Wakil Wali Kota Malang Bagikan 24 Ribu Botol Ramuan Axxatha Gratis ke Masyarakat, Ini Manfaatnya

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, menunjukkan botol ramuan Axxatha. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan. Kota Malang termasuk ada peningkatan kasus hingga menyebabkan ketersediaan ruangan perawatan dan penuhnya ruang isolasi.

Salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah mematuhi protokol kesehatan dan perketat 5 M. Upaya lain yang bisa dilakukan adalah menjaga imun tubuh dengan memakan makanan sehat serta olahraga cukup.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan, meski sudah menjalani vaksinasi, masyarakat jangan pernah abaikan protokol kesehatan. Menurutnya, protokol kesehatan adalah kunci terhindar dari virus menular tersebut.

Sofyan Edi terus aktif sosialisasi bahaya Covid-19 ke masyarakat. Termasuk membagikan ramuan penambah imun secara gratis bernama Axxatha.

Terakhir, ramuan destilasi dari pohon mandala itu dibagikan sebanyak 24 ribu botol Axxatha ke beberapa kota seluruh Indonesia.

Di Malang sendiri, Axxatha dibagikan melalui kelurahan untuk warga.

Warga menerima bantuan ramuan Axxatha. (Istimewa)

“Ramuan ini gratis tidak diperjualbelikan. Kalau ada permintaan dari warga langsung kami bagikan lewat lurah selaku Ketua PPKM Mikro di kelurahan,” kata Bung Edi, sapaan akrabnya kepada MVoice.

Dijelaskan Bung Edi, Axxatha ini diklaim memiliki khasiat lain selain menambah imun. Antara lain Stearmide sebagai anti kanker, Urocaniac Acid sebagai anti alergi, Quercitin dan Reynoutrin yang dipercaya sebagai penangkal Covid-19 dan anti hepatitis.

Ramuan ini dibuat atas kerja sama Bung Edi dan rekannya sejak pertengahan 2020. Awalnya Axxatha hanya dikonsumsi oleh orang terdekat untuk penangkal Covid-19, namun karena banyak efek positif sehingga produksi dan distribusi diperluas.

“Penggunaannya cukup mudah tinggal diminum biasa atau diteteskan ke hidung,” jelasnya.

Politisi Golkar ini berharap Axxatha mampu meminimalisir penyebaran Covid-19 sehingga memulihkan ekonomi serta mempercepat kehidupan normal seperti dahulu.

“Semoga pandemi cepat selesai. Tapi tetap saya pesankan terus menjaga protokol kesehatan dan saling membantu di masa sekarang ini,” harapnya.(der)

Simak Tips dan Trik Aman Berkendara Motor Off Road

Motor off road Honda. (istimewa)

MALANGVOICE – Salah satu motor off-road yang saat ini digemari beberapa kalangan membuat kehadiran motor trail mulai eksis lagi bahkan berbagai komunitasnya tumbuh di berbagai daerah.

Dalam pengoperasiannya, motor off-road ini tidak memiliki perbedaan yang mencolok seperti kebanyakan motor berperseneling lainnya, hanya saja, dikarenakan memang diciptakan untuk medan yang lebih ekstrem, maka ada hal-hal khusus yang patut diperhatikan oleh para pemula sebelum mengendarai motor jenis satu ini.

Sekilas motor off-road ini memang sama saja dengan motor yang menggunakan perseneling lainnya. Karena motor off-road ini diperuntukkan medan ekstrem, sehingga motor ini didesain khusus untuk menghadapi medan tersebut.

Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, Hari Setiawan memberikan beberapa tips yang dapat diketahui sebagai pemula sebelum mengendarai motor trail atau off-road di medan ekstrem.

Hal pertama yang perlu dipersiapkan, yakni kelengkapan pelindung tubuh. Berkendara off road juga tidak lepas dengan penggunaan riding gear yang tepat sehingga tetap menjaga keselamatan pengendara di tengah keseruan. Riding gear yang digunakan untuk kegiatan off road maupun di jalan raya tidak jauh berbeda, namun terdapat beberapa elemen riding gear yang memiliki bentuk dan spesifikasi yang berbeda.

Siapkan sepeda motor trail dengan melakukan pengecekan kondisi motor apakah layak untuk digunakan. Dan kenali kondisi lintasan dan jenis-jenisnya dengan tujuan agar mampu memperkecil risiko terjatuh dan cedera.

Pengendara motor trail sangat memerlukan lebih banyak teknik ketimbang menjadi pengendara kendaraan jenis lainnya, jadi posisi tubuh, kestabilan, arah sepeda motor, kecepatan motor, cara pengereman, serta pemakaian tenaga mesin harus diperhatikan.

Bagi pengendara yang memiliki postur badan di bawah 170 cm, pasti sering kali merasa ada motor yang terlalu tinggi, terlalu berat, dan lainnya. Umumnya jenis motor trail, seperti CRF150L atau CRF 250 Rally memiliki dimensi sangat tinggi dan atau lebih berat dibanding lainnya. Namun semua orang memiliki kesempatan untuk mengendarai motor, baik trail atau cross, maupun tipe sport.

Tekniknya yakni pada waktu naik motor, posisi standar tetap miring, kemudian kaki (bagian kiri) menginjak step, lalu badan berdiri (seperti naik tangga), kemudian kaki kanan melangkahi jok dan mendarat di step kanan.

Setelah itu motor trail menyala posisi mesin siap menyala yang patut diperhatikan ketika bermanuver motor trail jelas berbeda dengan motor sport. Di mana posisi badan ikut miring atau kerap disebut cornering atau belok rebah. Dan kalau tanjakan, gerakan badan, kalau naik badan agak depan, kalau turun tarik ke belakang. Geser ke kanan kiri pantatnya, dan harus turunin kaki pabila akan kepeleset.

Berkendara di medan yang halus seperti beraspal ataupun di medan ekstrem, tetap saja ketika menggunakan motor off-road, ada hal-hal sama yang wajib dilakukan, yaitu penguasaan akselerasi, pengoplingan sampai pengereman motor dengan cermat dan seksama.

Hal tersebut dirasa sangat penting untuk dilakukan agar terhindar dari kecelakaan atau terpelanting dari motor karena salah akselerasi, salah kopling atau juga salah dalam pengereman. Di medan yang jalannya kurang rata, maka disarankan untuk tetap mengendarai motor di kecepatan rendah dan jaga kopling di gigi 2.

Cara melatihnya cukup mudah, jalankan motor dengan kecepatan rendah, lalu buat angka 8. Semakin pelan lebih baik, dan latih terus hingga bisa berbelok dengan setang sampai mentok. Bisa juga latih keseimbangan dalam keadaan motor statis.

Jika terjatuh dari motor, maka disarankan agar turut menggunakan kaki atau lebih tepatnya bagian paha luar untuk mengangkatnya. Jangan hanya mengandalkan kekuatan lengan atau tubuh bagian atas saja. Prinsipnya seperti mengangkat beban berat dari bawah. Kekuatan dimaksimalkan dengan bantuan otot tubuh bagian bawah.

“Yang terpenting saat naik motor trail reflek nya harus cepat menyeimbangi pergerakan motornya, kenali Motor, kuasai Akselerasi, dan salalu Cari_aman saat naik motor trail,” tutup Hari.(der)

Kombespol Leonardus Simarmata Luncurkan Buku “Pemilukada”

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata meluncurkan buku Pemilukada. (istimewa)

MALANGVOICE – Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata meluncurkan buku berjudul Pemilukada, Jumat (11/6). Buku itu diluncurkan dengan tema Optimalisasi Sentra Gakkumdu dan Peran Polri dalam Penyelenggaraan Pemilu yang Efektif dan Demokratis.

Buku yang akan diterbitkan Grasindo pada akhir Juni mendatang ini dikerjakan Leonardus selama hampir setahun.

Pria lulusan Akpol 1997 ini mengatakan, dalam bukunya membahas tentang permasalahan secara filosofi hukum terkait Pemilukada serta tiga celah dalam pemilu.

Ia menjelaskan bukunya membahas bagaimana UU no 10 tahun 2016 yang saat ini masih digunakan oleh pemerintah maupun regulator dalam hal ini KPU dan Bawaslu untuk mengatur pemilihan kepada daerah.

Leo menggarisbawahi aspek sentra penegakan hukum terpadu di pasal 152 UU no 10 tahun 2016, bahwa dalam peraturan bersama yang menjadi landasan hukum pemilu ini mengandung beberapa celah.

Tiga permasalahan yang disebut Leo adalah pertama, permasalahan filosofisnya. Kedua, aspek teori, bahwa penegak hukum harusnya bisa mendidik semua tindak pidana tapi kenyataannya adalah limitatif. Ketiga adalah aspek konflik daripada hukum itu sendri.

Leo sapaan akrabnya menjelaskan, buku ini ditulis berdasarkan salah satu pengalamannya saat mengamankan Pemilu saat menjadi Kapolres Batu.

“Ini desertasi berawal dari penanganan Pilkada Batu hingga terbit buku ini. Saya kerjakan hampir setahun dan sudah mendapat izin dari Kapolri dan Kapolda,” kata Leo.

Dalam peluncuran buku ini sekaligus dibedah oleh Prof Fadli. Menurutnya, buku karya Leonardus sangat baik, berbobot, dan bermanfaat karena ditulis berdasarkan pengalaman yang panjang terkait Pemilukada.

“Peraturan bersama tidak ada dalam hierarki peraturan perundang-undangannya di Indonesia dan dalam buku ini banyak terobosan yang bermanfaat dalam proses Pemilukada,” tandasnya.(der)

Siswa MTsN Jadi Tumpuan Indonesia di Kejuaraan Sepatu Roda

foto 1: Pesepaturoda Azalia Salwani Davina ketika berjuang di lintasan. (ist)

MALANGVOICE – MTsN 1 Kota Malang sepanjang tahun ajaran 2020/2021, terus merai prestasi membanggakan.

Total 302 prestasi berhasil diraih siswa siswi sekolah di Jalan Bandung No 7, Kota Malang tersebut. Bahkan 75 diantaranya, merupakan prestasi di level internasional.

“Alhamdulilah, meski dalam situasi setahun terakhir ini menyesuaikan sekolah daring dan luring di masa pandemi, namun anak-anak kita dapat mengikuti dengan baik dan terus mempertahankan prestasi. Lebih-lebih, prestasi yang ditorehkan kian meningkat,” beber Kepala MTsN 1 Kota Malang, Drs H Samsudin M.Pd.

Hal itu disampaikannya dalam Pelepasan Peserta Didik MTsN 1 Kota Malang Tahun Ajaran 2020/2021 di aula sekolah, Jumat (4/6) pagi. Bersamaan itu juga digelar Penobatan 10 Besar Penyumbang Prestasi Terbanyak.

Salwa bersama sang ibunda pasca menerima penghargaan dari sekolah. (ist).

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Azalia Salwani Davina. Siswi cantik dari kelas 9G itu tak lain adalah atlet sepatu roda andalan Kabupaten Malang yang telah merengkuh banyak tropy mulai ajang regional hingga nasional.

Putri bungsu pasangan Suliadi Winarno dan Agustyah Isnaini tersebut merupakan salah satu pesepaturoda belia yang digadang-gadang menjadi tumpuan Indonesia di masa mendatang.

“Semua berkat dukungan orangtua, para pelatih, pengurus cabor dan tentunya pihak sekolah, sehingga saya bisa terus meraih prestasi terbaik. Semoga ke depan, saya terus bisa menyumbangkan medali hingga level tertinggi dan memajukan cabor sepatu roda,” tutur Salwa, sapaan akrab atlet dari klub MILS ini.

Diantara deretan medali yang telah diraih Salwa selama ini, dara kelahiran 25 Juni 2006 itu pernah menjadi Juara 3 1000 m Putri di ajang POPROV Jatim VI 2019, Juara 3 Sped 1000 m Indonesia Roller Sport-Series V 2019 dan Juara 2 Speed Junior di Kejurprov V 2021.

Di usianya yang baru akan menginjak 15 tahun, Salwa sudah merengkuh hampir 20 piala dan medali cabor sepatu roda selama tiga tahun bersekolah di MTsN 1 Kota Malang.

Sebagai orangtua, Suliadi sang ayah, mengaku bangga dan akan terus memotivasi sang putri tercinta untuk menorehkan prestasi terbaik di bidang akademik dan non akademik. Saat ini, Salwa telah diterima sebagai siswi SMAN 3 Malang.

“Meski sudah berprestasi, tapi kami selalu mengingatkan Salwa supaya tetap menjaga akhlak, berbakti pada orangtua, berguna bagi sesama, bangsa dan negara,” tandas Agustyah Isnaini, sang ibunda.(der)

Konsumen dan Komunitas Terkesan Diajak Test Ride Honda CB150R

Test ride Honda CB150R StreetFire. (istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT menghadirkan motor naked sport All New CB150R Streetfire.

Untuk mengenalkan lebih jauh ke masyarakat, digelar All New CB150R StreetFire Riding Experience pada Sabtu (29/5) di Taman Krida Budaya Kota Malang dengan mengutamakan penerapan standar protokol Covid-19.

Motor naked sport All New CB150R Streetfire dengan tampilan desain baru yang semakin massive dan agresif layaknya motor big bike. Pilihan terbaru bagi pecinta motor sport ini tampak semakin gagah, membanggakan dan membuat pengendaranya semakin percaya diri.

Para peserta testride antusias ingin mencoba performa generasi terbaru Honda CB150R StreetFire. Terdapat banyak ubahan signifikan. Selain desain yang disegarkan, beberapa komponen baru membuatnya lebih nyaman. Paling mencolok suspensi upside down SFF-BP dari Showa berdimater 37 mm dan setang tappered handle bar atau fat bar menjadikan tampilannya makin kekar.

Salah satu konsumen yang sudah melakukan testride All New CB150R, Risky mengatakan sangat terkesan dengan handling Honda CB150R Streetfire yang baru benar-benar patut diacungi jempol, riding positionnya nyaman walau model tangkinya baru, jok masih sama dengan yang sebelumnya.

“Tumpangannya gagah dan enak sekali,” katanya.

Selain konsumen, MPM Honda Jatim juga mengajak komunitas Honda CB150R untuk melakukan riding test menggunakan All New CB150R SteetFire.

“Motor Honda CB150R yang baru ini handlingnya luar biasa, lincah dan nyaman,” kata Wendry Pradana, komunitas Honda CB150R.

Perubahan terbaru pada All New CB150R Streetfire terlihat pada desain bodi yang lebih besar. Hal ini dicapai melalui berbagai ubahan desain di bagian depan seperti pada tangki bensin, shroud, serta undercowl pada varian special edition.

Ubahan ini dipadukan dengan tambahan fitur terbaik yang menambah kegagahan motor sport terlaris Honda ini, seperti inverted front suspension dan tapered handlebar terbaru yang menghadirkan kenyamanan berkendara harian maupun jarak jauh. Tampilan full digital panel meter terbaru juga memberikan informasi lengkap untuk kebutuhan berkendara penggunanya.

Pada rangkaian kegiatan launching All New CB150R StreetFire juga ada pameran Virtual Honda. Pada pameran Virtual Honda ini pembelian motor dilakukan melalaui website ‘www.pameranvirtualhonda-jatim-ntt.com.

Banyak promo dan tambahan hadiah berupa jaket bagi 100 konsumen yang melakukan pembelian All New CB150R Streetfire. Selama acara berlangsung akan mendapatkan tambahan hadiah jaket Exclusive selama periode 22 – 31 Mei 2021 dan berlaku di wilayah Jatim & NTT.

Komunitas menjajal ketangguhan Honda CB150R. (Istimewa)

“Bagi masyarakat kota Malang dan sekitarnya dapat langsung melihat kegagahan All New CB150R StreetFire pada gelaran All New CB150R StreetFire Exhibition pada tanggal 16 – 30 Juni 2021 di Mall Olympic Garden(MOG). Tentunya kami akan berikan penawaran special bagi konsumen selama pameran berlangsung,” kata Jonsen selaku BTL Supervisor Area Malang.

All New CB150R Streetfire hadir dengan varian warna Macho Black dan Stinger Red Black yang dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Malang Rp30.322.000,-

Untuk melengkapi pilihan berkendara penggunanya, All New CB150R Streetfire juga memiliki varian Special Edition (SE) yang dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Malang Rp31.322.000,- Varian Special Edition hadir dengan tiga varian warna matte yaitu Fury Matte Red, Raptor Matte Black, and Armored Matte Grey.(der)

Jembatan ala Eropa, Kentalkan Suasana Kayutangan Heritage

Jembatan Kayutangan Heritage. (Istimewa)

MALANGVOICE – Suasana Berbeda terlihat di Kawasan Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang. Gambaran kampung yang sebelumnya kumuh, kini menjadi cukup menarik dan elegan.

Terlihat cukup banyak perubahan mulai dari jalan poros di pintu masuk utama, di setiap sudut kampung cukup banyak rumah-rumah dengan arsitektur zaman dulu.

Lebih menariknya lagi, terdapat satu jembatan yang ada di bantaran Sungai Sukun, memiliki desain ala Eropa dengan beberapa coretan gambar rumah di tembok dan lampu hias sebagai pendukung nuansa heritage.

Perubahan ini, setelah adanya pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pembangunan Jembatan ala Eropa ini terealisasi tujuh bulan lalu, saat pelaksanaan program Kotaku. Lalu pak wali pun sempat survey kesini dan akhirnya mulailah dibangun jembatan ini. Baru sekitar sebulan yang lalu jembatan ini akhirnya selesai dikerjakan,” ujar Wakil Ketua Manajemen Kampung Kayutangan Heritage, Herman, Ahad (30/5).

Setelah, jembatan ala Eropa ini selesai dikerjakan, warga pun terdorong untuk mulai menata dan menginovasi. Seperti, rencana pembuatan kapal kecil di sungai hingga pembuatan dam, sebagai penunjang wisata di kawasan itu.

“Jadi saat ditutup kan airnya naik, nanti barulah kapal kita taruh dan wisatawan bisa bersantai diatas kapal itu,” tuturnya.

Selain itu, untuk gambaran atau lukisan yang ada di tembok itu nantinya akan dilanjutkan oleh pihak ketiga sebagai penanggung jawab sekaligus pengerjaan.

“Lukisannya sendiri nanti akan dibikin nuansa heritage zaman dulu ya. Biar kesannya lebih dalam lagi. Itu di semua tembok yang masih kosong,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herman Mengatakan, akan ada pemberian ornamen mulai dari, bunga-bunga hingga papan petunjuk sebagai pelengkap.

“Ini nanti dari pihak ketiga yang membantu. Keinginan kita bisa menambah bunga-bunga di pintu masuk, terus lampu juga dan kemudian membikin tempat loket hingga papan petunjuk,” kata dia.

Herman menambahkan, akan membuat manajemen kuliner, saat kawasan Kampung Kayutangan Heritage yang saat ini ditutup karena pandemi covid-19 kembali dibuka.

Sebagai upaya antisipasi, agar suasana jembatan yang sudah bagus dan bersih tidak kembali terlihat kumuh.

“Jualan didalam rumah, tidak boleh dijalanan jembatan ini. Nanti akan kita data dan kita buatkan plakat yang seragam dan pastinya tetap berkonsep heritage. Setelah itu, nantinya disepanjang aliran sungai ini akan kita bersihkan semua dibantu oleh pihak ketiga agar lebih indah lagi,” tandasnya.(der)

Serunya Sunday Gathering Bersama Komunitas Honda CB150R

Sunday gathering Honda CB150R. (Istimewa)

MALANGVOICE – Virtual launching All New CB150 R pada Sabtu (22/5) juga disaksikan komunitas Honda CB150R dalam kegiatan bertajuk Sunday Riding Gathering Komunitas Honda CB150R.

Bertempat di Riders Cafe MPM Malang, sebanyak 25 peserta yang berasal dari Malang Streetfire Community dan District Blitar Streetfire yang tergabung dalam Paguyuban Honda Malang ini mengikuti sharing dan diskusi teknologi terbaru.

All New CB 150 R Streetfire motor naked sport All New CB150R Streetfire kini dengan tampilan desain baru yang semakin massive dan agresif layaknya motor big bike dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Sunday gathering Honda CB150R. (Istimewa)

Selain itu juga peserta diberikan edukasi terkait Riding Postur All New CB150R. Pilihan terbaru bagi pecinta motor sport ini tampak semakin gagah, membanggakan dan membuat pengendaranya semakin percaya diri.

Pada kesempatan kali ini juga, peserta diajak menyaksikan secara langsung Virtual Launching All New CB150R live Instagram @mpmhondajatim. Dimana ada salah satu komunitas CB150R Streetfire yang sharing pada sesi talkshow.

“Dalam rangkaian acara launching All New CB150R, kami juga mengundang komunitas untuk silaturahmi di MPM Riders Cafe sekaligus mengetahui fitur dan teknologi terbaru motor ini,” kata Fariz Hadi Selaku Community Development MPM Honda Jatim.

All New CB150R StreetFire memiliki performa tinggi di setiap putaran berkat pengaplikasian mesin 150cc, DOHC 4 katup, 6 kecepatan, dan berpendingin cairan. Akselerasi yang dihasilkan oleh model ini mampu mencapai 10,5 detik (0-200m).

All New CB150R Streetfire juga menghadirkan sensasi berkendara yang menyenangkan dengan kecepatan maksimal hingga 125 Km/jam, namun tetap menghasilkan tingkat konsumsi bahan bakar yang efisien yaitu 40,5 km/l berdasar metode pengetesan ECE R40 dengan standar EURO 3.(der)

Mbois! Pemuda Lulusan SMP di Malang Ubah Sedan Biasa Jadi Lamborghini

Replika Lamborgini yang dibuat Bayu (kiri), (dok Bayu to MALANGVOICE.com).

MALANGVOICE – Mahandika Bayu Aji (22) pemuda asal Kota Malang, menarik perhatian masyarakat. Pasalnya dia berhasil membuat replika Lamborghini.

Kepada MVoice, pemuda yang tiggal di Jalan Raya Candi 3 no 358, Karangbesuki, Kota Malang ini mengatakan pembuatan replika Lamborghini tersebut berawal dari keinginnanya memiliki mobil berjenis sports buatan Italia itu, namun terkendala harganya yang cukup mahal.

Lalu, dirinya memutuskan nekat membuat replika Lamborghini itu dari dasar hingga kini prosesnya sudah mencapai 85 persen.

“Awal mula itu dari keinginan sendiri, lihat pembuatan replika Lamborghini dari Bandung sama Jogja. Terus cari inspirasi sembari ngumpulin modal dan akhirnya nekat,” ujarnya saat ditemui Malangvoice.com.

Lamborghini replika buatan Bayu. (Istimewa)

Proses pembuatan replika Lamborghini dilakukan pemuda lulusan SMP itu seorang diri. Ia merombak sedan Mazda 323 mulai mesin, sasis hingga body mobil. Semua dilakukan dengan berbekal kemampuan yang dimiliki dari pengalaman kerja sebelumnya.

“Basic saya dulu ngelas, pernah juga di karoeseri morodadi, terus bikin-bikin pagar, body juga pernah di mebel hingga saat ini,” tuturnya.

Meski begitu, dalam pembuatan replika Lamborghini Bayu sempat mengalami beberapa kendala, salah satunya pada minimnya modal yang dimiliki, sehingga pengerjaanya dilakukan secara bertahap.

Lamborghini replika buatan Bayu. (Istimewa)

“Proses pengerjaan sampai saat ini kurang lebih sudah berjalan 10 bulan mulai 2020 dan mengerjakan itu jeda-jeda, jadi ngerjakan 1 bulan lalu 1,5 bulan libur dulu buat ngumpulin modal lagi,” kata dia.

Karena dalam pengerjaan replika Lamborghini itu dilakukan oleh Bayu tanpa dibantu siapapun, ketika ada pekerjaan yang perlu tenaga dua orang atau lebih juga menjadi kendala.

“Ngerjakan sendiri, jadi bingung kalau lagi angkat-angkat. Misalnya mau bayar temen juga kan meminimalisir modal. Jadi dikerjakan sendiri saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Bayu menyampaikan untuk penyelesaian replika Lamborghini buatannya masih ada beberapa tahap, mulai dari pembuatan interior hingga kelistrikan.

“Total dari dasar hingga saat ini sudah keluar modal sampai Rp120 Juta. Tinggal interior sama kabel-kabel,” jelasnya.

Setelah keinginannya tercapai, Bayu merasa sangat puas, sebab dengan jerih payah yang sudah dicurahkan selama beberapa waktu ini, telah membuahkan hasil baik.

Ke depan, apabila proyek ini berhasil ia akan membuat workshop dan menerima pesanan modifikasi total mobil sport.

“Allhamdulilah Kerja keras yang sudah saya keluarkan telah berbuah baik, saya merasa sangat puas,” tandasnya.(der)

Ki Tulus, Bertahan Puluhan Tahun Lestarikan Kuda Lumping

Ki Tulus sedang menunjukkan tata cara membuat kerajinan Kuda Lumping, (MG2).

MALANGVOICE – Kuda Lumping merupakan budaya tradisi daerah yang saat ini sudah mulai jarang ditemui kembali, memahami hal itu tidak membuat Tulus Indrawan, yang kesehariannya sebagai perajin kuda lumping menyerah pada kesenian yang dicintainya ini.

Terbukti dari umurnya yang sudah menginjak 60 tahun, ia terus bergelut dengan kesenian Kuda Lumping atau akrab diketahui dengan nama jaranan.

“Saya ingin bisa terus meneruskan ini, melestarikan sampai anak cucu saya. Mewariskan budaya tradisi ini, jangan sampai meninggalkan budaya ini. Kalaupun ada orang lain yang mau belajar, pintu saya juga selalu terbuka,” ujar Ki Tulus sapaan akrabnya.

Awal mula muncul kecintaanya terhadap budaya kuda lumping itu sejak dia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Saat dirinya mendapatkan pembelajaran dari orangtuanya yang memahami tentang seni kuda lumping itu sendiri. Dari situ muncul semangat tinggi untuk menggeluti seni kuda lumping.

Dia meyebutkan, dalam kuda lumping itu memiliki sentuhan rohani yang mampu menenangkan dan menyenangkan perasaan.

“Saya mulai tahun 1976 menggeluti ini, dulu saya diajari orang tua saya, warisan lah. Kuda lumping itu sebuah kesenian dan budaya Jawa yang sudah ada sejak jaman kerajaan. Sebelum kakek saya lahir pun sudah ada, makanya kita tinggal melestarikan saja,” tuturnya.

Untuk kuda lumping sendiri dikatakan sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda, pada kala itu sering digunakan sebagai penghibur tamu agung.

Sementara itu, untuk produk kuda lumping yang di buat Ki Tulus sendiri sudah pernah dikirim ke beberapa daerah hingga luar negeri. Ia pun juga aktif melakukan pemasaran kuda lumping melalui online.

Sedangkan untuk pemesanan offline sendiri bisa datang ke ruko terdekat di Jalan Janti, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

“saya ada yang sampai Kalimantan, Sumatra, Sulawesi. Ini kan juga dipasarkan secara online. Saudara saya juga ada yang membawa ke Australia dan Suriname. Disana kan juga banyak orang Jawa, saya pernah ke sana, disana juga ada kuda lumping,” terangnya.

Selain itu, Ki Tulus menyampaikan jika dalam proses pembuatan kuda lumping dari anyaman bambu ini juga tidak mudah. Perlu adanya pemilihan secara teliti untuk bahan dasar dan proses pembuatannya.

“Mengirat atau memotong bambu menjadi titip titis itu sulit. Membelah bambu ini kalau tidak biasa ya susah, gak gampang dan gak semua orang bisa. Ini bambu apus yang saya pakai untuk bahannya, kalau yang lain gak bisa karena keras. Saya beli dikampung kampung, memotong sendiri, memilih sendiri. Motongnya juga tidak bisa sembarangan, ada hitungan harinya juga,” tandasnya.(der)

Ramadan Bawa Berkah di Lapas Perempuan Sukun, WBP Kebanjiran Pesanan Kue

Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Kota Malang, Tri Anna menunjukan beberapa pesanan kue kering hingga parsel yang sudah siap diantar, (MG2).

MALANGVOICE – Ada yang menarik di balik Lapas Perempuan Kelas II A Kota Malang pada Ramadan 1442 Hijriah. Di bulan ini, warga binaan pemasyarakatan (WBP) kebanjiran pesanan kue.

Terlihat beberapa warga binaan pemasyarakatan (WBP) sedang asyik membuat kue kering dengan berbagai macam varian. Seperti nastar, kastengel, kenari, choco chips, donat, permen, sagu keju dan lain sebagainnya.

Menurut Chaterine, salah satu WBP yang juga andil dalam pembuatan kue kering, di tahun 2021 ini pesanan yang didapatkan dalam kurun waktu dua pekan terakhir cukup tinggi.

“Sehari sekitar empat kilogram. Tapi tahun ini lebih ramai daripada tahun kemarin. Cukup banyak pesanan,” ujarnya, Minggu (9/5).

Meski begitu, perempuan asal Afrika Selatan ini merasa senang atas peningkatan pesanan yang didapatkan. Sebab dengan adanya kegiatan tersebut dirasa mampu meningkatkan produktivitas dan mengasah kemampuan yang dimiliki.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II A, Kota Malang, Tri Anna menunjukan kue kering yang telah dikemas cantik, (MG2).

Untuk produksi Kue kering atau kue lebaran di dalam lapas perempuan ini sendiri sudah berjalan sejak tahun 2016. Berawal dari pemberian pelatihan dari pihak lapas kepada WBP secara bertahap hingga kini sudah mampu membuat sendiri dan telah dipasarkan dengan nama produk D’Lapang.

“Saya belajar dari pelatihan yang diberikan. Saat dari hotel,chef-chef yang datang kesini untuk memberikan pelatihan. Kemudian dipasarkan oleh Bu lapas,” tuturnya.

WBP yang sedang membuat kue pesanan, (MG2).

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan II A Kota Malang, Tri Anna, mengatakan, dirinya mengenalkan produk D’Lapang ini pertama melalui mulut ke mulut, lalu terus berkembang hingga kini sudah cukup banyak peminatnya.

“Pertama dari intern dulu, dari para petugas. Daripada jauh-jauh beli bisa pesen kesini. Rutan mulai memesan, akhirnya keluarga-keluarga dari petugas pun pesen kesini. Paling jauh kirim sampai ke Jakarta,” katanya.

Harga yang dibanderol untuk kue kering ini dikatakan cukup beragam, salah satu kue yang banyak diminati adalah Nastar dihargai Rp 25 ribu perons.

“Satu ons itu dihargai Rp 25 ribu. kita juga buat kue yang dikemas dengan bentuk parsel. Intinya sesuai orderan yang diminta akan kita buat,” imbuh Anna.

Selain itu, untuk pemesanan sendiri sudah bisa diakses melalui media sosial Instagram D’Lapang. Nanti akan ada dua sistem pilihan pengiriman, melalui ojek online atau diambil langsung di Lapas Perempuan Kelas II A Kota Malang.

Sedangkan untuk keuntungan yang didapat dari hasil penjualan kue kering itu akan diberikan kepada WBP dengan cara dimasukkan kedalam tabungan masing-masing.

“temen-temen (WBP) ini nanti bakal dapet premi, nanti kalau terjual langsung masuk tabungan,” tandasnya.(der)