Belum Operasional, Pro Kids Sawojajar Banjir Pengunjung

Pro Kids yang baru dibuka. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tiga hari soft opening, Pro Kids Indonesia, Sawojajar Malang, dibanjiri pengunjung.

Selama tiga hari, menjelang Tahun Baru 2022 mencapai sekiatar 1 juta pengunjung yang dibuka mulai pukul 08.00 – 21.00 WIB.

Uji coba taman bermain yang mengedepankan edukasi ini tidak hanya didatangi anak-anak namun juga orangtua bahkan kaum milenial.

Meski menawarkan berbagai macam wahana bermain dan belajar anak, Pro Kids lebih membentuk karakter seorang anak.

“Sesuai konsepnya selain membentuk karakter sekaligus membuat anak memiliki kepribadian yang kuat,” terang Founder Pro Kids, Arie Arifin, Senin (3/1).

Suasana rooftop Pro Kids Indonesia. (Istimewa)

Ditambahkan, tujuan Pro Kids ini sesuai dengan anjuran Presiden Jokowi yang menciptakan revolusi mental yang baik dan benar.

Menurutnya, untuk menjadi generasi yang kuat dan tangguh dibagi dalam tiga bagian yang wajib dalam menciptakan pendidikan mental yang baik.

Pertama, pentingnya ruang pendidikan akhlak dari orangtua yang diperoleh dari rumah. Kemudian pendidikan di sekolah dan di ruang publik seperti taman bermain dengan lingkungan terbuka seperti Pro Kids.

“Orang akan sukses bila mendapatkan pendidikan di rumah, di sekolah dan di ruang publik seperti ini. Generasi muda bila tidak diberikan fasilitas bagus maka tidak ada revolusi mental yang bagus,” lanjut Arie Arifin yang juga dikenal sebagai pemerhati anak.

Pro Kids yang dibangun di atas tanah seluas 400 meter persegi dengan 3 lantai ini masing- masing memiliki keistimewaan sendiri – sendiri.

Dijelaskan Yudi Sebastian, Manager Operasional Pro Kids, waterplay dengan ukuran sekitar 150 meter persegi ini diperuntukkan bagi anak – anak usia 5 tahun.

“Untuk kolam renang ini kami menempatkan 4 petugas yang menjaga anak – anak berenang,” ujarnya.

Sementara orangtua atau pendampingnya dapat menunggu di pinggir kolam sambil makan dan minum.

Dikatakan, hanya yang berenang yang dikenakan tiket sebesar Rp 30.000. “Untuk yang mengantar tidak dikenakan biaya masuk wahana,” tambahnya.

Playground indor dengan fasilitas full AC berada di lantai 2 yang dilengkapi ruangan untuk ibu menyusui dan hamil serta tempat makan dan minun berda persis dipinggir. “Sehingga mereka tetap dapat mengawasi anak – anaknya yang sedangbermain,” tuturnya.

Sedangkan rooftop dilantai 3 diperuntukkan kaum
milenial untuk kongkow – kongkow sambil menikmati udara segar dipagi dan sore hari.

“Lantai 3 yang disebut sebagai sosial rooftop ini untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan begitu akan terbentuk jiwa leadership yang bagus,” ujarnya. 

Selain dibuka untuk umum, Pro Kids Indonesia, juga sebagai sebagai kegiatan ekstra kurikuler PAUD.

“Bagi PAUD atau TK yang memanfaatkan fasilitas ini, kami terbuka,” tambahnya.(der)

Dosen Unitri Ajukan Diri Ingin Jadi Wakil Wali Kota Malang

Dwi Asnawi. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Dwi Asnawi secara terbuka mengajukan dirinya ingin melaju menjadi Wakil Wali Kota Malang pada pemilihan 2024. Keinginannya itu disampaikan dalam Forum Komunikasi Politik Malang Raya (FKPM), Ahad (21/11).

“Saya secara terbuka ingin dipinang menjadi N2 (Wakil Wali Kota Malang) periode selanjutnya,” kata Dwi.

Dwi yang aktif sebagai dosen Agribisnis Universitas Tribhuwana Tungga Dewi (Unitri) Malang ini menyatakan, hal ini memang keinginannya sendiri meski belum ada persetujuan resmi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Memang masih ada banyak tahapan yang dilalui sebelum pemilihan umum 2024. Tapi saya dengan PSI punya kedekatan yang bagus sampai DPD PSI pun demikian,” ujar pria asal Ngawi ini.

“Tapi sudah ada lampu hijau, namun belum ada dealing dengan partai,” ia menambahkan.

Saat ini Dwi tengah membangun komunikasi dengan beberapa pihak maupun partai lain untuk menyuarakan niatnya tersebut. Ia sadar sebagai anggota PSI tidak bisa mencalonkan diri sebagai Wali Kota Malang karena jumlah kursi.

“Memang harus komunikasi dengan partai lain, karena PSI beda dengan partai lain tidak bisa calonkan diri secara tunggal,” lanjutnya.

Dalam upayanya ini, Dwi akan mengusung no money politics dalam tagline-nya. Hal itu sekaligus membangun kepercayaan masyarakat bahwa politik tidak selalu bermain dengan uang.

“Saya berangkat dari niat no money politics, karena basic saya selain dosen adalah pengusaha. Jadi uang untuk kegiatan politik tidak mengganggu ekonomi keluarga,” singkatnya.

Sosok ideal yang diinginkan Dwi Asnawi sebagai tandem maju di Pemilihan Wali Kota Malang 2024 adalah memiliki satu visi, mengedepankan humanisme, dan pluralisme.

“Bisa dari incumbent, bisa juga tidak. Yang penting harus satu visi itu, jadi berangkat dari sana,” tandasnya.(der)

Penawaran Menarik di Honda Premium Matic Day Malang

Honda Premium Matic Day Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT menghadirkan jajaran motor matic andalan Honda pada gelaran Honda Premium Matic Day (HPMD) di Malang Olympic Garden ( MOG) pada periode tanggal 17 – 30 November 2021.

HPMD digelar sebagai ajang mengenalkan ke masyarakat luas keunggulan dari fitur canggih dari matic premium Honda serta bisa mengenal lebih dekat lagi dengan fitur-fitur terbaru dari skutik Honda.

Pada HPMD ini, MPM Honda Jatim mengenalkan lebih dekat skutik yang menjadi andalan Honda seperti Honda ADV150, Honda Vario 150, Honda Forza dan Honda PCX160. Dengan tetap mamatuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Matic Besar Honda PCX160 sudah familiar di masyarakat umum dan menjadi primadona matic besar di awal tahun 2021 lalu menjadi daya tarik tersendiri di HPMD.

Honda Premium Matic Day Malang. (Istimewa)

Matic Besar Honda PCX160 memberikan kebanggan kepada pengendaranya dengan desain elegan dan berkelas, serta teknologi tinggi yang sempurna. Dengan diskon mulai Rp1,5 juta dan potongan angsuran hingga 2 kali, konsumen bisa mendapatkan Honda PCX160 pada saat acara berlangsung.

Pada Honda ADV150 motor matic penjelajah, MPM Honda Jatim memberikan potongan angsuran hingga 3 kali selama kegiatan berlangsung. Honda ADV150 dengan mesin 150CC ini cocok untuk dibawah berkendara jarak jauh diikuti dengan cairan pendingin yang membuat pengalaman berkendara konsumen semakin lebih baik, ditambah fitur eSP (enhanced Smart Power) yang menyuguhkan performa responsif dengan sistem pembakaran injeksi PGM-FI. Honda ADV150 juga hadir dengan tampilan yang keren, body yang besar dan juga ada seluruh lampu yang sudah menggunakan LED membuat tampilan skutik ini menjadi lebih modern.

MPM Honda Jatim juga menghadirkan honda scooter yang cocok untuk digunakan dalam keseharian, yakni Honda Vario 150 dengan tampilan warna yang baru memberikan kesan lebih pada big scooter pada motor ini, motor ini sangat cocok digunakan oleh pria juga wanita. Dapatkan penawaran menarik dengan hemat angsuran hingga 4 kali dqn cash back Rp1 juta untuk pembelian secara tunai selama kegiatan berlangsung.

“Berbagai promo kami hadirkan sepesial untuk Honda Premium Matic Day Ini bisa dimanfaatkan konsumen yang ingin memiliki sepeda motor matik premium Honda. Dan dengan semangat Satu Hati MPM Honda Jatim beserta jaringan dealer Honda siap memberikan layanan terbaik bagi konsumen mulai dari sales dan aftersales dan kebutuhan lainnya,” Kata Suhari selaku marketing Communication & development Division Head MPM Honda Jatim.

Pengunjung juga bisa mengikuti program Hujan Emas, program ini adalah program pembelian motor Honda yang berhadiah Logam Emas Mulia dengan total 1 kg dan 3 unit Honda PCX 160 yang akan diundi setiap bulannya yakni periode 01 pada 10 November 2021, periode 2 pada 10 Desember 2021 dan periode terakhir pada 10 Januari 2022.

Selama periode November 2021, Honda premium Matic Day hadir di 7 kota di Jawa timur antara lain Surabaya, Ponorogo, Probolinggo, Pasuruan, Kediri, Jember dan Malang.(der)

Kisah Pemulung Temukan Cincin Berlian Senilai Puluhan Juta Rupiah di TPA Supit Urang

Harianto yang ditemui di TPA Supit Urang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Salah satu pemulung Harianto (34) menceritakan kisah paling berkesan selama dia bekerja mencari barang bekas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Sukun, Kota Malang.

Ia mengingat lagi kejadian 5 tahun lalu saat menemukan cincin berlian di TPA Supit Urang. “Waktu itu gak sengaja nemu kayak cincin gitu saya ambil,” ujarnya, Senin (15/11).

Awal mula, Harianto berpikir cincin yang ditemukan di tumpukan sampah itu tak berharga. Kemudian ia memutuskan untuk bertanya kepada tetangganya.

“Kata orang-orang itu cincin berlian. Terus saya disarankan untuk menjual cincin tersebut kepada kolektor yang berdomisili di Sawojajar, Kota Malang,” imbuh Harianto.

Tak butuh waktu lama, keesokan harinya Harianto membawa cincin yang dihiasi berlian sebesar biji jagung itu menuju kolektor yang sudah direkomendasikan tetangganya.

Saat dicek ternyata cincin berlian itu memang asli. Kolektor itu pun menghargai cincin itu seharga Rp 80 juta.

“Saya kaget waktu itu dihargai Rp 80 juta-an. Akhirnya langsung saya lepas itu. Gak nyangka,” kata dia.

Dari hasil penjualan cincin tersebut, Harianto langsung membangun sebuah rumah yang tak jauh dari kediaman orang tuanya di Jalan Rawisari Kelurahan Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Selain itu, Hari juga membulatkan tekad untuk melamar kekasihnya dalam kurun waktu lima hari setelah menemukan cincin tersebut.

“Gak lama mas waktu itu pacaran sudah tapi saya belum berani nikah. Tapi pas punya rumah saya langsung lamar kekasih saya,” ucap dia.

Pria yang sudah bekerja sebagai pemulung selama 25 tahun itu, mengaku mendapatkan hasil setidaknya Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu perhari.

Hasil itu pun dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari-nya bersama istri dan tiga anaknya.

“Saya bersyukur bisa berumah tangga punya anak. Lumayan kerja seperti ini meskipun kotor-kotoran,” kata dia.

Sementara itu, Plt Kepala UPT TPA Supit Urang, Budi Heriyanto menyampaikan penemuan barang-barang berharga itu memang sering terjadi di TPA Supit Urang.

“Ya sering ada yang dapat pistol juga bayi juga pernah ada. Emas itu ya beberapa kali ada. Memang rejekinya begitu. Merek juga tidak ada niat mencari itu kan,” terangnya.

Perlu diketahui pemulung di TPA Supit Urang sendiri ada 158 orang. Asal pemulung didominasi warga sekitar TPA Supit Urang.

“Dan membantu kami memilah sampah anorganik sekitar 8 sampai 10 ton per hari,” tandasnya.(der)

Rangga Pemuda Inovatif Penemu Perangkap Hama

Rangga mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Malang tahun 2019. (istimewa)
Kominfo Pemkot Malang
Kominfo Pemkot Malang

MALANGVOICE – Prestasi terus digaungkan Pemuda Pelopor Kota Malang. Salah satu pemuda itu bernama Rangga Ega Santosa, ia merupakan peraih juara satu dalam ajang pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Juara itu didapat Rangga setelah mengusung inovasi teknologi pengendali hama hortikultural sebagai produk eco-friendly dan easily produced dengan nama Sitta Agrapana. “Fungsinya untuk mewujudkan konsep pengembangan kawasan florikulturasi terintegrasi inovasi teknologi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT),” ujar Rangga, Jumat (29/10).

Ia pun menceritakan awal mula menemukan inovasi tersebut saat pembimbing magangnya yang merupakan petani bawang di Probolinggo mengalami kesulitan untuk menghilangkan hama yang mendatangi tanamannya. “Saat saya magang, pembimbing saya sering cerita kalau punya masalah dengan hama pada tanaman bawangnya. Lalu kami sharing untuk mencari solusi, nah akhirnya muncul lah ide merancang teknologi,” kata dia.

Didukung teman-teman kampus yang sangat mendukung Rangga, akhirnya berupaya bersama dan akhirnya berhasil membuat alat tersebut. Cara kerja alat ciptaannya ini terbilang mudah, di mana hanya membutuhkan lampu untuk perangkap hama, lem untuk mengikat hama. Kemudian ada juga beberapa komponen sensor yang dijadikan alat untuk mengukur suhu, kelembapan, dan pengukur Ph tanah.

“Pertama kita memasang lampu di tengah sawah sekitar pukul 17.00 WIB ke atas selama empat jam. Nah dalam range waktu tersebut biasanya hama sudah mulai keluar, hama tersebut akan tertarik dengan cahaya lampu dan mulai mendekat. Ketika sudah mulai mendekat ke botol lampunya, hama akan menempel di sana. Karena botol tersebut sudah diberi lem dengan penambahan pewangi supaya makin mengikat,” ucap dia.

Rangga pun mengatakan jika alat tersebut diciptakan untuk membantu pemerintah menangani masalah hama di sektor pertanian. Sehingga bisa membantu para petani untuk mendapatkan hasil terbaik. “Bagaimana bisa dianggap berdikari untuk negeri, jika sektor pertanian saja tidak di perbaiki? Hasil pertanian harusnya memanusiakan manusia, bukan mengerdilkan rasa. Karena hanya petani yang mampu menyelamatkan pangan,” jelas Rangga.

Terpisah, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengapresiasi atas apa yang sudah generasi muda hasilkan. Ia pun berharap ke depan anak-anak muda Kota Malang bisa terus menunjukkan kreativitas, potensi dan inovasi, sebagai batu loncatan untuk melangkah ke depan nantinya.

“Generasi muda sekarang ini memang harus tampak, seperti anak-anak itu. Mereka harus kreatif dan harus berkreasi sendiri, karena kreativitas itu akan menunjang perjalanan mereka ke depan” tandasnya.(der)

Pertahankan Kesenian Gerabah di Era Globalisasi, Perajin di Kota Malang Edukasi Pelajar

Pelajar mendapatkan edukasi dari perajin. (istimewa)
Kominfo Pemkot Malang
Kominfo Pemkot Malang

MALANGVOICE – Keseriusan perajin kesenian gerabah di Kota Malang dalam melestarikan kerajinan yang sudah ada sejak tahun 1930 itu terus dilakukan. Salah satunya dengan secara masif memberikan sosialisasi dan edukasi tentang kerajinan gerabah pada pelajar.

Bentuk sosialisasi itu terus dilakukan kampung tematik atau Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gerabah, Penanggungan, Klojen, Kota Malang bersama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan bahwa kegitan ini merupakan kegiatan untuk membangkitkan kembali pariwisata Kota Malang di masa pandemi. Ia berharap dengan kehadiran event wisata virtual ini dapat menarik wisatawan.

“Kami terus berupaya melestarikan kebudayaan perajin gerabah pada anak-anak didik, dengan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk dijadikan kegiatan ekstrakulikuler,” kata Wali Kota Sutiaji, Minggu (24/10/2021).

Perajin Kota Malang. (istimewa)

Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang Dr. Ida Ayu Made Wahyuni, SH., M.Si mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong Pokdarwis Kampung Gerabah, Penanggungan, untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi secara masif tidak hanya melalui kegiatan event saja.

“Sehingga cara-cara pembuatan kesenian Gerabah ini bisa regenerasi dan mengakar ke anak-anak muda,” imbuh Ida Ayu Made Wahyuni.

Perlu diketahui kampung gerabah Penanggungan telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar saat gelaran kegiatan event ‘Festival Lempung Agung’ pada Sabtu (23/10/2021). Di sana pelajar diajak untuk membuat gerabah hingga memandikan gerabah di sungai Brantas.

Ketua Kampung Tematik Kampung Gerabah Penanggungan, Klojen, Kota Malang, Hariyono mengatakan seringkali pelajar dari berbagai tingkatan datang untuk belajar cara membuat gerabah sekaligus berwisata. “Sering datang, dari SMK, SMA, mahasiswa hingga anak-anak PAUD. Mereka belajar sekaligus berwisata di kampung gerabah,” ucap dia.

Pembuatan gerabah di Kampung Gerabah Penanggungan itu dilakukan dengan menggunakan alat dan dikombinasikan teknik tangan. “Karena ada beberapa ornamen yang memiliki kerumitan tersendiri. Sehingga proses pembuatannya harus menggunakan tangan,” terangnya.

Terkait produksi gerabah di Kota Malang sendiri tergantung pada pesanan dari konsumen. Meski begitu omzet yang didapat mencapai puluhan juta. “Biasanya perajin mungkin rata-rata Rp25 juta. Pesanan itu dari Gresik, hingga Surabaya,” kata dia.

Hariyono berharap, melalui sosialisasi dan edukasi yang terus dilakukan kepada masyarakat dan khususnya pelajar, bisa membantu kesenian gerabah terus bertahan. “Semoga kerajinan gerabah ini bisa terus dilestarikan, melalui tangan-tangan anak muda. Sebab gerabah ini sangat penting,” tandasnya.(der)

Harga Terjangkau, BMW Kenalkan Seri 320i Dynamic

Launching BMW 320i Dynamic di Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – BMW Group Indonesia perkenalkan seri terbaru keluarga THE 3, yakni BMW 320i Dynamic di Malang. Sedan legendaris ini diluncurkan dengan banyak kelebihan.

Kepala Cabang BMW Astra Surabaya, Yopy Antonio, mengatakan, BMW 320i Dynamic ini banyak perubahan dari seri 320i Sport yang lebih dulu diluncurkan tahun 2020.

Interior BMW 320i Dynamic. (Istimewa)

Varian 320i Dynamic menawarkan seluruh kelebihan THE 3 yang sudah sangat dikenal seperti pengalaman berkendara yang dinamis, tampilan sporty, fitur keamanan terbaik, dan teknologi terbaru dengan kombinasi efisiensi bahan bakar.

“BMW Seri 3 memiliki kesan tersendiri bagi para pecinta BMW di Indonesia. Untuk itu kami hadirkan BMW 320i Dynamic terbaru yang hadir dengan upgrade tampilan yang semakin sporty – dan yang paling penting, model ini hadir dengan harga menarik,” katanya di Malang, Sabtu (23/10).

Sementara itu Produk Jenius BMW Astra, Axel Julio, menjelaskan spek terbaru seri 320i. BMW 320i Dynamic terbaru hadir dengan Comfort access system; yang merupakan contactless opening dan closing otomatis dari pintu bagasi, dan Parking Assistant.

Selain itu ada BMW Live Cockpit Professional; fully digital 10.25 inci instrument display dengan BMW Operating System 7.0 dan voice control with “Hello, BMW!”, hingga wireless Apple CarPlay. BMW 320i Dynamic terbaru ditawarkan dengan harga Rp909.000.000,- on-the-road Surabaya.

Dari seri 320i Sport sebelumnya, tampak perbedaan dari headlamp yang kini menggunakan full LED. Dari sisi velg, seri 320i Dynamic sedikit lebih kecil, yakni 17 inchi. Namun dibalut ban tebal yang diklaim mampu membuat pengalaman berkendara lebih nyaman.

“Dengan semua perubahan dan tambahan fitur yang ada di seri 320i Dynamic serta harga yang terjangkau, kami fasilitasi eksekutif muda yang beralih dari mobil Jepang ke Eropa dengan harga murah,” harapnya.(der)

Festival Kerontjong Nang Kajoetangan Bangkitkan Geliat Wisata Kampung Tematik

Festival Kerontjong Nang Kajoetangan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Festival Kerontjong Nang Kajoetangan menjadi bukti geliat kebangkitan wisata kampung tematik di Kota Malang.

Digelar secara virtual pada Jumat (15/10), festival dibuka dengan tembang keroncong kemayoran, alunan nada lawas nan epik menyatu apik dengan lansekap sekitar rumah tertua di Kampung Kajoetangan yang menjadi stage utama festival kali ini. 

Wali Kota Malang, Sutiaji sangat mendukung gelaran ini.

“Aktivasi event secara kreatif di Kampung Heritage Kajoetangan inshaallaah turut membangkitkan optimisme wisata kita segera pulih”, ujar Wali Kota yang gemar menulis tersebut.

Virtual Event Festival Kerontjong nang Kajoetangan adalah bagian dari 27 event Kampung Tematik di seluruh Kota Malang sepanjang tahun 2021 yang diinisasi kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga (Disporapar) bersama Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis), Pokdarwis Kajoetangan, Karang taruna, masyarakat setempat dan sejumlah komunitas.

“Jadi rangkaian kegiatan virtual ini adalah komitmen kita, insan pariwisata Kota Malang, untuk beradaptasi dan bangkit di tengah pandemi”, demikian ungkap Kepala Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga (Disporapar), Ida Ayu Made Wahyuni.

Secara terbatas, festival turut dihadiri langsung perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), termasuk meninjau kesiapan protokol kesehatan dan spot-spot unggulan di Kampung Heritage Kajoetangan.

Gelaran event kerontjong kajoetangan memang disinergikan dengan proses assesment Kota Malang sebagai salah satu peserta program Smart City dari Kementerian Kominfo yang mengambil tema pariwisata.

Tidak hanya menampilkan tembang-tembang keroncong kenangan, festival juga diperkaya dengan dialog santai terkait perkembangan keroncong di Kota Malang dan penyerahan buku Sejarah Keroncong Indonesia oleh Ketua Museum Musik Indonesia (MMI), Hengki Herwanto.

“Konsepnya memang jadul, termasuk ada kelompok keroncong sepuh” tambah Mila Kurniawati, ketua Pokdarwis Kajoetangan Heritage.

Terkait persiapan event, diakui Mila waktu persiapan relatif singkat.  Pun demikian Pokdarwis bersyukur bahwa event yang disiarkan melalui kanal youtube Inspire Media TV dapat berjalan lancar dan mampu mewarnai penguatan salah satu dari lima pilar wisata Heritage yang ditawarkan Kampung Kajoetangan.

“Kita juga sedang proses pengajuan QR Code pedulilindungi dan SOP Prokes. Harapannya tentu pandemi segera berakhir dan wisatawan kembali bisa berkunjung,” ujarnya.(der)

Aksi Peduli Bank Sampoerna dan KSP Sahabat Mitra Sejati, Sebar Bantuan di 17 Cabang

Aksi kepedulian sosial Bank Sampoerna. (Istimewa)

MALANGVOICE – Aksi peduli di tengah pandemi Covid-19 dilakukan Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) bersama mitra bisnisnya, KSP Sahabat Mitra Sejati.

Bersinergi dengan kepolisian, aksi kepedulian tersebut berupa pembagian masing-masing 300 paket sembako ke 17 cabang Bank Sampoerna dan 17 cabang KSP Sahabat Mitra Sejati di seluruh Indonesia.

Gerakan yang dinamakan Peduli Komunitas ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan pada pekan ke-2 bulan Agustus 2021 dengan total bantuan mencapai 10.000 paket sembako.

Tahap ke-2 akan dilaksanakan pada pertengahan September 2021 dengan membagikan tambahan 10.000 paket sembako.

Pada tahap pertama ini, Bank Sampoerna Cabang Malang melaksanakan kegiatan ini pada tanggal 20 Agustus 2021 yang berlokasi di Kantor Polsek Blimbing.

Kepala Cabang Bank Sampoerna Cabang Malang, Bernard Erwin Karamoy, menyampaikan, gerakan ini merupakan inisiatif atas keprihatinan terkait kondisi merebaknya wabah Covid-19 di seluruh Indonesia.

Penerima bantuan difokuskan kepada masyarakat yang terdampak pandemi baik secara finansial, seperti pekerja harian lepas dan masyarakat kurang mampu di lingkungan kantor Bank Sampoerna dan KSP Sahabat Mitra Sejati.

“Mendukung pendistribusian sembako ini, kami bekerja sama dengan nasabah dalam pengadaan paket sembako di masing-masing wilayah, sehingga pemberdayaan UMKM dapat dilakukan secara merata serta lebih banyak yang menerima manfaatnya. Selain nasabah, kami juga bersinergi dengan Kepolisian dalam penyaluran ini,” ujar Bernard Erwin Karamoy.

Lebih lanjut Bernard Erwin Karamoy menjelaskan, ke 17 cabang Bank Sampoerna tersebut antara lain Jakarta, Palembang, Medan, Pekanbaru, Bandung, Pontianak, Makassar, Surabaya, Malang, Sorong, Denpasar, Yogyakarta, Semarang, Jayapura, Palopo, Gading Serpong dan Jababeka.(der)

Mahasiswa Polinema Olah Limbah Kulit Jeruk Jadi Teh, Bantu Tangkal Covid-19

Orentea, produk mahasiswa Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) berhasil membuat inovasi mengolah limbah kulit jeruk peras menjadi produk bermanfaat. Produk itu diberi nama Orentea.

Berawal dari banyaknya limbah kulit jeruk dari para pedagang es yang berjualan di kawasan Pasar Besar Kota Malang dan Alun-Alun Kota Batu, mahasiswa itu melakukan riset dan mengolah limbah dengan baik.

Dibimbing Dra. Anik Kusmintarti, M.M., lima mahasiswa yang terdiri dari Prasasti Valentina Gustama (D-III Teknik Kimia), Rizki Bagus Maulana (D-III Teknik Kimia), Nanda Ristina Putri (D-III Teknik Kimia), Fadilah Aurelia Arifin (D-IV Akuntansi Manajemen), dan Alvindha Wahyu (D-III Teknik Telekomunikasi) melakukan inovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan.

Tim Orentea. (Istimewa)

Prasasti Valentina Gustama, mengatakan, timnya melakukan studi literatur dan menemukan hasil riset dari UI dan IPB yang menyatakan kandungan senyawa hesperidin, yaitu flavonoid pada kulit jeruk ternyata mampu meningkatkan imunitas dan menangkal pertumbuhan betacoronavirus termasuk Sars-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Selain itu, banyak senyawa lain pada kulit jeruk yang sangat bermanfaat bagi tubuh seperti polifenol, bioflavonoid, dan juga vitamin C yang tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan buahnya. Hal ini mendorong kami untuk memanfaatkan limbah kulit jeruk untuk menjadi produk olahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan mengatasi permasalahan lingkungan,” ungkap Ketua Tim, Prasasti Valentina Gustama.

“Untuk menjaga kandungan nutrisinya, kami menggunakan alat food dehydrator. Kami juga menambahkan daun mint lokal kering untuk menambah cita rasa dan memperkaya manfaat serta memunculkan efek relaksasi,” kata mahasiswa yang akrab dipanggil Valent ini.

Orentea sangat bermanfaat di masa pandemi karena dapat meningkatkan imunitas tubuh dan meredakan stress.

Anik Kusmintarti, mengatakan kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi wirausaha mahasiswa, meliputi keterampilan kewirausahaan, keterampilan teknikal, dan keterampilan manajemen dengan merealisasikan ide menjadi bisnis riil.

Selain produksi, tim ini juga fokus pada pemasaran produk melalui e-commerce dan media sosial. Saat ini orentea dalam tahap survey izin PIRT Dinas Kesehatan, halal MUI, dan hak merek pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

“Orentea dijual dengan harga 20 ribu rupiah per kotak. Pada bulan Juli penjualan orentea sudah lebih dari 400 kemasan untuk wilayah Jawa Timur, Kalimantan Nusa Tenggara, Sumatera dan sudah dikirim keluar negeri,” tutup Valent.(der)