29 January 2023
29 January 2023
22.1 C
Malang
ad space

Rangga Pemuda Inovatif Penemu Perangkap Hama

Rangga mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Malang tahun 2019. (istimewa)
Kominfo Pemkot Malang
Kominfo Pemkot Malang

MALANGVOICE – Prestasi terus digaungkan Pemuda Pelopor Kota Malang. Salah satu pemuda itu bernama Rangga Ega Santosa, ia merupakan peraih juara satu dalam ajang pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Juara itu didapat Rangga setelah mengusung inovasi teknologi pengendali hama hortikultural sebagai produk eco-friendly dan easily produced dengan nama Sitta Agrapana. “Fungsinya untuk mewujudkan konsep pengembangan kawasan florikulturasi terintegrasi inovasi teknologi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT),” ujar Rangga, Jumat (29/10).

Ia pun menceritakan awal mula menemukan inovasi tersebut saat pembimbing magangnya yang merupakan petani bawang di Probolinggo mengalami kesulitan untuk menghilangkan hama yang mendatangi tanamannya. “Saat saya magang, pembimbing saya sering cerita kalau punya masalah dengan hama pada tanaman bawangnya. Lalu kami sharing untuk mencari solusi, nah akhirnya muncul lah ide merancang teknologi,” kata dia.

Didukung teman-teman kampus yang sangat mendukung Rangga, akhirnya berupaya bersama dan akhirnya berhasil membuat alat tersebut. Cara kerja alat ciptaannya ini terbilang mudah, di mana hanya membutuhkan lampu untuk perangkap hama, lem untuk mengikat hama. Kemudian ada juga beberapa komponen sensor yang dijadikan alat untuk mengukur suhu, kelembapan, dan pengukur Ph tanah.

“Pertama kita memasang lampu di tengah sawah sekitar pukul 17.00 WIB ke atas selama empat jam. Nah dalam range waktu tersebut biasanya hama sudah mulai keluar, hama tersebut akan tertarik dengan cahaya lampu dan mulai mendekat. Ketika sudah mulai mendekat ke botol lampunya, hama akan menempel di sana. Karena botol tersebut sudah diberi lem dengan penambahan pewangi supaya makin mengikat,” ucap dia.

Rangga pun mengatakan jika alat tersebut diciptakan untuk membantu pemerintah menangani masalah hama di sektor pertanian. Sehingga bisa membantu para petani untuk mendapatkan hasil terbaik. “Bagaimana bisa dianggap berdikari untuk negeri, jika sektor pertanian saja tidak di perbaiki? Hasil pertanian harusnya memanusiakan manusia, bukan mengerdilkan rasa. Karena hanya petani yang mampu menyelamatkan pangan,” jelas Rangga.

Terpisah, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengapresiasi atas apa yang sudah generasi muda hasilkan. Ia pun berharap ke depan anak-anak muda Kota Malang bisa terus menunjukkan kreativitas, potensi dan inovasi, sebagai batu loncatan untuk melangkah ke depan nantinya.

“Generasi muda sekarang ini memang harus tampak, seperti anak-anak itu. Mereka harus kreatif dan harus berkreasi sendiri, karena kreativitas itu akan menunjang perjalanan mereka ke depan” tandasnya.(der)

Pertahankan Kesenian Gerabah di Era Globalisasi, Perajin di Kota Malang Edukasi Pelajar

Pelajar mendapatkan edukasi dari perajin. (istimewa)
Kominfo Pemkot Malang
Kominfo Pemkot Malang

MALANGVOICE – Keseriusan perajin kesenian gerabah di Kota Malang dalam melestarikan kerajinan yang sudah ada sejak tahun 1930 itu terus dilakukan. Salah satunya dengan secara masif memberikan sosialisasi dan edukasi tentang kerajinan gerabah pada pelajar.

Bentuk sosialisasi itu terus dilakukan kampung tematik atau Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gerabah, Penanggungan, Klojen, Kota Malang bersama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan bahwa kegitan ini merupakan kegiatan untuk membangkitkan kembali pariwisata Kota Malang di masa pandemi. Ia berharap dengan kehadiran event wisata virtual ini dapat menarik wisatawan.

“Kami terus berupaya melestarikan kebudayaan perajin gerabah pada anak-anak didik, dengan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk dijadikan kegiatan ekstrakulikuler,” kata Wali Kota Sutiaji, Minggu (24/10/2021).

Perajin Kota Malang. (istimewa)

Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang Dr. Ida Ayu Made Wahyuni, SH., M.Si mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong Pokdarwis Kampung Gerabah, Penanggungan, untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi secara masif tidak hanya melalui kegiatan event saja.

“Sehingga cara-cara pembuatan kesenian Gerabah ini bisa regenerasi dan mengakar ke anak-anak muda,” imbuh Ida Ayu Made Wahyuni.

Perlu diketahui kampung gerabah Penanggungan telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar saat gelaran kegiatan event ‘Festival Lempung Agung’ pada Sabtu (23/10/2021). Di sana pelajar diajak untuk membuat gerabah hingga memandikan gerabah di sungai Brantas.

Ketua Kampung Tematik Kampung Gerabah Penanggungan, Klojen, Kota Malang, Hariyono mengatakan seringkali pelajar dari berbagai tingkatan datang untuk belajar cara membuat gerabah sekaligus berwisata. “Sering datang, dari SMK, SMA, mahasiswa hingga anak-anak PAUD. Mereka belajar sekaligus berwisata di kampung gerabah,” ucap dia.

Pembuatan gerabah di Kampung Gerabah Penanggungan itu dilakukan dengan menggunakan alat dan dikombinasikan teknik tangan. “Karena ada beberapa ornamen yang memiliki kerumitan tersendiri. Sehingga proses pembuatannya harus menggunakan tangan,” terangnya.

Terkait produksi gerabah di Kota Malang sendiri tergantung pada pesanan dari konsumen. Meski begitu omzet yang didapat mencapai puluhan juta. “Biasanya perajin mungkin rata-rata Rp25 juta. Pesanan itu dari Gresik, hingga Surabaya,” kata dia.

Hariyono berharap, melalui sosialisasi dan edukasi yang terus dilakukan kepada masyarakat dan khususnya pelajar, bisa membantu kesenian gerabah terus bertahan. “Semoga kerajinan gerabah ini bisa terus dilestarikan, melalui tangan-tangan anak muda. Sebab gerabah ini sangat penting,” tandasnya.(der)

Harga Terjangkau, BMW Kenalkan Seri 320i Dynamic

Launching BMW 320i Dynamic di Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – BMW Group Indonesia perkenalkan seri terbaru keluarga THE 3, yakni BMW 320i Dynamic di Malang. Sedan legendaris ini diluncurkan dengan banyak kelebihan.

Kepala Cabang BMW Astra Surabaya, Yopy Antonio, mengatakan, BMW 320i Dynamic ini banyak perubahan dari seri 320i Sport yang lebih dulu diluncurkan tahun 2020.

Interior BMW 320i Dynamic. (Istimewa)

Varian 320i Dynamic menawarkan seluruh kelebihan THE 3 yang sudah sangat dikenal seperti pengalaman berkendara yang dinamis, tampilan sporty, fitur keamanan terbaik, dan teknologi terbaru dengan kombinasi efisiensi bahan bakar.

“BMW Seri 3 memiliki kesan tersendiri bagi para pecinta BMW di Indonesia. Untuk itu kami hadirkan BMW 320i Dynamic terbaru yang hadir dengan upgrade tampilan yang semakin sporty – dan yang paling penting, model ini hadir dengan harga menarik,” katanya di Malang, Sabtu (23/10).

Sementara itu Produk Jenius BMW Astra, Axel Julio, menjelaskan spek terbaru seri 320i. BMW 320i Dynamic terbaru hadir dengan Comfort access system; yang merupakan contactless opening dan closing otomatis dari pintu bagasi, dan Parking Assistant.

Selain itu ada BMW Live Cockpit Professional; fully digital 10.25 inci instrument display dengan BMW Operating System 7.0 dan voice control with “Hello, BMW!”, hingga wireless Apple CarPlay. BMW 320i Dynamic terbaru ditawarkan dengan harga Rp909.000.000,- on-the-road Surabaya.

Dari seri 320i Sport sebelumnya, tampak perbedaan dari headlamp yang kini menggunakan full LED. Dari sisi velg, seri 320i Dynamic sedikit lebih kecil, yakni 17 inchi. Namun dibalut ban tebal yang diklaim mampu membuat pengalaman berkendara lebih nyaman.

“Dengan semua perubahan dan tambahan fitur yang ada di seri 320i Dynamic serta harga yang terjangkau, kami fasilitasi eksekutif muda yang beralih dari mobil Jepang ke Eropa dengan harga murah,” harapnya.(der)

Festival Kerontjong Nang Kajoetangan Bangkitkan Geliat Wisata Kampung Tematik

Festival Kerontjong Nang Kajoetangan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Festival Kerontjong Nang Kajoetangan menjadi bukti geliat kebangkitan wisata kampung tematik di Kota Malang.

Digelar secara virtual pada Jumat (15/10), festival dibuka dengan tembang keroncong kemayoran, alunan nada lawas nan epik menyatu apik dengan lansekap sekitar rumah tertua di Kampung Kajoetangan yang menjadi stage utama festival kali ini. 

Wali Kota Malang, Sutiaji sangat mendukung gelaran ini.

“Aktivasi event secara kreatif di Kampung Heritage Kajoetangan inshaallaah turut membangkitkan optimisme wisata kita segera pulih”, ujar Wali Kota yang gemar menulis tersebut.

Virtual Event Festival Kerontjong nang Kajoetangan adalah bagian dari 27 event Kampung Tematik di seluruh Kota Malang sepanjang tahun 2021 yang diinisasi kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga (Disporapar) bersama Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis), Pokdarwis Kajoetangan, Karang taruna, masyarakat setempat dan sejumlah komunitas.

“Jadi rangkaian kegiatan virtual ini adalah komitmen kita, insan pariwisata Kota Malang, untuk beradaptasi dan bangkit di tengah pandemi”, demikian ungkap Kepala Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga (Disporapar), Ida Ayu Made Wahyuni.

Secara terbatas, festival turut dihadiri langsung perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), termasuk meninjau kesiapan protokol kesehatan dan spot-spot unggulan di Kampung Heritage Kajoetangan.

Gelaran event kerontjong kajoetangan memang disinergikan dengan proses assesment Kota Malang sebagai salah satu peserta program Smart City dari Kementerian Kominfo yang mengambil tema pariwisata.

Tidak hanya menampilkan tembang-tembang keroncong kenangan, festival juga diperkaya dengan dialog santai terkait perkembangan keroncong di Kota Malang dan penyerahan buku Sejarah Keroncong Indonesia oleh Ketua Museum Musik Indonesia (MMI), Hengki Herwanto.

“Konsepnya memang jadul, termasuk ada kelompok keroncong sepuh” tambah Mila Kurniawati, ketua Pokdarwis Kajoetangan Heritage.

Terkait persiapan event, diakui Mila waktu persiapan relatif singkat.  Pun demikian Pokdarwis bersyukur bahwa event yang disiarkan melalui kanal youtube Inspire Media TV dapat berjalan lancar dan mampu mewarnai penguatan salah satu dari lima pilar wisata Heritage yang ditawarkan Kampung Kajoetangan.

“Kita juga sedang proses pengajuan QR Code pedulilindungi dan SOP Prokes. Harapannya tentu pandemi segera berakhir dan wisatawan kembali bisa berkunjung,” ujarnya.(der)

Aksi Peduli Bank Sampoerna dan KSP Sahabat Mitra Sejati, Sebar Bantuan di 17 Cabang

Aksi kepedulian sosial Bank Sampoerna. (Istimewa)

MALANGVOICE – Aksi peduli di tengah pandemi Covid-19 dilakukan Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) bersama mitra bisnisnya, KSP Sahabat Mitra Sejati.

Bersinergi dengan kepolisian, aksi kepedulian tersebut berupa pembagian masing-masing 300 paket sembako ke 17 cabang Bank Sampoerna dan 17 cabang KSP Sahabat Mitra Sejati di seluruh Indonesia.

Gerakan yang dinamakan Peduli Komunitas ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan pada pekan ke-2 bulan Agustus 2021 dengan total bantuan mencapai 10.000 paket sembako.

Tahap ke-2 akan dilaksanakan pada pertengahan September 2021 dengan membagikan tambahan 10.000 paket sembako.

Pada tahap pertama ini, Bank Sampoerna Cabang Malang melaksanakan kegiatan ini pada tanggal 20 Agustus 2021 yang berlokasi di Kantor Polsek Blimbing.

Kepala Cabang Bank Sampoerna Cabang Malang, Bernard Erwin Karamoy, menyampaikan, gerakan ini merupakan inisiatif atas keprihatinan terkait kondisi merebaknya wabah Covid-19 di seluruh Indonesia.

Penerima bantuan difokuskan kepada masyarakat yang terdampak pandemi baik secara finansial, seperti pekerja harian lepas dan masyarakat kurang mampu di lingkungan kantor Bank Sampoerna dan KSP Sahabat Mitra Sejati.

“Mendukung pendistribusian sembako ini, kami bekerja sama dengan nasabah dalam pengadaan paket sembako di masing-masing wilayah, sehingga pemberdayaan UMKM dapat dilakukan secara merata serta lebih banyak yang menerima manfaatnya. Selain nasabah, kami juga bersinergi dengan Kepolisian dalam penyaluran ini,” ujar Bernard Erwin Karamoy.

Lebih lanjut Bernard Erwin Karamoy menjelaskan, ke 17 cabang Bank Sampoerna tersebut antara lain Jakarta, Palembang, Medan, Pekanbaru, Bandung, Pontianak, Makassar, Surabaya, Malang, Sorong, Denpasar, Yogyakarta, Semarang, Jayapura, Palopo, Gading Serpong dan Jababeka.(der)

Mahasiswa Polinema Olah Limbah Kulit Jeruk Jadi Teh, Bantu Tangkal Covid-19

Orentea, produk mahasiswa Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) berhasil membuat inovasi mengolah limbah kulit jeruk peras menjadi produk bermanfaat. Produk itu diberi nama Orentea.

Berawal dari banyaknya limbah kulit jeruk dari para pedagang es yang berjualan di kawasan Pasar Besar Kota Malang dan Alun-Alun Kota Batu, mahasiswa itu melakukan riset dan mengolah limbah dengan baik.

Dibimbing Dra. Anik Kusmintarti, M.M., lima mahasiswa yang terdiri dari Prasasti Valentina Gustama (D-III Teknik Kimia), Rizki Bagus Maulana (D-III Teknik Kimia), Nanda Ristina Putri (D-III Teknik Kimia), Fadilah Aurelia Arifin (D-IV Akuntansi Manajemen), dan Alvindha Wahyu (D-III Teknik Telekomunikasi) melakukan inovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan.

Tim Orentea. (Istimewa)

Prasasti Valentina Gustama, mengatakan, timnya melakukan studi literatur dan menemukan hasil riset dari UI dan IPB yang menyatakan kandungan senyawa hesperidin, yaitu flavonoid pada kulit jeruk ternyata mampu meningkatkan imunitas dan menangkal pertumbuhan betacoronavirus termasuk Sars-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Selain itu, banyak senyawa lain pada kulit jeruk yang sangat bermanfaat bagi tubuh seperti polifenol, bioflavonoid, dan juga vitamin C yang tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan buahnya. Hal ini mendorong kami untuk memanfaatkan limbah kulit jeruk untuk menjadi produk olahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan mengatasi permasalahan lingkungan,” ungkap Ketua Tim, Prasasti Valentina Gustama.

“Untuk menjaga kandungan nutrisinya, kami menggunakan alat food dehydrator. Kami juga menambahkan daun mint lokal kering untuk menambah cita rasa dan memperkaya manfaat serta memunculkan efek relaksasi,” kata mahasiswa yang akrab dipanggil Valent ini.

Orentea sangat bermanfaat di masa pandemi karena dapat meningkatkan imunitas tubuh dan meredakan stress.

Anik Kusmintarti, mengatakan kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi wirausaha mahasiswa, meliputi keterampilan kewirausahaan, keterampilan teknikal, dan keterampilan manajemen dengan merealisasikan ide menjadi bisnis riil.

Selain produksi, tim ini juga fokus pada pemasaran produk melalui e-commerce dan media sosial. Saat ini orentea dalam tahap survey izin PIRT Dinas Kesehatan, halal MUI, dan hak merek pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

“Orentea dijual dengan harga 20 ribu rupiah per kotak. Pada bulan Juli penjualan orentea sudah lebih dari 400 kemasan untuk wilayah Jawa Timur, Kalimantan Nusa Tenggara, Sumatera dan sudah dikirim keluar negeri,” tutup Valent.(der)

Wakil Wali Kota Malang Bagikan 24 Ribu Botol Ramuan Axxatha Gratis ke Masyarakat, Ini Manfaatnya

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, menunjukkan botol ramuan Axxatha. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan. Kota Malang termasuk ada peningkatan kasus hingga menyebabkan ketersediaan ruangan perawatan dan penuhnya ruang isolasi.

Salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah mematuhi protokol kesehatan dan perketat 5 M. Upaya lain yang bisa dilakukan adalah menjaga imun tubuh dengan memakan makanan sehat serta olahraga cukup.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan, meski sudah menjalani vaksinasi, masyarakat jangan pernah abaikan protokol kesehatan. Menurutnya, protokol kesehatan adalah kunci terhindar dari virus menular tersebut.

Sofyan Edi terus aktif sosialisasi bahaya Covid-19 ke masyarakat. Termasuk membagikan ramuan penambah imun secara gratis bernama Axxatha.

Terakhir, ramuan destilasi dari pohon mandala itu dibagikan sebanyak 24 ribu botol Axxatha ke beberapa kota seluruh Indonesia.

Di Malang sendiri, Axxatha dibagikan melalui kelurahan untuk warga.

Warga menerima bantuan ramuan Axxatha. (Istimewa)

“Ramuan ini gratis tidak diperjualbelikan. Kalau ada permintaan dari warga langsung kami bagikan lewat lurah selaku Ketua PPKM Mikro di kelurahan,” kata Bung Edi, sapaan akrabnya kepada MVoice.

Dijelaskan Bung Edi, Axxatha ini diklaim memiliki khasiat lain selain menambah imun. Antara lain Stearmide sebagai anti kanker, Urocaniac Acid sebagai anti alergi, Quercitin dan Reynoutrin yang dipercaya sebagai penangkal Covid-19 dan anti hepatitis.

Ramuan ini dibuat atas kerja sama Bung Edi dan rekannya sejak pertengahan 2020. Awalnya Axxatha hanya dikonsumsi oleh orang terdekat untuk penangkal Covid-19, namun karena banyak efek positif sehingga produksi dan distribusi diperluas.

“Penggunaannya cukup mudah tinggal diminum biasa atau diteteskan ke hidung,” jelasnya.

Politisi Golkar ini berharap Axxatha mampu meminimalisir penyebaran Covid-19 sehingga memulihkan ekonomi serta mempercepat kehidupan normal seperti dahulu.

“Semoga pandemi cepat selesai. Tapi tetap saya pesankan terus menjaga protokol kesehatan dan saling membantu di masa sekarang ini,” harapnya.(der)

Simak Tips dan Trik Aman Berkendara Motor Off Road

Motor off road Honda. (istimewa)

MALANGVOICE – Salah satu motor off-road yang saat ini digemari beberapa kalangan membuat kehadiran motor trail mulai eksis lagi bahkan berbagai komunitasnya tumbuh di berbagai daerah.

Dalam pengoperasiannya, motor off-road ini tidak memiliki perbedaan yang mencolok seperti kebanyakan motor berperseneling lainnya, hanya saja, dikarenakan memang diciptakan untuk medan yang lebih ekstrem, maka ada hal-hal khusus yang patut diperhatikan oleh para pemula sebelum mengendarai motor jenis satu ini.

Sekilas motor off-road ini memang sama saja dengan motor yang menggunakan perseneling lainnya. Karena motor off-road ini diperuntukkan medan ekstrem, sehingga motor ini didesain khusus untuk menghadapi medan tersebut.

Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, Hari Setiawan memberikan beberapa tips yang dapat diketahui sebagai pemula sebelum mengendarai motor trail atau off-road di medan ekstrem.

Hal pertama yang perlu dipersiapkan, yakni kelengkapan pelindung tubuh. Berkendara off road juga tidak lepas dengan penggunaan riding gear yang tepat sehingga tetap menjaga keselamatan pengendara di tengah keseruan. Riding gear yang digunakan untuk kegiatan off road maupun di jalan raya tidak jauh berbeda, namun terdapat beberapa elemen riding gear yang memiliki bentuk dan spesifikasi yang berbeda.

Siapkan sepeda motor trail dengan melakukan pengecekan kondisi motor apakah layak untuk digunakan. Dan kenali kondisi lintasan dan jenis-jenisnya dengan tujuan agar mampu memperkecil risiko terjatuh dan cedera.

Pengendara motor trail sangat memerlukan lebih banyak teknik ketimbang menjadi pengendara kendaraan jenis lainnya, jadi posisi tubuh, kestabilan, arah sepeda motor, kecepatan motor, cara pengereman, serta pemakaian tenaga mesin harus diperhatikan.

Bagi pengendara yang memiliki postur badan di bawah 170 cm, pasti sering kali merasa ada motor yang terlalu tinggi, terlalu berat, dan lainnya. Umumnya jenis motor trail, seperti CRF150L atau CRF 250 Rally memiliki dimensi sangat tinggi dan atau lebih berat dibanding lainnya. Namun semua orang memiliki kesempatan untuk mengendarai motor, baik trail atau cross, maupun tipe sport.

Tekniknya yakni pada waktu naik motor, posisi standar tetap miring, kemudian kaki (bagian kiri) menginjak step, lalu badan berdiri (seperti naik tangga), kemudian kaki kanan melangkahi jok dan mendarat di step kanan.

Setelah itu motor trail menyala posisi mesin siap menyala yang patut diperhatikan ketika bermanuver motor trail jelas berbeda dengan motor sport. Di mana posisi badan ikut miring atau kerap disebut cornering atau belok rebah. Dan kalau tanjakan, gerakan badan, kalau naik badan agak depan, kalau turun tarik ke belakang. Geser ke kanan kiri pantatnya, dan harus turunin kaki pabila akan kepeleset.

Berkendara di medan yang halus seperti beraspal ataupun di medan ekstrem, tetap saja ketika menggunakan motor off-road, ada hal-hal sama yang wajib dilakukan, yaitu penguasaan akselerasi, pengoplingan sampai pengereman motor dengan cermat dan seksama.

Hal tersebut dirasa sangat penting untuk dilakukan agar terhindar dari kecelakaan atau terpelanting dari motor karena salah akselerasi, salah kopling atau juga salah dalam pengereman. Di medan yang jalannya kurang rata, maka disarankan untuk tetap mengendarai motor di kecepatan rendah dan jaga kopling di gigi 2.

Cara melatihnya cukup mudah, jalankan motor dengan kecepatan rendah, lalu buat angka 8. Semakin pelan lebih baik, dan latih terus hingga bisa berbelok dengan setang sampai mentok. Bisa juga latih keseimbangan dalam keadaan motor statis.

Jika terjatuh dari motor, maka disarankan agar turut menggunakan kaki atau lebih tepatnya bagian paha luar untuk mengangkatnya. Jangan hanya mengandalkan kekuatan lengan atau tubuh bagian atas saja. Prinsipnya seperti mengangkat beban berat dari bawah. Kekuatan dimaksimalkan dengan bantuan otot tubuh bagian bawah.

“Yang terpenting saat naik motor trail reflek nya harus cepat menyeimbangi pergerakan motornya, kenali Motor, kuasai Akselerasi, dan salalu Cari_aman saat naik motor trail,” tutup Hari.(der)

Kombespol Leonardus Simarmata Luncurkan Buku “Pemilukada”

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata meluncurkan buku Pemilukada. (istimewa)

MALANGVOICE – Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata meluncurkan buku berjudul Pemilukada, Jumat (11/6). Buku itu diluncurkan dengan tema Optimalisasi Sentra Gakkumdu dan Peran Polri dalam Penyelenggaraan Pemilu yang Efektif dan Demokratis.

Buku yang akan diterbitkan Grasindo pada akhir Juni mendatang ini dikerjakan Leonardus selama hampir setahun.

Pria lulusan Akpol 1997 ini mengatakan, dalam bukunya membahas tentang permasalahan secara filosofi hukum terkait Pemilukada serta tiga celah dalam pemilu.

Ia menjelaskan bukunya membahas bagaimana UU no 10 tahun 2016 yang saat ini masih digunakan oleh pemerintah maupun regulator dalam hal ini KPU dan Bawaslu untuk mengatur pemilihan kepada daerah.

Leo menggarisbawahi aspek sentra penegakan hukum terpadu di pasal 152 UU no 10 tahun 2016, bahwa dalam peraturan bersama yang menjadi landasan hukum pemilu ini mengandung beberapa celah.

Tiga permasalahan yang disebut Leo adalah pertama, permasalahan filosofisnya. Kedua, aspek teori, bahwa penegak hukum harusnya bisa mendidik semua tindak pidana tapi kenyataannya adalah limitatif. Ketiga adalah aspek konflik daripada hukum itu sendri.

Leo sapaan akrabnya menjelaskan, buku ini ditulis berdasarkan salah satu pengalamannya saat mengamankan Pemilu saat menjadi Kapolres Batu.

“Ini desertasi berawal dari penanganan Pilkada Batu hingga terbit buku ini. Saya kerjakan hampir setahun dan sudah mendapat izin dari Kapolri dan Kapolda,” kata Leo.

Dalam peluncuran buku ini sekaligus dibedah oleh Prof Fadli. Menurutnya, buku karya Leonardus sangat baik, berbobot, dan bermanfaat karena ditulis berdasarkan pengalaman yang panjang terkait Pemilukada.

“Peraturan bersama tidak ada dalam hierarki peraturan perundang-undangannya di Indonesia dan dalam buku ini banyak terobosan yang bermanfaat dalam proses Pemilukada,” tandasnya.(der)

Siswa MTsN Jadi Tumpuan Indonesia di Kejuaraan Sepatu Roda

foto 1: Pesepaturoda Azalia Salwani Davina ketika berjuang di lintasan. (ist)

MALANGVOICE – MTsN 1 Kota Malang sepanjang tahun ajaran 2020/2021, terus merai prestasi membanggakan.

Total 302 prestasi berhasil diraih siswa siswi sekolah di Jalan Bandung No 7, Kota Malang tersebut. Bahkan 75 diantaranya, merupakan prestasi di level internasional.

“Alhamdulilah, meski dalam situasi setahun terakhir ini menyesuaikan sekolah daring dan luring di masa pandemi, namun anak-anak kita dapat mengikuti dengan baik dan terus mempertahankan prestasi. Lebih-lebih, prestasi yang ditorehkan kian meningkat,” beber Kepala MTsN 1 Kota Malang, Drs H Samsudin M.Pd.

Hal itu disampaikannya dalam Pelepasan Peserta Didik MTsN 1 Kota Malang Tahun Ajaran 2020/2021 di aula sekolah, Jumat (4/6) pagi. Bersamaan itu juga digelar Penobatan 10 Besar Penyumbang Prestasi Terbanyak.

Salwa bersama sang ibunda pasca menerima penghargaan dari sekolah. (ist).

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Azalia Salwani Davina. Siswi cantik dari kelas 9G itu tak lain adalah atlet sepatu roda andalan Kabupaten Malang yang telah merengkuh banyak tropy mulai ajang regional hingga nasional.

Putri bungsu pasangan Suliadi Winarno dan Agustyah Isnaini tersebut merupakan salah satu pesepaturoda belia yang digadang-gadang menjadi tumpuan Indonesia di masa mendatang.

“Semua berkat dukungan orangtua, para pelatih, pengurus cabor dan tentunya pihak sekolah, sehingga saya bisa terus meraih prestasi terbaik. Semoga ke depan, saya terus bisa menyumbangkan medali hingga level tertinggi dan memajukan cabor sepatu roda,” tutur Salwa, sapaan akrab atlet dari klub MILS ini.

Diantara deretan medali yang telah diraih Salwa selama ini, dara kelahiran 25 Juni 2006 itu pernah menjadi Juara 3 1000 m Putri di ajang POPROV Jatim VI 2019, Juara 3 Sped 1000 m Indonesia Roller Sport-Series V 2019 dan Juara 2 Speed Junior di Kejurprov V 2021.

Di usianya yang baru akan menginjak 15 tahun, Salwa sudah merengkuh hampir 20 piala dan medali cabor sepatu roda selama tiga tahun bersekolah di MTsN 1 Kota Malang.

Sebagai orangtua, Suliadi sang ayah, mengaku bangga dan akan terus memotivasi sang putri tercinta untuk menorehkan prestasi terbaik di bidang akademik dan non akademik. Saat ini, Salwa telah diterima sebagai siswi SMAN 3 Malang.

“Meski sudah berprestasi, tapi kami selalu mengingatkan Salwa supaya tetap menjaga akhlak, berbakti pada orangtua, berguna bagi sesama, bangsa dan negara,” tandas Agustyah Isnaini, sang ibunda.(der)