Guru di Batu Tagih Rapel dan Gaji ke-14

Para guru mengikuti Halal Bi Halal PGRI Cabang Batu. (Fathul/MalangVoice).

MALANGVOICE – Rapel gaji guru yang belum cair, menjadi pertanyaan Ketua PGRI Cabang Batu, Yudho Swintoro kepada Kadisdik Kota Batu, Mistin.

Para guru menyampaikan keluhan tersebut di acara Halal Bi Halal PGRI Cabang Batu, Kamis (13/8) pagi di Graha Bina Praja Bima Sakti, Batu.

“Mumpung ada Kepala Dinas Pendidikan, saya ingin sampaikan unek-unek teman-teman guru ingin menanyakan kapan kiranya gaji guru dibayarkan,” tanya Yudho Swintoro disambut tawa ratusan guru yang hadir.

Ketua II PGRI Kota Batu, Imam Gozali, M.Pd, dalam sambutannya juga menanyakan gaji guru ke 14 ke kepala dinas. “Saya juga dibisiki oleh teman-teman. Kami berdoa semoga ada gaji ke-14 di Batu, dan semoga segera cair,” katanya dan disambut tepuk tangan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Mistin menegaskan bahwa tidak ada gaji ke 14. Gaji tersebut hanyalah isu. “Gaji ke 13 sudah kok, kalau gaji 14 itu tidak pernah ada lho,” jelas Mistin.

Ia juga menjelaskan, bahwa gaji rapel akan dibayarkan dan tidak akan ada penundaan. Penambahan gaji rapel tersebut, kata Mistin, baru ada bulan Agustus sehingga tidak bisa langsung ditagih.-

BNN Kota Malang

Eco Ink, Tinta Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa UB

Regina dan Wahyu bersama temuannya, Eco Ink (wahyu regina for malangvoice)

MALANGVOICE – Mahasiswa Fakultas Teknik Kimia (TK UB) berhasil membuat tinta yang diberi nama Eco Ink. Tinta ini diklaim sangat ramah lingkungan karena terbuat dari daur ulang daun kering.

Penciptanya adalah Regina Yolanda Sukoco dan M Wahyu Muharyanto. Keduanya juga telah memenangkan medali perunggu dalam ajang International Young Investors Award, akhir Mei lalu di Universitas Jakarta.

Regina menceritakan kepada MVoice awal mula terciptanya Eco Ink tersebut. “Awalnya saya dan Wahyu ingin menciptakab sesuatu yang bermanfaat dari limbah daun yang ada di kampus. Setiap hari saja daun itu terbuang sia-sia, akhirnya muncul ide tersebut,” paparnya.

Daun kering tersebut, dikarbonisasi pembakaran tanpa oksigen kemudian muncul bubuk karbon. Bubuk karbon tersebut dicampur dengan beberapa bahan kimia hingga menjadi tinta.

“Selulosa dalam daun yang jadi karbon merupakam bahan dasar yang digunakan sebagai tinta,” ujarnya.

Selama ini, mereka memakai laboratorium sains Teknik Kimia UB untuk membuat tinta. Dengan alat karbonisator bisa mengubah 20 gram dedaunan kering menjadi 6 gram bubuk karbon sebagai bahan baku tinta.

“Prosesnya butuh waktu 2 jam untuk mendapat bubuk karbonnya,” jelas wanita asli Malang ini.

Dirinya mengaku belum terpikirkan untuk menjual eco ink karena dirasa belum sempurna dan harus melalui banyak percobaan da experiment.

Wanita berusia 20 tahun tersebut ingin mengeplementasikan tinta buatannya untuk tinta printer dan white board.

“Kami sedang berusaha memperbaiki tekstur agar serupa dengan tinta printer. Soalnya tekstur eco ink masih seperti minyak, kalau printer cair sekali,” ungkapnya.

Dia juga menceritakan dari penemuannya berhasil mendapatkan reward dari kampus biru. “Kami dapat reward prestasi, karena ini masih libur nanti diproses rewardnya,” ujarnya dengan ketawa.-

BNN Kota Malang

Kades di Batu Diminta Perhatikan Lembaga TK

Foto : Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko melambaikan tangan ke muridvTK yang sedang mengikuti pawai kemerdekaan. (Fathul/MalangVoice).

MALANGVOICE – Masih banyaknya lembaga Taman Kanak Kanak (TK) yang belum memiliki gedung sendiri di pelosok Batu, mendapatkan perhatian dari Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

Eddy Rumpoko meminta kepada kepala desa dan camat, apabila ada daerahnya belum memiliki lembaga TK yang representatif agar memperhatikannya.

“Sejak dini harusnya disiapkan oleh kepala desa dan camat. Buat gedung yang baik, kalau masih sewa harusnya ada tanah kas desa buat membangun lembaga TK,” kata wali kota yang biasa dipanggil ER itu.

ER juga sangat mengapresiasi pawai murid TK yang diikuti oleh 98 lembaga. Ia mengaku kaget jika peminatnya amat besar.

“Salah satu aspek Kota Layak Anak itu dukungan dari pendidik dan lembaga sekolah untuk aktif dalam pembangunan kota. Dan pawai ini juga mengukuhkan bahwa kota kita adalah layak anak,” tutur ER.

Mengenai penghargaan Kota Batu sebagai Kota Layak Anak, Wali Kota ER mengatakan bahwa itu adalah apresiasi dari pemerintah pusat, padahal Kota Batu masih mempersiapkannya.-

BNN Kota Malang

SMPN 19-BNN Bentuk Satgas Anti Narkoba

Kepala Sekolah SMPN19 Malang, Anis Isrofin.

MALANGVOICE – BNN Kota Malang membentuk Satgaa anti narkoba di setiap sekolah SMP di Kota Malang. Di SMPN 19 Malang, 30 siswa sudah menjadi Satgas untuk memberikan informasi kepada BNN dan sekolahnya.

“Di sini ada 30 siswa yang jadi satgas,” kata Kepala Sekolah SMPN 19 Malang, Anis Isrofin, Rabu (12/8). Satgas tersebut bekerja mengawasi lingkungan dan temannya, sambungnya.

”Setiap hari ada catatan khusus yang nanti diberikan kepada kami, jika ada temuan yang mencurigakan mereka tidak boleh bertindak,” lanjut Anis Sofrin.

Setelah ada laporan, pihak sekolah akan menghubungi BNN agar diperiksa dan jika terbukti parah siswanya akan direhab. “Pokoknya siswa adalah korban, mereka tidak tahu apa-apa,” jelasnya.

Anis juga menceritakan jika siswanya pernah kedapatan menggunakan narkoba jenis Double L sebanyak 10 anak.

Kesemuanya itu berkat informasi juga dari satgas SMPN 19. “Wali murid sangat senang dengan adanya satgas, karena mereka juga dekat dengan para siswa,” tandasnya.-

BNN Kota Malang

TK se Batu Pawai HUT Kemerdekaan

Siswa RA Khadijah saat persiapan pawai di depan Block Office Kota Batu (Fathul/MalangVoice)

MALANGVOICE – Anak-anak dari TK/RA/ABA se-Kota Batu mebgikuti jalan santai dalam rangka Pawai HUT Kemerdekaan RI ke-70 start dari Block Office dan finish di Balai Kota Batu.

Mereka berpakaian adat dari seluruh daerah yang ada di Indonesia. Ada dari Batu sendiri, ada adat dari Sulawesi, ada dari Betawi, dan macam-macam.

“Pawai ini diikuti oleh 93 Lembaga baik TK, RA, dan ABA yang ada di Kota Batu,” kata Suprapti, Panitia Kota Pawai Agustusan kepada MVoice, Rabu (12/8).

Ia menjelaskan bahwa konsep dari pawai tersebut adalah anak-anak diminta memakai pakaian adat nusantara agar tahu sehingga menambah patriotisme dan cinta tanah air.

“Kita serahkan temanya ke lembahanya masing-masing, yang penting satu kesatuan antara siswa dan gurunya,” sambung Suprapti.

Ditambahkan oleh Kepala RA 11 Siti Khadijah Nur Hasanah, bahwa siswa-siswinya menggunakan pakaian adat dari Sulawesi, bahkan guru yang ikut juga berpakaian sama.

“Kita ajak ke sini dari Kelompok B ada 63 siswa, semuanya berpakaian adat Sulawesi,”tandasnya.-

BNN Kota Malang

Pramuka Batu Berlomba di East Java Scout Challenge

Siswa SD di Batu siap diberangkatkan ke East Java Scout Challenge di Pasuruan. (fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Sekitar 60 anggita pramuka dari 6 SD Kota Batu siap mengikuti lomba East Java Scout Challenge di Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (12/8) hingga Sabtu (15/8) besok.

Mereka akan memperebutkan hadiah jalan-jalan ke Amerika Serikat bagi 2 regu yang berhasil juara.

Pembina Pendamping SD Sang Timur Batu, Yudi Arianto kepada MVoice menjelaskan, 60 siswa pramuka tersebut sebelumnya telah mengikuti pelatihan oleh masing-masing sekolah dan diseleksi di Batu Scout Challenge di Arhanud Batu.

Adapun jenis dan materi perlombaan dalam East Java Scout Challenge tersebut, kata Yudi, seperti smaphore, morse, dan sandi yang nanti akan dibentuk menjadi game Treasure Hunt. Ada pula penilaian tenda dan fun game seperti balap karung.-

BNN Kota Malang

UB-AUSAID Kembangkan Pendidikan Inklusif Madrasah

Perwakilan AUSAID, M Iksan. (Deny/Malangvoice)

MALANGVOICE – Pusat Studi & Layanan Disabilitas (PSLD) dan Pusat Studi Pesantren & Pemberdayaan Masyarakat (PSP2M) Universitas Brawijaya (UB) bekerjasama dengan AUSAID meluncurkan pilot project ‘Pengembangan Madrasah yang Inklusif di Gedung Fakultas Teknik UB. Senin (10/8).

Dalam hal ini, pengembangan pendidikan inklusif di madrasah adalah upaya agar mendorong kesempatan pendidikan kepada penyandang disabilitas, khususnya di sekolah agama.

Ini jadi strategi dalam memenuhi keragaman peserta didik dan pemenuhan hak asasi manusia untuk mengakses pendidikan yang layak.

Perwakilan dari AUSAID, M Iksan mengatakan kegiatan ini tidak terpisahkan dari pilot program dimana menciptakan mitra lingkungan di madrasah.

“Bagaimana membuat madrasah yang baik untuk berkebutuhan anak khusus, sasaran madrasah swasta di Jatim, NTB, Sulsel, Banten dan Jateng,” paparnya dihadapan wartawan.

Unit madrasah akan dilatih dengan workshop, nanti akan diketahui bagaimana penanganan anak berkebutuhan khusus.

Pada infrastruktur juga akan ditunjukkan seperti pembuatan bidang miring, selasar penghubung, dan toilet yang dapat diakses semua siswa.

“Selama ini yang banyak adalah sekolah lain madrasah, tapi kami konsen kesana karena di madrasah tidak banyak ada gerakan,” imbuhnya.

Program ini akan berlangsung selama 7 bulan dan sebenarnya mendukung program yang dicanangkan pemerintah.

Dalam kegiatan ini nantinya juga akan diciptakan madrasah development yang bertujuan meningkatkan mutu madrasah, khususnya swasta.

“Kami juga akan berlabuh ke pesantren untuk mengetahui pendidikan inklusif, karena selama ini belum disentuh,” tandasnya.-

BNN Kota Malang

Mahasiswa Baru UM Ikuti PKPT

MALANGVOICE – Universitas Negeri Malang (UM) Senin (10/8) hari ini lakukan Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) kepada 6.823 mahasiswa baru di Gedung Graha Cakrawala.

PKPT tahun akademik 2015/2016 ini murni besifat akademis dengan materi kegiatan yang menyentuh multi-kecerdasan mahasiswa, yaitu kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial.

Wakil Rektor III UM, Syamsul Hadi mengatakan, tujuan PKPT ini selain mengenalkan kampus juga fasilitas yang ada.

“Dari kegiatan belajar yang dilakukan, fasilitas bisa mereka manfaatkan saat kuliah, kami juga bangun motivasi progam agar belajarnya giat, supaya cepat bearadptasi,” katanya saat ditemui di Gedung Graha Cakrawala, Senin (10/8).

Materi yang disampaikan selain pengenalan organisasi BEM UM, ada pula materi kemahasiswaan dan. pemberian motivasi dari pagi hingga sore.

Setelah itu, kegiatan lanjutan hari berikutnya berpusat pada fakultas masing-masing. “Ada pengenalan sisten adminisrasi, kemudian Kamis Jumat Sabtu kegiatan di handle di fakultas,” tandas Syamsul.-

BNN Kota Malang

UM Tegaskan Bebas Perploncoan Maba

Wakil Rektor III UM, Syamsul Hadi (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Universitas Negeri Malang (UM) berjanji tidak akan ada tindakan perpeloncoan bagi mahasiswa baru tahun ini saat ospek.

Wakil Rektor III UM, Syamsul Hadi menegaskan jika prinsip pelaksanaan ospek berbasis kelas. ”Kami tidak ingin mahasiswa kepanasan di lapangan sehingga nantinya kegiatan jadi tidak maksimal,” katanya.

Bagi mahasiswa baru juga tidak ada pakaian dan atribut yang tidak lazim. Syamsul menambahkan support dari para senior juga sangat baik menanggapi ospek tanpa perpeloncoan.

“Pakai pita berwarna sebagai pembeda tiap fakultas, itu saja. Pokoknya haris netral tidak ada sedikitpun kekerasan. Senior harus beri motivasi pada adik-adiknya,” tegasnya.-

BNN Kota Malang

35 Sekolah Dapat Bantuan Kelas dan Rehab

Esty Dwiastuti, Kabid Dinas Pendidikan Kota Batu

MALANGVOICE-Bulan Agustus 2015 ini, Pemkot Batu akan melakukan pembangunan ruang kelas baru dan rehab ruang kelas lama di 35 Sekolah Dasar yang tersebar di 3 kecamatan se Kota Batu.

“Yang ruang kelas baru kita akan bangun di 13 SD, rehab sedang ada 10 SD, dan rehab sedang ada 12 SD,” kata Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Batu, Esty Dwiastuti kepada wartawan, Senin (10/8).

Esty mengatakan rehab akan dimulai pada bulan Agustus ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015 sebesar Rp 4,5 Miliar dan menggunakan sistem swakelola.

Untuk kategorisasi kerusakan, kata Esty, kerusakan berat jika kondisi kelas rusak 45-65 persen yang biasanya kerusakan ada di atapnya. Jika kerusakan 30-45 dikatakan rehab sedang, kurang dari 30 persen berarti rehab ringan.

” Kita memang tidak ada rehab ringan. Kalau kerusakan di atas 65 persen maka sudah harus di robohkan karena tidak layak dan diganti baru. Tahun ini tidak ada yang begitu,”tandas Esty.

BNN Kota Malang

Komunitas