Sawojajar Juara Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi

MALANGVOICE – Setelah melalui tahapan penilaian administrasi dan tinjauan lapangan, akhirnya Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malamg, berhasil meraih juara I lomba desa dan kelurahan Provinsi Jawa Timur 2017.

Terpilihnya Sawojajar ditetapkan secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo, melalui SK Gubernur Jatim No 188/338/KPTS/013/2017 tentang Pemenang Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur.

Sawojajar di bawah kepemimpinan Lurah JA Bayu Widjaya itu berhasil mengalahkan Kelurahan Manguharjo, Kota Madiun, Putat Jaya Surabaya dan Jati Kota Probolinggo.

Atas prestasi itu, Kelurahan Sawojajar berhasil meraih thropy tetap, piagam penghargaan serta uang pembinaan sebesar 20 juta rupiah.

Kepala Bagian Pemerintahan, Sri Winarni, selaku koordinator kegiatan di tingkat Kota Malang, menyampaikan, dana pembinaan yang diterima Kelurahan Sawojajar dapat digunakan sebagai dana pengembangan sarana dan prasarana pembangunan di wilayah Kelurahan Sawojajar.

“Kami senang dan berbangga hati atas torehan prestasi itu, sehingga Kelurahan Sawojajar mampu ikut serta mengharumkan nama Kota Malang; selain itu, rasa lelah serta kerja keras kami untuk mempersiapkan lomba itu telah terbayar dengan membanggakan,” ujarnya.

Sementara Wali Kota Malang, HM Anton yang kerap disapa Abah Anton, menyampaikan ucapan selamatnya bagi Kelurahan Sawojajar dan seluruh warganya.

“Jika tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat dan warga Kelurahan Sawojajar, prestasi tersebut akan sulit kita raih,” tutur Abah Anton.

“Saya juga berharap, nantinya Kelurahan Sawojajar juga mampu mewakili Jawa Timur di tingkat nasional, sehingga nama harum Kota Malang akan semakin terpatri di kancah nasional,” tambah Abah Anton, saat menghadiri acara di Kementerian Negara Koperasi dan UMKM pada Jumat pagi (16/6).

114 Kendaraan Ramaikan Festival Kendaraan Hias

Acara baru dimulai
Acara baru dimulai

MALANGVOICE – Sebanyak 11 peserta Festival Kendaraan Hias Kota Malang 2017 diberangkatkan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, Minggu (27/8) siang ini.

Dalam sambutannya, Sutiaji mengatakan, festival ini diharapkan sebagai wadah untuk memamerkan kreativitas warga Malang. Bahkan, dari tahun-ke tahun, peserta selalu bertambah. Sutiaji sangat mengapresiasi semangat warga peserta dan penonton yang bersatu dan berkumpul dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI ini.

“Meski berbeda warna kulit, pola pikir, latar belakang, ras, jiwa kita satu! Salam satu jiwa Arema! Semoga festival ini bisa menjadi daya tarik wisatawan. Semakin tahun wisatawan bisa semakin banyak,” kata Sutiaji optimis.

Komunitas anak muda, lembaga, dan sebagainya turut andil dalam aktivitas ini. Semua unjuk gigi menampilkan kendaraan yang sudah dihias sedemikian rupa. Tidak hanya kebudayaan lokal, juga terlihat ada peserta festival berpakaian tradisional lalu ada pula yang menari meliuk-liuk di antara kerumunan penonton. Ini sekaligus menandakan Kota Malang adalah kota universal. Warga pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menonton dari dekat iring-iringan sejumlah peserta karnaval tersebut.

Selain itu, juga terdapat penampilan dari komunitas sepeda lawas Malang yang hadir mengendarai beberapa sepeda model jadul. Mereka pun melengkapi diri dengan pakaian tentara era penjajahan, sambil menenteng sepeda onthel yang dihiasi dengan bendera Indonesia.(Der/Ak)

Pupuk Solidaritas, Warga Blimbing Antusias Ikuti Halal Bi Halal

Pelaksanaan halal bi halal di Lapangan Bola Voli RW 09. (ist)

MALANGVOICE – Warga RW 09 dan 08 Blimbing menggelar halal bi halal, Minggu (25/6) usai melaksanakan salat Idul Fitri pagi tadi. Dua wilayah yang kerap disebut Kampung Meduran Kelurahan Blimbing itu antusias berbondong-bondong ke lokasi acara di Lapangan Bola Voli RW 09.

Kegiatan semacam ini sudah rutin dilaksanakan sejak 10 tahun terakhir. Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Bambang Sumarto, menilai kegiatan tersebut bisa memupuk rasa solidaritas.

“Selain itu, kebersamaan di antara warga Kampung Meduran tersebut bisa terbentuk,” kata Ketua Komisi C DPRD Kota Malang ini.

Antusias warga terbukti dari tingginya tingkat kehadiran. Selain warga yang sehari-hari tinggal di sekitar, warga yang datang dari luar daerah juga bergabung dan berbaur.

“Ini semua untuk melaksanakan silaturahmi sehingga rasa kebersamaanya selalu terjalin terus,” pungkas Bambang.

Aplikasi Data Terpadu di Fasilitas Kesehatan Segera Dikonsep

Hearing antara Dinas Kesehatan dengan Malang Corruption Watch di Kantor Dinas Kesehatan, Jalan LA Sucipto. (Istimewa)
Hearing antara Dinas Kesehatan dengan Malang Corruption Watch di Kantor Dinas Kesehatan, Jalan LA Sucipto. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sejumlah aktivis Malang Corruption Watch (MCW) mendatangi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jalan LA Sucipto, Senin (10/7). Kedatangan mereka dalam rangka hearing terkait sejumlah permasalahan kesehatan di Kota Malang.

Sejumlah poin penting menjadi komitmen dari hasil pertemuan itu. Terkait sistem rujukan dan masalah kamar penuh di Rumah Sakit, Dinkes merencanakan akan ada aplikasi data terpadu di setiap fasilitas kesehatan.

Aplikasi ini untuk melihat kondisi fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit dan Puskesmas. Data terpadu ini memungkinkan untuk mengetahui jumlah pasien, tenaga, dan fasilitas pada hari pelayanan, sehingga rujukan dapat tepat sasaran.

“Bersama MCW, sosialisasi mengenai pelayanan kesehatan hingga tingkat kelurahan akan ditingkatkan,” kata Badan Pekerja MCW, Bayu Diktiarsa.

Selain itu, Dinkes juga akan melakukan pembinaan secara maksimal terhadap penyelenggara fasilitas kesehatan sesuai kapasitasnya. Informasi dan sosialisasi mengenai alur Surat Pernyataan Miskin (SPM) juga akan ditingkatkan.

Poin penting lain, yakni Dinkes akan mengajukan peningkatan anggaran pada tahun anggaran 2018. Kepala Dinkes, Asih Tri Rachmi Nuswantari, juga merespon sejumlah keluhan masyarakat yang disampaikan MCW.

“Untuk warga miskin, saat ini APBD sudah mengcover 26.646 peserta PBI APBD. Terkait obat – obatan, ada juga yang tidak ditanggung BPJS yang tidak masuk di Formularium Nasional (FORNAS),” urainya.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Dinkes Bantah Ketidaksesuaian Anggaran

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Asih Tri Rachmi. (Muhammad Choirul)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Asih Tri Rachmi. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Asih Tri Rachmi Nuswantari membantah tudingan bahwa anggaran kesehatan di Kota Malang tidak sesuai manat UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Meski berdasarkan alokasi anggaran Dinkes tidak sampai 10 persen dari total APBD, namun itu bukan ukuran menilai kesesuaian dengan aturan tersebut. Dia menyebut, anggaran kesehatan tidak bisa diasumsikan sebagai anggaran yang dikucurkan melalui Dinkes saja.

Lebih dari itu, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain juga memiliki pos anggaran terkait kesehatan. Selain Dinkes, beberapa OPD yang berkaitan yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang dijatah Rp 27,2 miliar.

Sisanya,anggaran kesehatan meliputi program-program keluarga berencana, sosialisasi kesehatan dan sebagainya di berbagai OPD. “Total semuanya sudah sesuai amanat UU Kesehatan, yakni 10 persen,” ungkap perempuan berkacamata itu.

Sementara itu, terkait keluhan masyarakat sebagaimana yang diberitakan MVoice sebelumnya, Asih menilai hal itu tidaklah berhubungan langsung dengan Dinkes. Sebab, keluhan rata-rata dikarenakan kebijakan terkait BPJS dari pusat yang sering berubah.

“Ini yang tidak tersampaikan ke masyarakat dan mengakibatkan ekspektasi masyarakat terlalu tinggi, sehingga bisa terjadi gap kepuasan layanan,” pungkasnya.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Komisi C Sambang Camat, Lurah, LPMK dan Tokoh Masyarakat Blimbing

MALANGVOICE-Momentum Ramadhan digunakan Komisi C DPRD Kota Malang untuk bersilaturahim dengan Camat Blimbing, para lurah setempat, pengurus LPMK, serta para pengurus RT dan RW, dalam rangka sosialisasi tugas dan fungsi komisi yang membidangi pembangunan itu.

Rombongan Komisi C nlangsung dipimpin ketuanya, Ir Bambang Sumarto, didampingi sejumlah anggota, antara lain Afdhal Fauza. Pada silaturahhim yang dilaksanakan di kantor kecamatan itu, disampaikan, tugas Komisi C sangat penting, dalam rangka mengawal seluruh kegiatan yang diusulkan masyarakat melalui Musrengbang.

Bambang menyampaikan, silaturrahim ini penting, karena proses kegiatan pada 2017 ini, baik yang tengah maupun yang akan dilaksanakan, Komisi C berkepentingan mengawal usul-usul masyarakat melalui Musrengbag, karena berdasar kondisi, dimungkinkan ada persoalan, selama masa persiapan sampai pembangunan dilaksanakan.

Bambang yang juga Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan Partai Golkar Kota Malang itu mengatakan, dalam silaturrahim juga dimungkinkan ada aspirasi baru dari masyarakat yang perlu diterima, sekaligus menjadi bahan rapat kerja dengan dinas yang menjadi mitra kerja Komisi C.

Acara berlangsung gayeng dan komunikatif. Masing-masing wilayah yang terdiri dari 11 kelurahan, antara lain Balerjosari, Arjosari, Pandanwangi, Purwodadi, Polowijen, Blimbing, Purwantoro, Bunulrejo, Kesatriaan, Jodipan dan Polehan, itu menyampaikan kondisi masing-masing serta persoalan terhadap kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan.

Bambang menilai tanggapan masyarakat sangat baik, dan bagus bila kegiatan itu bisa rutin dilaksanakan, mengingat masyarakat sangat responsip terhadap kegiatan di wilayahnya, sekaligus keinginan bertemu para wakil rakyat dari daerah pemilihanya. Dia juga berencana mengunjungi 4 kecamatan lainnya.

Pantau Stabilitas Harga di Pasar Dinoyo, Mendag Apresiasi Pemkot Malang

Menteri perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, sidak di Pasar Dinoyo Kota Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, mengunjungi Pasar Dinoyo, Jumat (30/6). Kunjungan tersebut tidak lain memantau harga bahan pokok pasca Lebaran.

Dalam kunjungan tersebut, Enggar mengapresiasi Pemkot Malang. Pasalnya, harga bahan pokok di pasaran relatif stabil, bahkan sebagian komoditas mengalami penurunan.

“Pemda (Pemerintah Daerah) bisa mengendalikan harga. Ini sangat positif,” kata dia.

Dikatakan, seperti yang sudah berjalan, memang perlu koordinasi antara Pemda, pemerintah pusat, kepolisian dan Bulog. Langkah ini dinilai baik untuk mengantisipasi lonjakan harga di daerah secara bersama-sama.

Apalagi, pengendalian harga pada momen Ramadhan kali ini dipimpin langsung Presiden Joko Widodo. Praktis, stok bahan pokok stabil dan harga di pasaran dapat dikendalikan.

Menurutnya, sejak H-10 pihaknya telah menyiapkan tim dari pusat bersama Satgas guna mengecek stok bahan pokok dipasaran. Enggat memprediksi kondisi ini akan berjalan normal hingga H+7 lebaran.

“Ketika pasokan disuplay dan stoknya cukup, maka harga otomatis stabil. Di Malang justru ada penurunan harga,” jelas dia.

Semula, tambah dia, pihaknya mematok harga telur per Kg sebesar Rp 18 ribu dari peternak. Namun, harga jual telur di Pasar Dinoyo lebih murah, yakni Rp 17 ribu per Kg.

“Artinya beli di peternak kisaran Rp 15 ribu. Harga cabai juga normal, kisaran Rp 20 ribu,” tambah dia.

Enggar juga menyambut positif keberadaan Pasar Dinoyo, yang merupakan perpaduan antara pasar tradisional dan modern.

“Sangat bagus, jangan membedakan dan memisahkan segmen, melainkan harus saling mengisi,” tandasnya.

200 Tenaga Kependidikan Ikuti Pelatihan Pemberdayaan Kepariwisataan

Pemberdayaan Kepariwisataan Bagi Guru di Savana Hotel & Convention. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang menggelar pelatihan bertajuk ‘Pemberdayaan Kepariwisataan bagi Guru’. Bertempat di Savana Hotel & Convention, acara ini diikuti guru-guru SMA/SMK/dosen berjumlah 200 orang berasal dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur, Kamis (13/07).

Wali Kota Malang, Moch Anton, membuka acara ini. Dia menyampaikan terima kasih kepada Kemenpar atas terpilihnya Kota Malang sebagai lokasi kegiatan.

“Kiranya kegiatan yang terbangun pada hari ini, akan menjadi penguat sekaligus memberikan satu kontribusi pemikiran positif bagi kemajuan pembangunan di bidang pariwisata,” ungkapnya.

Dia berharap kepada para guru untuk mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu, mereka nantinya dapat menguasai dan memahami potensi wisata daerah. Selain itu, lanjut Anton, mereka juga akan menjadi kader sekaligus agen perubahan dalam pengembangan kepariwisataan tanah air.

“Mudah-mudahan mampu mencetak SDM profesional bagi pengembangan potensi pariwisata,” tambah suami Hj Dewi Farida Suryani itu.

Kebijakan Pembangunan Pariwisata Nasional menjadi materi yang disampaikan Drs Dewa Gde Ngurah Byomantara, Ketua STP Bali. Dia menyampaikan bahwa untuk mewujudkan pariwisata sebagai prioritas pembangunan nasional diperlukan keterlibatan kalangan sekolah sebagai salah satu unsur dalam Pentahelix (Academy, Business, Government, Community, Media).

”Pembangunan pariwisata dengan melibatkan sekolah akan menjadi sebuah gerakan efektif karena dipelopori guru sebagai kader/ agen perubahan,” ujar Dewa.

Kepala Disbudpar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, menyampaikan, kunjungan wisatawan Kota Malang mancanegara mencapai 9.535 orang dan domestik mencapai 3.987.074 orang. Angka kunjungan wisatawan Kota Malang rata-rata meningkat 35 persen setiap tahunnya.

“Malang Menyapa menjadi sebuah sistem aplikasi informasi pariwisata Kota Malang berbasis Android sebagai sarana bagi pelaku industri pariwisata dalam penyampaian informasi. Ini juga sebagai promosi kegiatan usahanya yang dapat di akses oleh semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Demi Kelangsungan Generasi Penerus, Komisi C Dukung Keberadaan Alat Ukur Kebersihan Udara

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto. (Muhammad Choirul)
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto, angkat bicara terkait rencana pengadaan alat ukur kebersihan udara. Menurutnya, langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) perlu didukung.

Apalagi, DLH baru saja mendapat hibah satu unit alat ukur kebersihan udara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Memang harus, setiap daerah perlu memiliki alat seperti itu, demi kelangsungan kehidupan generasi penerus yang tak lain anak cucu kita,” tukasnya.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, dengan stimulus satu unit yang akan diserahterimakan dalam waktu dekat ini, DLH harus mampu mengalokasikan anggaran tersendiri. Tujuannya, tak lain sebagai perawatan supaya alat tersebut bisa bekerja maksimal.

Selain itu, penambahan alat ini juga dinilai penting. Pasalnya, menjaga kualitas dan kebersihan udara adalah kepentingan bersama yang perlu diperhatikan.

“Pemerintah daerah harus mulai mempersiapkannya sedini mungkin kalau memang serius, karena anggarannya juga pasti besar,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bambang juga mengimbau agar DLH menyelesaikan program-program yang telah dicanangkan tahun ini. Dia menyebut, pembangunan kantor DLH beserta segenap fasilitasnya, harus segera dituntaskan.

“DLH kan juga sudah punya laboratorium, ini perlu dimaksimalkan. Kalau bisa pihak luar juga bisa memanfaatkannya,” pungkasnya.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Bambang Sumarto: Kepanitiaan Zakat Fitrah Pembelajaran Berharga Generasi Muda

Panitia zakat fitrah di lingkungan RW 9 Blimbing tengah menjalankan tugasnya. (Ist)

MALANGVOICE – Pembentukan kepanitiaan zakat fitrah menyimpan banyak pelajaran berharga. Terlebih, kepanitiaan ini lahir di lingkungan masyarakat pada wilayah paling kecil lingkupnya, yaitu RW.

Praktis, ini juga melibatkan generasi muda, sehingga jadi pembelajaran penting. Proses tersebut mendapat perhatian tokoh masyarakat, Bambang Sumarto.

Panitia zakat fitrah di lingkungan RW 9 Blimbing tengah menjalankan tugasnya. (Ist)

Dia menilai, dengan adanya kepanitiaan, sejak dini generasi muda sudah dikenalkan tatanan organisasi dan kepedulian sosial tinggi terhadap masyarakat. “Terutama pada yang kurang beruntung dan membutuhkan uluran tangan sesama maupun dari lingkungannya,” ungkapnya.

Bambang menyampaikan, di wilayah RW 09, keterlibatan generasi muda terhadap kepanitiaan zakat fitrah selalu melibatkan generasi muda. Ini sudah terlaksana sejak sepuluh terakhir.

Panitia zakat fitrah di lingkungan RW 9 Blimbing tengah menjalankan tugasnya. (Ist)

Dari tahun ke tahun, generasi yang terlibat selalu berganti dan berkesinambungan seiring dengan usia dan kesibukan masing-masing. Hal ini menunjukan selalu ada pewarisan generasi untuk menjadi panitia penghimpun dan penyalur zakat fitrah.

Terbukti, hal demikian terlihat pada keterlibatan generasi muda di lingkungan ini, yang sudah aktif di tingkat kelurahan, kecamatan Blimbing, maupun di lingkungan kerja masing.

Ketua Komisi C dan Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Kaderisasi Partai Golkar Kota Malang ini juga sejak usia belasan tahun selalu menjadi panitia zakat fitrah sampai sekarang di wilayah tersebut.

“Pelaksanaan zakat fitrah di lingkungan RW ini, sekaligus rekapitulasinya dilaporkan ke kelurahan Blimbing, untuk dilaporkan secara berjenjang ke wilayah atasnya,” pungkasnya.

Komunitas