Pemkot dan DPRD Sepakat Soal Pemekaran Kota Batu?

MALANGVOICE- Wacana pemekaran wilayah Kota Batu kembali menguat. Pemkot Batu dan DPRD Kota Batu bahkan telah melakukan pertemuan membahas kemungkinan kota berjuluk Swiss Kecil ini untuk memperluas wilayah administratifnya.
Informasi yang dihimpun MVoice, eksekuti dan legislatif telah melakukan pertemuan, Jumat pekan lalu (2/6). Dalam pertemuan di gedung DPRD Kota Batu itu, disepakati melakukan kajian terlebih dahulu oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu. Kajian perlu dilakukan untuk memastikan perlu tidaknya dilakukan pemekaran wilayah.
Wilayah yang dibidik, menurut sumber MVoice, di antaranya Karangploso, Dau, Pujon, Ngantang dan Kasembon. Seluruhnya adalah daerah administratif Kabupaten Malang.

Polisi dan Dishub Cari Penyebab Laka Minibus Maut di Klemuk

Petugas dari Dishub Kota Batu melakukan pengumpulan data kondisi Jalan Klemuk Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Senin (5/6). (Abdul Aziz)
MALANGVOICE- Penyebab kecelakaan mini bus rombongan koperasi asal Kabupaten Kediri di Jalan Klemuk Songgoriti, Jumat lalu (2/6), masih belum menemui titik terang. Ditambah lagi, supir mini bus nopol S 7197 W, Purna Susanto, ikut tewas dalam kejadian nahas tersebut.
Kanit Laka Lantas Polres Batu, Ipda Anton Hendri mengatakan, belum ditemukan indikasi kendaraan rusak sebelum kecelakaan terjadi. Sehingga bisa disimpulkan sementara tidak ada masalah teknis yang dialami mini bus tersebut. “Kemungkinan karena beban penumpang dari kapasitas maksimum 16. Penumpangnya terlalu banyak ada 17 termasuk supir,” kata Anton ditemui MVoice di ruang kerjanya beberapa saat lalu.
Akibat kelebihan beban, lanjut Anton, kendaraan melaju tak stabil. Apalagi kondisi jalan turunan yang cukup curam. “Hal ini bisa dilihat dari temuan pada kampas rem  seperti gosong terbakar,” bebernya.
Namun, masih kata Anton, indikasi temuan tersebut masih perlu dikuatkan bukti lain. Oleh karena itu pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu mencari bukti tambahan. “Hari ini tim dari Dishub dan Polres melakukan pendalaman data di TKP (tempat kejadian perkara),” tukas mantan Kanit Turjawali Satlantas Polres Batu ini.
Sementara itu, Penguji Pelaksana Lanjutan UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Batu, Ahmad Badik mengatakan, dari pemeriksaan kendaraan mini bus, memang tidak ditemukannya kerusakan teknis ataupun pada mesin sebelum kecelakaan. Pemeriksaan di TKP Jalan Klemuk untuk mencari kemungkinan adakah faktor jalan yang menjadi penyebab. “Mesin tidak ada masalah, bisa jadi pengemudi tidak menguasasi medan,” ujar Badik.
Namun, diakui Badik, kategori mini bus atau bus kecil memang dilarang melintasi jalan alternatif penghubung Pujon Kabupaten Malang dan Kota Batu. Dalam aturan, menurutnya, selain truk, kendaraan dengan muatan lebih dari 8 orang penumpang dilarang. “Kami akan terus mencari penyebab pastinya. Bisa juga nanti kami mendatangkan tim ahli,” pungkasnya.

Waduh, Ibu Dua Anak Nyambi Ngecer Togel

Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata menunjukkan barang bukti tersangka perjudian togel. (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Bulan Ramadhan bukan dimanfaatkan banyak beribadah malah tetap berbuat maksiat. Seperti yang dilakukan inisial SL (53), warga asal Dusun Ngramban, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang.

Ibu dua anak ini malah asik jadi pengecer togel. SL pun kini terpaksa mendekam di balik jeruji sel tahanan Mapolres Batu.

Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, SL diciduk sekitar pukul 15.00, 22 Mei silam, di rumahnya. Ibu rumah tangga ini tak sendirian. Dia ditangkap bersama tersangka lain inisial SM (56) berperan sebagai pengepul togel. “Keduanya ditangkap saat bertransaksi,” ujar Leo, sapaan akrab Leonardus Simarmata, memimpin gelar perkasa, beberapan waktu lalu.

Petugas turut mengamankan barang bukti (BB) berupa 2 buah buku rekapan, uang tunai RP 60 ribu, dan 2 handphone. “Untuk tersangka SL mengaku baru dua bulan jalani bisnis haram ini. Sedangkan SM masih penyelidikan mendalam,” sambung Leo. “Dalam sehari para tersangka mampu menjual togel sampai Rp 200 ribu, Hasilnya lantas dibagi sebagai komisi kisaran Rp 20 ribu – Rp 40 ribu,” pungkasnya.

Sementara itu, tersangka SL mengaku dirinya nekat bisnis togel akibat desakan ekonomi. Sebab dia tidak bisa hanya mengabdalkan suaminya yang buruh tani. “Ini (togel) untuk tambahan kebutuhan hidup saja mas,” ujar SL kepada MVoice.

Jalan Akses Petani di Pesanggrahan Tak Layak

Jalan alternatif yang biasa dilewati petani Desa Pesanggrahan tak layak, Minggu (4/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu minta pemerintah memperhatikan Jalan Sakura Kidul Kubur. Jalan itu merupakan jalur tembus atau alternatif warga khususnya petani bekerja ke ladang.

Sayang, jalan juga melewati komplek Kusuma Agrowisata Hotel itu tak layak. Sekitar 1 kilometer, jalan hanya makadam atau tak beraspal maupun paving.

Pantauan MVoice, banyak petani yang melewati jalan yang lebar tidam lebih dua meter itu dengan membawa hasil sawah dan peralatan pertanian. Saat melintasi sebuah jembatan, mereka tampak kesulitan karena terlalu sempit.

Seorang warga yang melintas, Edi Sulistyo (37) mengatakan jalan tersebut sering dilalui warga. Bagi warga, jalan itu sebagai jalan pintas untuk berangkat ke ladang.

“Jalannya memang sempit. Sebenarnya bisa lewat jalan utama. Tetapi lebih jauh,” kata Edi kepada MVoice, Minggu sore (4/6).

Dia lewat jalan itu menuju ke lahan persawahan yang dia sewa di Dusun Dresel Desa Oro-Oro Ombo tak jauh dari komplek perumahan Panderman Hill, setiap hari.
Petani wortel kni memilih jalan itu karena jalan milik umum. Saat malam, menurutnya, portal yang berada di komplek Kusuma Agrowisata Hotel tersebut ditutup, tetapi tidak dikunci.

“Mungkin untuk keamanan di Agrowisata sehingga portalnya ditutup. Jadi warga yang lewat jalan itu harus membuka portal, lalu ditutup lagi,” imbuh warga Dusun Toyomarto, Desa Pesanggrahan ini.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan, belum bisa melebarkan dan memperbaiki jalan tersebut. Pihaknya masih menunggu keputusan beberapa pihak, termasuk warga Desa Pesanggrahan, dan pihak Kusuma Agrowisata.

“Beberapa hari lalu warga minta jalannya diperlebar sedikit. Tapi masih menunggu keputusan beberapa pihak,” kata Alfi.

Terpisah, Kades Pesanggrahan Ima Wahyudi mengatakan, pihaknya telah mengajukan pavingisasi kepada Pemkot Batu.

Sedangkan untuk permintaan warga tentang pelebaran jalan, menurutnya, bukan wewenang desa. Sebab, jika dilakukan pelebaran, masuk wilayah atau lahan milik Kelurahan Ngaglik. “Desa hanya berusaha kepada pemerintah untuk dibantu pembangunannya,” jelas Imam.

Menagih Realisasi Crash Bumper Jalan Klemuk Songgoriti

Petugas Laka Lantas Polres Batu olah TKP kecelakaan minibus maut di Jalan Klemuk, Songgoriti, Kecamatan Batu, Jumat (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Seringnya kecelakaan di Jalan Raya Klemuk, Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, hingga memakan korban jiwa, tampaknya perlu disikapi serius. Pemkot Batu belum lama ini berencana memasang crash bumper.

Namun, rencana membangun crash bumper, agar pengendara aman saat melintas di jalan curam tersebut, masih terkendala proses lelang.

Baca juga: Hendak Cuci Kaki, Warga Songgoriti Tewas Diterjang Minibus

Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Alfi Nurhidayat mengatakan rencana pembuatan crash bumper atau safety box atau bangunan penahan benturan itu sudah direncanakan mulai awal 2017, untuk menekan angka kecelakaan yang sering terjadi di jalan tersebut.

“Masih masuk lelang tahun ini. Ada 9 yang dilelang, dan salah satunya jalan di Klemuk. Begitu selesai, langsung kami kerjakan fisiknya,” kata Alfi kepada dihubungi MVoice, Minggu (4/6).

Alfi menambahkan, proyek tersebut dibangun di lahan dengan ukuran lebar 10 meter dan panjang 50 meter dengan memberi pasir. Sehingga, menurutnya, kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang mengalami rem blong atau hilang kendali, tidak sampai membahayakan kendaraan lain maupun warga sekitar.

”Mekanismenya jika terjadi rem blong, pengendara bisa mengarahkan kendaraanya ke bangunan (safety box) tersebut,” urainya.

Sepanjang Jalan Raya Klemuk, lanjut Alfi, juga rawan akibat kondisi jalan yang rusak. Sehingga pengendara mencoba menghindari jalan rusak atau berlubang tersebut. Pengerjaan untuk proyek safety box menelan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar.

“Nanti kami bekerjasama dengan Perhutani karena sebagian lahan yang menjadi tempat pembangunan milik Perhutani,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Susetya Herawan menambahkan jalan tersebut memang dilarang untuk kendaraaan roda 6.

Pihaknya juga telah memberikan rambu-rambu peringatan agar kendaraan yang dimaksud tidak melintasi jalur alternatif Pujon Kaubpaten Malang dan Kota Batu itu.

“Dari Dishub sudah memberikan rambu-rambu peringatan. Juga untuk kendaraan roda 6 lebih di larang melewati jalan tersebut. Nanti akan di tambah rambu-rambunya,” ujar Herawan singkat.

Supir Minibus Maut di Songgoriti Meninggal Dunia

Petugas Satlantas Polres Batu olah TKP kecelakaan minibus di Jalan Klemuk, Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Korban meninggal pasca kecelakaan minibus maut, Jumat lalu (2/6), di Jalan Raya Klemuk, Songgoriti Kota Batu bertambah.

Baca juga: Hendak Cuci Kaki, Warga Songgoriti Tewas Diterjang Minibus

Supir yang mengemudikan kendaraan minibus Isuzu Elf nopol S 7197 W kemudian hilang kendali, sebelum akhirnya terguling dan menewaskan warga sekitar, dinyatakan meninggal dunia.

Supir minibus tersebut diketahui bernama Purna Susanto, warga Desa Kranggan, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk.

Kanit Laka Lantas Polres Batu Ipda Anton Hendri mengatakan, korban dinyatakan meninggal dunia di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu pada pukul 20.00, Jumat (2/6) malam.

“Korban melewati masa-masa kritis saat menjalani perawatan. korban meninggal akibat luka parah bagian kepala dan dada,” ungkapnya.

Selain itu, korban juga dikatakan mengalami sejumlah luka berat berupa patah pada kaki dan di bagian lengan sebelah kanan.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban sudah dipulangkan di kampung halamannya di Desa Kranggan, Kec. Tanjung Anom Kab. Nganjuk. Begitu juga dengan korban luka ringan, untuk 3 korban lain dengan luka berat masih dalam perawatan medis.

Seperti diketahui, kondisi minibus melaju dengan kecepatan tinggi akibat rem blong di jalan turunan tajam Jalan Raya Klemuk Songgoriti dan menewaskan M Sardi (54) warga setempat.

Balai Kota Among Tani Batu Gelar Nobar Final Liga Champions

MALANGVOICE – Ayo ramai-ramai ke Balai Kota Among Tani Kota Batu. Minggu dini hari (4/6) ada nonton bareng (nobar) final Liga Champion yang mempertemukan Juventus vs Real Madrid. Dalam agenda terbuka untuk umum itu bakal ada sahur bareng (sabar) yang telah disiapkan panitia.

Ajakan meramaikan acara nobar bagi penggila sepak bola juga datang Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, langsung melalui akun Instagramnya @eddy_rumpoko, dia mengajak fans kedua kesebelasan datang di acara nobar dan sahur bersama tersebut.

”Pendukungnya Juventus-Real Madrid mana suaranya? Tempatnya (nobar) di lobby balai kota ya,” tulis ER, sapaan Eddy Rumpoko, di akun Instagramnya.

Sementara itu, Kabag Humas Kota Batu, Shanti Restuningsasi mengatakan, agenda nobar juga dimeriahkan penampilan musik home band Among Tani. Bahkan, bagi peserta nobar juga telah disiapkan sejumlah doorprize atau hadiah kejutan yang pastinya sangat menarik.

”Jadi jangan sampai kelewatan. Mari datang dan ramaikan nobar di lobby Balai Kota Among Tani malam ini,” kata Shanti.

Waduh, Tiga Anak Punk Keroyok Pemuda Junrejo Hingga Meninggal

Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata menunjukkan barang bukti knuckle berbahan besi steinlis, di Mapolres Batu, Jumat (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE- Nahas menimpa Febrian Dwiantara (20), warga Jalan Hasanudin, Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo. Dia jadi korban pengeroyokan hingga merenggang nyawa. Pengamen ini dikeroyok tiga anak punk, diduga akibat masalah asmara.

Kapolres Batu, AKBP Leonardus Simarmata, mengatakan, kronologis peristiwa terjadi pada 9 April silam. Korban yang merupakan seorang pengamen itu memiliki kekasih. Namun, sosok perempuan yang tidak disebutkan identitasnya oleh kepolisian itu juga pernah menjalin asmara dengan tersangka berinisial RS (19), warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.

Para tersangka saat rilis perkara di Mapolres Batu. (Abdul Aziz)

”Tersangka RS ini tidak terima kalau pacarnya memiliki hubungan dengan korban,” kata Leo, sapaan akrab AKBP Leonardus Simarmata, saat gelar perkara di Mapolres Batu, Jumat (2/6).

Tersangka RS lantas mengajak dua temannya yang juga satu kelompok punk, diantaranya inisial YDS (27), warga Kesamben Kabupaten Blitar, dan AR (29), warga Talun Kabupaten Blitar.

Pengeroyokan tersebut dilakukan sekitar pukul 16.30 di Jalan Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu (persis depan MA Ma’arif).

Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor sendirian. Lalu datanglah tersangka RS bersama dua temannya, yakni YDS (27) warga Blitar dan AR (29) warga Blitar juga.

“Korban ini dipukuli hampir seluruh tubuhnya. Di bagian perut satu kali, kepala tiga kali, dan leher tiga kali,” imbuhnya.

Alumnus Akpol 1997 ini menambahkan, tersangka melakukan pemukulan menggunakan alat pukul berbahan besi steinlis atau Knuckle.

Korban tidak langsung memeriksakan diri. Baru pada 9 Mei, korban mengeluhkan sakit dan dilarikan ke RS Bhayangkara Hasta Brata.

Korban meninggal dunia 4 hari kemudian (14/4) setelah dirujuk ke RS Karsa Husada Kota Batu.

”Keterangan dokter yang menangani, penyebab meninggalnya korban akibat mengelami penggumpalan darah pada otak,” beber mantan Wakapolres Sidoarjo ini.

”Akibat perbuatan ketiga tersangka, maka kami kenai pasal 170 ayat 2 dan 3 dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Ini Keseluruhan Korban Minibus Maut di Songgoriti…

MALANGVOICE – Polisi akhirnya merilis keseluruhan korban akibat kecelakaan minibus di Jalan Klemuk, Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat sore (2/6). Total ada 20 korban akibat minibus maut nopol S 7192 W yang diduga kuat mengelami rem blong tersebut.

Kanit Laka Lantas Polres Batu, Ipda Anton Hendri mengatakan, seluruh korban akibat kecelakaan minibus saat ini masih dalam penanganan medis di dua rumah sakit sekaligus.

Yakni RSU Karsa Husada Kota Batu dan RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu. Tercatat ada 3 korban warga setempat, 1 korban pengendara motor dan 16 penumpang dan sopir minibus. Akibat kecelakaan maut tersebut, kerugian materiil ditaksir: Rp. 30.000.000,-(30 Juta rupiah).
”Saat ini masih penanganan medis dan identifikasi setiap korban,” ujar Anton singkat dihubungi MVoice melalui pesan singkat.

Berikut nama-nama korban dan kondisi terkini:

Dirawat di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu;
1. Muhammad Sardi, warga RT03 RW01 Songgoriti (meninggal dunia di TKP) pemilik rumah
2. Sri Wahyuningsih, istri Muhammad Sardi, (Luka berat) luka patah pada Tulang Panggul
3. Wahyu Wijaya (luka ringan) Luka lecet pada Kaki dan tangan

Korban sopir dan penumpang Minibus (dirawat di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu):
4. Purna Susanto warga Desa Kranggan Kampung Baru Kec. Tanjunganom, Kab. Nganjuk (Luka berat) Sopir, patah pada Kaki kanan dan Tangan Kanan
Penumpang minibus:
5. M Nurcahyo (Luka ringan) Luka Lecet tangan dan Wajah
6. Rio Lina (luka ringan) Memar pada Kaki
7. Serly R (luka ringan) Memar pada Kaki
8. Agus Supriono (luka ringan) luka pada pelipis
9. Dwi Nuris (luka ringan) Luka Lecet pada Dahi
10. Angga Prayoga (luka ringan) Luka lecet pda kepala
11. Yulia (luka berat) Luka dalam pada ParuParu
12. Sutrisno (Luka berat) Cedera Dalam pada Kepala

Penumpang minibus (dirawat RSU Karsa Husada Kota Batu):
13. Rohmad Yusak (Luka ringan) Luka Lecet di Pelipis
14. Nadia (Luka berat) luka pada Kepala
15. M Dahlan (Luka ringan) Luka Lecet di Kepala
16. Rizky Dwi Nivianti (luka ringan) Memar di Tangan
17. Rinda Astarina (Luka ringan) Luka Robek Wajah
18. Deni Astiti (Luka ringan) Luka di kaki Kanan
19. Andriandi Falupi (Luka ringan) Luka memar wajah

Pengendara Motor
20. Kristina Yuni, warga asal Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang (Luka ringan) Luka lecet pada Kaki

Hendak Cuci Kaki, Warga Songgoriti Tewas Diterjang Minibus

Kondisi rumah Sardi, korban tewas akibat diterjang minibus di Jalan Klemuk, Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat sore (2/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Minibus yang mengalami kecelakan diduga akibat rem blong, Jumat sore (2/6), merenggut nyawa satu korban. Adalah Sardi, (60), warga Songgoriti RT03, RW01 Kelurahan Songgokerto.

Sardi bukanlah penumpang minibus bernopol S 7197 W. Melainkan warga di TKP (tempat kejadian perkara). Informasi yang dihimpun MVoice, Sardi baru saja pulang bekerja sebagai sopir truk pengangut pasir. Sebelum kejadian mobil truk merek Mitsubishi nopol N 9587 UA diparkiranya di seberang jalan rumahnya.

Jenazah Sardi dievakuasi dari puing-puing rumahnya yang hancur. (Abdul Aziz)

Sardi lantas membersihkan diri dari kotoran pasir, persis di belakang rumahnya. Sekitar pukul 16.00, minibus nahas tersebut menerjang. Bagian belakang rumah yang merupakan dapur itu hancur seketika. Sedangkan Sardi langsung tewas di lokasi kejadian. ”Pak Sardi meninggalkan empat orang anak,” ujar salah seorang tetangga korban yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, saksi mata, Tutus Sugiarto, seorang jurnalis televisi swasta asal Kota Malang mengaku kejadian berlangsung cepat. Saat itu, dirinya hendak menuju kawasan Pujon Kabupaten Malang dari arah Kota Batu (timur ke barat). Kondisi Jalan Klemuk yang terkenal dengan tanjakannya yang curam itu arus lalu lintasnya tidak terlalu ramai. Mendadak dari arah berlawanan (barat ke timur) minibus melaju tak terkendali dengan kecepatan sekitar 60 kilometer perjam. ”Dari kejauhan sudah berjalan zig-zag tidak stabil. Saya hamper juga ditabrak,” kata Tutus ditemui MVoice di lokasi kejadian.

Karena curiga, saksi mata memilih putar balik. Sekitar 50 meter mendekati simpang tiga Jalan Klemuk, dilihatnya asap dan debu mengepul. Minibus yang hampir menabraknya tadi ternyata menghantam sebuah rumah lalu terbalik. ”Ada teriakan meminta tolong. Saya juga lihat sopir minibus terluka cukup serius. Kakinya terjepit bagian depan mobil yang ringsek,” tukasnya.