Pemkab Malang Bakal Terapkan Buffer Zone di Setiap TPA

Kabid PSLB3 DLH Kabupaten Malang, Renung Rubiyatadji. (Toski D)

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal membuat buffer zone atau zona penyangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Renung Rubiyatadji mengantakan, untuk realisasi akan melakukan penanaman sejumlah pohon di tiga TPA yaitu TPA Talangagung, TPA Paras, dan TPA Randuagung untuk memenuhi kebutuhan buffer zone tersebut.

“Kami akan menerapkan buffer zone di pinggir area TPA tersebut,” ungkapnya.

Sebab, lanjut Renung, penanaman pohon di area buffer zone TPA tersebut bertujuan untuk melindungi, menjaga kelestarian dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berada di sekitar TPA.

“Buffer Zone ini merupakan kawasan penyangga untuk memelihara keseimbangan ekologi, sehingga racun CO maupun buangan CO2 hasil pembakaran sampah dan aroma sampah bisa terserap dalam kawasan penyangga dan dengan proses fotosintesa diubah menjadi oksigen yang diperlukan oleh kehidupan, bahkan bisa meminalisir terjadinya tanah longsor,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Renung, jika Buffer Zone ini dikelola dengan baik dan benar, maka akan memberi dampak positif bagi warga sekitar TPA.

“Akan sangat berharga bagi warga di sekitar TPA. Karena bisa mengurangi bau dan pencemaran lagi,” pungkasnya. (Der/Ulm)

BNN Kota Malang

Harga Bambu Naik Jelang Perayaan Imlek

Sumiatin, salah satu pengrajin bambu

MALANGVOICE – Menjelang Imlek, harga bambu sebagai bahan baku utama pembuatan dupa mulai meningkat. Dari harga Rp 20 ribu dalam satu batang atau lonjor ukuran besar menjadi Rp 30 ribu. Sedangkan untuk ukuran kecil dari Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu, artinya naik sepuluh ribu untuk segala ukuran dalam satu batangnya .

Menurut Rusdi (60) warga asal Wagir, yang berprofesi sebagai pengarajin mengatakan kenaikan harga bahan dasar dula ini di rasakan sejak satu bulan lalu.

“Biasa, jika menjelang imlek atau hari besar umat Hindu, harga bambu mesti naik. Karena permintaan dupa banyak,” ungkapnya.

Selain mengalami kenaikan harga, lanjut Rusdi, bahan bambu juga susah didapat.

“Saya sudah ada yang kirim. Jadi untuk bahan utama dupa aman,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengrajin lainnya Sumiatin (55) juga merasakan kenaikan dan kesulitan bahan baku.

“Bambu saat ini susah, jika ada saya harus berebut dengan perajin lainnya,” ungkapnya

Sebab, lanjut Sumiatin, setiap menjelang Imlek, permintaan pelengkap sembahyang itu juga mengalami peningkatan. Biasanya sebelum Imlek, dalam seminggu peemintaan mencapai dua kuintal. Namun sekarang mencapai empat kuintal.

“Tapi jumlah produksi kan tergantung dengan cuaca. Jika cuacanya bagus, panas bisa memenuhi. Jika mendung dan hujan ya nggak bisa memenuhi,” jelasnya

Batang bambu untuk dupa itu nanti disetorkan kepada perajin lainnya di Desa Bedalisodo atau Petungsewu, Wagir. Kemudian, diberi dengan bubuk kayu. Selanjutnya, dikirimkan ke Bali untuk diberi kayu cendana sebagai pewangi dan diedarkan.

Harga stik bambu per kilogram ini dibandrol hanya Rp 3 ribu. Harga jual itu tidak mengalami kenaikan meskipun dalam masa Imlek.

“Harganya tetap tidak ada kenaikan, yaitu Rp 3 ribu,” tandasnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Adanya OTT Kades Kalisongo, Ini Komentar Bupati Malang

Bupati Malang saat ditemui di peresmian embung. (istimewa)
Bupati Malang saat ditemui di peresmian embung. (istimewa)

MALANGVOICE – Kades Kalisongo Kecamatan Dau, Siswanto yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Siber Pungli Polhukam dan Polres Malang pada Rabu (14/2) siang, membuat Bupati Malang, Rendra Kresna, mewanti-wanti kepada Kades lainnya agar tidak menjadi makelar atau perantara dalam kepengurusan tanah.

Menurut Rendra, pihaknya pernah mengintruksikan kepada Camat Dau untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang aturan dalam kepengurusan tanah.

“Tentang Kades Kalisongo, pihak Camat sudah sering mengingatkan, Inspektorat juga pernah, bahkan saya sendiri pernah mengingatkan yang bersangkutan,” ungkap Rendra.

Selain itu, lanjut Rendra, pihaknya juga mengingatkan ke seluruh Kades supaya bekerja dengan baik dan jangan menyalahi aturan.

Bupati Malang saat ditemui di peresmian embung. (istimewa)
Bupati Malang saat ditemui di peresmian embung. (istimewa)

“Saya ingatkan para Kades untuk hati-hati, bekerjalah sesuai dengan aturan yang ada,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto mengatakan bahwa pihak DPRD Kabupaten Malang sering kali memberikan imbauan untuk semua kades.

“Untuk kasus Kades Kalisongo tersebut memang murni pungli, sebab untuk IPPT sudah dihapus,” jelasnya.

Lebih lanjut Didik menjelaskan bahwa Kades dan perangkat desa sudah tidak boleh menarik biaya apapun terhadap pelayanan masyarakat, karena sekarang sudah mendapatkan gaji bulanan ditambah tunjangan dari tanah kas desa.

“Selain mengelolah tanah kas desa (Bengkok), mereka juga sudah mendapatkan tunjangang dari ADD dan DD. Oleh sebab itu mereka sekarang sudah tidak diperbolehkan untuk melakukan penarikan biaya dalam melakukan pelayanan pada masyarakat baik IPPT maupun IMB,” pungkas Didik.(Der/Ery)

BNN Kota Malang

DTPHP Pertahankan Ketahanan Pangan Dengan Atur Alih Fungsi Lahan Pertanian

Kondisi lahan produktif
Kondisi lahan produktif

MALANGVOICE – Pembangunan rumah yang semakin pesat di wilayah Kabupaten Malang, membuat Pemkab Malang mengantisipasi adanya alih fungsi lahan pertanian dengan segera menyusun Peraturan Bupati (Perbup) Malang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang, Nasri Abdul Wahid, mengatakan bahwa Pemkab Malang saat ini sedang merumuskan aturan khusus pengalihan fungsi lahan pertanian

Kepala DTPHP Kabupaten Malang M Nasri Abdul Wahid (Toski)
Kepala DTPHP Kabupaten Malang M Nasri Abdul Wahid (Toski)
“Sekarang ini masih belum ada peraturan yang mengatur secara khusus tentang syarat mendirikan bangunan di atas lahan pertanian di Kabupaten Malang yang memiliki luas lahan pertanian mencapai 45.888 hektare,” ungkap Nasri, Senin (26/3).

Menurut Nasri, perumusan Perbup tersebut dilakukan untuk memuat peta lahan secara detail, guna membatasi adanya bangunan liar yang dibangun di atas lahan pertanian produktif yang ada di Kabupaten Malang.

“Masyarakat yang akan mengalihfungsikan lahan pertaniannya untuk dijadikan bangunan itu tidak dilarang. Namun, harus ada pembatasan agar program pemerintah yang berhubungan langsung dengan ketahanan pangan bisa dipertahankan,” ujarnya.

Walau, lanjut Nasri, kebutuhan papan atau kebutuhan rumah bagi masyarakat itu sangat perlu, akan tapi kebutuhan pangan bagi masyarakat pun juga dirasa aama. Sehingga harus ada keseimbangan antara kebutuhan rumah dan pangan guna menstabilkan produksi pertanian di Kabupaten Malang.

“Selain itu, kami berharap kepada investor pengembang perumahan tidak membangun rumah di atas lahan pertanian produktif. Sebab, lahan tersebut saat ini mencukupi kebutuhan pangan bagi masyarakat di Kabupaten Malang,” tandas Nasri.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Kecamatan Pakis Akan Menjadi ‘Kota Mandiri’

Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Dr Wahyu Hidayat. (Toski)

MALANGVOICE – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang mempersiapkan perencanaan pembangunan wilayah Pakis menjadi kota mandiri.

Menurut Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Dr Wahyu Hidayat, Kecamatan Pakis hanya menunggu waktu menjadi wilayah perkotaan dengan adanya proyek Infrastruktur skala nasional, seperti jalan tol, keberadaan bandara udara maupun kawasan industri Malang Timur. Serta sebagai koridor pendukung Bromo Tengger Semeru (BTS), tentu juga hanya menunggu waktu, tata ruang dan wilayahnya berubah.

“Kami tentunya berharap Pakis dapat diproyeksikan sebagai kota mandiri, sekarang tata ruang ini masih belum terkendali. Ini yang kami persiapkan perencanaannya sampai pada persoalan jalur pedestrian,” kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, DPKPCK Kabupaten Malang merencanakan konsep pengembangan sebagai kota mandiri, dengan membagi konsep jalur pedestrian friendly city yang disusun dengan prinsip 5 C, yaitu connection (hubungan), convenience (waktu yang efisien), convival, (ramah), comfortable (kenyamanan) dan conspicuousness (kejelasan).

“Untuk ini direncanakan sepanjang koridor Jalan Raya Legundi, Karang Andong, Krikilan dan Pasinan Wringinanom,” tegas Wahyu. (Der/Ery)

BNN Kota Malang

Komplotan Pemuda Kompak Curi Motor di 19 TKP

MALANGVOICE – Jajaran Polsek Singosari berhasil menangkap lima pemuda komplotan pencurian sepeda motor yang beraksi di 19 TKP di wilayah Singosari, tiga di antaranya di depan mini market.

Kapolsek Singosari Kompol Untung Bagyo, mengatakan, kelima pelaku tersebut semuanya berasal dari Desa Sentul, Tanggulangin, Kabupaten Sidoardjo. Semuanya pengangguran dan masih berumur belasan tahun.
Mereka adalah AP (18), MS (19), ZM (19), AJ (19), dan AM (21).

“Persoalan ini masih terus kami kembangkan,” kata Untung, saat menggelar pres rilis di Polsek Singosari, Kamis (2/8).

Terungkapnya kasus ini, lanjut Untung, berawal tertangkapnya tersangka AP saat sedang menuntun sepeda motor di desa Banjararum, Singosari dan ketahuan petugas Polsek Singosari yang sedang berpatroli pada tanggal 22 Juli 2018 lalu sekitar pukul 17.10 WIB.

“Setelah diselidiki, ternyata AP bawa lari motor hasil curian. Kemudian pelaku kami amankan ke kantor,” jelasnya.

Dari pengakuan AP, polisi mengembangkan kasus itu dan diketahui identitas pelaku lain. “Akhirnya kami kembangkan dan tangkap empat pelaku lain,” lanjutnya.

Dari para tersangka ini, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti antara lain tiga unit sepeda motor, satu set kunci T lengkap dengan kunci palsu, 4 obeng, kunci shock, sebilah sangkur, palu, kantong plastik, plat nomer W 6852 TX.

“Para tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukumannya 7 tahun penjara,”pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Empat Orang Kabupaten Malang Positif Covid-19

Kadinkes Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Toski D)
Kadinkes Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Toski D)

MALANGVOICE – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyebutkan Malang dan Surabaya masuk zona merah akibat dampak dari wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Arbani Mukti Wibowo mengatakan, saat ini di Kabupaten Malang sudah terdapat empat orang yang positif Covid-19.

“Dari empat orang tersebut, satu sudah meninggal dunia, dan tiga orang saat ini dalam penanganan di ruang isolasi,” ungkapnya, saat ditemui awak media, di posko Covid-19 di Pendopo Panji, Kepanjen Senin (23/3).

Menurut Arbani, saat ini di Kabupaten Malang sudah terdapat 16 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan 6 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Dengan cepatnya penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut, lanjut Arbani, masyarakat diimbau supaya tidak panik dan mengetahui apa saja ciri-ciri dan gejalanya.

“Virus corona dapat menyebar melalui infeksi ke orang lain dengan melalui kontak langsung seperti menyentuh atau berjabat tangan,” tegasnya.

Seperti yang dilansir dari health.kemenkes.go.id, berikut ini adalah gejala dan ciri-ciri dari virus corona (kemenkes.go.id):

– demam
– batuk pilek
– sulit bernapas/gangguan pernapasan
– sakit tenggorokan
– letih lesu

(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Operasi Zebra, Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas

Kapolres saat pemasangan pita secara simbolis kepada Personel Polisi Lalulintas. (Toski D)
Kapolres saat pemasangan pita secara simbolis kepada Personel Polisi Lalulintas. (Toski D)

MALANGVOICE – Polres Malang menggelar apel pasukan Operasi Zabra dihalaman Satya Haprabu Mapolres Malang, Selasa (30/10).

Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, juga diwarnai dengan pemasangan pita secara simbolis kepada Personel Polisi Lalulintas sebagai tanda operasi tersebut resmi digelar yang diikuti dari Denpom, Unsur TNI, dan Dishub.

Dalam sambutannya, AKBP Yade Setiawan Ujung menyampaikan dengan operasi Zebra 2018 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan dan perundang-undangan lalu lintas guna menghadapi Natal dan Tahun Baru.

“Operasi Zebra merupakan operasi penindakan terhadap setiap bentuk pelanggaran lalu lintas, guna meminimalisir adanya pelanggaran serta menekan angka kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya

Sementara, Kepla Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Malang, AKP M. Probandono Bobby mengatakan, operasi zebra ini berlangsung mulai 30 Oktober hingga 12 November 2018.

“Dalam operasi Zebra kali ini ada 7 prioritas pelanggaran yang akan ditindak,” ucapnya.

Prioritas pelanggaran tersebut, lanjut Bobby, diantaranya, Pemngemudi yang memakai Handphone, pengemudi melawan arus, pengendara yang berboncengan lebih dari satu, pengendara/pengemudi dengan tidak menggunakan Helm SNI, pengemudi dengan menggunakan Narkoba/mabuk, dan pengemudi melebihi batas kecepatan yang telah ditetapkan, serta Pengemudi dibawah umur.

“Jadi kami hanya menindak pengendara yang tidak memiliki kelengkapan berkendara serta pelanggaran lalulintas lain saja,” tegasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

87 ASN Pemkab Malang Dirotasi

MALANGVOICE – Upaya meningkatkan kinerja dan profesionalisme di lingkungan pejabat Pemerintahan Kabupaten Malang terus dilakukan.

Bupati Malang,Rendra Kresna melakukan rotasi 87 ASN (Aparatur Sipil Negara) di Pendopo Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim, Kota Malang, Kamis (30/8).

Ia mengataakan menyampaikan bahwa rotasi jabatan di lingkungan pemerintahan adalah suatu hal yang wajar terjadi.

“Ini adalah penyegaran yang biasa dilakukan, kami harap ASN yang menempati posisi baru bisa berkerja secara profesional dan segera menyesuaikan diri di lingkungan barunya,” ucapnya.

Dari 87 ASN yang mengalami penyegaran terdiri dari pejabat eselon II sebanyak 6 orang, eselon III, 20 orang dan 61 orang ASN eselon IV. Berikut adalah 9 orang Kepala Dinas dan yang setingkat yang mengalami rotasi jabatan :
1. Drs. Abdul Haris, M.Si dari Kabag Administrasi Kerjasama menjadi Staff Ahli Bupati, Bidang Pemasyarakatan dan SDM.

2. Drs.Agung Purwanto.M.Si dari Kabag Administrasi Perekonomian menjadi Staff Ahli Bupati, Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.

3. Drs. Iriantoro, M.Si dari Kepala Badan Litbang menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

4. Dra.Mursyda,Apt,M.Kes dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menjadi Kepala Badan Litbang.

5. Ir.Holidin dari Kasat Polisi Pamong Praja menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

6. Drs. Nazarusin Hasan T, M.Si dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika menjadi Kasat Pol PP.

7.Drg.Mahendra Jaya, dari Dirut RSUD Lawang menjadi Dirut RSUD. Kanjuruhan.

8. dr.Abdurachman, M.Kes dari Kapala Dinas Kesehatan menjadi Asisten Perekenomian dan Pembangunan.

9. Dra.Sri Wahjuni Pudji Lestari, M.Si dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan menjadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Menurut Rendra, dalam rotasi para ASN selain sebagai penyegaran juga untuk mengisi kekosongan jabatan juga untuk promosi jabatan.

“Ada beberapa jabatan yang selama ini kosong, karena pejabatnya sudah pensiun, selain ini ada beberapa ASN yang promosi ke jabatan yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

BNN Kota Malang

Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan Tersangkut di Sungai

Petugas saat melihat kondisi jasad bayi. (Istimewa)
Petugas saat melihat kondisi jasad bayi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sesosok mayat bayi ditemukan di pintu air Bendungan Sengguruh, Sabtu (3/2). Bayi malang itu kondisinya terbungkus karung dan tersangkut pada tanaman eceng gondok.

Mayat bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang pencari sampah yang bernama Siran. Siran menemukan jasad bayi tersebut sekitar pukul 6.30 WIB.

Mengetahui hal tersebut, Siran akhirnya melaporkan ke petugas keamanan Bendungan Sengguruh dan diteruskan pada pihak kepolisian.

“Di dalam bungkusan yang tersangkut di tengah-tengah eceng gondok itu awal saya kira boneka, setelah dicek ternyata bayi,” ungkap Siran

Sementara, salah satu saksi, Ali Imron ditemui dilokasi penemuan jasad bayi itu mengatakan bahwa jasad bayi tersebut diduga sengaja dibuang. Saat ditemukan bayi tersebut dalam kondisi yang cukup mengenaskan dan terbungkus karung putih.

“Kondisi bayi tersebut sudah agak tercium bau busuk, rambutnya sudah mulai rontok, perkiraan bayi ini berusia dua hari,” ulasnya.

Jasad bayi tersebut kemudian sekitar pukul 07.00 WIB dievakuasi oleh petugas dari PMI Kabupaten Malang bersama kepolisian. Jasad bayi kini dibawa menuju kamar jenazah RSSA Kota Malang.(Der/Ery)

BNN Kota Malang