ingin terulang lagi kejadian seperti ini ke depannya,” kata Singgamata kepada MVoice, Rabu (12/8) sore ini.

Mantan Kapolres Lumajang itu mengaku prihatin melihat ‘kelainan’ yang terjadi pada Gama Mulya. “Betapa sedih dan khawatirnya para orang tua yang anak gadisnya kuliah di Kota Malang. Kami ingin tersangka sembuh dari ‘sakitnya’,” harapnya.

Kelakuan bejat pasangan Gama Mulya dan SAN yang membius EWW terungkap setelah kedua mahasiswa UB itu ditangkap 8 Agustus lalu atas laporan dari korban karena merasa ada perlakuan tidak senonoh.-

Banyak Lansia Terlantar, DPRD Kebut Raperda Lansia

Anggota Pansus DPRD, Zia Ulhaq.(Miski/Malangvoice)

MALANGVOICE – Banyaknya warga lanjut usia (lansia) yang terlantar di Kabupaten Malang, membuat DPRD kebut pembahasan raperda lansia.

Anggota Pansus, Zia Ulhaq mengatakan, raperda lansia merupakan inisiatif DPRD. Pasalnya, selama ini banyak orang tua yang ditelantarkan oleh anak dan keluarganya.

Apalagi, kondisi masyarakat Kabupaten Malang daerah pedesaan. Selama ini, panti jompo baru disediakan pemerintah provinsi.

“Kabupaten Malang butuh panti jompo, untuk menampung orang tua yang terlantar,” katanya, beberapa menit lalu.

Saat ini, lanjut dia, penyelesaian poin-poin dalam raperda. Sebelumnya, naskah akademik sudah selesai.

Politisi Gerindra itu menyebut, lahirnya perda lansia untuk memberikan perlindungan bagi lansia.

“Bukan hanya tempat tinggal dan makannya, tetapi juga biaya kesehatan dan akses fasilitas publik wajib dipenuhi sama pemerintah,” papar mantan aktivis MCW itu.

Dasar raperda lansia berupa UU kesejahteraan sosial, dan jaminan sosial. Serta mengacu peraturan Gubernur Jatim.-

Komunitas