Jalan Akses Petani di Pesanggrahan Tak Layak

Jalan alternatif yang biasa dilewati petani Desa Pesanggrahan tak layak, Minggu (4/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu minta pemerintah memperhatikan Jalan Sakura Kidul Kubur. Jalan itu merupakan jalur tembus atau alternatif warga khususnya petani bekerja ke ladang.

Sayang, jalan juga melewati komplek Kusuma Agrowisata Hotel itu tak layak. Sekitar 1 kilometer, jalan hanya makadam atau tak beraspal maupun paving.

Pantauan MVoice, banyak petani yang melewati jalan yang lebar tidam lebih dua meter itu dengan membawa hasil sawah dan peralatan pertanian. Saat melintasi sebuah jembatan, mereka tampak kesulitan karena terlalu sempit.

Seorang warga yang melintas, Edi Sulistyo (37) mengatakan jalan tersebut sering dilalui warga. Bagi warga, jalan itu sebagai jalan pintas untuk berangkat ke ladang.

“Jalannya memang sempit. Sebenarnya bisa lewat jalan utama. Tetapi lebih jauh,” kata Edi kepada MVoice, Minggu sore (4/6).

Dia lewat jalan itu menuju ke lahan persawahan yang dia sewa di Dusun Dresel Desa Oro-Oro Ombo tak jauh dari komplek perumahan Panderman Hill, setiap hari.
Petani wortel kni memilih jalan itu karena jalan milik umum. Saat malam, menurutnya, portal yang berada di komplek Kusuma Agrowisata Hotel tersebut ditutup, tetapi tidak dikunci.

“Mungkin untuk keamanan di Agrowisata sehingga portalnya ditutup. Jadi warga yang lewat jalan itu harus membuka portal, lalu ditutup lagi,” imbuh warga Dusun Toyomarto, Desa Pesanggrahan ini.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan, belum bisa melebarkan dan memperbaiki jalan tersebut. Pihaknya masih menunggu keputusan beberapa pihak, termasuk warga Desa Pesanggrahan, dan pihak Kusuma Agrowisata.

“Beberapa hari lalu warga minta jalannya diperlebar sedikit. Tapi masih menunggu keputusan beberapa pihak,” kata Alfi.

Terpisah, Kades Pesanggrahan Ima Wahyudi mengatakan, pihaknya telah mengajukan pavingisasi kepada Pemkot Batu.

Sedangkan untuk permintaan warga tentang pelebaran jalan, menurutnya, bukan wewenang desa. Sebab, jika dilakukan pelebaran, masuk wilayah atau lahan milik Kelurahan Ngaglik. “Desa hanya berusaha kepada pemerintah untuk dibantu pembangunannya,” jelas Imam.

Menagih Realisasi Crash Bumper Jalan Klemuk Songgoriti

Petugas Laka Lantas Polres Batu olah TKP kecelakaan minibus maut di Jalan Klemuk, Songgoriti, Kecamatan Batu, Jumat (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Seringnya kecelakaan di Jalan Raya Klemuk, Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, hingga memakan korban jiwa, tampaknya perlu disikapi serius. Pemkot Batu belum lama ini berencana memasang crash bumper.

Namun, rencana membangun crash bumper, agar pengendara aman saat melintas di jalan curam tersebut, masih terkendala proses lelang.

Baca juga: Hendak Cuci Kaki, Warga Songgoriti Tewas Diterjang Minibus

Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Alfi Nurhidayat mengatakan rencana pembuatan crash bumper atau safety box atau bangunan penahan benturan itu sudah direncanakan mulai awal 2017, untuk menekan angka kecelakaan yang sering terjadi di jalan tersebut.

“Masih masuk lelang tahun ini. Ada 9 yang dilelang, dan salah satunya jalan di Klemuk. Begitu selesai, langsung kami kerjakan fisiknya,” kata Alfi kepada dihubungi MVoice, Minggu (4/6).

Alfi menambahkan, proyek tersebut dibangun di lahan dengan ukuran lebar 10 meter dan panjang 50 meter dengan memberi pasir. Sehingga, menurutnya, kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang mengalami rem blong atau hilang kendali, tidak sampai membahayakan kendaraan lain maupun warga sekitar.

”Mekanismenya jika terjadi rem blong, pengendara bisa mengarahkan kendaraanya ke bangunan (safety box) tersebut,” urainya.

Sepanjang Jalan Raya Klemuk, lanjut Alfi, juga rawan akibat kondisi jalan yang rusak. Sehingga pengendara mencoba menghindari jalan rusak atau berlubang tersebut. Pengerjaan untuk proyek safety box menelan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar.

“Nanti kami bekerjasama dengan Perhutani karena sebagian lahan yang menjadi tempat pembangunan milik Perhutani,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Susetya Herawan menambahkan jalan tersebut memang dilarang untuk kendaraaan roda 6.

Pihaknya juga telah memberikan rambu-rambu peringatan agar kendaraan yang dimaksud tidak melintasi jalur alternatif Pujon Kaubpaten Malang dan Kota Batu itu.

“Dari Dishub sudah memberikan rambu-rambu peringatan. Juga untuk kendaraan roda 6 lebih di larang melewati jalan tersebut. Nanti akan di tambah rambu-rambunya,” ujar Herawan singkat.

Supir Minibus Maut di Songgoriti Meninggal Dunia

Petugas Satlantas Polres Batu olah TKP kecelakaan minibus di Jalan Klemuk, Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Korban meninggal pasca kecelakaan minibus maut, Jumat lalu (2/6), di Jalan Raya Klemuk, Songgoriti Kota Batu bertambah.

Baca juga: Hendak Cuci Kaki, Warga Songgoriti Tewas Diterjang Minibus

Supir yang mengemudikan kendaraan minibus Isuzu Elf nopol S 7197 W kemudian hilang kendali, sebelum akhirnya terguling dan menewaskan warga sekitar, dinyatakan meninggal dunia.

Supir minibus tersebut diketahui bernama Purna Susanto, warga Desa Kranggan, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk.

Kanit Laka Lantas Polres Batu Ipda Anton Hendri mengatakan, korban dinyatakan meninggal dunia di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu pada pukul 20.00, Jumat (2/6) malam.

“Korban melewati masa-masa kritis saat menjalani perawatan. korban meninggal akibat luka parah bagian kepala dan dada,” ungkapnya.

Selain itu, korban juga dikatakan mengalami sejumlah luka berat berupa patah pada kaki dan di bagian lengan sebelah kanan.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban sudah dipulangkan di kampung halamannya di Desa Kranggan, Kec. Tanjung Anom Kab. Nganjuk. Begitu juga dengan korban luka ringan, untuk 3 korban lain dengan luka berat masih dalam perawatan medis.

Seperti diketahui, kondisi minibus melaju dengan kecepatan tinggi akibat rem blong di jalan turunan tajam Jalan Raya Klemuk Songgoriti dan menewaskan M Sardi (54) warga setempat.

Balai Kota Among Tani Batu Gelar Nobar Final Liga Champions

MALANGVOICE – Ayo ramai-ramai ke Balai Kota Among Tani Kota Batu. Minggu dini hari (4/6) ada nonton bareng (nobar) final Liga Champion yang mempertemukan Juventus vs Real Madrid. Dalam agenda terbuka untuk umum itu bakal ada sahur bareng (sabar) yang telah disiapkan panitia.

Ajakan meramaikan acara nobar bagi penggila sepak bola juga datang Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, langsung melalui akun Instagramnya @eddy_rumpoko, dia mengajak fans kedua kesebelasan datang di acara nobar dan sahur bersama tersebut.

”Pendukungnya Juventus-Real Madrid mana suaranya? Tempatnya (nobar) di lobby balai kota ya,” tulis ER, sapaan Eddy Rumpoko, di akun Instagramnya.

Sementara itu, Kabag Humas Kota Batu, Shanti Restuningsasi mengatakan, agenda nobar juga dimeriahkan penampilan musik home band Among Tani. Bahkan, bagi peserta nobar juga telah disiapkan sejumlah doorprize atau hadiah kejutan yang pastinya sangat menarik.

”Jadi jangan sampai kelewatan. Mari datang dan ramaikan nobar di lobby Balai Kota Among Tani malam ini,” kata Shanti.

Waduh, Tiga Anak Punk Keroyok Pemuda Junrejo Hingga Meninggal

Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata menunjukkan barang bukti knuckle berbahan besi steinlis, di Mapolres Batu, Jumat (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE- Nahas menimpa Febrian Dwiantara (20), warga Jalan Hasanudin, Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo. Dia jadi korban pengeroyokan hingga merenggang nyawa. Pengamen ini dikeroyok tiga anak punk, diduga akibat masalah asmara.

Kapolres Batu, AKBP Leonardus Simarmata, mengatakan, kronologis peristiwa terjadi pada 9 April silam. Korban yang merupakan seorang pengamen itu memiliki kekasih. Namun, sosok perempuan yang tidak disebutkan identitasnya oleh kepolisian itu juga pernah menjalin asmara dengan tersangka berinisial RS (19), warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.

Para tersangka saat rilis perkara di Mapolres Batu. (Abdul Aziz)

”Tersangka RS ini tidak terima kalau pacarnya memiliki hubungan dengan korban,” kata Leo, sapaan akrab AKBP Leonardus Simarmata, saat gelar perkara di Mapolres Batu, Jumat (2/6).

Tersangka RS lantas mengajak dua temannya yang juga satu kelompok punk, diantaranya inisial YDS (27), warga Kesamben Kabupaten Blitar, dan AR (29), warga Talun Kabupaten Blitar.

Pengeroyokan tersebut dilakukan sekitar pukul 16.30 di Jalan Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu (persis depan MA Ma’arif).

Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor sendirian. Lalu datanglah tersangka RS bersama dua temannya, yakni YDS (27) warga Blitar dan AR (29) warga Blitar juga.

“Korban ini dipukuli hampir seluruh tubuhnya. Di bagian perut satu kali, kepala tiga kali, dan leher tiga kali,” imbuhnya.

Alumnus Akpol 1997 ini menambahkan, tersangka melakukan pemukulan menggunakan alat pukul berbahan besi steinlis atau Knuckle.

Korban tidak langsung memeriksakan diri. Baru pada 9 Mei, korban mengeluhkan sakit dan dilarikan ke RS Bhayangkara Hasta Brata.

Korban meninggal dunia 4 hari kemudian (14/4) setelah dirujuk ke RS Karsa Husada Kota Batu.

”Keterangan dokter yang menangani, penyebab meninggalnya korban akibat mengelami penggumpalan darah pada otak,” beber mantan Wakapolres Sidoarjo ini.

”Akibat perbuatan ketiga tersangka, maka kami kenai pasal 170 ayat 2 dan 3 dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Ini Keseluruhan Korban Minibus Maut di Songgoriti…

MALANGVOICE – Polisi akhirnya merilis keseluruhan korban akibat kecelakaan minibus di Jalan Klemuk, Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat sore (2/6). Total ada 20 korban akibat minibus maut nopol S 7192 W yang diduga kuat mengelami rem blong tersebut.

Kanit Laka Lantas Polres Batu, Ipda Anton Hendri mengatakan, seluruh korban akibat kecelakaan minibus saat ini masih dalam penanganan medis di dua rumah sakit sekaligus.

Yakni RSU Karsa Husada Kota Batu dan RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu. Tercatat ada 3 korban warga setempat, 1 korban pengendara motor dan 16 penumpang dan sopir minibus. Akibat kecelakaan maut tersebut, kerugian materiil ditaksir: Rp. 30.000.000,-(30 Juta rupiah).
”Saat ini masih penanganan medis dan identifikasi setiap korban,” ujar Anton singkat dihubungi MVoice melalui pesan singkat.

Berikut nama-nama korban dan kondisi terkini:

Dirawat di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu;
1. Muhammad Sardi, warga RT03 RW01 Songgoriti (meninggal dunia di TKP) pemilik rumah
2. Sri Wahyuningsih, istri Muhammad Sardi, (Luka berat) luka patah pada Tulang Panggul
3. Wahyu Wijaya (luka ringan) Luka lecet pada Kaki dan tangan

Korban sopir dan penumpang Minibus (dirawat di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu):
4. Purna Susanto warga Desa Kranggan Kampung Baru Kec. Tanjunganom, Kab. Nganjuk (Luka berat) Sopir, patah pada Kaki kanan dan Tangan Kanan
Penumpang minibus:
5. M Nurcahyo (Luka ringan) Luka Lecet tangan dan Wajah
6. Rio Lina (luka ringan) Memar pada Kaki
7. Serly R (luka ringan) Memar pada Kaki
8. Agus Supriono (luka ringan) luka pada pelipis
9. Dwi Nuris (luka ringan) Luka Lecet pada Dahi
10. Angga Prayoga (luka ringan) Luka lecet pda kepala
11. Yulia (luka berat) Luka dalam pada ParuParu
12. Sutrisno (Luka berat) Cedera Dalam pada Kepala

Penumpang minibus (dirawat RSU Karsa Husada Kota Batu):
13. Rohmad Yusak (Luka ringan) Luka Lecet di Pelipis
14. Nadia (Luka berat) luka pada Kepala
15. M Dahlan (Luka ringan) Luka Lecet di Kepala
16. Rizky Dwi Nivianti (luka ringan) Memar di Tangan
17. Rinda Astarina (Luka ringan) Luka Robek Wajah
18. Deni Astiti (Luka ringan) Luka di kaki Kanan
19. Andriandi Falupi (Luka ringan) Luka memar wajah

Pengendara Motor
20. Kristina Yuni, warga asal Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang (Luka ringan) Luka lecet pada Kaki

Hendak Cuci Kaki, Warga Songgoriti Tewas Diterjang Minibus

Kondisi rumah Sardi, korban tewas akibat diterjang minibus di Jalan Klemuk, Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat sore (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Minibus yang mengalami kecelakan diduga akibat rem blong, Jumat sore (2/6), merenggut nyawa satu korban. Adalah Sardi, (60), warga Songgoriti RT03, RW01 Kelurahan Songgokerto.

Sardi bukanlah penumpang minibus bernopol S 7197 W. Melainkan warga di TKP (tempat kejadian perkara). Informasi yang dihimpun MVoice, Sardi baru saja pulang bekerja sebagai sopir truk pengangut pasir. Sebelum kejadian mobil truk merek Mitsubishi nopol N 9587 UA diparkiranya di seberang jalan rumahnya.

Jenazah Sardi dievakuasi dari puing-puing rumahnya yang hancur. (Abdul Aziz)

Sardi lantas membersihkan diri dari kotoran pasir, persis di belakang rumahnya. Sekitar pukul 16.00, minibus nahas tersebut menerjang. Bagian belakang rumah yang merupakan dapur itu hancur seketika. Sedangkan Sardi langsung tewas di lokasi kejadian. ”Pak Sardi meninggalkan empat orang anak,” ujar salah seorang tetangga korban yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, saksi mata, Tutus Sugiarto, seorang jurnalis televisi swasta asal Kota Malang mengaku kejadian berlangsung cepat. Saat itu, dirinya hendak menuju kawasan Pujon Kabupaten Malang dari arah Kota Batu (timur ke barat). Kondisi Jalan Klemuk yang terkenal dengan tanjakannya yang curam itu arus lalu lintasnya tidak terlalu ramai. Mendadak dari arah berlawanan (barat ke timur) minibus melaju tak terkendali dengan kecepatan sekitar 60 kilometer perjam. ”Dari kejauhan sudah berjalan zig-zag tidak stabil. Saya hamper juga ditabrak,” kata Tutus ditemui MVoice di lokasi kejadian.

Karena curiga, saksi mata memilih putar balik. Sekitar 50 meter mendekati simpang tiga Jalan Klemuk, dilihatnya asap dan debu mengepul. Minibus yang hampir menabraknya tadi ternyata menghantam sebuah rumah lalu terbalik. ”Ada teriakan meminta tolong. Saya juga lihat sopir minibus terluka cukup serius. Kakinya terjepit bagian depan mobil yang ringsek,” tukasnya.

Diduga Rem Blong, Mini Bus Hantam Rumah

Suasana TKP kecelakaan minibus maut, di Jalan Klemuk Dukuh Songgoriti Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat sore (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Sebuah minibus Isuzu Nopol S7197W yang mengakut 9 penumpang mengalami kecelakaan di pertigaan Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat sore (2/6). Diduga rem blong, minibus nahas itu hilang kendali di turunan tajam lalu menghantam rumah milik Sardi (60) warga RT 03 RW 01.

Informasi yang dihimpun MVoice, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00, saat itu juga gerimis menguyur kawasan lokasi kejadian. Polisi saat ini melakukan evakuasi korbandan kendaraan. Tampak dua unit mobil ambilan RS Bhayangkara Hasta Brata Batu dan satu mobil derek di lokasi.

Sementara mobil minibus nahas itu terbalik melintang persis di tengah pertigaan jalan. Warga sekitar juga ramai menyaksikan. Jalan alternatif penghubung Kota Batu dan Pujon Kabupaten Malang tutup total selama proses evakuasi.

Bapak Dua Anak Ini Cabuli Gadis di Losmen

Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata menunjukkan barang bukti kasus pencabulan di bawah umur, di Mapolres Batu, Jumat (2/6). (Abdul Aziz)
Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata menunjukkan barang bukti kasus pencabulan di bawah umur, di Mapolres Batu, Jumat (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Perilaku KM alias Yoga alias Radit (40), warga asal Kabupaten Blitar ini, sunggung biadab. Bermodal kenalan lewat pesan singkat, bapak dua anak ini tega mencabuli SN (16), yang masih bersatus pelajar di Kota Batu.

Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata, menjelaskan, kronologi kejadian bermula pada Minggu 16 April silam, sekitar pukul 00.30, korban dijemut tersangka di rumahnya.

Kebetulan orang tua korban sedang tidak ada di rumah. Keduanya lantas menuju Losmen Garuda di kawasan Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

”Korban lantas dicabuli tersangka KM ini sebanyak dua kali,” jelas AKBP Leonardus Simarmata memimpin gelar perkara di lobi Mapolres Batu, Jumat (2/6).

Leo, sapaan akrab Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata, menambahkan, tersangka dengan mudahnya mencabuli korban dengan cara bujuk rayu terlebih dahulu. Korban, lanjut Leo yang masih lugu dijanjikan akan dinikahi.

”Ternyata setelah puas mencabuli, tersangka meninggalkan Losmen tanpa sepengetahuan korban,” sambung dia.

Baru sekitar satu bulan kemudian, tepatnya setelah adanya laporan eluarga korban 11 Mei, tersangka KM berhasil ditangkap.

Tersangka yang juga seorang residivis dengan laporan kasus yang sama ini diciduk petugas saat melintas di kawasan Pasar Pujon, Kabupaten Malang. Akibat perbuatan tersebut, masih kata Leo, tersangka bakal dijerat sesuai pasal 81 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

”Selanjutnya, atas kasus ini, akan kami beri masukan juga kepada dinas perizinan Kota Batu untuk lebih tegas terhadap losmen yang tetap memasukan anak di bawah umur (atau tanpa KTP),” pungkas alumnus Akpol 1997 ini.

TPID Batu Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran

Ketua TPID Kota Batu Andhang Budhy Harsa. (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batu mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

TPID yang terdiri dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Bulog, Bank Indonesia (BI), Bank Jatim, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, serta Dinas Pertanian Kota Batu, Jumat pagi (2/6), menggelar rapat koordinasi.

Ketua TPID Kota Batu, Andhang Budhy Harsa, mengatakan, hasil rapat disepakati beberapa hal. Diantaranya TPID akan fokus pada stabilisasi harga-harga kebutuhan pokok. Kemudian juga akan digelar pasar murah.

”Sebelum pasar murah yang dijadwal 12 – 15 Juni, kami (TPID) akan melakukan operasi dan pemantauan pasar dahulu,” kata Andhang ditemui MVoice usai rapat di lantai IV ruang Setda Kota Batu, Balai Kota Among Tani.

Pantauan harga, lanjut Andhang, terdiri dari bahan komoditi beras, minyak, tepung, gula, bawang merah cabai, telur, daging sapi, dan daging ayam. Data yang dikantongi TPID hingga 31 Mei ini tercatat ada kenaikan rata-rata 4 persen.

Dicontohkannya Bawang merah kini harga di pasaran Rp 25.250 per kilogram, bawang putih Rp 44.000 per kilogram. Sedangkan untuk daging masih terpantau stabil yakni, untuk daging ayam Rp 29.750 perkilogram, dan daging sapi Rp 107.250 perkilogram.

”Tren penurunan ada pada komoditi cabai rata-rata 3 persen,” jelasnya.

Pria menjabat Kabag Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Batu ini menambahkan, operasi pasar memilih tempa Balai Kota Among Tani untuk Kecamatan Batu. Sedangkan Bumiaji dan Junrejo di kantor kecamatan masing-masing.

”Operasi pasar akan diadakan di bawah harga pasar berpatokan dengan harga dari Bulog,” pungkasnya.