Alumni Lirboyo, Ploso dan Sidogiri Nyatakan Sikap Santri Milih Bu Nyai

Alumni santri dukung Bu Nyai. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pasangan LADUB (Hj Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono) terus mendapat dukungan dari Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Ploso dan Sidogiri untuk memenangkan Pilbup Malang.

Alumni dari tiga pondok pesantren menyatakan dukungannya kepada Pasangan LADUB melalui deklarasi di Rumah Pribadi Ketua Tim Pemenangan Pasangan LADUB, Ir H Kholiq di Bantur, Jumat (20/11).

Dalam deklarasi ini, dihadiri dari Keluarga Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdul Mu’id Shohib. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Tim Pemenangan Pasangan LADUB Ir H Kholiq dan para alumni pondok pesantren.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo KH Abdul Mu’id Shohib mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh pemenangan Pasangan LADUB di Pilbup Malang. Pihaknya menggaungkan tagline “Santri Nderek Kiai, Santri Milih Bu Nyai”

“Hari ini para alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Ploso dan Sidogiri berkumpul untuk melakukan konsolidasi pemenangan Pasangan LADUB di Pilbup Malang,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, para alumni tersebut terus melakukan konsolidasi dan penguatan untuk terus memenangkan Pasangan LADUB nomor urut 2.

“Tentunya kami ingin kemenangan tebal bagi Pasangan LADUB. Maka dari itu, kami terus bergerak mengenalkan Bu Nyai dan Pak Didik, ini bagian dari gerakan jihad politik menangkan Bu Nyai” jelasnya.

Menurut Gus Muid sapaan akrabnya, semua segmen akan digarap. “Kami terus melakukan komunikasi dengan para alumni, melalui grup WhatsApp, door to door dan sebagainya,” tuturnya.

Gus Muid menyebutkan, Pondok Pesantren Lirboyo, Ploso dan Sidogiri akan terus mengenalkan Pasangan LADUB kepada masyarakat agar elektabilitas semakin naik. Ia sangat optimis pasangan LADUB bisa memenangkan Pilkada Kabupaten Malang 2020.(der)

Obyek Wisata Selorejo Akhirnya Dibuka untuk Umum

Suasana di Bendungan Selorejo. (Toski D).

MALANGVOICE – Obyek wisata Selorejo yang berada di wilayah Ngantang, akhirnya dibuka lagi untuk umum usai tutup selama kurang lebih lima bulan akibat virus Covid-19.

Manajer Pariwisata Selorejo, Bayu Pramudya mengatakan, obyek wisata Selorejo ini dikelola Perum Jasa Tirta I (PJT I). Dibukanya obyek wisata tersebut tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, bahkan diberlakukan juga pembatasan jumlah wisatawan dan menjaga jarak.

“Sebenarnya, tempat ini (Wisata Selorejo) sudah awal bulan lalu (September) sudah buka. Di dalam wisata Selorejo juga diterapkan protokol kesehatan,” ucapnya, saat ditemui awak media, Minggu (22/11).

Menurut Bayu, dengan menggandeng Forum Jurnalist Kali Brantas (FJKB) diharapkan dapat menggeliatkan kembali obyek wisata Selorejo, usai mati suri akibat pendemi Covid-19.

“Di sini (Wisata Selorejo) sempat mati suri selama 4-5 bulan. Tidak ada pendapatan sama sekali. Kami harap rekan media menyiarkan atau menginformasikan ke masyarakat, jika wisata Selorejo ini telah dibuka kembali,” jelasnya.

Sebab, lanjut Bayu, saat ini hanya obyek wisata yang mulai dikunjungi wisatawan, dan untuk hotel, villa masih jauh dari sebelum adanya Pandemi Covid-19.

“Tamu wisata mulai pulih, tapi tamu hotel belum pulih, masih relatif jauh dari sebelum Pandemi, banyak promo untuk menarik pengunjung, salah satunya paket camping, dan sekolah berkuda, serta paket perahu juga kami gelakan,” terangnya.

Akan tetapi, tambah Bayu, management wisata Selorejo menggalakkan penerapan protokol kesehatan bagi siapapun, bahkan karyawan, mitra usaha pedagang, pengemudi perahu, dilengkapi dengan masker dan face shield, serta memberlakukan pembatasan pengunjung.

“Standar protokol kesehatan wajib kami terapkan, dan kami berlakukan pembatasan jumlah pengunjung yang hanya separuh dari kapasitas. Di masa normal, disini memiliki kapasitas 10 ribu pengunjung, dan saat ini dibatasi 5 ribu orang per hari. Tentunya ada syaratnya, apabila berkunjung adalah dalam kondisi sehat. Di pintu masuk ada pengukuran suhu dan mengisi buku tamu tentang riwayat data diri,” tandasnya.(der)

Anak Jalanan Terciduk Razia di Kepanjen

Razia anjal, street crime dan prostitusi. (Istimewa/Humas)
Razia anjal, street crime dan prostitusi. (Istimewa/Humas)

MALANGVOICE – Polres Malang menggelar razia kejahatan atau street crime dan prostitusi di wilayah Kepanjen, Kamis (16/1).

Razia tersebut dipimpin langsung Kabag Ops Polres Malang, Kompol Anang Tri Hananta. Razia dimulai dari traffic light PLN Kepanjen, ditempat tersebut, petugas mejaring dua anak jalanan (Anjal) yang sedang mengamen.

Razia kemudian berlanjut ke area Stadion Kanjuruhan, disini petugas tidak mendapati apapun. Kemudian razia dilanjutkan ke perempatan Kepanjen, dan berhasil mengamankan dua anak jalanan.

Dari simpang empat Kepanjen, petugas bergerak ke hotel biru Talangagung. Di sana, petugas mendapati pasangan yang sedang berduaan di salah satu kamar. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pasangan tersebut suami-istri sah.

Setelah dari hotel biru Talangagung, petugas melakukan razia di Hotel Grand Semanggi Kepanjen. Disini petugas juga mendapati sepasang suami-istri.

Dari hasil razia kali ini, petugas hanya membawa keempat anak jalanan untuk dilakukan pembinaan di Polres Malang.

“Empat anak ini akan kami beri edukasi, dan peringatkan. Kami kedepankan edukasi, kecuali terdapat temuan barang bukti seperti narkoba atau senjata tajam,” ucap Anang, saat ditemui awak media usai razia, Kamis (16/1).

Menurut Mantan Kapolsek Sukun Kota Malang, razia ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tindak pidana kejahatan dan gangguan keamanan di wilayahnya. Razia semacam ini bakal terus dilakukan Polres Malang.

“Kalau kriminalitas di daerah lain meningkat, maka kita juga akan terus lakukan operasi. Karena tidak menutup kemungkinan para pelaku kejahatan itu melarikan diri kesini. Sewaktu-waktu akan terus kita lakukan, tidak kenal jam, kadang jam dua pagi, pagi atau siang, kita akan kumpulkan langsung anggota. Kalau direncanakan bisa bocor informasinya,” pungkasnya.(Der/Aka)

Rendra Kresna: Tim KPK Bawa Beberapa Barang Bukti

Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna saat saat memberikan keterangan usai ruang kerjanya di periksa KPK. (Toski D)

MALANGVOICE – Usai ruang kerjanya di ‘Obok-Obok’ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Malang Rendra Kresna langsung angkat bicara.

“Untuk detailnya silahkan ke Humas-nya KPK. Maaf ya,” ungkapnya.

Akan tetapi, Rendra akui jika tim dari KPK membawa sejumlah barang bukti.

“Ada beberapa barang bukti yang diambil, dan saya tadi sempat menandatangani satu berita acara penggeledahan, tanda berita acara barang bukti, serta STPBB ya,” tegasnya.

Baca Juga : KPK Benarkan Lakukan Penggeledahan di Kantor Bupati Malang

Sebelumnya, Tim KPK datang pukul 17.00 WIB. Mereka menggunakan mobil Haice warna putih dan kijang innova warna hitam.
(Hmz/Ulm)

Pemkab Malang Bentuk Pansel Isi Kekosongan Jabatan OPD

PJ Sekda Pemkab Malang, Wahyu Hidayat. (Toski D)
PJ Sekda Pemkab Malang, Wahyu Hidayat. (Toski D)

MALANGVOICE – Pemkab Malang bakal membuka dua panitia seleksi (Pansel) untuk mengisi kekosongan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, saat ini Pemkab Malang sedang mempersiapkan dua Pansel untuk mengisi kekosongan jabatan eselon II.

”Kita akan ada 2 Pansel, yaitu Pansel untuk job fit dan Pansel untuk selter (seleksi terbuka),” ungkapnya, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (29/7).

Menurut Wahyu, hingga saat ini, di Kabupaten Malang sudah ada 5 OPD yang mengalami kekosongan jabatan. Kelima OPD tersebut, yakni Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Direktur RSUD Kanjuruhan.

“Saat ini sudah ada 5 OPD yang kosong, di bulan September nanti juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kosong karena pensiun. Untuk itu, Bupati mengingingkan kekosongan posisi untuk eselon 2 itu diisi dengan mekanisme job fit, dan Itu nanti akan ada pansel job fit-nya,” jelasnya.

Jadi, lanjut Wahyu, secara garis besar, proses Pansel job fit tersebut merupakan proses tahapan pengisian kekosongan Kepala Dinas atau eselon 2, yang bakal diisi oleh sesama pejabat ASN (Aparatur Sipil Negara) yang juga menjabat sebagai eselon 2.

”Job fit itu perputaran diantara eselon 2, itu nanti akan menggeser para eselon 2 yang memang layak untuk di putar (mengisi jabatan eselon 2 yang kosong, red) dengan melalui mekanisme Pansel job fit,” terangnya.

Sedangkan, tambah Wahyu, untuk jabatan eselon II yang masuk dalam proses Pansel Job Fit akan diisi oleh pejabat eselon dibawahnya. Yakni eselon 3 yang dipromosikan mengisi jabatan eselon 2 atau setara dengan pejabat Kepala Dinas dengan melalui pansel Selter. Dua Pansel itu, telah dibahas dengan pemerintah pusat di Jakarta, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri.

”Jadi untuk yang promosi dari pansel selter itu, nantinya akan menunggu hasil dari job fit. Jika memang ada kekosongan akibat adanya perputaran eselon 2, maka akan diisi oleh eselon 3 yang dipromosikan melalui tahapan pansel selter. Untuk waktunya sesegera mungkin, rencananya dalam bulan ini kemungkinan akan dibuka tahapan pansel job fit. Setelah pansel job fit selesai, kami akan segera membuka untuk pansel selter tadi,” tukasnya.(der)

DPUBM Segera Bangun Ulang Jembatan Putus di Pagak

Kondisi jembatan putus. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang segera melakukan perbaikan jembatan di Dusun Krajan, Desa Sumbermanjing Kulon, Pagak yang rusak akibat diterjang hujan deras beberapa waktu lalu.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Romdhoni mengatakan, pihaknya akan membangun kembali jembatan tersebut dalam waktu dekat. Tujuannya, agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

“Tahun 2019 ini kita programkan untuk kita bangun kembali. Saat ini lagi di desain. Untuk besaran anggarannya ada, kurang dari 1 miliar,” ungkapnya, saat ditemui awak media di Ruang Anusopati, usai mengikuti Penandatanganan Perjanjian Kinerja, Senin (28/1).

Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Romdhoni. (Istimewa)

Anggaran tersebut, lanjut Romdhoni, bisa diambilkan dari anggaran darurat seperti yang diintruksikan oleh Plt Bupati Malang HM Sanusi.

“Jika mengambil anggaran darurat, sangat memungkinkan. Kurang kebutuhan untuk pembangunan kembali jembatan menghabiskan sekitar Rp. 800 sampai 900 juta. Kalau anggaran (darurat) yang disediakan 5 miliar,” jelasnya.

Akan tetapi, tambah Romdhoni, selama jembatan tersebut tidak dapat diakses, masyarakat diarahkan untuk melewati jalur alternatif.

Seperti diberitakan sebelumnya, jembatan penghubung dua kampung di Dusun Krajan itu sendiri baru selesai dibangun pada 2015 lalu. Jembatan sepanjang 50 meter tersebut putus karena diterjang aliran sungai yang sangat deras saat hujan mengguyur wilayah setempat.

Akibatnya, warga di RT 20 dan 12 terpaksa harus memutar sejauh 2 kilometer bila berpergian. (Hmz/Ulm)

Usai Diperiksa, KPK Tahan Rendra Kresna di Rutan Polres Jakarta Selatan

Bupati Malang Dr. H Rendra Kresna. (Toski D)
Bupati Malang Dr. H Rendra Kresna. (Toski D)

MALANGVOICE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Malang Rendra Kresna atas statusnya sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi. Mantan Ketua DPW NasDem Jatim ini ditahan selama 20 hari, dimulai hari ini (15/10).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya mengatakan, selain Rendra, pihaknya memeriksa secara paralel dengan pihak swasta, yakni Ali Murtopo (AM).

Sebagai pemeriksaan awal penyidik menyampaikan informasi tentang hak-hak tersangka dan mengonfirmasi beberapa hal terkait kewenangan tersangka, serta pengetahuan tentang proyek-proyek di Dinas Pendidikan yang jadi objek dalam perkara ini.

“Penyidik mendalami juga kepemilikan harta kekayaan tersangka,” kata Febri.

Menindaklanjuti itu, lanjut Febri, penyidik melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap dua tersangka.

“RK (Rendra Kresna) Bupati Malang ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan. Sedangkan AM (Ali Murtopo) swasta ditahan di rutan Polres Jakarta Timur,” sambung Febri.

Febri menambahkan, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan terkait kasus dugaan suap dengan menghadirkan 13 saksi di Mapolres Malang.

“Sedangkan di Malang, Penyidik mendalami pembicaraan dan aliran dana dalam proyek buku,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Soedarman Ingin Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kabupaten Malang

Suasana pelaksanaan Pemilihan Cawabup di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang. (Toski D).
Suasana pelaksanaan Pemilihan Cawabup di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang. (Toski D).

MALANGVOICE – M Soedarman memperoleh 44 suara hasil pemungutan yang digelar DPRD Kabupaten Malang. Soedarman terpilih sebagai Wakil Bupati Malang (Wabup) periode 2016-2021 untuk mendampingi Bupati Malang HM Sanusi.

Pemilihan Wabup digelar rapat paripurna DPRD Kabupaten Malang, hari ini. Sebelumnya, kursi Wabup kosong setelah Sanusi dilantik menjadi Bupati Malang pada 17 September 2019 lalu.

Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Malang hadir untuk menentukan pilihannya. Proses pemilihan juga dihadiri Bupati Malang HM Sanusi dan serta dua kandidat calon Wabup.

Sejak awal perhitungan, perolehan suara untuk Soedarman melejit jauh meninggalkan rivalnya Abdul Rosyid Assadullah yang merupakan kader dari Partai NasDem.

Sampai akhir perhitungan selesai, Soedarman yang merupakan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara itu menang telak dengan 44 suara, sementara Abdul Rosyid hanya mendapatkan 5 suara, 1 suara dinyatakan rusak.

Terpilih menjadi Wabup untuk mendampingi HM Sanusi di sisa masa jabatan hingga Febuari 2021, Soedarman mengaku akan berkoordinasi dengan Bupati Malang terkait paparan visi misi yang disampaikan kemarin ketika terpilih sebagai Wabup, yaitu akan meningkatkan kualitas pendidikan, pengembangan industri pariwisata, bagaimana memberdayakan generasi muda (millenial), peningkatan layanan publik dan serta tata kelola pemerintahan.

“Kami kan fungsinya sebagai pembantu. Saya nanti akan berkoordinasi dengan Bapak Bupati untuk peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan industri pariwisata, bagaimana memberdayakan generasi muda (millenial), peningkatan layanan publik dan serta tata kelola pemerintahan, di sisa masa jabatan yang hanya tinggal 18 bulan ini,” ungkapnya.

Karena berangkat dari dunia pendidikan, Soedarman berharap dapat segera mengubah pola pendidikan di Kabupaten Malang.

“Harapan saya, akan ada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Malang. Tapi, saya akan berkoordinasi dengan Bapak Bupati guna mencari solusi yang terbaik,” pungkasnya.(Der/Aka)

Tingkat Fatalitas Covid-19 di Kabupaten Malang Capai 8,01 Persen

Arbani
Kepala Dinkes Pemkab Malang, Arbani Multi Wibowo. (Toski D).

MALANGVOICE – Tingkat fatalitas kasus Covid-19 atau angka kematian di Kabupaten Malang mencapai 8,01 persen.

“Angka kematian di Kabupaten Malang masih tinggi, jika dipresentasikan masih mencapai 8,01 persen,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Arbani Mukti Wibowo, saat ditemui awak media di area Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Jumat (7/8).

Menurut Arbani, pasien Covid-19 yang memilik komorbid atau penyakit penyerta mempunyai risiko kematian yang tinggi, dan komorbid tersebut mayoritas tuberculosis dan diabetes. 

“100 persen pasien Covid-19 di Kabupaten Malang yang meninggal punya komorbid. Selain itu, penyakit kelainan organ seperti liver (hati) dan paru-paru itu rawan sekali,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Arbani, meski tingkat fatalitas kematian akibat Covid-19 masih tinggi, namun tingkat kesembuhan juga meningkat.

“Tingkat kesembuhan di Kabupaten Malang kini mencapai 66,9 persen. Itu mulai awal adanya Covid-19. Untuk itu, kami imbau masyarakat yang memiliki komorbid itu harus waspada dan disiplin,” terangnya

Walau, tambah Arbani, penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang masih menggunakan cara lama. Seperti pendisiplina protokol kesehatan, dan durasi perawatan hingga sembuh pasien Covid-19 bisa memakan waktu lebih dari 14 hari.

“Untuk proses penyembuhan, satu pasien 14 hari. Tapi juga ada yang kurang, bervariasi ada yang lebih atau kurang dari itu,” tukasnya.(der)

Kawanan Spesialis Pencuri di Sekolah Diringkus Polisi, Puluhan Barang Elektronik Diamankan

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat mengintrogasi tersangka dalam rilis di Polres Malang. (Toski D).
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat mengintrogasi tersangka dalam rilis di Polres Malang. (Toski D).

MALANGVOICE – Anggota Polres Malang berhasil mengamankan tiga pelaku pencurian barang elektronik di sekolah-sekolah, Selasa (1/10) kemarin.

Mereka diketahui bernama Hariono (25), Ma’ali (24) dan DP (18) warga Wajak. Ketika melakukan aksi pencurian, mereka memiliki peran masing-masing. Hariono berperan melakukan pemetaan mana saja sekolah yang akan disatroni. Ma’ali bertugas menjebol pintu sekolah menggunakan tang dan obeng. Sedangkan DP berperan sebagai pengemudi mobil Xenia dengan Nopol N 1997 SH yang digunakan kawanan maling itu sebagai sarana pencurian.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, para tersangka ini melakukan aksinya mulai tanggal 26 Juli hingga 30 September 2019 di belasan tempat kejadian perkara (TKP). Dengan rincian, di Kepanjen sebanyak 3 TKP, Kromengan sebanyak 3 TKP, Kalipare 2 TKP, Gondanglegi 2 TKP, Wajak 1 TKP, Dau 1 TKP, Ngantang 1 TKP, Poncokusumo 3 TKP dan Bululawang 2 TKP.

“Terbongkarnya aksi mereka karena banyaknya laporan dari kepala sekolah masuk ke kami. Akhirnya kami melakukan penyelidikan dan mengarah ke tersangka Hariono. Hingga akhirnya kami dapat meringkus ketiga tersangka lainnya,” ungkapnya, saat rilis di Polres Malang, Rabu (2/10).

Menurut Yade, sasaran dalam aksi mereka membobol pintu sekolah tanpa pengawasan di malam hari. Setelah mendapat barang curian, mereka menyerahkan barang tersebut ke seorang penadah bernama Ardi Wiranata (31) warga Desa Banjarejo, Pagelaran, yang bekerja di toko komputer di Gondanglegi.

“Hasil penyelidikan kami dari pelaku, kami temukan keterangan mereka menyerahkan ke tersangka Ardi yang bekerja di toko komputer di Gondanglegi untuk dijual. Kemudian kami melakukan penggeledahan di toko komputer tersebut. Lalu benar kami temukan barang-barang yang hilang dari laporan yang kami terima tersebut,” jelasnya

Atas penangkapan para tersangka ini, lanjut Yade, petugas berhasil mengamankan barang bukti 22 buah LCD, 3 CPU, dan puluhan barang elektronik lainnya

“Akibat perbuatannya, 3 tersangka pencurian kami jerat pasal 363 KUHP sedangkan tersangka penadah kami jerat pasal 480 KUHP. Untuk beberapa yang kami butuhkan untuk proses persidangan kami sita sementara. Dan sebagian besar kami akan kembalikan ke sekolah yang bersangkutan,” pungkasnya.(Der/Aka)