Diduga Dicabuli, Lima Siswa Laporkan Kepala Sekolahnya ke Polres Malang

uli Abidin (baju Batik) saat mendatangi Polres Malang. (Istimewa)
uli Abidin (baju Batik) saat mendatangi Polres Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak lima dari enam siswa SMPN di wilayah Kabupaten Malang datang ke Polres Malang, Selasa (7/3). Mereka didampingi orangtuanya melaporkan ulah oknum kepala sekolah mereka yang diduga melakukan pencabulan.

Mereka datang langsung ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang dengan didampingi Satuan Bakthi Pekerja Sosial Kementerian Sosial RI, Juli Abidin.

Juli Abidin menjelaskan bahwa maksud kedatangan mereka ini untuk melaporkan ulah kepala sekolahnya, yang diduga telah melakukan pencabulan tersebut.

“Kami datang untuk melaporkan dugaan pencabulan yang hi dilakukan oleh kepala sekolah,” ucap Juli.

Sebenarnya, lanjut Juli, mereka yang laporan hari ini ke Polres Malang, berjumlah lima orang. Sedangkan dugaan korban berjumlah enam orang.

“Yang satu berhalangan hadir,” tegas Juli, tanpa menyebutkan alasan ketidakhadiran korban.

Kejadian ini menimpa enam siswa di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang yang rata-rata berasal dari kelas VII hingga kelas IX, dengan rentang usia 13 hingga 15 tahun.

“Kejadian ini terjadi sekitar Januari. Tidak dilakukan bersamaan, namun bergantian,” jelas Juli.

Jenis pencabulan yang diduga dilakukan oleh kepala sekolah berinisial A itu, itu adalah menyentuh kemaluan korban dan bagian tubuh lainnya.

“Tidak sampai disetubuhi, tapi disentuh-sentuh. Inisial korbannya, L, S dan FR. Tapi yang lainnya saya lupa,” ungkap Juli.

Sementara, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung SH SIK, ketika dihubungi melalui telepon selulernya menyampaikan bahwa pihak Polres Malang telah menerima laporan tersebut.

“Ini lagi diterima. Kemudian baru kami proses, periksa saksi-saksi. Proses hukum seperti biasa hingga ke persidangan,” tandas Yade.(Der/Ery)

BNN Kota Malang

1.825 CJH Kabupaten Malang Mulai Diberangkatkan pada 22 Juli

Ilustrasi pemberangkatan CJH. (Doc/Toski D)
Ilustrasi pemberangkatan CJH. (Doc/Toski D)

MALANGVOICE – Calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Malang akan diberangkatkan secara bertahap mulai Senin (22/7) mendatang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Imron mengatakan, jumlah CJH Kabupaten Malang di 2018 ini ada 1.825 orang yang akan diberangkatkan dalam lima kloter.

“Pertama sebanyak 445 CJH yang tergabung dalam kloter 20 akan diberangkatkan pada tanggal 22 Juli 2018 sore di Lawang,” ungkap Imron.

Setelah itu keesokan harinya pada tanggal 23 Juli 2018 kloter 21 (445 CJH) yang diberangkatkan langsung oleh Bupati Malang Rendra Kresna, dan disusul kloter 22 (445 CJH) pukul 10.00 WIB.

“Kloter 21 dan 22 diberangkatkan dari stadion luar Kanjuruhan Kepanjen,” jelasnya

Akan tetapi, tambah Imron, untuk kloter 23 (445 CJH) akan diberangkatkan sore harinya dari Lawang dan Kloter ke 34 (45 CJH) akan diberangkatkan pada tanggal 27 Juli dari kantor Kemenag Kabupaten Malang, Jalan Kolonel Sugiono 266 Kota Malang pukul 05.00 WIB.

“Persiapan pemberangkatan sudah 99 persen rampung. Kami selalu berkoordinasi secara intensif dengan dinas perhubungan, dinas kesehatan, Polri dan sebagainya,” ulasnya.

Selain itu, imbuh Imron, dari seluruh CJH Kabupaten Malang tercatat ada 40 persen mengalami risiko tinggi (Risti). Jumlah ini lebih tinggi persentasenya dibanding tahun 2017.

Dengan banyaknya Risti tersebut, pihak Kemenag Kabupaten Malang sudah melakukan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan sejak dua tahun lalu sebelum keberangkatan. Misalnya pembinaan senam kebugaran, penyuluhan konseling, pemanfaatan pos pembinaan terpadu, hingga manasik kesehatan.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Tim Gabungan Gelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas

Proses Pelaksanaan Operasi Keselamatan Lalulintas dan tes urine

MALANGVOICE – Tim gabungan dari Polres Malang (Sat Narkoba, Urkes, Sat Intel, Sat lantas, Sat Sabhara dan Sat Binmas), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol-PP Kabupaten Malang serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang menggelar operasi keselamatan Lalulintas, di Terminal Karangkates, Sumberpucung, Kamis (9/5).

Kasatlantas Polres Malang AKP William Thamrin Simatupang mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai kegiatan preventif untuk menekan angka kecelakaan, di bulan Ramadan jelang hari raya Idhul Fitri.

“Jelang hari raya Idhul Fitri lalulintas mulai padat. Untuk itu kami lakukan tes urine dan pengecekan kelengkapan surat maupun kir-nya” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut (CPM) Agus Musrichin mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya hanya ikut mensukseskan kegiatan Polres Malang dalam operasi keselamatan Lalulintas.

“Kami hanya mensuport kegiatan operasi tersebut. Sebelum melakukan tes urine pada para pengemudi, kami juga melakukan tes urine pada petugas gabungan yang akan bertugas,” ungkapnya.

Dalam tes urine tersebut, lanjut Agus, sebanyak 65 petugas, gabungan juga melakukan tes urine dan hasilnya negatif. Setelah itu, pihakanya juga melakukan tes urine terhadap para pengemudi yang lewat, dan hasilnya dari 73 pengemudi yang dilakukan tes urine seluruhnya negatif.

“Dalam tes urine kali ini, petugas dan para pengemudi tak ada yang terindikasi menggunakan obat-obatan terlarang. Selain tes urine, juga dilakukan cek tensi untuk para supir,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Masalah Penyebaran Foto Bugil Tunggu Keputusan Dewan Syuro dan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, Muslimin saat ditemui di kantor DPC PKB Kabupaten Malang. (Toski D).
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, Muslimin saat ditemui di kantor DPC PKB Kabupaten Malang. (Toski D).

MALANGVOICE – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang, masih belum bisa menyelesaikan kasus dugaan penyebaran foto bugil istri siri anggotanya, KC.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, Muslimin mengatakan, tim 7 sudah melakukan investigasi untuk menyelesaikan adanya aduan kasus dugaan penyebaran foto bugil dan perzinaan yang menyeret KC, anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang.

“Tim 7 sudah bekerja sesuai target waktu yang telah kami berikan untuk melakukan investigasi tentang kasus tersebut, yaitu selama 5 hari. Untuk hasil dari investigasi Tim 7 tersebut sudah diserahkan ke dewan Syuro dan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang,” ungkapnya, saat ditemui di ruang fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang, Senin (23/9).

Menurut, Muslimin, dewan Syuro dan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang yang berhak untuk memutuskannya. Namun, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad baru selesai mengikuti kegiatan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Jakarta.

“Kami masih menunggu keputusan dewan Syuro dan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang. Beliau lah yang berhak dan yang berwenang untuk membuat keputusan tentang permasalahan ini,” jelasnya.

Perlu diketahui, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad atau yang akrab disapa Gus Ali ini merupakan satu dari delapan anggota DPR RI terpilih dari Dapil Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) untuk periode 2019-2024.

Kasus ini mencuat setelah istri siri KC, yang berinisial SW, warga Desa Bakalan, Bululawang, mengadukan pada Polres Malang tentang dugaan penyebaran foto bugil yang dilakukan oleh Anggota DPRD Kabupaten Malang yang baru dilantik dari Partai PKB, pada Selasa (10/9) silam.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Semua Pihak Pastikan Tak Akan Ada Gerakan “People Power” di Malang

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat memberikan sambutan dalam acara Bula bersama. (Toski D).

MALANGVOICE – Polres Malang menggelar acara buka bersama guna menciptakan suasana kondusif di wilayah Kabupaten Malang dengan mengundang Penyelenggara Pemilu dan peserta Pemilu. Baik dari Tim Kampanye Daerah (TKD) Paslon 01 Jokowi-Makruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Paslon 02 Prabowo Soebianto-Sandiaga Uno, Ketua dan Sekretaris Partai Politik, serta Dandim 0818 Batu-Kabupaten Malang Letkol Ferry Muzawwad, Selasa (14/5).

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menyampaikan, pihakanya mengimbau pada seluruh umat masyarakat di Kabupaten Malang untuk selalu bisa menjaga keamanan dan menjaga suasana kondusifitas, serta jangan sampai terpengaruh dengan hal yang melawan hukum.

“Saya berharap masyarakat di Kabupaten Malang tidak terpengaruh dengan isu aksi-aksi yang bisa memecah belah umat, dan membuat kondisi keamanan di negeri tercinta ini kacau, apalagi akan ada aksi people power. Karena people power, itu kurang tepat dan membuat situasi dan kondisi bangsa tidak harmonis, dan bisa menimbulkan permasalahan di negeri ini,” jelasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, TKD Paslon 01 dan BPN Paslon 02 di Kabupaten Malang memastikan, tak ada gerakan rakyat atau people power.

Koordinator Saksi BPN Paslon 02 Kabupaten Malang, Habib Salim Barakwan. (Toski D).

“Insya Allah di Kabupaten Malang adem ayem. Beres. Ini kan Arema. Arema itu berjiwa besar. Kita kembali lagi yang bekerja, ya bekerja. Pak Polisi biar mengamankan, yang TNI juga. Kita di Malang baik-baik saja, adem-adem saja lah,” ungkap Koordinator Saksi BPN Paslon 02 Kabupaten Malang, Habib Salim Barakwan, pada awak media.

Ketika ditanya tentang aksi People Power, pria yang juga sebagai Ketua DPC Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Malang ini lebih memilih diam (no coment, red).

“Saya gak tahu soal itu. Saya kan di Malang, itu urusan elit politik. Adem sajalah, gak usah macem-macem. Tapi jika soal pendukung Paslon 02 yang ikut gerakan rakyat ke Jakarta, saya No comment. Kita di Malang biasa saja, adem-adem saja. Sudah ya,” tegasnya.

TKD Paslon 01, Darmadi. (Toski D).

Di sisi lain, TKD Paslon 01 yang juga sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Kabupaten Malang, Darmadi menyampaikan, dalam pelaksanaan pemilu, penyelenggara sudah berjalan cukup baik. Termasuk kinerja aparat TNI-Polri yang netral, membuat kondisi setelah pemilu berjalan lancar dan kondusif.

“Pemilu sudah selesai, aman dan damai. Mari kita kembali ke habitat masing-masing. Kita bangun Kabupaten Malang bersama-sama untuk menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Akan tetapi, tambah Darmadi, tentang adanya isu people power, dirinya menyakini jika semua bisa membuat wacana seperti itu.

“Proses pelaksanaan pemilu sudah berjalan lancar dan tidak ada kendala. Mari kita serahkan semua pada penyelanggara yang sesuai perundang-undangan,” tandasnya. (Hmz/Ulm)

BNN Kota Malang

Bupati Malang Tinjau dan Beri Bantuan Korban Puting Beliung Jabung

Bupati Malang HM Sanusi saat meninjau lokasi terjadinya puting beliung. (Toski D)
Bupati Malang HM Sanusi saat meninjau lokasi terjadinya puting beliung. (Toski D)

MALANGVOICE – Bupati Maalng HM Sanusi meninjau langsung lokasi kejadian serta memberikan bantuan kepada para korban puting beliung, di Dusun Jatiarjo, Desa Gunungjati, Jabung, Selasa (3/12).

Melihat hal ini Sanusi menyampaikan ucapan bela sungkawa atas musibah yang terjadi pada masyarakat Dusun Jatiarjo, Desa Gunungjati, Jabung. Bencana alam tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Oleh sebab itu, pihaknya selalu siap siaga kapanpun bencana terjadi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang saya mengucapkan bela sungkawa, semoga para keluarga yang terkena musibah diberikan kesabaran dan kekuatan. Karena kapan datangnya musibah setiap orang tidak pernah tahu. BPBD nanti yang nangani karena anggaran bencana alam itu kan melekat di BPBD,” ungkapnya, saat ditemui awak media disela-sela kegiatan meninjau korban puting beliung.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Malang, lanjut Sanusi, sejauh ini anggaran kedaruratan yang sudah terserap sekitar Rp 700 juta dari total Rp 1 miliar. Sedangkan anggaran cadangan lain yang berada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) masih utuh, yaitu sebesar Rp 5 miliar.

“Segera ini di itung, diselesaikan. Coba dibantu semua, ditangani yang kerusakan semua,” tegasnya.

Untuk itu, tambah Sanusi, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, karena bencana alam datangnya tidak bisa diprediksi.

“Kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Malang supaya waspada, semua kecamatan berpotensi karena tidak bisa ditebak datangnya dimana,” tandasnya.

Sekedar diketahui, bencana puting beliung di Dusun Jatiarjo, Desa Gunungjati, Jabung ini, sedikitnya 59 rumah mengalami kerusakan.

Dari total rumah yang terdampak tersebut, 12 rumah mengalami rusak berat, 6 rumah rusak sedang, dan 41 rumah rusak ringan. (Der/ulm)

BNN Kota Malang

Curi Burung, Warga Singosari Diringkus Polisi

Pelaku saat digelandang di Polsek Singosari. (Istimewa).
Pelaku saat digelandang di Polsek Singosari. (Istimewa).

MALANGVOICE – Sutrisno (67) warga Banjararum, Singosari, harus berurusan dengan polisi, lantaran telah melakukan pencurian burung berkicau.

Kanit Reskrim Polsek Singosari, Polres Malang Iptu Supriyono saat dalam sesi rilis mengatakan, pelaku ini merupakan spesialis pencuri burung kicau yang kategori mahal di wilayah hukum Singosari.

“Pelaku ini merupakan spesialis pencuri burung, dan yang dicuri rata-rata semua berkelas,” ucapnya, saat ditemui awak media, Sabtu (1/2).

Menurut Supriyono, pihaknya berhasil membekuk pelaku, berdasarkan laporan korban jika burung kicauannya telah dicuri, yang pelaku pencurian telah terekam Closed Circuit Television (CCTV)

“Setelah kami menerima laporan dari salah satu korban, dan adanya dukungan bukti rekaman CCTV, kami langsung melakukanpenyelidikan,” ujarnya.

Hasilnya, lanjut Supriyono, dalam kurun waktu 6 jam pihaknya berhasil membekuk pelaku tidur dirumahnya.

“Pelaku kami tangkap dirumahnya siang hari sekitar pukul 14.00 WIB,” tegasnya.

Setelah dilakukan pengembangan, tambah Supriyono, ternyata pelaku sudah 6 kali beraksi di wilayah hukum Singosari, selain itu ternyata pelaku ini pernah dihukum dengan hal yang sama, yaitu pencurian burung di daerah Pakis tahun 2017 silam.

“Pelaku sering melakukan aksinya di malam hari. Setelah berhasil mengambil burung beserta sangkarnya, pelaku menuju kendaraan motor miliknya. Lalu mengambil burung itu, dan diletakkan di saku jaket yang dikenakan. Sedangkan sangkarnya dibuang,” tukasnya.

Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 ekor burung diantaranya adalah Jalak Uret Kalimantan, Cucak Ijo, Punglor Macan, Jalak Koci atau Kacer Bogor, Lovebird dan 5 sangkar burung. Serta pakaian yang dikenakan dan 1 unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi.

Sementara itu, Sutrisno, saat diinterogasi petugas mengaku jika dirinya memiliki hobi koleksi burung-burung kicauan yang kategori mahal.

“Saya memang suka dengan burung, dari hasil semua pencurian ini saya hanya pelihara sendiri,” ungkap Sutrisno, dengan tangan terborgol saat press realis di halaman Polsek Singosari, Kabupaten Malang.

Akibatnya, pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman 7 tahun penjara.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Putus Penyebaran Covid-19 Butuh Sinergi se-Malang Raya

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).

MALANGVOICE – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya berkumpul untuk membahas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pertemuan ini juga dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang sudah resmi diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 31 Maret 2020 kemarin.

Dalam pembahasan tersebut, ketiga Kepela daerah, yakni Wali Kota Malang Sutiaji, Bupati Malang, H.M Sanusi dan Wali kota Batu, Dewanti Rumpoko, sepakat untuk memberlakukan PSBB di lingkup Malang Raya.

“Kami sepakat untuk bersama-sama memutus penyebaran virus Corona ini. Jadi tidak sendiri-sendiri kota Malang sendiri Kabupaten sendiri tidak begitu. Ini kerja sama antara Malang Raya,” ungkap Bupati Malang HM Sanusi, saat ditemui awak media usai pertemuan di Peringgitan, Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Rabu (1/4).

Menurut Sanusi, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dapat dilakukan. Untuk itu, tiga Pemerintah Daerah di Malang Raya memiliki tanggung jawab sendiri-sendiri untuk melakukan pengawasan diperbatasan, sesuai dengan pembagian pengawasannya, agar dapat memantau mobilitas keluar masuk warga di Malang Raya.

“Untuk Kota Malang akan mengawasi keluar masuknya kendaraan dari kecamatan Lawang. Kota Batu akan mengawasi jalur masuk keluar di Kecamatan Kasembon dan juga daerah Cangar, dan Kabupaten akan menjaga di dua jalur masuk selatan dari arah Blitar yakni di Sumberpucung , Karangkates dan juga Lumjang itu di Ampelgading. Itu sudah kesepakatan bersama tadi,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Sanusi, rencana pelaksanaan PSBB tersebut akan dilakukan untuk warga diluar Malang Raya, sedangkan untuk warga Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu sendiri boleh mengakses keluar masuk di ketiga daerah tersebut.

“Jadi kalau warga di ketiga daerah ini boleh masuk. Yang kita jadikan PSBB itu lingkupnya Malang Raya. Tapi, penerapannya masih menunggu teknis dari Gubernur Jawa Timur (Khofifah) dan kementrian terkait,” terangnya.

Apabila teknis penerapan sudah keluar, tambah Sanusi, Forkompimda Malang Raya akan melakun gladi bersih atau persiapan.

“Akan kami lakukan gladi bersih dan ujicoba setiap perubahan akan ada gladi bersihnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pembatasan mobilitas warga di Kabupaten Malang sudah diterapkan, bahkan diseluruh desa sudah memasang portal untuk membatasi akses keluar-masuk demi mencegah penyebaran pandemi Coronavirus disease 2019 atau Covid-19.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Rendra: Banyak Warga Kabupaten Malang Butuh Air Bersih

Bupati Malang, Rendra Kresna. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Bupati Malang, Rendra Kresna, mengatakan apabila PDAM Kota Malang masih tidak ingin membayar biaya pengelolaan air Sumber Pitu, bukan tidak mungkin suplai air akan diputus.

Saat ini, pasokan air sudah dikurangi untuk PDAM Kota Malang karena menunggak Rp 3 miliar lebih sejak pengguaan pada 2016 lalu. “Bukan tidak itu diputus. Sumber Pitu yang mengelola PDAM Kabupaten Malang, kota membeli melalui air curah. Dan, PDAM Kota Malang tidak menyepakati kesepakatan,” katanya, Selasa (7/11).

Sebenarnya PDAM Kabupaten Malang tidak diam saja. Kata Rendra, sudah ada peringatan sebanyak tiga kali. Akan tetapi tidak ada respon. Dengan begitu, ia menyebut masalah Sumber Pitu adalah wanprestasi. Sedangkan masalah si sumber Wendit, politisi Nasdem ini menyatakan masih akan membicarakan dengan Pemkot Malang.

“Masih banyak warga Kabupaten Malang yang butuh air bersih. Jadi buatlah kepercayaan itu terjaga, di manapun itu,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, menyatakan bahwa pihak PDAM Kota Malang pernah menyuruh untuk menutup saluran Sumber Pitu saat dilakukan komunikasi. Alasannya tidak kuat membayar biaya penggunaan air Rp 3 miliar lebih.

“Dirut PDAM Kota Malang waktu telepon minta ditutup saja. Tapi kami selaku operator tidak ingin menutup, hanya dikurangi pasokan airnya. Kami ingin ada koordinasi terus,” tandas Syamsul.

Hingga saat ini, pihak PDAM Kota Malang, masih belum bisa dikonfirmasi atau menjelaskan masalah tersebut. Sementara warga Kota Malang sebagian menderita karena air bersih tidak mengalir.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Diduga Mencuri Cabai, Warga Karangploso Ditembak Senapan Angin hingga Tewas

Proses evakuasi jenazah korban. (Istimewa/Humas).
Proses evakuasi jenazah korban. (Istimewa/Humas).

MALANGVOICE – Jajaran Satreskrim Polsek Karangploso berhasil mengungkap penemuan mayat yang ditemukan dalam kondisi telungkup di sebuah parit dan dekat ladang cabai rawit, di Dusun Lasah, Desa Tawangargo, Karangploso, Selasa (18/2) kemarin, sekitar pukul 09.00 WIB.

Kasubbag Humas Polres Malang Ipda Nining Husumawati mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (18/2) kemarin, korban diketahui bernama Faisol Amir (37) warga setempat.

Menurut Nining, pelaku yang diketahui bernama Tubi (74) warga Dusun Lasah, Desa Tawangargo, Karangploso tersebut saat berada di ladang cabai milik menantunya melihat sosok bayangan seseorang yang merunduk-runduk.

“Mengetahui hal tersebut, Tubi langsung menembak bayangan tersebut. Karena tanaman cabai milik menantunya itu sudah sering dicuri,” jelasnya.

Setelah menembak bayangan tersebut, lanjut Nining, pelaku tersebut langsung pulang dan memberitahu anak menantunya yang bernama Nadak, jika pelaku telah menembakkan senapan angin ke arah bayangan tersebut.

“Mendapat laporan tersebut, Nadak mengajak mertuanya (Pelaku) untuk mengecek lokasi. Di lokasy ditemukan 2 tas dan 2 sarung guling berisi cabai rawit, barang-barang tersebut lansung dibawa pulang,” terangnya.

Untuk memastikannya, tambah Nining, pelaku keesokan harinya (Rabu 19/3) datang lagi ke ladang cabai rawit tersebut sekitar pukul 08.30 WIB untuk memastikan apakah memang ada orang yang mencuri cabai.

“Sesampainya di lokasi, pelaku menemukan seorang laki-laki sudah terlungkup di parit dekat ladang cabai. Mengetahui hal tersebut, pelaku langsung memberitahu menantunya yang kemudian diteruskan ke Desa dan Polsek Karangploso,” urainya.

Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Karangploso datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP selanjutnya mayat dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk dilakukan otopsi.

Korban diduga meninggal dunia akibat luka dileher sebelah kiri dan peluru/gotri masuk ke dalam paru paru korban sehingga korban meninggal.

Akibat kejadian tersebut, Tubi harus mendekam di rutan Mapolsek Karangploso, dan barang bukti berupa 1senapan angin, 1 bungkus Gotri/mimis berisi 52 butir, 2 buah tas cangklong, 2 sarung bantal, 1 stel pakaian korban jiga diamankan petugas guna penyelidikan lebih lanjut.(Der/Aka)

BNN Kota Malang