Predator Anak Merajalela, Polisi Imbau Orangtua Waspada

Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan. (deny)

MALANGVOICE – Polisi mengimbau masyarakat agar waspada terhadap kejahatan seksual pada anak. Hal itu sesuai kasus yang kini yang sedang didalami Polres Malang Kota terhadap bocah perempuan lima tahun.

“Kepada seluruh orangtua harus berhati-hati karena anaknya bisa jadi sasaran pelaku kejahatan,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, Rabu (26/4).

Dijelaskan Hoiruddin, pelaku pedofil itu biasanya memberi korban sebuah imbalan atau iming-iming makanan atau mainan kesukaan korban agar mau menuruti aksi bejatnya. Bahkan, korban bisa saja diancam agar tidak melaporkan perbuatannya pada siapapun.

“Korban diiming-imingi es krim saat dicabuli,” jelasnya.

Diketahui, pelaku bernama Joko Santoso (59) warga Lesanpuro, Kedung Kandang, Kota Malang. Ia tega mencabuli “Bunga” sebanyak empat kali di rumah pelaku dan di kos.

Pelaku mengenal Bunga sudah empat bulan karena keluarga korban memercayai pelaku untuk mengantar jemput Bunga sekolah.

Setelah diperiksa ternyata keluhan Bunga terbukti. Ia mendapat luka pada kemaluan yang robek sekitar 2,5 cm. “Akhirnya kami sudah tangkap pelaku,” tegas Hoiruddin.

Kini polisi masih mengembangkan kasus itu. Pelaku masih diselidiki apakah ada banyak bocah lain yang menjadi korban.

“Karena itu sebaiknya orangtua harus antar jemput sendiri anaknya. Kalau tidak bisa diserahkan pada keluarga dekat,” pesan mantan Pamen Densus 88.

Kini Joko harus meringkuk di dalam jeruji besi. Ia diancam hukuman 15 tahun penjara. “Korban kami beri pendampingan psikologi karena umurnya masih muda sekali. Ini perlu perhatian agar tidak sampai ada korban lagi,” tandas Hoiruddin.

Jajaran Sat Binmas Polres Malang Kota Gencarkan Penyuluhan di SD

Jajaran Sat Binmas Polres Malang Kota memberi penyuluhan di SDN 1 Purwodadi. (istimewa)
Jajaran Sat Binmas Polres Malang Kota memberi penyuluhan di SDN 1 Purwodadi. (istimewa)

MALANGVOICE – Jajaran Sat Binmas Polres Malang Kota gencar melakukan penyuluhan kepada para siswa. Sasarannya kini ke SDN 1 Purwodadi, Kota Malang, Rabu (2/8).

Para siswa SD diberi pengarahan terkait pentingnya hidup rukun dengan sesama dari KBO Binmas Polres Malang Kota, Iptu Lilik. Materi yang diberikan pada sekitar 125 siswa mulai kelas 4-6 ini sangat mudah diterima. Para siswa dengan antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Mereka juga diberi pengarahan tentang bahaya pertengkaran pada anak usia dini yang bisa berdampak pada mental. Materi itu sengaja diberikan sesuai umur. Para siswa juga ikut didampingi guru agar membantu memberi pengetahuan.

Menurut Kasat Binmas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni, kegiatan itu rutin dilakukan untuk memberi penyuluhan dan pendekatan kepada masyarakat.

“Kegiatan itu rutin kami lakukan untuk memberi pengetahuan pada siswa SD tentang pergaulan,” kata Nunung pada MVoice.

Selanjutnya, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini akan dilakukan di beberapa sekolah lain. Tentunya materi yang diberikan akan berbeda melihat situasi dan permasalahan yang melekat pada anak usia dini.

“Kami harap kegiatan ini bisa memberi efek positif pada generasi bangsa nantinya,” tutupnya.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Bersama BI, KoPPI Bagikan Beasiswa di SMK Prajnaparamita

Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI) bersama Bank Indonesia berbagi bantuan.(Istimewa).

MALANGVOICE – Bank Indonesia (BI) bersama Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI) Malang menggelar bakti sosial, Sabtu (19/8). Bertempat di SMK Prajnaparamita, sejumlah bantuan disalurkan.

Ketua KoPPI Malang, Yaq’ud Ananda Gudban, menyebut, beberapa siswa mendapat bantuan berupa beasiswa pembiayaan sekolah. “Ini khusus bagi anak-anak yang kurang mampu,” ungkap anggota legislatif berparas cantik ini.

Perempuan yang akrab disapa Nanda ini menambahkan, selain beasiswa,bantuan lai berupa alat keperluan sekolah juga dibagikan. “Ada bermacam-macam, seperti tas dan alat tulis,” lanjutnya.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang ini beranggapan, kegiatan ini sebagai bentuk positif merayakan momentun HUT ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, semua kalangan harus ikut merayakan peringatan ini, termasuk siswa-siswi kurang mampu.

Apalagi, masih menurut Nanda, kalangan pelajar adalah generasi muda yang akan memegang kendali pembangunan tanah air di masa depan. Karena itu, suksesnya pembentukan karakter generasi muda ini perlu mendapat perhatian.

“Harapannya tentu masyarakat terbantu dan ikut ‘merdeka’ di hari kemerdekaan,” imbuh peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya (UB) ini.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Komunitas