29 January 2023
29 January 2023
22.1 C
Malang
ad space

Konsumen dan Komunitas Terkesan Diajak Test Ride Honda CB150R

Test ride Honda CB150R StreetFire. (istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT menghadirkan motor naked sport All New CB150R Streetfire.

Untuk mengenalkan lebih jauh ke masyarakat, digelar All New CB150R StreetFire Riding Experience pada Sabtu (29/5) di Taman Krida Budaya Kota Malang dengan mengutamakan penerapan standar protokol Covid-19.

Motor naked sport All New CB150R Streetfire dengan tampilan desain baru yang semakin massive dan agresif layaknya motor big bike. Pilihan terbaru bagi pecinta motor sport ini tampak semakin gagah, membanggakan dan membuat pengendaranya semakin percaya diri.

Para peserta testride antusias ingin mencoba performa generasi terbaru Honda CB150R StreetFire. Terdapat banyak ubahan signifikan. Selain desain yang disegarkan, beberapa komponen baru membuatnya lebih nyaman. Paling mencolok suspensi upside down SFF-BP dari Showa berdimater 37 mm dan setang tappered handle bar atau fat bar menjadikan tampilannya makin kekar.

Salah satu konsumen yang sudah melakukan testride All New CB150R, Risky mengatakan sangat terkesan dengan handling Honda CB150R Streetfire yang baru benar-benar patut diacungi jempol, riding positionnya nyaman walau model tangkinya baru, jok masih sama dengan yang sebelumnya.

“Tumpangannya gagah dan enak sekali,” katanya.

Selain konsumen, MPM Honda Jatim juga mengajak komunitas Honda CB150R untuk melakukan riding test menggunakan All New CB150R SteetFire.

“Motor Honda CB150R yang baru ini handlingnya luar biasa, lincah dan nyaman,” kata Wendry Pradana, komunitas Honda CB150R.

Perubahan terbaru pada All New CB150R Streetfire terlihat pada desain bodi yang lebih besar. Hal ini dicapai melalui berbagai ubahan desain di bagian depan seperti pada tangki bensin, shroud, serta undercowl pada varian special edition.

Ubahan ini dipadukan dengan tambahan fitur terbaik yang menambah kegagahan motor sport terlaris Honda ini, seperti inverted front suspension dan tapered handlebar terbaru yang menghadirkan kenyamanan berkendara harian maupun jarak jauh. Tampilan full digital panel meter terbaru juga memberikan informasi lengkap untuk kebutuhan berkendara penggunanya.

Pada rangkaian kegiatan launching All New CB150R StreetFire juga ada pameran Virtual Honda. Pada pameran Virtual Honda ini pembelian motor dilakukan melalaui website ‘www.pameranvirtualhonda-jatim-ntt.com.

Banyak promo dan tambahan hadiah berupa jaket bagi 100 konsumen yang melakukan pembelian All New CB150R Streetfire. Selama acara berlangsung akan mendapatkan tambahan hadiah jaket Exclusive selama periode 22 – 31 Mei 2021 dan berlaku di wilayah Jatim & NTT.

Komunitas menjajal ketangguhan Honda CB150R. (Istimewa)

“Bagi masyarakat kota Malang dan sekitarnya dapat langsung melihat kegagahan All New CB150R StreetFire pada gelaran All New CB150R StreetFire Exhibition pada tanggal 16 – 30 Juni 2021 di Mall Olympic Garden(MOG). Tentunya kami akan berikan penawaran special bagi konsumen selama pameran berlangsung,” kata Jonsen selaku BTL Supervisor Area Malang.

All New CB150R Streetfire hadir dengan varian warna Macho Black dan Stinger Red Black yang dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Malang Rp30.322.000,-

Untuk melengkapi pilihan berkendara penggunanya, All New CB150R Streetfire juga memiliki varian Special Edition (SE) yang dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Malang Rp31.322.000,- Varian Special Edition hadir dengan tiga varian warna matte yaitu Fury Matte Red, Raptor Matte Black, and Armored Matte Grey.(der)

Jembatan ala Eropa, Kentalkan Suasana Kayutangan Heritage

Jembatan Kayutangan Heritage. (Istimewa)

MALANGVOICE – Suasana Berbeda terlihat di Kawasan Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang. Gambaran kampung yang sebelumnya kumuh, kini menjadi cukup menarik dan elegan.

Terlihat cukup banyak perubahan mulai dari jalan poros di pintu masuk utama, di setiap sudut kampung cukup banyak rumah-rumah dengan arsitektur zaman dulu.

Lebih menariknya lagi, terdapat satu jembatan yang ada di bantaran Sungai Sukun, memiliki desain ala Eropa dengan beberapa coretan gambar rumah di tembok dan lampu hias sebagai pendukung nuansa heritage.

Perubahan ini, setelah adanya pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pembangunan Jembatan ala Eropa ini terealisasi tujuh bulan lalu, saat pelaksanaan program Kotaku. Lalu pak wali pun sempat survey kesini dan akhirnya mulailah dibangun jembatan ini. Baru sekitar sebulan yang lalu jembatan ini akhirnya selesai dikerjakan,” ujar Wakil Ketua Manajemen Kampung Kayutangan Heritage, Herman, Ahad (30/5).

Setelah, jembatan ala Eropa ini selesai dikerjakan, warga pun terdorong untuk mulai menata dan menginovasi. Seperti, rencana pembuatan kapal kecil di sungai hingga pembuatan dam, sebagai penunjang wisata di kawasan itu.

“Jadi saat ditutup kan airnya naik, nanti barulah kapal kita taruh dan wisatawan bisa bersantai diatas kapal itu,” tuturnya.

Selain itu, untuk gambaran atau lukisan yang ada di tembok itu nantinya akan dilanjutkan oleh pihak ketiga sebagai penanggung jawab sekaligus pengerjaan.

“Lukisannya sendiri nanti akan dibikin nuansa heritage zaman dulu ya. Biar kesannya lebih dalam lagi. Itu di semua tembok yang masih kosong,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herman Mengatakan, akan ada pemberian ornamen mulai dari, bunga-bunga hingga papan petunjuk sebagai pelengkap.

“Ini nanti dari pihak ketiga yang membantu. Keinginan kita bisa menambah bunga-bunga di pintu masuk, terus lampu juga dan kemudian membikin tempat loket hingga papan petunjuk,” kata dia.

Herman menambahkan, akan membuat manajemen kuliner, saat kawasan Kampung Kayutangan Heritage yang saat ini ditutup karena pandemi covid-19 kembali dibuka.

Sebagai upaya antisipasi, agar suasana jembatan yang sudah bagus dan bersih tidak kembali terlihat kumuh.

“Jualan didalam rumah, tidak boleh dijalanan jembatan ini. Nanti akan kita data dan kita buatkan plakat yang seragam dan pastinya tetap berkonsep heritage. Setelah itu, nantinya disepanjang aliran sungai ini akan kita bersihkan semua dibantu oleh pihak ketiga agar lebih indah lagi,” tandasnya.(der)

Serunya Sunday Gathering Bersama Komunitas Honda CB150R

Sunday gathering Honda CB150R. (Istimewa)

MALANGVOICE – Virtual launching All New CB150 R pada Sabtu (22/5) juga disaksikan komunitas Honda CB150R dalam kegiatan bertajuk Sunday Riding Gathering Komunitas Honda CB150R.

Bertempat di Riders Cafe MPM Malang, sebanyak 25 peserta yang berasal dari Malang Streetfire Community dan District Blitar Streetfire yang tergabung dalam Paguyuban Honda Malang ini mengikuti sharing dan diskusi teknologi terbaru.

All New CB 150 R Streetfire motor naked sport All New CB150R Streetfire kini dengan tampilan desain baru yang semakin massive dan agresif layaknya motor big bike dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Sunday gathering Honda CB150R. (Istimewa)

Selain itu juga peserta diberikan edukasi terkait Riding Postur All New CB150R. Pilihan terbaru bagi pecinta motor sport ini tampak semakin gagah, membanggakan dan membuat pengendaranya semakin percaya diri.

Pada kesempatan kali ini juga, peserta diajak menyaksikan secara langsung Virtual Launching All New CB150R live Instagram @mpmhondajatim. Dimana ada salah satu komunitas CB150R Streetfire yang sharing pada sesi talkshow.

“Dalam rangkaian acara launching All New CB150R, kami juga mengundang komunitas untuk silaturahmi di MPM Riders Cafe sekaligus mengetahui fitur dan teknologi terbaru motor ini,” kata Fariz Hadi Selaku Community Development MPM Honda Jatim.

All New CB150R StreetFire memiliki performa tinggi di setiap putaran berkat pengaplikasian mesin 150cc, DOHC 4 katup, 6 kecepatan, dan berpendingin cairan. Akselerasi yang dihasilkan oleh model ini mampu mencapai 10,5 detik (0-200m).

All New CB150R Streetfire juga menghadirkan sensasi berkendara yang menyenangkan dengan kecepatan maksimal hingga 125 Km/jam, namun tetap menghasilkan tingkat konsumsi bahan bakar yang efisien yaitu 40,5 km/l berdasar metode pengetesan ECE R40 dengan standar EURO 3.(der)

Mbois! Pemuda Lulusan SMP di Malang Ubah Sedan Biasa Jadi Lamborghini

Replika Lamborgini yang dibuat Bayu (kiri), (dok Bayu to MALANGVOICE.com).

MALANGVOICE – Mahandika Bayu Aji (22) pemuda asal Kota Malang, menarik perhatian masyarakat. Pasalnya dia berhasil membuat replika Lamborghini.

Kepada MVoice, pemuda yang tiggal di Jalan Raya Candi 3 no 358, Karangbesuki, Kota Malang ini mengatakan pembuatan replika Lamborghini tersebut berawal dari keinginnanya memiliki mobil berjenis sports buatan Italia itu, namun terkendala harganya yang cukup mahal.

Lalu, dirinya memutuskan nekat membuat replika Lamborghini itu dari dasar hingga kini prosesnya sudah mencapai 85 persen.

“Awal mula itu dari keinginan sendiri, lihat pembuatan replika Lamborghini dari Bandung sama Jogja. Terus cari inspirasi sembari ngumpulin modal dan akhirnya nekat,” ujarnya saat ditemui Malangvoice.com.

Lamborghini replika buatan Bayu. (Istimewa)

Proses pembuatan replika Lamborghini dilakukan pemuda lulusan SMP itu seorang diri. Ia merombak sedan Mazda 323 mulai mesin, sasis hingga body mobil. Semua dilakukan dengan berbekal kemampuan yang dimiliki dari pengalaman kerja sebelumnya.

“Basic saya dulu ngelas, pernah juga di karoeseri morodadi, terus bikin-bikin pagar, body juga pernah di mebel hingga saat ini,” tuturnya.

Meski begitu, dalam pembuatan replika Lamborghini Bayu sempat mengalami beberapa kendala, salah satunya pada minimnya modal yang dimiliki, sehingga pengerjaanya dilakukan secara bertahap.

Lamborghini replika buatan Bayu. (Istimewa)

“Proses pengerjaan sampai saat ini kurang lebih sudah berjalan 10 bulan mulai 2020 dan mengerjakan itu jeda-jeda, jadi ngerjakan 1 bulan lalu 1,5 bulan libur dulu buat ngumpulin modal lagi,” kata dia.

Karena dalam pengerjaan replika Lamborghini itu dilakukan oleh Bayu tanpa dibantu siapapun, ketika ada pekerjaan yang perlu tenaga dua orang atau lebih juga menjadi kendala.

“Ngerjakan sendiri, jadi bingung kalau lagi angkat-angkat. Misalnya mau bayar temen juga kan meminimalisir modal. Jadi dikerjakan sendiri saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Bayu menyampaikan untuk penyelesaian replika Lamborghini buatannya masih ada beberapa tahap, mulai dari pembuatan interior hingga kelistrikan.

“Total dari dasar hingga saat ini sudah keluar modal sampai Rp120 Juta. Tinggal interior sama kabel-kabel,” jelasnya.

Setelah keinginannya tercapai, Bayu merasa sangat puas, sebab dengan jerih payah yang sudah dicurahkan selama beberapa waktu ini, telah membuahkan hasil baik.

Ke depan, apabila proyek ini berhasil ia akan membuat workshop dan menerima pesanan modifikasi total mobil sport.

“Allhamdulilah Kerja keras yang sudah saya keluarkan telah berbuah baik, saya merasa sangat puas,” tandasnya.(der)

Ki Tulus, Bertahan Puluhan Tahun Lestarikan Kuda Lumping

Ki Tulus sedang menunjukkan tata cara membuat kerajinan Kuda Lumping, (MG2).

MALANGVOICE – Kuda Lumping merupakan budaya tradisi daerah yang saat ini sudah mulai jarang ditemui kembali, memahami hal itu tidak membuat Tulus Indrawan, yang kesehariannya sebagai perajin kuda lumping menyerah pada kesenian yang dicintainya ini.

Terbukti dari umurnya yang sudah menginjak 60 tahun, ia terus bergelut dengan kesenian Kuda Lumping atau akrab diketahui dengan nama jaranan.

“Saya ingin bisa terus meneruskan ini, melestarikan sampai anak cucu saya. Mewariskan budaya tradisi ini, jangan sampai meninggalkan budaya ini. Kalaupun ada orang lain yang mau belajar, pintu saya juga selalu terbuka,” ujar Ki Tulus sapaan akrabnya.

Awal mula muncul kecintaanya terhadap budaya kuda lumping itu sejak dia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Saat dirinya mendapatkan pembelajaran dari orangtuanya yang memahami tentang seni kuda lumping itu sendiri. Dari situ muncul semangat tinggi untuk menggeluti seni kuda lumping.

Dia meyebutkan, dalam kuda lumping itu memiliki sentuhan rohani yang mampu menenangkan dan menyenangkan perasaan.

“Saya mulai tahun 1976 menggeluti ini, dulu saya diajari orang tua saya, warisan lah. Kuda lumping itu sebuah kesenian dan budaya Jawa yang sudah ada sejak jaman kerajaan. Sebelum kakek saya lahir pun sudah ada, makanya kita tinggal melestarikan saja,” tuturnya.

Untuk kuda lumping sendiri dikatakan sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda, pada kala itu sering digunakan sebagai penghibur tamu agung.

Sementara itu, untuk produk kuda lumping yang di buat Ki Tulus sendiri sudah pernah dikirim ke beberapa daerah hingga luar negeri. Ia pun juga aktif melakukan pemasaran kuda lumping melalui online.

Sedangkan untuk pemesanan offline sendiri bisa datang ke ruko terdekat di Jalan Janti, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

“saya ada yang sampai Kalimantan, Sumatra, Sulawesi. Ini kan juga dipasarkan secara online. Saudara saya juga ada yang membawa ke Australia dan Suriname. Disana kan juga banyak orang Jawa, saya pernah ke sana, disana juga ada kuda lumping,” terangnya.

Selain itu, Ki Tulus menyampaikan jika dalam proses pembuatan kuda lumping dari anyaman bambu ini juga tidak mudah. Perlu adanya pemilihan secara teliti untuk bahan dasar dan proses pembuatannya.

“Mengirat atau memotong bambu menjadi titip titis itu sulit. Membelah bambu ini kalau tidak biasa ya susah, gak gampang dan gak semua orang bisa. Ini bambu apus yang saya pakai untuk bahannya, kalau yang lain gak bisa karena keras. Saya beli dikampung kampung, memotong sendiri, memilih sendiri. Motongnya juga tidak bisa sembarangan, ada hitungan harinya juga,” tandasnya.(der)

Ramadan Bawa Berkah di Lapas Perempuan Sukun, WBP Kebanjiran Pesanan Kue

Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Kota Malang, Tri Anna menunjukan beberapa pesanan kue kering hingga parsel yang sudah siap diantar, (MG2).

MALANGVOICE – Ada yang menarik di balik Lapas Perempuan Kelas II A Kota Malang pada Ramadan 1442 Hijriah. Di bulan ini, warga binaan pemasyarakatan (WBP) kebanjiran pesanan kue.

Terlihat beberapa warga binaan pemasyarakatan (WBP) sedang asyik membuat kue kering dengan berbagai macam varian. Seperti nastar, kastengel, kenari, choco chips, donat, permen, sagu keju dan lain sebagainnya.

Menurut Chaterine, salah satu WBP yang juga andil dalam pembuatan kue kering, di tahun 2021 ini pesanan yang didapatkan dalam kurun waktu dua pekan terakhir cukup tinggi.

“Sehari sekitar empat kilogram. Tapi tahun ini lebih ramai daripada tahun kemarin. Cukup banyak pesanan,” ujarnya, Minggu (9/5).

Meski begitu, perempuan asal Afrika Selatan ini merasa senang atas peningkatan pesanan yang didapatkan. Sebab dengan adanya kegiatan tersebut dirasa mampu meningkatkan produktivitas dan mengasah kemampuan yang dimiliki.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II A, Kota Malang, Tri Anna menunjukan kue kering yang telah dikemas cantik, (MG2).

Untuk produksi Kue kering atau kue lebaran di dalam lapas perempuan ini sendiri sudah berjalan sejak tahun 2016. Berawal dari pemberian pelatihan dari pihak lapas kepada WBP secara bertahap hingga kini sudah mampu membuat sendiri dan telah dipasarkan dengan nama produk D’Lapang.

“Saya belajar dari pelatihan yang diberikan. Saat dari hotel,chef-chef yang datang kesini untuk memberikan pelatihan. Kemudian dipasarkan oleh Bu lapas,” tuturnya.

WBP yang sedang membuat kue pesanan, (MG2).

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan II A Kota Malang, Tri Anna, mengatakan, dirinya mengenalkan produk D’Lapang ini pertama melalui mulut ke mulut, lalu terus berkembang hingga kini sudah cukup banyak peminatnya.

“Pertama dari intern dulu, dari para petugas. Daripada jauh-jauh beli bisa pesen kesini. Rutan mulai memesan, akhirnya keluarga-keluarga dari petugas pun pesen kesini. Paling jauh kirim sampai ke Jakarta,” katanya.

Harga yang dibanderol untuk kue kering ini dikatakan cukup beragam, salah satu kue yang banyak diminati adalah Nastar dihargai Rp 25 ribu perons.

“Satu ons itu dihargai Rp 25 ribu. kita juga buat kue yang dikemas dengan bentuk parsel. Intinya sesuai orderan yang diminta akan kita buat,” imbuh Anna.

Selain itu, untuk pemesanan sendiri sudah bisa diakses melalui media sosial Instagram D’Lapang. Nanti akan ada dua sistem pilihan pengiriman, melalui ojek online atau diambil langsung di Lapas Perempuan Kelas II A Kota Malang.

Sedangkan untuk keuntungan yang didapat dari hasil penjualan kue kering itu akan diberikan kepada WBP dengan cara dimasukkan kedalam tabungan masing-masing.

“temen-temen (WBP) ini nanti bakal dapet premi, nanti kalau terjual langsung masuk tabungan,” tandasnya.(der)

Solusi Makan Praktis, Enak, dan Sehat, Frozen Box Malang Semakin Diminati

Olahan makanan produk Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Malang dikenal dengan banyak sekali produk kuliner. Mulai jajanan pasar hingga makanan restoran atau siap saji. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak usaha kuliner menciptakan inovasi agar bisa tetap survive, salah satunya makanan frozen food.

Ya, salah satu olahan makanan beku milik Frozen Box contohnya. Berawal dari ide membuat makanan agar bisa bertahan lama, ternyata digemari banyak orang.

Gurame bumbu kuning Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

Tim marketing Frozen Box, Riza Alfianto, mengatakan, produknya ini bisa tahan selama enam bulan di dalam freezer dan praktis langsung dimasak.

“Selama pandemi kami mencoba mengolah bahan sendiri dan memasarkan ke teman-teman, alhamdulillah ternyata diterima dengan baik. Kemudian kami coba terjunkan ke pasar dan hasilnya bagus,” kata Riza di kantor ruko Jalan Wilis Kavling 4, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang,

Riza mengatakan, selama Ramadan ini penjualannya meningkat drastis. Disebutkan seperti olahan gurame selama April bisa terjual 300 bugkus, lele bumbu kuning 150 bungkus, dan lele fillet bisa mencapai 200 bungkus.

“Yang paling banyak permintaan ini ada lele fillet dengan harga 35 ribu rupiah per 250 gram. Pesananya mencapai 200 bungkus di awal bulan ini, karena kami ada bonus tepung bumbu biar pembeli lebih mudah untuk mengolah,” jelasnya. Hal itu belum ditambah olahan lain seperti ayam fillet dan sayap.

Selain tahan lama, produk Frozen Food ini dibuat menggunakan bahan pilihan. Semua merupakan budidaya sendiri hasil kerja sama petani dengan sistim pakan organik. Kerja sama ini sekaligus membawa keuntungan bagi petani yang kehilangan pasokan selama pandemi.

“Jadi kami bisa klaim makanan ini sangat sehat tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Frozen Box mendatang akan melakukan ekspansi penjualan ke kota-kota besar. Penambahan menu juga akan dilakukan, seperti ikan dori, kakap, dan kerapu.

“Penjualan selama ini melalui reseller dan langsung melalui akun @feozenboxmalang serta banyak mitra yang tersebar di Malang. Selanjutnya semoga bisa merambah ke kota-kota besar karena tidak ada masalah soal pengiriman jarak jauh,” tandasnya.(der)

Tugu Tirta Lanjutkan Merajut Silaturahmi Bersama Warga di Tasikmadu

Dirut Tugu Tirta, M Nor Muhlas S.Pd, M.Si menyerahkan tali asih kepada perwakilan warga RW 02 di Jalan Bulutangkis, Kelurahan Tasikmadu, Kota Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Dalam rangka merajut tali silaturahmi bersama warga yang tinggal di sekitar aset Tugu Tirta, jajaran Direksi Tugu Tirta bersilaturahmi sembari doa bersama di Masjid An-Nur, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (7/5)

Hal itu merupakan semangat untuk terus menggaungkan salam seduluran saklawase yang digaungkan Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas.

Selain memanjatkan doa bersama, kegiatan yang dilangsungkan dengan protokol kesehatan ketat ini menjadi ajang silaturahmi serta penyerahan tali asih dari direksi perusahaan kepada warga yang tinggal di sekitar aset Tugu Tirta di Jalan Bulutangkis.

“Kami juga punya ‘rumah’ di sini, artinya beliau-beliau ini adalah tetangga saya juga. Dengan begini kami bisa saling mengenal dan semakin akrab. Semoga persaudaraan yang terbina tidak akan terputus,” tutur Muhlas diamini Direktur Teknik Tugu Tirta, Ir Ari Mukti MT dan manajer yang hadir.

Muhlas menegaskan, pihaknya memiliki komitmen bersama warga RW 02 Kelurahan Tasikmadu, untuk sama-sama menjaga aset milik Tugu Tirta di kawasan tersebut. Karena lancarnya pasokan air menjadi berkah dan manfaat bagi ummat.

Baca Juga:

“Tentunya agar sama-sama timbul rasa memiliki yang kuat untuk menjaga water tank kami nantinya di Jalan Bulutangkis ini,” tandas Muhlas

Sebelumnya, pria penghobby seni lukis dan musik ini bersama jajarannya telah melakoni rangkaian Safari Ramadan sejak minggu kedua, mengisinya dengan agenda silaturahmi dan pemberian tali asih kepada warga di sekitar sumber dan aset Tugu Tirta.

Diantaranya warga di sekitar Sumber Air Wendit, Sumbersari, Sumber Karangan, Sumber Binangun dan Banyuning.(der)

Rayakan Idulfitri di Hotel Tugu dengan Menyantap Kambing Panggang Suku Bedouin

Kambing Guling Bang Jamil yang dipanggang dengam baluran rempah. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyambut Idul Fitri 1442 H, Hotel Tugu Malang menyiapkan menu istimewa. Jika biasanya opor ayam, kali ini kuliner yang disiapkan lain dari yang lain.

Menghadirkan “Lamb and Ketupat Festivities”, Hotel Tugu menyajikan menu spesial ini mulai 11-31 Mei 2021 di Melati Restaurant yang juga melayani Catering & Hampers.

“Pastinya kami ingin berbagi aneka ragam masakan daging kambing lezat dan ketupat yang sudah menjadi makanan khas Idul Fitri,” kata Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario Saputro.

Dalam keterangan tertulisnya kepada malangvoice.com, Kamis (6/5), Budi menambahkan, pihaknya menyiapkan menu spesial Kambing Panggang Suku Bedouin.

“Menu ini berupa kambing muda yang juicy lalu dipanggang dengan lapisan daun kurma di antara dua lempengan hot stone,” terangnya.

Ada lagi Kambing Guling Bang Jamil dengan daging kambing Australia yang dipanggang dengan baluran rempah istimewa racikan chef.

“Masih seputaran kuliner kambing, kami sediakan juga Ketupat Gulai Iga Kambing Muda. Menu ini sangat nikmat dengan gulai kambing, sate kambing, kerupuk ikan, kecap manis, sambal dan jeruk nipis,” ujarnya.

Bagi yang kurang berselera dengan menu daging kambing, sudah disiapkan Ketupat orem-orem Malang yang disajikan dengan orem–orem tempe khas Malang beserta udang goreng kering, sambal hijau dan peyek germut.

“Selain aneka ragam ketupat, Nasi Kuning Bebek Goreng bumbu Lengkuas juga menambah keragaman menu spesial Idul Fitri kali ini,” sambungnya.

Suasana Idul Fitri kali ini yang berbeda karena tak bisa mudik, justru dianggap peluang bagi Hotel Tugu Malang dengan tawaran paket bermalam ‘Eid Holiday Deal’ dan ‘Dreaming of  Vacation’.

Manjakan diri dengan pengalaman bermalam tak terlupakan, termasuk sarapan Idul Fitri nan mewah, jamuan Afternoon Tea, serta makan malam romantic untuk berdua atau menikmati BBQ bersama keluarga dan orang terkasih.

“Kami juga menyediakan pilihan aktivitas untuk mengisi waktu luang para tamu seperti merangkai bunga, bike tour, dan  private antique collection tour,” ujarnya.
 
Selain itu, Hotel Tugu Malang juga memberikan pilihan “Dine Anywhere You Desire” dengan ragam kuliner menggiurkan dari dua restoran.

Tidak main-main, dua restoran ini telah mengantongi awards best interior oleh Restaurant Guru, yaitu Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant.

Memiliki ragam venue tematik nan unik, tamu dapat memilih lokasi bersantap yang sesuai dengan mood dan preferensi sehingga terasa seperti di rumah sendiri. Mulai dari makan siang dinaungi pohon-pohon palem yang rindang, bersantai menikmati afternoon tea di SaigonSan Rooftop, hingga makan malam romantis di tepi kolam dengan lilin-lilin cantik.(end)

Berkreasi Selama Pandemi, “Downpour” Jadi Sajian Pembuka dari Diseased

Personel Diseased. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kota Malang selalu punya kejutan dalam ranah permusikan duniawi. Kabar terbaru datang dari Diseased, side project baru bernuansa lama yang awali debut baru baru ini.

Diseased resmi meluncurkan karya pertamanya “Downpour” pada 14 April 2021 lalu. Grup yang digawangi personel yang tak asing di ranah musik Kota Malang macam Alfin (Noose Bound), Oki (Toxictoast), Hanip (Today Alive), Icang (Noose Bound), serta Odi (Goldleaf) ini sajikan Emo Revival dalam karya terbarunya.

Diseased. (Istimewa)

“Penulisan “Downpour” sendiri bermakna sulitnya manusia untuk meninggalkan masa lalu yang cukup menyesakkan,” tutur sang vokalis, Odi.

Bicara menegenai Diseased dan lahirnya “Downpour” ini, lagu tersebut merupakan sebuah achivement dari kegabutan selama pandemi, mereka ingin berusaha untuk tetap produktif meski pandemi belum jelas kapan akan selesai.

“Downpour” diproduksi secara mandiri oleh Alvin untuk urusan mixing serta mastering. Sementara untuk urusan liriknya, ditulis langsung oleh Odi. Serta dirilis oleh Spires Record.

“Downpour” dapat dinikmati secara resmi melalui beberapa platform digital.(der)