10 December 2022
10 December 2022
20.5 C
Malang
ad space

Bupati Malang Intruksikan ASN Pemkab Malang Shalat Id di Rumah

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)

MALANGVOICE – Bupati Malang, H.M Sanusi menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk salat Id di rumah masing-masing.

“Ya sesuai dengan imbauan MUI dan pemerintah. Kami instruksikan ASN Pemkab Malang untuk tetap jaga diri dan salat di rumah,” ungkap Sanusi, Sabtu (23/5).

Menurut Sanusi, intruksi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut Imbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah agar melakukan shalat ied dirumah.

“Saya minta ASN Pemkab Malang menaati imbauan tersebut, jangan menimbulkan keramaian di Masjid saat masa pandemi covid-19 ini,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Sanusi, dirinya tak segan-segan memberi sanksi, jika ada ASN Kabupaten Malang yang ketahuan salat Id di luar rumah.

“Nanti kami perintahkan BKPSDM untuk memberikan pelanggaran indisipliner ke ASN yang masih nekat salat Id di luar rumah,” tukasnya.

Sebagai informasi, shalat Idul Fitri sendiri bakal dilaksanakan pada Minggu, 24 Mei besok. Beberapa Masjid pun ada yang masih menggelar salat Id.

Meskipun begitu, MUI Kabupaten Malang menghimbau agar takmir masjid dan masyarakat tetap memperhatikan protkol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19, seperti pemakaian masker, dan memakai sajadah sendiri.(Der/Aka)

Forkopimda Kabupaten Malang Kompak Lawan Covid-19

Dari kiri ke kanan: Kapolres Malang, Bupati Malang, Dandim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu.(Mvoice/toski)

MALANGVOICE – Kapolres Malang AKBP Raden Bagoes Wibisono Handoyo Koesoemah, bersama Komandan Kodim (Dandim) 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Yusub Dody Sandra mendatangi Peringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (5/7).

Kedatangan keduanya selain bersilaturahmi ke Bupati Malang H.M Sanusi, selaku pejabat baru di lingkungan Forkopimda Kabupaten Malang, juga berkoordinasi dalam penanganan Covid-19 dalam masa PPKM darurat Jawa-Bali.

“Dalam pelaksanaan PPKM Darurat ini, senergiritas TNI-POLRI dan Pemerintah Daerah (Pemda) harus berjalan dengan baik. Terutama dalam penanganan Covid-19, kami (Forkompinda) Kabupaten Malang kompak lawan Covid-19,” ucap Bagoes, Senin (5/7).

Menurut Bagoes, dengan sinergitas yang baik, diharapkan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang dapat turun secara drastis seperti yang diharapkan oleh Pemerintah Pusat.

“Dengan PPKM Darurat yang baru berjalan dua hari ini, kita sudah melihat masyarakat turut mendukung program pemerintah ini. Banyak masyarakat yang patuh terhadap Inmendagri no.15, tahun 2021 tentang pelaksanaan PPKM Darurat ini,” jelasnya.

Ditambahkan Bagoes, banyak masyarakat sudah membatasi mobilisasi. Mereka tidak keluar jika tidak diperlukan, bahkan toko dan warung-warung banyak yang tutup di waktu yang telah ditetapkan, yakni pukul 20.00.

“Kami juga antisipasi jalur tikus. Ada pos-pos yang dibangun di situ, dan petugas keamanan juga ada,” tukasnya.(end)

Gugatan Pengelolaan Sumber Air Wendit Dikabulkan Pengadilan, Sutiaji : No Comment

Wali Kota Malang Sutiaji bersama Bupati Malang Sanusi. (Aziz Ramadani MVoice)
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Bupati Malang Sanusi. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengabulkan gugatan Pemkab Malang atau PDAM Kabupaten Malang yang ditujukan kepada PDAM Kota Malang terkait pengelolaan sumber air Wendit. Merespon itu, Wali Kota Malang Sutiaji memilih bungkam.

Sutiaji enggan berkomentar tentang proses hukum di PTUN Jakarta dengan status tergugat adalah PDAM Kota Malang. PTUN resmi mengabulkan gugatan tersebut, Kamis lalu (24/10).

“No comment,” kata Sutiaji saat dikonfirmasi awak media usai menghadiri peluncuran Batik Kampung Warna Warni oleh LK Universitas Muhammadiyah Malang di Jodipan, Sabtu (26/10).

Seperti diberitakan, gugatan yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akhirnya dikabulkan seluruhnya oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, dalam sidang putusan Kamis (24/10) kemarin.

Pada sidang putusan tersebut, PTUN telah membatalkan sekaligus mewajibkan tergugat (PDAM Kota Malang) mencabut Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 928/KPTS/M/2018 tentang Pemberian Izin Pengusahaan Sumber Daya Air Kepada Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang Untuk Usaha Air Minum di Mata Air Sumber Wendit 3 Kota Malang Provinsi Jawa Timur, tanggal 21 November 2018.(Hmz/Aka)

Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Tengah Lahan Tebu

Petugas saat akan evakuasi jenazah korban. (Istimewa).

MALANGVOICE – Sutrisno (61) warga Jalan Dahlia, Desa Sukosari, Gondanglegi ditemukan sudah tidak bernyawa di tengah kebun tebu yang berbeda di Desa Ganjaran, Gondanglegi, Rabu (16/1).

Kanitreskrim Polsek Gondanglegi, Ipda Heriyani mengatakan, kematian korban tersebut diduga akibat sakit yang dialaminya. Karena ditubuh korban tidak ada bekas tanda kekerasan.

“Berdasarkan dari hasil olah TKP dan evakuasi di tubuhnya, sama sekali tidak ada bekas tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena sakit. Jenazah korban, usai dievakuasi, langsung dibawa pulang ke rumah duka oleh pihak keluarga,” ungkapnya.

Heriyani menjelaskan, kejadian ini sempat membuat geger warga sekitar. Korban pertama kali ditemukan oleh Muharom yang saat itu sedang melewati area perkebunan tebu tersebut.

“Saksi waktu itu sedang lewat TKP usai bekerja dan berniat pulang, karena jalan tersebut merupakan jalan tembus tercepat menuju rumah nya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Heriyani menyampaikan, temuan mayat tersebut, langsung dilaporkan ke temannya yang langsung diteruskan bke Polsek Gondanglegi. Polisi yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi. Selain mengevakuasi tubuh korban, juga melakukan olah TKP.

“Ketika di lokasi, keluarga korban juga sudah di TKP. Mereka mengatakan kalau korban memiliki riwayat sakit. Selanjutnya, keluarga meminta jenazah supaya langsung dibawa pulang ke rumah duka,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

Rasio Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang Meningkat

Sanusi
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).

MALANGVOICE – Jumlah rasio kesembuhan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Malang mengalami peningkatan.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan, pasien yang sembuh mencapai 52 persen.

“Alhamdulilah saat ini rasionya kesembuhannya alami peningkatan,” ungkapnya, saat ditemui awak media di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kepanjen, Selasa (28/7).

Dengan begitu, lanjut Sanusi, diharapkan beberapa pekan ke depan rasio kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Malang bisa mencapai 60 persen saat akhir Agustus mendatang.

“Untuk mencapai rasio 60 persen itu, ya kami akan berikan vitamin C secara rutin ke pasien yang dirawat. Karena vitamin C ini yang membantu kesembuhan pasien selama ini, selain isolasi mandiri dan olahrga yang cukup,” jelasnya.

Peningkatan kesembuhan tersebut, tambah Sanusi, juga terjadi di wilayah Klaster Malang Utara terutama di Singosari. Bahkan saat ini sudah tidak ada kecamatan yang memiliki tingkat pasien Covid-19 tertinggi.

“Semuanya rata, di setiap kecamatan ada yang sembuh,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari Singosari pada Selasa (28/7), jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 mulai berangsur menurun, dari 154 orang positif Covid-19, sebanyak 110 orang dinyatakan sembuh.

Sedangkan, ada 24 orang lainnya saat ini masih menjalani isolasi mandiri, dan 3 orang dalam perawatan di Rumah Sakit, serta 17 orang meninggal dunia.(der)

Banjir Sungai Panguluran di Kabupaten Malang Rendam Ratusan Rumah di Desa Sitiarjo

TRC BPBD Kabupaten Malang saat mengevakuasi warga. (MVoice/Ist).

MALANGVOICE – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Sitiarjo Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang sejak Jumat (14/10), membuat Sungai Panguluran meluber hingga menutup akses jalan utama menuju Sendang biru.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Nur Fuad Fauzi membenarkan luberan air yang menggenang dengan ketinggian sekitar 1 meter, di wilayah Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe).

“Perkembangan terakhir, info kenaikan debit air pada Desa Sitiarjo Sumawe air sempat naik setinggi dada orang dewasa atau 1 meter,” ucapnya, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (15/10).

Baca juga: Tim Gabungan Aremania dan KontraS Nyatakan Sikap dari Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Menurut Fuad, melubernya air sungai tersebut terjadi mulai Sabtu (15/10) tadi pagi sekitar pukul 05.30 akibat curah hujan yang tinggi.

“Banjir dikarenakan meningkatnya debit air sungai Panguluran akibat hujan deras terjadi mulai kemarin,” jelasnya.

Sementara, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, banjir tersebut merendam ratusan rumah dengan 470 kepala keluarga (KK) terdampak.

Baca juga: Membangun Kota Batu dengan Semangat Kebersamaan

“Yang terdampak banjir di Dusun Rowotrate 177 KK, Dusun Krajan Tengah 70 KK, Dusun Krajan Kulon 67 KK, dan Dusun Krajan Wetan 156 KK. Total 470 KK,” katanya.

Namun, lanjut Sadono, dari laporan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Malang, air perlahan-lahan mulai surut. Meski demikian tim masih bersiaga di lapangan, termasuk mendirikan dapur umum bersama PMI Kabupaten Malang dan mengevakuasi sejumlah warga rentan di wilayah terdampak ke lokasi lebih aman.

“Pukul 09.30 tadi, air sudah mengalami penurunan. Saat ini kondisi hulu Sungai Panguluran mulai turun, serta hujan mulai reda. Belum ada laporan korban jiwa, atau luka-luka,” tukasnya.(end)

JPM Pastikan Akses Jalan Tol Mapan Seksi I-IV Siap Dilalui Pemudik

PT JPM Bersama Satlantas Polres Malang saat meninjau ruas jalan Tol Mapan (Toski D).

MALANGVOICE – PT Jasamarga Pandaan-Malang (JPM) memastikan bahwa jalan Tol Malang-Pandaan (Mapan) seksi I hingga seksi IV sudah siap dioperasikan, walau untuk seksi IV masih mencapai sekitar 95 persen.

Hal ini disampaikan Asisten Manajer Pengendalian Proyek Jasamarga Pandaan Malang Seksi I-V, Wahyu Putra saat ditemui di pintu tol Pakis, Senin (27/5).

“Kita akan upayakan untuk segera siap. Terutama yang di jalan utama (main road), untuk pembersihannya juga. Karena kita kan masih dalam proses konstruksi. Maka dari itu, main road kami upayakan sebersih mungkin karena guna menunjang keselamatan para pengguna jalan tol ini,” ungkapnya.

Sedangkan, lanjut Wahyu, untuk jalan tol Mapan seksi IV akan dipersiapkan supaya bisa digunakan secara fungsional dalam satu jalur, yakni dari arah Surabaya menuju Pakis.

“Untuk exit tol di wilayah Kecamatan Pakis, akan di gunakan secara fungsional untuk satu arah saja dan satu gate. Tapi, jika diperlukan akan kami buka dua gate,” tandasnya.

Untuk itu, tambah Wahyu, pihakanya memerlukan koordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Satlantas Polres Malang dan Dinas perhubungan Kabupaten Malang guna menghindari adanya penumpukan kendaraan.

“Koordinasi antar instansi terkait sangat perlu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Malang, AKP William Simatupang juga menyampaikan, untuk jalan tol Mapan untuk seksi IV sendiri akan diupayakan agar bisa digunakan secara fungsional pada h-7 hingga h+7 lebaran nanti.

“Seksi IV akan kami buka secara fungsional. Selain itu juga akan ditambahkan Signbox, untuk mempermudah pengguna jalan. Bahkan kami akan melakukan rekayasa lalulintas saat Oprasi Ketupat Semeru 2019 nanti, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di simpang empat Karanglo,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Sempat Hilang Tujuh Hari, Pria Asal Dampit Ditemukan Tewas di Pekarangan

Lokasi penemuan mayat. (Istimewa/PMI)

MALANGVOICE – Warga Desa Seumberarim, Dampit, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi sudah membusuk di pekarangan, Jumat (1/2).

Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo mengatakan, korban diketahui bernama Dwi Hariadi (31) warga Desa Sumberarum, Dampit yang sempat dikabarkan hilang selama tujuh hari.

“Korban sudah tujuh hari tidak di ketahui keberadaannya. Korban ditemukan pertama kali pada Kamis (31/1) sore, oleh Arif yang saat itu hendak memotong pohon pisang dan ketika di TKP memcium bau tidak sedap,” ungkapnya.

Mudji Utomo yang akrab disapa Mbah Tomo menjelaskan, Arif setelah mencium bau yang tak sedap itu langsung melaporkan ke penggarap kebun.

“Setelah dicari hingga malam hari (tadi malam, red) bersama masyarakat sekitar lokasi, baru tadi pagi korban ditemukan dengan kondisi hampir membusuk,” jelasnya.

Petugas yang datang dibantu relawan langsung mengevakuasi korban. “Karena jarak dan kondisi yang curam, kami membutuhkan waktu satu jam untuk evakuasi jenazah korban,” ujarnya.

Akan tetapi pihak keluarga enggan dilakukan visum terhadap jasad korban dan menerima kejadian itu sebagai musibah. Belum diketahui pasti penyebab kematian korban. Namun pihak keluarga meminta untuk segera dimakamkan. (Der/Ulm)

Sempat Viral di Sosmed, Maling Swalayan Kini Jadi Tahanan Polisi

Pelaku Rendi Dwi Tamrinda saat diamankan di Polsek Singosari. (Istimewa)
Pelaku Rendi Dwi Tamrinda saat diamankan di Polsek Singosari. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sempat viral di media sosial (medsos), pelaku pencurian di sebuah swalayan di Toyomarto, Singosari yang terekam CCTV, akhirnya dibekuk Unit-Reskrim Polsek Singosari, Selasa (12/11).

Kapolsek Singosari, Kompol Untung Bagyo Riyanto menyampaikan, pelaku pencurian tersebut diketahui bernama Rendi Dwi Tamrinda, (22) warga Sukun, Kota Malang.

“Aksi pelaku ini sempat terekam CCTV dan sempat viral di medsos di Facebook. Polsek Singosari menerima laporan kejadian pencurian Senin (11/11) kemarin, sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah mendapatkan laporan tersebut, anggota langsung bergerak cepat melakukan penylidikan di TKP. Kurang dari 5 jam, kami dapat meringkus pelaku,” ungkapnya, saat dihubungi awak media, Selasa (12/11).

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono mengatakan, pelaku diringkus saat berada di rumah temannya yang berada di daerah Desa Banjararum, Singosari.

“Modus operandinya, pelaku melakukan pengamatan dan survei dulu situasi sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) dua hari sebelum melakukan aksinya. Setelah mengetahui jam-jam kosong, tersangka beraksi,” ucapnya.

Menurut Supriyono, pelaku ini diketahui dalam sebulan ini telah melakukan lima kali aksi pencurian di tempat yang berbeda.

“Pelaku ini mengaku, dalam sebulan ini sudah melakukan 5 kali aksi pencurian. Termasuk mencuri emas, mencuri uang di warnet. Diantaranya 4 kali di wilayah hukum Kota Malang,” terangnya.

Saat diinterogasi petugas, lanjut Supriyono, pelaku mengaku jika uang dari hasil kejahatannya di Swalayan Singosari digunakan untuk membayar angsuran sepeda, membayar Wifi serta, membayar tagihan air.

“Ditangan pelaku, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp. 4.500.000, 1 unit sepeda motor merk honda beat warna hitam bernopol N-6275-DT sebagai sarana yang digunakan pelaku. Serta kaos warna putih dan celana pendek warna cream yang digunakan pelaku saat bereaksi,” tegasnya

Atas kejadian tersebut, tersangka dikenakan Pasal 362 tentang pencurian, dengan ancaman 5 tahun penjara.(Der/Aka)

SILPA Anggaran Perdin DPRD Kabupaten Malang, MCW: Alihkan untuk Pandemi

Koordinator MCW Atha Nursasi. (Toski D).

MALANGVOICE – Malang Corruption Watch (MCW) mempertanyakan perencanaan penggunaan anggaran perjalanan dinas (Perdin) DPRD Kabuoaten Malang hingga terjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).

“Kalau anggaran di tahun 2021, hingga saat ini masih terserap 30 persen, berarti bisa dipertanyakan penganggarannya,” ucap Koordinator MCW Atha Nursasi, saat dihubungi, Rabu (4/8).

Baca juga: Waduh, Masa Covid-19 Anggaran Perdin DPRD Kabupaten Malang Belasan Miliar Rupiah
Perdin Masa Covid-19 Belasan Miliar, Ketua DPRD Kabupaten Malang: Nanti kan Ada SILPA

Menurut Atha, seharusnya kegiatan perjalanan dinas anggota DPRD Kabupaten Malang seharusnya dikurangi. Apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Seharusnya mobilitas mereka dikurangi, dan disesuaikan dengan kebijakan dalam penanganan Covid-19, agar tidak terjadi SILPA Anggaran,” jelasnya.

Atha berharap anggaran Perdin sebesar Rp17.315.905.000 untuk 12 bulan (Januari hingga Desember 2021) tersebut benar-benar bisa digunakan untuk peningkatan kegiatan kapasitas DPRD.

Bahkan, ada juga nama paket belanja perjalanan dinas dalam kota, masuk item kegiatan penyerapan dan penghimpunan aspirasi masyarakat senilai Rp1.100.000.000.

Ada juga nama paket belanja perjalanan dinas biasa dalam kegiatan pembentukan peraturan daerah dan peraturan DPRD bernilai Rp1.003.900.000.

Melihat angka-angka itu di tengah pandemi, Atha berharap alangkah baiknya digunakan untuk kegiatan bantuan sosial dan seterusnya bagi masyarakat Kabupaten Malang.

“Menurut saya sih, daripada untuk Perdin mending untuk kegiatan sosial dan seterusnya. Itu lebih relevan,” tandasnya.

Adapun alasan yang dikemukakan Atha, dalam kondisi seperti ini masyarakat Kabupaten Malang sangat membutuhkan bantuan menghadapi situasi pandemi Covid-19.

“Kalau dilihat dari urgensinya, lebih baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Terlebih Covid ini tidak hanya mengancam masyarakat kecil, tapi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Kebutuhan-kebutuhan itu, lanjut Atha, perlu anggaran sangat besar dan bisa dialihkan dari anggaran Perdin.(end)