28 November 2022
28 November 2022
21.6 C
Malang
ad space

Hendak Cuci Kaki, Warga Songgoriti Tewas Diterjang Minibus

Kondisi rumah Sardi, korban tewas akibat diterjang minibus di Jalan Klemuk, Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat sore (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Minibus yang mengalami kecelakan diduga akibat rem blong, Jumat sore (2/6), merenggut nyawa satu korban. Adalah Sardi, (60), warga Songgoriti RT03, RW01 Kelurahan Songgokerto.

Sardi bukanlah penumpang minibus bernopol S 7197 W. Melainkan warga di TKP (tempat kejadian perkara). Informasi yang dihimpun MVoice, Sardi baru saja pulang bekerja sebagai sopir truk pengangut pasir. Sebelum kejadian mobil truk merek Mitsubishi nopol N 9587 UA diparkiranya di seberang jalan rumahnya.

Jenazah Sardi dievakuasi dari puing-puing rumahnya yang hancur. (Abdul Aziz)

Sardi lantas membersihkan diri dari kotoran pasir, persis di belakang rumahnya. Sekitar pukul 16.00, minibus nahas tersebut menerjang. Bagian belakang rumah yang merupakan dapur itu hancur seketika. Sedangkan Sardi langsung tewas di lokasi kejadian. ”Pak Sardi meninggalkan empat orang anak,” ujar salah seorang tetangga korban yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, saksi mata, Tutus Sugiarto, seorang jurnalis televisi swasta asal Kota Malang mengaku kejadian berlangsung cepat. Saat itu, dirinya hendak menuju kawasan Pujon Kabupaten Malang dari arah Kota Batu (timur ke barat). Kondisi Jalan Klemuk yang terkenal dengan tanjakannya yang curam itu arus lalu lintasnya tidak terlalu ramai. Mendadak dari arah berlawanan (barat ke timur) minibus melaju tak terkendali dengan kecepatan sekitar 60 kilometer perjam. ”Dari kejauhan sudah berjalan zig-zag tidak stabil. Saya hamper juga ditabrak,” kata Tutus ditemui MVoice di lokasi kejadian.

Karena curiga, saksi mata memilih putar balik. Sekitar 50 meter mendekati simpang tiga Jalan Klemuk, dilihatnya asap dan debu mengepul. Minibus yang hampir menabraknya tadi ternyata menghantam sebuah rumah lalu terbalik. ”Ada teriakan meminta tolong. Saya juga lihat sopir minibus terluka cukup serius. Kakinya terjepit bagian depan mobil yang ringsek,” tukasnya.

Diduga Rem Blong, Mini Bus Hantam Rumah

Suasana TKP kecelakaan minibus maut, di Jalan Klemuk Dukuh Songgoriti Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat sore (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Sebuah minibus Isuzu Nopol S7197W yang mengakut 9 penumpang mengalami kecelakaan di pertigaan Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat sore (2/6). Diduga rem blong, minibus nahas itu hilang kendali di turunan tajam lalu menghantam rumah milik Sardi (60) warga RT 03 RW 01.

Informasi yang dihimpun MVoice, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00, saat itu juga gerimis menguyur kawasan lokasi kejadian. Polisi saat ini melakukan evakuasi korbandan kendaraan. Tampak dua unit mobil ambilan RS Bhayangkara Hasta Brata Batu dan satu mobil derek di lokasi.

Sementara mobil minibus nahas itu terbalik melintang persis di tengah pertigaan jalan. Warga sekitar juga ramai menyaksikan. Jalan alternatif penghubung Kota Batu dan Pujon Kabupaten Malang tutup total selama proses evakuasi.

Bapak Dua Anak Ini Cabuli Gadis di Losmen

Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata menunjukkan barang bukti kasus pencabulan di bawah umur, di Mapolres Batu, Jumat (2/6). (Abdul Aziz)
Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata menunjukkan barang bukti kasus pencabulan di bawah umur, di Mapolres Batu, Jumat (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Perilaku KM alias Yoga alias Radit (40), warga asal Kabupaten Blitar ini, sunggung biadab. Bermodal kenalan lewat pesan singkat, bapak dua anak ini tega mencabuli SN (16), yang masih bersatus pelajar di Kota Batu.

Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata, menjelaskan, kronologi kejadian bermula pada Minggu 16 April silam, sekitar pukul 00.30, korban dijemut tersangka di rumahnya.

Kebetulan orang tua korban sedang tidak ada di rumah. Keduanya lantas menuju Losmen Garuda di kawasan Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

”Korban lantas dicabuli tersangka KM ini sebanyak dua kali,” jelas AKBP Leonardus Simarmata memimpin gelar perkara di lobi Mapolres Batu, Jumat (2/6).

Leo, sapaan akrab Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata, menambahkan, tersangka dengan mudahnya mencabuli korban dengan cara bujuk rayu terlebih dahulu. Korban, lanjut Leo yang masih lugu dijanjikan akan dinikahi.

”Ternyata setelah puas mencabuli, tersangka meninggalkan Losmen tanpa sepengetahuan korban,” sambung dia.

Baru sekitar satu bulan kemudian, tepatnya setelah adanya laporan eluarga korban 11 Mei, tersangka KM berhasil ditangkap.

Tersangka yang juga seorang residivis dengan laporan kasus yang sama ini diciduk petugas saat melintas di kawasan Pasar Pujon, Kabupaten Malang. Akibat perbuatan tersebut, masih kata Leo, tersangka bakal dijerat sesuai pasal 81 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

”Selanjutnya, atas kasus ini, akan kami beri masukan juga kepada dinas perizinan Kota Batu untuk lebih tegas terhadap losmen yang tetap memasukan anak di bawah umur (atau tanpa KTP),” pungkas alumnus Akpol 1997 ini.

TPID Batu Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran

Ketua TPID Kota Batu Andhang Budhy Harsa. (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batu mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

TPID yang terdiri dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Bulog, Bank Indonesia (BI), Bank Jatim, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, serta Dinas Pertanian Kota Batu, Jumat pagi (2/6), menggelar rapat koordinasi.

Ketua TPID Kota Batu, Andhang Budhy Harsa, mengatakan, hasil rapat disepakati beberapa hal. Diantaranya TPID akan fokus pada stabilisasi harga-harga kebutuhan pokok. Kemudian juga akan digelar pasar murah.

”Sebelum pasar murah yang dijadwal 12 – 15 Juni, kami (TPID) akan melakukan operasi dan pemantauan pasar dahulu,” kata Andhang ditemui MVoice usai rapat di lantai IV ruang Setda Kota Batu, Balai Kota Among Tani.

Pantauan harga, lanjut Andhang, terdiri dari bahan komoditi beras, minyak, tepung, gula, bawang merah cabai, telur, daging sapi, dan daging ayam. Data yang dikantongi TPID hingga 31 Mei ini tercatat ada kenaikan rata-rata 4 persen.

Dicontohkannya Bawang merah kini harga di pasaran Rp 25.250 per kilogram, bawang putih Rp 44.000 per kilogram. Sedangkan untuk daging masih terpantau stabil yakni, untuk daging ayam Rp 29.750 perkilogram, dan daging sapi Rp 107.250 perkilogram.

”Tren penurunan ada pada komoditi cabai rata-rata 3 persen,” jelasnya.

Pria menjabat Kabag Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Batu ini menambahkan, operasi pasar memilih tempa Balai Kota Among Tani untuk Kecamatan Batu. Sedangkan Bumiaji dan Junrejo di kantor kecamatan masing-masing.

”Operasi pasar akan diadakan di bawah harga pasar berpatokan dengan harga dari Bulog,” pungkasnya.

Pemkot Batu Bakal Bangun Omah Apel Senilai Rp 498 Juta

Dinas Pertanian Kota Batu, Hendri Suseno menunjukan desain proyek Omah Apel. (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Pemkot Batu berencana membangun Omah Apel atau Rumah Apel dengan anggaran Rp 498 Juta. Sesuai namanya, Omah Apel ini akan diisi seluk beluk pertanian Apel khas Kota Batu. Mulai dari pengeolahan, produksi, pengemasan, hingga pemeliharaan lahan pertanian Apel.

Dinas Pertanian Kota Batu, Hendri Suseno mengatakan, apel sudah menjadi komoditi utama bahkan sejak Kota Batu secara administratif belum terbentuk. Karena pertumbuhan apel di Kota Batu ini sangat pesat hingga menjadi ikon daerah, maka, pihaknya berusaha untuk mempertahankan dan mengembangkan hal tersebut.

“Salah satu cara pengembangannya ya lewat Omah Apel yang memiliki misi edukatif,” kata Hendri, ditemui MVoice di ruang kerjanya, Jumat pagi (2/6).

Nantinya, Omah Apel ini akan diisi dengan sarana edukasi. Mulai dari outlet apel, jenis apel, serta berbagai jenis pengelolahan apel.

“Omah apel ini masih dalam tahap lelang. Anggarannya sekitar Rp 498 juta. Begitu selesai lelang langsung pengerjakan fisik,” imbuh Hendri.

Penempatan Omah Apel ini,lanjut dia, akan dibangun di belakang Lapangan Gelora Arjuna, di Desa Bumiaji. Dengan luas sekitar 300 meter persegi. Pihaknya menambahkan, nanti, Omah Apel itu akan dikelola oleh warga desa dan kelompok petani dari berbagai desa.

Karena akan menggandeng kelompok petani apel di Kota Batu, khususnya di Bumiaji. “Ada juga bersinergi kelompok peternak kelinci. Untuk ini kotoran ternak akan dapat dijadikan pupuk organik pada tanaman apel,” urainya.

Terlepas dari proyek pembangunan tersebut. Ada banyak terobosan yang telah disiapkan, seperti revitalisasi lahan apel. Yakni, memperbaiki lahan apel agar tidak ikutan bergeser ke lahan yang lebih tinggi lagi. Serta total ada empat jenis apel yang dikembangkan, diantaranya apel Manalagi, Ana, Kwang Lin, dan Rome Beauty.

“Apel Kwang Lin ini jenis baru yang dikembangkan dipertanian Apel Batu. Rasanya tak jauh berbeda dengan apel pada umumnya, hanya saja lebih berair dan renyah,” pungkasnya

ER Baca Puisi Bersama Ketua DPRD Kota Batu

Walikota Batu Eddy Rumpoko membacakan puisi bersama Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo, di pelataran Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kamis malam (1/6).

MALANGVOICE – Peringatan Hari Lahir Pancasila semakin menggema di Pelataran Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kamis malam (1/6). Acara bertajuk Gerakan Cinta Pancasila itu juga diwarnai perform baca puisi oleh Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko.

Acara yang dimulai usai Salat Tarawih di Masjid Brigjen Soegiyono itu dibuka band asal Kota Batu, Kopi Pait. Band yang mayoritas personel anak-anak muda itu berkolabori menyanyikan lagu nasional bersama ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko.

Balai Kota Among Tani yang berselimut kabut malam itu menjadi hangat. Ini seiring dengan pembacaan puisi penuh penjiwaan oleh ER, disambung Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo serta Ketua PD Muhammadiyah Kota Batu Nur Bani Yusuf.

Bait-bait puisi yang dibaca mengusung tema Sumpah Setia Pancasila dan Gerakan Cinta Pancasila Kota Wisata Batu.

Turut hadir dalam perayaan tersebut, beberapa pimpinan OPD Pemkot Batu, tokoh masyarakat, tokoh agama dan veteran. Momen tersebut juga dimeriahkan berbagai pertunjukan kesenian tradisional dan modern.

Diantaranya, kesenian Barong Sembur Geni, Sanggar Turonggo Madyo, Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu dan tarian kolosal Padepokan Gunung Wukir Kota Batu.

Polres Batu Bagi Takjil Sembari Serukan Perkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata dan istri membagikan takjil di kawasan Jalan Gajah Mada, Kota Batu, Kamis sore (1/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Memperingatan Hari Lahir Pancasila berlanjut sampai jelang buka puasa, Kamis sore tadi (1/6), Polres Batu membagikan takjil di kawasan Jalan Gajah Mada Kota Batu, sembari mengimbau penguatan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pembagian takjil dipimpin langsung Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata beserta ibu-ibu bhayangkari Polres Batu. Satu persatu pengendara motor, baik roda dua dan roda empat menerima takjil tersebut.

Kapolres Batu, AKBP Leonardus Simarmata mengatajan, selain berbagi takjil dan menyampaikan ibadah puasa pihaknya juga mensosialisasikan persatuan kesatuan. Terlebih dengan momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni tersebut.

“Pada kesempatan ini kami juga menyampaikan pesan persatuan sehingga ibadah puasa berjalan damai,” kata Leo, sapaan akrabnya ditemui MVoice di sela-sela kegiatan.

Dengan semangat Pancasila dan slogan ‘Saya Indonesia Saya Pancasila’, Leo berharap kedamaian dan kerukunan terus terjaga di Kota Wisata Batu (KWB). Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian menjaga kamtibmas, khususnya di wilayah hukum Polres Batu.

“Imbauan juga bagi yang tidak menjalankan puasa agar menghormati yang ibadah,” tukas alumnus Akpol 1997 ini.

Selalu Gagal Lelang, ER Batalkan Program Smart City

Walikota Batu Eddy Rumpoko saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di pelataran Balai Kota Among Tani, Kamis pagi (1/6). (Abdul Aziz)
Walikota Batu Eddy Rumpoko saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di pelataran Balai Kota Among Tani, Kamis pagi (1/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Proyek Smart city Kota Batu akhirnya dibatalkan. Pembatalan proyek dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar itu bahkan diinstruksikan langsung oleh Wali Kota Batu Eddy Rumpoko sendiri.

Hal ini terungkap saat ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko, menyampaikan pengarahannya di hadapan seluruh pimpinan OPD (dulu SKPD), di Gedung Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kamis (1/6).

ER dengan gestur kekecewaannya mengungkapkan, bahwa pengembangan Kota Batu mengedepankan program untuk kepentingan masyarakat, tak terkecuali program dalam proyek Smart City tersebut.

”Smart City ini selalu gagal dipelaksanaan lelang. Kalau gagal terus menerus ya dibatalkan saja sekalian,” kata ER.

Saat MVoice mengkonfirmasi apakah akibat penyedia tak memenuhi kriteria proyek sebagai penyebab dari selalu gagal lelang, ER memilih hemat bicara.

”Ada hal lain (penyebab gagal lelang) yang tidak bisa saya bicarakan,” ujar ER ditemui MVoice usai pengarahan.

Politisi PDIP ini menambahkan, jika sudah dibatalkan, anggaran proyek Smart City dilakukan PAK (perubahan anggaran keuangan), sekitar pertengan Juni mendatang.

PAK akan dialokasi untuk tahun berikutnya yang kemudian rencananya anggaran akan dipecah dan digelontorkan perdesa. “Bisa dimanfaatkan untuk program desa,” pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Smart City merupakan program pemerintah yang bertujuan sebagai sarana informasi pengelolaan sumber daya alam dan manusia di Kota Batu dalam mendukung pelayanan publik yang akuntabel dan partisipatif.

Ada 80 titik jaringan dari target awal sebanyak 100 titik. Jaringan Smart City tersebar di setiap OPD, desa/kelurahan, kecamatan, dan Forkompinda. Masing-masing titik terdapat satu unit komputer lengkap dengan perangkatnya.

Sedangkan pusat kendali berada di Balai Kota Among Tani. fokus awal penerapan Smart City di sektor pertanian. Nantinya Dinas Pertanian mempersiapkan tim untuk mendampingi petani.

Dalam Smart City nanti akan dilengkapi aplikasi pertanian, kanal yang berisi informasi, pengetahuan pertanian, produk pertanian dan termasuk profil petani.

ER: Waspadai Gerakan Anti Pancasila

Eddy Rumpoko bersama Wali Kota Batu Terpilih 2017-2022, Dewanti Rumpoko, Wawali Punjul Santoso, Kapolres AKBP Leonardus Simarmata dan Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu, Letkol Arm Muridan, usai upacara Hari Lahir Pancasila di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis pagi (1/6). (Abdul Aziz)
Eddy Rumpoko bersama Wali Kota Batu Terpilih 2017-2022, Dewanti Rumpoko, Wawali Punjul Santoso, Kapolres AKBP Leonardus Simarmata dan Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu, Letkol Arm Muridan, usai upacara Hari Lahir Pancasila di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis pagi (1/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Walikota Batu Eddy Rumpoko mengingatkan seluruh ASN (aparatur sipil negara) Pemkot Batu mewaspadai gerakan anti Pancsila. Oleh karena itu, perlu penguatan nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Hal itu diungkapkan ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di pelataran Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis pagi (1/6). Mengangkat slogan Saya Indonesia Saya Pancasila, ER mengajak tidak hanya ASN di lingkungan Pemkot Batu, namun seluruh elemen masyarakat Kota Batu agar lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan NKRI.

“Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi atau gerakan yang anti Pancasila, dan anti Bhineka Tunggal Ika,” ujar ER dalam pidatonya.

ER juga mengimbau untuk ditindaklanjuti masyarakat Kota Wisata Batu, demikian juga seluruh ASN Kota Batu, agar Pancasila menjadi jati diri. Jati diri Pancasila, lanjut dia, bukan hanya diaplikasikan pada momen upacara saja. Melainkan harus diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.

”Karena sejak dulu, seluruh pembangunan di Kota Batu juga merangkum seluruh kepentingan kehidupan masyarakat, beragama, dan pendidikan berasaskan Pancasila,” urai Politisi PDIP ini.

”Dan tetap melihat budaya masyarakat yang gotong royong,” imbuhnya.

Dalam momen tersebut, turur hadir Walikota Batu Terpilih 2017-2022 Dewanti Rumpoko, Wawali Punjul Santoso, Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata dan Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu Letkol Arm Muridan.

Hadir pula Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, Wakil DPRD Kota Batu Hari Danah Wahyono, dan Kepala BNN Kota Batu AKBP Heru Cahyo Wibowo.

Kota Batu Bersalawat Telan Korban, 12 Jemaah Dilarikan ke Rumah Sakit

Kota Batu bersalawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.(ist)

MALANGVOICE – Sebanyak 12 jemaah dilarikan ke rumah sakit setelah mengikuti Kota Batu bersalawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, di Balai Kota Among Tani, Kamis (27/4) malam.

Panggung depan jemaah perempuan tiba-tiba ambruk, usai pembacaan doa. Pasalnya, jemaah berebut bersalaman dengan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, sehingga panggung roboh. Seketika jemaah perempuan panik kemudian terhimpit dan sebagian jemaah terinjak jemaah lainnya.

Sebagian jemaah pingsan dan mengalami luka, sehingga langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Panggung ambruk diduga akibat tidak mampu menahan beban saat jemaah berebut salaman,” kata Kasubag Humas Polres Batu, AKP Waluyo, melalui keterangan singkat kepolisian.

Semua biaya korban yang dirawat di rumah sakit sepenuhnya ditanggung Pemkot Batu.

Berikut korban yang pingsan dan luka:

a. Rumah Sakit Etty Asharto 3 orang :

1. Misteri binti Saman (51) warga Jalan Bareng Taman Bunga 50 Kecamatan Klojen, Kota Malang.( Engkel Kaki Sebelah Kiri Retak) perlu dilakukan operasi.

2. Saibah Rihadhatul (20) warga Sumberwuni 125 Kalirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. (shock pingsan saat ini sudah sadar)

3. Lintang Senja (17) warga Desa Banturetjo Ngantang Kabupaten Malang. (shock pingsan saat ini sudah sadar )

b. Rumah Sakit Hasta Brata 4 orang :

1.Ibu Atika Rosiqo (19 th) warga
Jombang (Sakit Kaki )

2. Ninik Ernawati (38) warga Kecamatan Ngantang (Sakit Kaki)

3. Ibu Almini (62) warga Desa Kaumrejo Kecamatab Ngantang ( sakit kaki sebelah kanan )

4. Ibu Mujiarti (48) warga Desa Kajar Bumiaji (sakit Kaki Sebelah Kanan)

c. RSUD Karsa Husada 5 orang :

1. Roudlotul (18) warga Pare, Kediri
2. Pipit (22) warga Kasembon
3. Mia (2) warga Pasuruan
4. Vita (16) warga Bumiaji
5. Wijiasri (46) warga Desa Njombok Kecamatan Ngantang

Untuk korban nihil luka-luka hanya mengalami shock akibat kejadian tersebut.