PMI Kabupaten Malang Unjuk Kesiapsiagaan Tangani Bencana di Peringatan HKBN

Relawan PMI Kabupaten Malang Demonstrasi Vertikal Rescue, Letjen (purn) Sumarsono. (Toski)
Relawan PMI Kabupaten Malang Demonstrasi Vertikal Rescue. (Toski)

MALANGVOICE – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang menggelar aksi vertikal rescue dalam dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2018.

Aksi itu dilakukan di markas PMI Kabupaten Malang, jalan Raya Kebonagung, Pakisaji, Kamis (26/4).

Ketua PMI Kabupaten Malang yang juga sebagai Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, menyampaikan kegiatan tersebut untuk memastikan kesiapan dan mengukur kesigapan personel, serta peralatan yang akan digunakan dalam menghadapi bencana.

Menurut Rendra, walau dengan keterbatasan peralatan, personel relawan PMI ini sangat sigap, namun alangkah baiknya jika masyarakat juga meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dalam menghadapi risiko bencana di daerahnya masing-masing, serta meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong rotong, kerelawanan serta kedermawanan.

Sementara, Pengurus Bidang Divisi Penangulanggan Bencana PMI Pusat, Letjen (purn) Sumarsono, menyampaikan kegiatan HKBN merupakan salah satu cara untuk menjaga kesadaran dan kewaspadaan terhadap bencana alam.

Relawan PMI Kabupaten Malang Demonstrasi Vertikal Rescue, Letjen (purn) Sumarsono. (Toski)
Relawan PMI Kabupaten Malang Letjen (purn) Sumarsono. (Toski)

“Ini salah satu cara yang kita lakukan untuk menjaga kewaspadaan, memang bencana alam itu tidak bisa dihindari, namun bisa diperkecil risikonya. Jadi kita tidak kaget lagi dalam penanganan saat terjadi bencana alam,” jelas Sumarsono.

Selain dituntut untuk selalu siap siaga, sarana insfrastruktur dan sumber daya yang mumpuni mutlak diperlukan, sehinga ketika terjadi bencana tidak mengalami kegagapan penanganan.

“Kalau untuk SDM, kami ini melimpah, ini bisa terlihat dari banyaknya organisasi yang bergerak di bidang ini, namun untuk skill dan kemampuan personel itu harus terus ditingkatkan. Sedangkan dari sarana insfrastruktur terus terang saat ini masih terbatas, kita masih mengandalkan hibah dan bantuan luar negeri,” paparnya.

Untuk mengatasi permasalahan sarana dan perlengkapan, PMI Pusat berkoordinasi dengan Mabes TNI agar alat – alat yang dimiliki TNI untuk penangulanggan bencana, bisa dipakai PMI.

“Kalau PMI Pusat itu kan hanya sebatas kordinator, pelaksanaan teknis justru ada di PMI Kabupaten/Kota. Untuk saat ini kami sudah berkoordinasi dengan TNI agar alat yang ada bisa digunakan bersama oleh PMI, misalnya untuk latihan vertical rescue,” pungkas Sumarsono.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Satu Korban Terseret Arus Coban Cinde Belum Ditemukan

Petugas saat melakukan pencarian korban Bagus Puji. (Istimewa/PB PMI Kabupaten Malang).
Petugas saat melakukan pencarian korban Bagus Puji. (Istimewa/PB PMI Kabupaten Malang).

MALANGVOICE – Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban terseret arus di Air Terjun Coban Cinde. Pencarian kali ini memasuki hari ke ke-tiga, Selasa (31/12).

Sebelumnya, salah satu korban atas nama Dwi Retno Prihatin (25) berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kawasan aliran sungai Cokro, Desa Sukoanyar, Pakis dan dievakuasi sekitar pukul 10.45 WIB.

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo mengatakan, hingga saat ini, korban bernama Bagus Puji masih dalam pencarian, belum ada tanda penemuan korban asal Surabaya tersebut.

“Hari ini (Selasa 31/12, red) memasuki hari ke-tiga dan korban belum ada laporan diketemukan,” ucap pria yang akrab disapa Mbah Tomo.

Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan demi keselamatan kerja, lanjut Mbah Tomo, operasi pencarian korban menggunakan metode pencarian penyisiran lokasi kejadian dan bantaran sungai dengan membentuk SRU (Search And Rescue Unit).

“Dalam pencarian ini, tim SAR gabungan dibagi menjadi empat SRU. Mereka melakukan penyisiran pinggiran sungai dari coban Cinde (TKP, red) hingga sejauh empat kilometer kebawah,” jelasnya.

Untuk satu SRU, tambah Mbah Tomo, beranggotakan 10 orang hingga 21 orang, dengan melibatkan unsur dari Babinsa Koramil Tumpang, Babinkamtibmas Polsek Tumpang, Perangkat Desa Benjor, KSR PMI Kabupaten Malang, dan Poslap Tumpang, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang.

“Pembagian SRU ini bertujuan untuk mempercepat pencarian korban. SRU terus melakukan penyisiran hingga sampai di Coban Jidor yang berada di Dusun Bendolawang, Desa Ngadirejo, Jabung,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, kedua korban merupakan wisatawan asal Surabaya ini berwisata ke Air Terjun Coban Cinde yang berada di Desa Benjor, Tumpang, Minggu (29/12)

Mereka datang bersama 5 orang teman lainnya. Rombongan korban tersebut, tiba di kawasan wisata Coban Cinde sekitar pukul 11.00 WIB, cuaca di lokasi cerah, namun memasuki pukul 12.00 WIB langit mulai mendung.

Penjaga tempat wisata tersebut sempat memperingatkan para pengunjung untuk segera naik ketika hujan mulai turun. Dari 7 orang rombongan, 5 orang bisa naik dengan selamat sementara 2 orang terseret arus, dan satu sudah ditemukan pada Senin (30/12) kemarin dalam keadaan sudah tidak bernyawa. (Der/Ulm)

BNN Kota Malang

Memasuki Musim Kemarau, Pemkab Malang Antisipasi Desa Langganan Kekeringan

Mobil tangki air pemerintah melayani masyarakat yang membutuhkan air bersih pasca daerahnya dilanda kekeringan. (istimewa)

MALANGVOICE – Sebagian wilayah di Kabupaten Malang menjadi langganan kekeringan setiap tahun. Kondisi tersebut direspon Pemkab Malang dengan mengantisipasi terjadinya kekeringan. Salah satunya menyiapkan suplai air bersih.

Di tahun 2015, ada delapan kecamatan mengalami krisis air. Di antaranya Kecamatan Bantur, Donomulyo, Sumbeanjing Wetan, Gedangan, Pagak, Singosari, Tirtoyudo, dan Kalipare. Jumlah tersebur lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 10 kecamatan.

“Jika kondisi tahun ini sama dengan tahun lalu, Kabupaten Malang akan terhindar dari kekeringan. Kalaupun ada mungkin satu dua desa,” kata Kepala BPBD, Kalaksa Iriantoro, kepada MVoice, Selasa (1/8).

Pihaknya telah menerima surat dari BMKG perihal pemberitahuan peralihan musim. Selanjutnya, surat tersebut disampaikan ke kepala daerah dan kini sudah ada SK tentang kondisi musim kemarau.

Namun, melihat perkembangan musim, seharusnya musim kemarau berlangsung awal Juli, tapi sampai sekarang masih terjadi beberapa kali hujan.

“Sudah terlewati satu bulan. Jika kondisinya seperti ini, nantinya akan terhubung ke musim penghujan,” ungkapnya.

Selain itu, BPBD belum menerima laporan adanya desa yang mengalami kelangkaan air. Petugas dan relawan di lapangan terus bergerilya, mengecek kondisi di masyarakat.

Koordinasi dengan Dinas Cipta Karya serta PDAM juga sudah dilakukan. Mobil tangki air saat ini siaga, jika sewaktu-waktu ada permintaan air bersih dari masyarakat.

“Segala sesuatunya soal kekeringan sudah kami siapkan. Suplai air bersih ke desa bisa dilakukan, apabila ada permintaan dari desa dan kecamatan,” tukasnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

Covid-19 Pengaruhi Pariwisata di Kabupaten Malang

Kepala Disparbud Pemkab Malang, Made Arya Wedanthara. (Toski D)
Kepala Disparbud Pemkab Malang, Made Arya Wedanthara. (Toski D)

MALANGVOICE – Merabaknya Covid-19 atau Virus Corona di Indonesia membuat dunia pariwisata juga mengalami penurunan pengunjung. Hal ini berdampak pula dengan pariwisata di Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan, merabaknya virus corona tersebut, membuat penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Masyarakat saat ini berupaya untuk mencegah terkena virus corona. Itu sudah jadi hal yang wajar kalau masyarakat berpikir seperti itu,” ungkapnya, saat ditemui awak media di sela-sela rapat koordinasi penanganan Covid-19 di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Senin (16/3).

Menurut Made, saat ini jumlah wisatawan mengalami penurunan hingga 20 persen. Walau, saat ini pemerintah tengah memberlakukan kebijakan untuk sekolah-sekolah agar meliburkan siswanya, namun, hal itu tidak berarti menjadi angin segar bagi dunia pariwisata.

“Sekarang memang anak sekolah diliburkan, tapi orang tuanya tidak mungkin mengizinkan anaknya untuk pergi. Sama-sama harus paham, masyarakat akan menahan diri tidak kesitu, dan pengelola wisata juga harus paham,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Made, secara otomatis pengunjung menurun. Walau, hingga saat ini tempat wisata di wilayahnya masih buka, dan tidak menerapkan ‘lock down’ untuk destinasi wisata.

“Saat ini masyarakat takut untuk keluar, pengelola wisata harus maklum dan juga harus selalu menjaga kesehatan masing masing,” tegasnya.

Untuk itu, tambah Made, dirinya mengimbau kepada para wisatawan atau pengelola tempat wisata agar tetap waspada dan menaati anjuran pemerintah selama Covid-19 masih belum mereda.

“Merekapun harus menjaga diri, seandainya tempat wisatanya dibuka dan tiba-tiba pengunjungnya ada yang sakit kan bisa terjadi juga,” pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Gubernur Jatim Yakin Sanusi Mampu Lanjutkan Tugas Bupati Malang dengan Baik

Suasana Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Toski D).
Suasana Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Toski D).

MALANGVOICE – HM Sanusi akhirnya resmi menjadi Bupati Malang definitif, periode 2019-2021.

Pelaksanaan pelantikan Plt Bupati Malang menjadi Bupati Malang definitif dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (17/9).

Dalam kesempatan ini Khofifah Indar Parawansa percaya Sanusi akan sanggup melaksanakan tugas yang diemban dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan.

“Saya percaya, bahwa suadara akan melaksanalan tugas sebaik baiknya, sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan,” ungkapnya, saat membacakan sambutan presiden, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (17/9).

Menurut Khofifah, saat ini perkembangan dan pembangunan sangat cepat, intensif dan detail. Karena itu, perlu sinkronisasi ketua DPRD dan OPD serta Kepala Daerah.

“Diharapkan, guyub rukun, Jatim Harmoni Jatim Sejahtera harus tetap dijaga dan dihktiarkan. Meskipun angka kemiskinan di Kabupaten Malang sudah cukup menurun, tapi jika di level Jawa Timur, kemiskinan di Kabupaten Malang masih tinggi,” pungkasnya.(Der/Ulm)

BNN Kota Malang

KPPN Malang Beri Penghargaan Pada 13 KPA

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Dedi Sopandi, saat membuka acara sosialisasi di KPPN Malang. (Toski D).
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Dedi Sopandi, saat membuka acara sosialisasi di KPPN Malang. (Toski D).

MALANGVOICE – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang memberikan penghargaan pada 13 Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan kinerja terbaik di tahun 2019.

Penghargaan ini diberikan bagi satker yang berada di wilayah kerja KPPN Malang, meliputi Malang Raya, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Pasuruan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Dedi Sopandi.

Dalam sambutannya, Dedi Sopandi menyampaikan, kegiatan ini selain sebagai bentuk apresiasi bagi satker dengan kinerja pengelolaan anggaran terbaik, juga diharapkan dapat memotivasi satker-sakter yang lain untuk meningkatkan kinerjanya.

“Ada beberapa indikator penilaian kinerja pelaksanaan anggaran yang digunakan sebagai acuan bagi satker dengan kinerja yang baik,” ungkapnya.

Indikator penilaian tersebut diantaranya efektifitas penyerapan anggaran sampai bulan November 2019, penyelesaian tagihan, rekonsiliasi laporan keuangan dan LPJ yang akurat serta tepat waktu, dispensasi penyampaian SPM.

“Selain itu juga indikator penyampaian rencana penarikan dana secara akurat dan tepat waktu, serta menyangkut manajemen pagu minus,” jelasnya.

Polres Malang memperoleh penghargaan dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Dedi Sopandi, sebagai satker Terbaik dalam Pengelolaan Anggaran Dipa 2019 Catur Wulan III.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi penilaian tertinggi atas kinerja Polres Malang dalam mengelola anggaran negara dengan kriteria antara lain: ketapatan dan Akurasi Revisi Dipa, Ketepatan Laporan Pertanggungjawaban, Kecepatan & Akurasi SPM dan Kriteria Lainnya.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menyampaikan ucapan terimakasihnya atas penghargaan tersebut.

“Semoga tahun berikutnya kita bisa meningkatkan prestasi ini,” harapnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Penyebab Kematian Darmaji Masih Misteri, Polisi Libatkan Labfor Polda Jatim

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda. (Toski D).

MALANGVOICE – Kasus kematian Darmaji (53) Desa Sukorejo, Tirtoyudo yang tergantung di sebuah pohon masih misteri. Tim identifikasi Polres Malang libatkan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk mengecek sampel darah dan cairan lambung korban.

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda menyampaikan, saat ini masih terus melakukan pendalaman tentang kasus tersebut, karena penyebab kematian korban masih belum jelas.

“Di tubuh korban (Darmaji, red) tak ditemukan tanda kekerasan sama sekali. Hanya ada bekas jeratan tali di leher yang menyebabkan korban meninggal. Tapi, dari keterangan dokter, korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Adrian, pihaknya tidak berani berspekulasi, semua kemungkinan bisa saja terjadi terkait penyebab kematian korban. Entah itu dibunuh atau bunuh diri.

“Kami belum bisa memberikan keterangan resmi terkait penyebab kematian korban. Tanda-tanda kekerasan sama sekali tidak ada. Misal dicekek, tanda ruam tak ada juga. Cuma bekas jeratan tali dileher ada, karena korban ditemukan tewas tergantung di pohon, untuk pelakunya gak mungkin sendiri,” jelasnya.

Banyak dugaan yang memunculkan spekulasi penyebab kematian korban tersebut. Bahkan sempat sempat beredar informasi jika kematian korban ada hubungannya dengan pelaksanaan Pilkades serentak. Namun polisi belum bisa memastikan keterhubungan itu. Sejauh ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi. 4 orang di antaranya merupakan anggota keluarga korban.

“Untuk penyebab kematian korban masih misterius, tentang ada hubungannya dengan masalah Pilkades, saya belum bisa menyimpulkan. Kami masih terus dalami motif dari meninggalnya korban tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, kerabat korban Sumaryanto (49) menjelaskan, korban ditemukan pertama kali oleh warga sekitar pukul 06.00 WIB ketika mencari rumput untuk makan ternak.

“Korban pertama kali ditemukan Kaseno yang mencari rumput. Menurut Kaseno kendaraan korban saat itu dalam kondisi mesin masih menyala,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sesosok mayat pria ditemukan tergantung di sebuah pohon di Desa Sukorejo, Tirtoyudo, Selasa (2/7) pagi. Identitas mayat pria tersebut adalah Darmaji (53) warga desa setempat. Saat ditemukan menggantung bagian kedua tangan korban terikat tali rafia. Jarak kaki dengan tanah sekitar 25 cm. (Der/Ulm)

BNN Kota Malang

GMNI IAI Al-Qolam Gelar Aksi Tentang Hari Buruh

Aksi demo di depan kantor DPRD Kabupaten Malang. (Toski)

MALANGVOICE – Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) IAI Al-Qolam menggelar aksi unjuk rasa.

Mereka menuntut adanya pemerataan dan kesejahteraan bagi kaum buruh. Dengan membawa beberapa spanduk, para pengunjuk rasa ini melakukan orasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Malang, Rabu (2/4).

Koordinator Aksi Syaiful Bahri, dalam orasinya melantangkan agar pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah No.78 tahun 2015 dan mengembalikan Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Undang-undang No.21 tahun 2000 tentang upah minimum regional.

“Hapus PP no.78, perhatian kesejahteraan buruh,” ujar Syaiful.

Menurut Syaiful, aksi ini didasari atas keprihatinan kami terhadap nasip para buruh dan untuk memperingati Hari Buruh Internasional.

“Kami berorasi di gedung dewan, supaya para wakil rakyat mendengakan aspirasi kami,” jelasnya.

Dalam aksi, pendemo menuntut pemerintah memberikan pemerataan gaji dan kesejahteraan buruh, serta penghapusan outsourcing yang dinilai sangat merugikan buruh.

“Pemerintah harus lebih memperhatikan kesejahteraan buruh, hapus outsourcing,” tegasnya. (Der/Ery)

BNN Kota Malang

Ditinggal Kerja, Rumah Bambu Warga Wagir Ludes Terbakar

petugas pemadam kebakaran saat melakukan pemadaman. (Istimewa).
petugas pemadam kebakaran saat melakukan pemadaman. (Istimewa).

MALANGVOICE – Kebakaran melanda rumah milik Gunawan (35) warga Desa Sitirejo, Wagir, Senin (16/9). Menurut, Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, peristiwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

“Kejadian kebakaran ini diketahui pertama kali oleh tetangga Gunawan yang melaporkan ke pihak berwajib untuk segera dipadamkan. Saat itu pemilik rumah tidak ada di rumah, karena sedang bekerja serabutan,” ungkapnya.

Ainun menjelaskan, pada saat terjadi kebakaran, rumah yang terbuat mayoritas dari bahan bambu ini dalam keadaan kosong.

“Rumah korban mayoritas terbuat dari bambu. Kemudian di sana cuaca sedang panas dan kering. Sehingga, rumah dengan cepat terbakar hingga habis,” jelasnya.

Kejadian kebakaran ini, tambah Ainun, diduga karena adanya Arus pendek listrik.

“Akibat peristiwa ini, kirban mengalami kerugian sekitar Rp. 50.000.000,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

BNN Kota Malang

Mutasi Ilegal Ala Sanusi Akhirnya Ditunda

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko, saat didampingi oleh Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti. (Toski D).

MALANGVOICE – Polemik mutasi 248 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang dilakukan pada 31 Maret 2019 lalu akhirnya ditunda.

Keputusan penundaan tersebut diambil oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang usai adanya pertemuan antara Badan pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dengan dewan, yang digelar di ruang Komisi I DPRD Kabupaten Malang, usai kegiatan rapat Paripurna, Selasa (18/6).

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko mengatakan, dengan adanya polemik mutasi pejabat ASN tersebut, pihakanya akhirnya memanggil Baberjakat Kabupaten Malang untuk mengklarifikasi.

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko, saat didampingi oleh Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti. (Toski D).
Pelaksanaan rapat tertutup dengan Baberjakat. (Toski D).

“Dalam pertemuan tadi, kami sepakat jika mutasi pejabat ASN tersebut ditunda hingga usai pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan digelar pada 30 Juni nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti mengatakan, pihakanya melakukan penundaan penyerahan surat perintah melaksanakan tugas (SPMT) bagi 248 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas.

“Semua pejabat eselon II, III, dan IV hasil mutasi SPMT-nya kami tunda,” ungkapnya.

Penundaan SPMT tersebut, lanjut Tridiyah, dilakukan menunggu petunjuk teknis terkait sertijab dari Mendagri. Saat ini, Pemkab Malang sudah menerima izin dari Mendagri yang dituangkan dalam surat tertanggal 14 Juni 2019 dengan nomor 821/3194/OTDA yang ditandatangani oleh Plt. Dirjen Otda Akmal Malik.

“Dengan ditundanya penyerahan SPMT ini, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hasil mutasi tersebut belum bisa melakukan kebijakan strategis. Tapi, saya yakin tidak akan menggangu roda pemerintahan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, sebelum sempat beradar surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 18 April 2019 dengan nomor 800/2350/OTDA yang ditandatangani oleh Plt. Dirjen Otda Akmal Malik yang diperkuat dengan adanya surat dari gubernur Jatim tertanggal 13 Mei 2019 bernomor 821.2/5946/204.4/2019 ditandatangani atas nama gubernur Jatim melalui Sekda Provinsi Heru Tjahjono, yang menyampaikan bahwa permohonan pelantikan belum bisa disetujui menteri dalam negeri. (Hmz/Ulm)

BNN Kota Malang