SMAN 8 Malang Cari Ilmu ke Desa Jabung

SMAN 8 Malang. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – SMAN 8 Malang menggelar kunjungan ke Dusun Bayang dan Tegir, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, dengan tajuk “Live In Smarihasta 2015”.

Semua anggota sekolah yang terdiri dari 1000 orang, di antaranya siswa, guru hingga karyawan, turut serta dalam kegiatan yang pertama kali dilakukan itu.

Menurut rencana, selama tiga hari, sejak Kamis (17/8) lalu, para siswa dan guru melakukan bakti sosial dan inagurasi bersama warga sekitar.

Bentuk dari bakti sosial bermacam-macam, mulai pemberian sembako, pasar murah, jelajah desa, belajar bersama di SD, persahabatan futsal hingga pengobatan gratis dari alumni SMAN 8 Malang.

Kepala Sekolah SMAN 8, M Sulthon, mengatakan, semua kegiatan itu merupakan bentuk nyata kepedulian sesama dan melatih jiwa sosial.

“Dengan begitu mereka diharap bisa melatih kepekaan sosial, melihat langsung kehidupan masyarakat pedesaan dan masih banyak lagi,” katanya kepada MVoice, Jumat (18/9).

Warga Jabung, lanjut Sulthon, sangat menerima kedatangan sekolahnya. Bahkan para siswa dan guru difasilitasi nginap di 120 rumah warga hingga hari terakhir, Sabtu (19/9).

“Mereka senang dengan kehadiran kami, sampai malam terakhir ada kegiatan bersama inagurasi yang menampilkan kebolehan masing-masing,” ungkapnya.

“Selama dua hari, saat kembali ke kota para siswa terutama bisa memanfaatkan ilmu yang didapat,” tutupnya.

SMKN 4 Pamerkan Produk Daur Ulang

Wakil Kepsek SMKN 4, M Asrofi​,​ bersama lukisan mozaik karya siswanya​.​ (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Puluhan karya kreasi daur ulang pengelolaan limbah oleh ​siswa SMKN 4 Kota Malang dipamerkan, Kamis (17/9)​,​ di lobi sekolah. Produk daur ulang itu dibuat menggunakan bahan kertas, kain, plastik dan daun kering hingga menciptakan tas, kerudung, tempat pensil bahkan lukisan.

Lukisan mereka cukup unik, terbuat dari potongan plastik berukuran besar bergambar Ki Hajar Dewantara dengan model mozaik yang dibuat grup kelas 10.

Menurut Wakil Kepsek SMKN 4 Malang, M Asrofi, hasi karya itu akan dinilai untuk diikutkan ​pada ​Green School Festival yang diadakan tiap tahun. “Bulan lalu mereka menciptakan lukisan mozaik itu, dibantu pembimbing para guru,” katanya ​,​ saat ditemui MVoice, Kamis (17/9).

Selain itu, menciptkan sifat peduli lingkungan dengan memanfaatkan bahan bekas, pihak sekolah membimbing siswa menanam pohon di lingkungan sekolah. “Tidak hanya siswa, guru juga harus membawa tanaman yang nanti ditanam di sekitar sini,” lanjutnya.

Menurutnya, hasil kreasi siswanya itu sebaiknya diproduksi massal namun keterbatasan bahan jadi masalah. Kedepan, SMKN 4 akan serius memproduksi bahan daur ulang itu.

SMPN 22 Juara Lomba Aksi Sekolah Bebas Narkoba

Kepala BNN Kota Malang, AKBP Hennry Budiman. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – SMPN 22 Kota Malang berhasil memenangkan lomba Aksi Sekolah Bebas Narkoba (ASBN) yang diadakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, Rabu (16/9).

Lomba dimulai April lalu diikuti 24 sekolah tingkat SMP sederajat di Kota Malang. Pemenang lomba ASBN diumumkan sekaligus dalam Pagelaran Seni Budaya Pelajar 2015, di Kantor BNN Kota Malang, Jalan Mayjen Sungkono Malang.

SMPN 22 Kota Malang meraih poin terbanyak disusul SMPN 9, dan juara ketiga SMPN 5 Kota Malang. Masing-masing pemenang mendapat hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 6 juta, Rp 4 juta dan Rp 2,5 juta.

Kasi rehabilitasi BNN Kota Malang, Ellyda mengungkapkan alasan SMPN 22 menjuarai ASBN karena komplit mencegah dan memberantas narkoba sesuai instruksi BNN.

“Mereka punya satgas anti narkoba, itu yang terpenting selain kepedulian guru dan peran aktif bimbinan konseling di sekolah,” katanya kepada MVoice.

Satgas anti narkoba dianggap penting karena para siswa dirasa takut melaporkan teman yang menggunakan narkoba kepada guru.

“Kalau sesama teman melapor ke satgas mungkin tidak takut, baru dari satgas membantu menghubungi guru dan konseling,” paparnya.

Dalam kegiatan itu, 24 perwakilan sekolah peserta lomba memamerkan kreatifitas dan pembacaan ikrar pelajar anti narkoba.

Kepala BNN Kota Malang, AKBP Hennry Budiman mengatakan, sebagai kota pelajar Kota Malang harus terhindar dari penyalahgunaan narkoba yang bisa merusak mental dan menghancurkan masa depan.

“Para pelajar merupakan generasi penerus bangsa dan mengembangkan potensi diri yang dimilikinya untuk melakukan kegiatan positif demi bangsa,” tandasnya.-

Coretan Murid SD Ingatkan Cinta Lingkungan Hidup

Siswa SDN Ngaglik 1 saat melukis di pelataran sekolah. (fathul)

MALANGVOICE – Ratusan siswa SDN Ngaglik 1 Kota Batu membuat lukisan dan poster di atas kain kanvas bertemakan penyelamatan lingkungan hidup. Agenda ini dalam rangka Hari Ozon Dunia bertepatan pada tanggal 16 September 2015 ini.

Kordinator Hari Ozon, Helmina Mauludia mengatakan, dari coretan murid sekolah dasar itu ingin mengingatkan kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik dan kendaraan bermotor karena bisa merusak lapisan ozon.

Selain itu, penggunaan CFC (Cloro Fluoro Carbon) yang biasanya ada pada lemari es dan AC juga harus dikurangi. Kata Helmina, CFC saat ini sudah dipakai pada semprotan minyak wangi dan hairspray.

“Kami ingin mengajari anak-anak sejak dini untuk menjaga pentingnya ozon bagi kehidupan, dengan kesadaran dimulai dari anak-anak maka orang dewasa diharapkan mengikutinya,” kata Helmina yang juga Ketua Adiwiyata SDN Ngaglik 1 ini.

Rencananya, usai melukis siswa akan diajak berbaris di jalan raya untuk kampanye penyelematan ozon yang sudah menipis. Namun, waktunya masih belum dipastikan karena siswa tidak diliburkan meskipun ada kegiatan.

“Peringatan hari ozon ini kita masukkan dalam program adiwiyata dan ada juga di pelajaran IPA dan PLH. Insyallah akan kita adakan tiap tahun mulai sekarang,” tandas guru mata pelajaran IPA ini.

Tingkatkan Mutu Pembelajaran, Kepsek Wajib “Blusukan”

M Arafik Dosen UM Malang membacakan cerpen Robohnya Surau Kami di Hotel Atria.. (istimewa)

MALANGVOICE – Untuk meningkatkan mutu sekolah dan pembelajaran, kepala sekolah (Kepsek) harus mengetahui aspek profesional terhadap profesi guru di sekolah. Saat ini, blusukan yang sedang tren dinilai penting untuk menilai kinerja guru.

Dari hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah (UKKS) secara nasional yang dikeluarkan oleh Kemendikbud 2015, terrnyata sebagian besar kepala sekolah kurang bisa menilai kinerja guru, sehingga tidak banyak mengetahui tingkat kemampuan guru dan apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan.

Ada tiga tipe penilaian kinerja atau supervisi yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan oleh kepsek. Salah satunya dengan model blusukan, atau melihat langsung aktivitas guru di kelas atau lingkungan sekolah terutama saat mengajar.

Blusukan atau managing by walking about (Mbwa) artinya mengambil waktu beberapa menit setiap hari untuk berkeliling di area sekolah, bertegur sapa, dan berdiskusi dengan siswa, guru, orang tua, serta berkunjung ke kelas secara informal.

Kepsek hendaknya menjadwalkan blusukan pada waktu yang berbeda setiap hari dengan waktu 10-15 menit setiap hari. Termasuk saat istirahat, atau saat pagi sebelum dan jam pulang sekolah bahkan ketika orang tua sedang berada di sekolah.

Dengan melakukan blusukan bukan berarti mengganggu kegiatan pembelajaran di kelas atau mengganggu guru yang mengajar. Kunjungan harian ke kelas bisa memberikan gambaran kepada kepsek apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kelas dan bagaimana proses belajar mengajar yang terjadi dengan mengamati. Jika ada hal yang perlu untuk ditindak lanjuti maka kepsek bisa segera mencari jalan keluar.

Menurut Whole School Development USAID Prioritas Jatim, Dyah Haryati Puspitasari, selama ini penilaian kinerja guru yang dilakukan oleh kepsek sangat subyektif dan tidak terstruktur.
”Kepsek sering menilai guru hanya berdasarkan faktor kasihan, kepentingan pribadi dan banyak hal agar guru tetap mendapatkan hak sertifikasi,” jelasnya sesuai rilis yang diterima Mvoice, Senin (14/9) pada ToT Tingkat Provinsi Jatim untuk Modul III Manajemen Sekolah Bagi SD/MI di Kota Malang.

Untuk itu cara ini diharap bisa digunakan semua kepsek SD/MI tidak hanya di Jatim, namun di semua daerah agar mutu sekolah dan pembelajaran bisa berkembang bersama. Dalam pelatihan itu juga diberikan materi tentang peningkatan minat baca di sekolah, salah satunya dengan mengajak siswa untuk membaca cerpen setiap kali ada kesempatan dan meluangkan waktu khusus membaca setiap hari.

GGAA Minta DPRD Panggil Dinas dan Dewan Pendidikan

Sudarno (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Ketua Good Governance Activator Alliance (GGAA), Sudarno, mengkritik Dinas Pendidikan Kota Batu terkait mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup yang mencantumkan jadwal pembukaan wahana wisata BNS.

“Perlu dievaluasi oleh legislatif sebagai lembaga pengawasan atas kinerja eksekutif. DPRD harus panggil Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan untuk mengetahui bagaimana alur pembuatan materi itu, dan proses pengawasannya seperti apa,” kata Sudarno, dalam release yang dikirim kepada MVoice, Minggu (12/9).

Ia juga menyinggung kasus materi untuk pengajaran sekolah tahun lalu yang mengangkat istilah gemblak dan mendapat protes dari kalangan orang tua siswa. Sudarno sendiri menyayangkan, karena persoalan itu berulang lagi.

“Ini mengindikasikan Dinas Pendidikan secara serampangan dan tanpa manajemen yang baik. Jangan-jangan ada pembuat materi yang memang mendapat pesanan dari wahana wisata tersebut,” imbuh Sudarno

Lelaki yang akrab di sapa Darno itu menganggap materi pengenalan lingkungan hidup dengan jadwal BNS tidak ada relevansinya. Sebab itu diperlukan penjelasan kepada publik, mengapa hal itu sampai terjadi dan Dindik Batu perlu meminta maaf secara terbuka.

“Ini masalah karakter bangsa, bagaimana jadinya kalau lembaga yang menangani pendidikan tidak memiliki integritas tinggi,” tegasnya.

Sebagaimana pernah diberitakan, seorang wali siswa memfoto soal dalam mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup terkait jadwal buka BNS di grup Facebook.

Dindik Kota Batu sendiri mempertanyakan LKS itu, karena Tim Kurikulum PLH sampai saat ini masih merancang penyusunan soal.

Ajak 40 Siswa ke Singapura, Dindik Batu Ajukan Rp 300 Juta

Hj. Mistin (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Batu, mengajukan dana sebesar Rp 300 juta pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2015.

Dana sebesar itu akan digunakan untuk memberangkatkan 40 siswa Kota Batu yang berprestasi ke Singapura dan Malaysia pada 21 September 2015 mendatang.

“Iya, kita ajukan PAK, tapi masih dibahas. Kami yakin disetujui,” ungkap Kadindikpora, Hj Mistin, saat dihubungi MVoice melalui selulernya, Sabtu (11/9).

Dia menjelaskan, rasionalisasi anggaran Rp 300 juta itu bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi agenda ke Singapura dan Malaysia itu sudah direncanakan jauh hari, namun gagal terus.

“Ini kan untuk menambah semangat siswa agar mereka bisa berkompetisi dengan sehat untuk berprestasi. Kalau siswa kita meraih prestasi, masyarakat Batu juga yang senang,” tandasnya.

Status Non Aktif, IBU Wisuda 2000 Mahasiswa

Rektor IBU, Nurcholis Sunuyeko.

MALANGVOICE – IKIP Budi Utomo (IBU), Sabtu (12/9) besok menggelar wisuda terhadap 2 ribu mahasiswa angkatan tahun 2014 ke atas di GOR Ken Arok, Kedung Kandang, Kota Malang.

Rektor IBU, Nurcholis Sunuyeko, mengatakan wisuda tahun ini merupakan bukti sekaligus penjelasan bahwa status non aktif pendidikan tinggi tidak berpengaruh kepada kegiatan pembelajaran mahasiswa.

“Status non aktif tidak mempengaruhi status mahasiswa IBU tahun ajaran 2014 ke atas,” kata Nurcholis.

Ia menambahkan, selain bisa melakukan wisuda dua ribu mahasiswa, gelar sarjana yang disandang mahasiswa juga sah lantaran hal itu tidak terkait dengan masalah institusi.

“Karenanya dengan status ini kami terus melakukan pembenahan termasuk menambah dosen sekaligus menambah sarana dan prasarana,” bebernya.-

4 Siswa Lulusan SD Disarankan Ikut Paket B

MALANGVOICE – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadindikpora) Kota Batu, Hj Mistin mengungkapkan, dari 7 siswa sekolah dasar (SD) yang gagal melanjutkan sekolah, 4 orang dianjurkan mengikuti Kejar Paket B.

“Kami menginginkan semua anak bisa mengikuti pendidikan 9 tahun, tapi bagaimana lagi kalau tidak keinginan dari siswanya,” kata Mistin kepada MVoice, Jumat (11/9).

Adapun siswa yang dianjurkan mengikuti Kejar Paket B ini adalah siswa dari SDN Oro-Oro Ombo, SDN Sidomulyo, SDN Tulungrejo, dan SDN Sumber Rejo. “Selain gara-gara usia, mereka enggan lanjut sekolah juga karena tidak ada keinginan,” sambungnya.

Untuk dua siswa dari SDN Sisir, lanjut Mistin, salah satunya sudah masuk di SMP PGRI 1 Batu dan sudah mengikuti sekolah. Sementara siswa sakit dari SDN Tulungrejo 02 sedang dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan.

“Untuk yang SMP tapi tidak melanjutkan ke jenjang selanjutnya juga belum saya cek. Tapi instruksi saya ke Kepsek sudah jelas,” tandasnya.-

SMK PGRI 3 Tunggu SK Terkait LKS

Siswa SMK PGRI 3 melakukan praktik kompetensi body repair yang diujikan dalam LKS. (Muhammad Choirul)

LKS Jatim 2015 - MalangMALANGVOICE – Penunjukkan Kota Malang sebagai tuan rumah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) se-Provinsi Jawa Timur (Jatim), memberi peluang SMK PGRI 3 Malang sebagai salah satu   pelaksana untuk  mata lomba tingkat SMK.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK PGRI 3, Santur Hidayat SPd. menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan pelaksanaan bidang kompetensi dilombakan.

Meski begitu, surat keputusan terkait bidang apa saja yang dilaksanakan di SMK PGRI 3 Malang juga masih ditunggu. “Kami punya kesempatan jadi pelaksana, karena beberapa bidang seperti auto body repair, di Kota Malang ini hanya ada di PGRI 3,”  katanya.

Selain itu, SMK PGRI 3 juga memiliki sarana prasarana yang diperlukan bidang kompetensi lain, di antaranya Computer Aided Drawing and Design (CADD) dan Teknik Las.

Santur Hidayat menyebut, persiapan yang dilakukan belum terlalu ke ranah teknis. Sebab, pendanaan terkait itu belum jelas.

“Dengan ada SK, dana untuk pengadaan alat bantuan juga mengikuti, sehingga dapat mempermudah pelaksanaan. Tapi dibilang siap kami ya siap,” pungkasnya.-

Komunitas