Dorong Partisipasi Sektor Usaha untuk Muluskan Program Beasiswa 1.000 Sarjana

MALANGVOICE– Kuota penerima program beasiswa 1.000 Sarjana meningkat cukup signifikan. Pada tahun 2026 ini, Pemkot Batu menaikkan kuota sebesar 400 penerima manfaat, meningkat dibanding tahun 2025 sebelumnya yang masih sebanyak 273 penerima manfaat.

Beasiswa mencetak 1.000 sarjana merupakan janji politik yang digulirkan pasangan kepala daerah Nurochman-Heli Suyanto. Termasuk dalam salah satu program prioritas yang dituangkan dalam RPJMD Kota Batu 2025-2030. Mengingat sektor pendidikan merupakan pilar penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkontribusi besar atas kemajuan daerah.

Program Beasiswa 2026 Pemkot Malang Segera Cair, Wawali Pastikan 1.151 Pelajar Jadi Penerima

Wali Kota Batu, Nurochman menegaskan, pentingnya memacu sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam menjawab tantangan zaman. Program 1000 Sarjana dirancang untuk mempersiapkan generasi muda Kota Batu agar mampu bersaing di era global.

“Sektor pendidikan menjadi pintu gerbang yang mengantarkan pada peningkatan SDM berkualitas menuju kemajuan peradaban,” ujar dia.

Ia mengatakan, program 1000 Sarjana dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Kota Batu, bukan hanya lulusan baru, tapi juga para guru, perangkat desa dan tenaga lainnya yang membutuhkan peningkatan kapasitas. Sehingga membuka kesempatan kepada masyarakat, terutama yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk mengenyam pendidikan tinggi.

“Melalui program ini, kami akan buka akses seluas-luasanya bagi anak-anak hebat Kota Batu, untuk meraih pendidikan tinggi dan menggapai cita-cita besar,” tutur Cak Nur, sapaan Nurochman.

Dari sisi pendanaan, program ini tak hanya ditopang melalui sumber APBD. Pemkot Batu juga memanfaatkan kucuran dana CSR dari sektor usaha untuk mendukung program beasiswa 1.000 sarjana. Untuk itu, Pemkot Batu mendorong partisipasi dunia usaha untuk mendukung program ini. Dukungan nyata dari sektor usaha ditunjukkan melalui kucuran CSR Bank Jatim. Karena itu pada tahun ini Pemkot menaikan jumlah penerima manfaat menjadi 400 pelajar.

Sejauh ini Bank Jatim merupakan perusahaan paling konkret dalam mendukung peningkatan kualitas SDM Kota Batu melalui program ini. Pada tahun 2025 lalu, Bank Jatim telah memberikan dukungan sebesar Rp236 juta melalui CSR pendidikan.

“Saat ini tercatat sebanyak 271 mahasiswa telah menerima manfaat program ini. Kami memandang beasiswa ini sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi unggul yang akan menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Nurochman.

Ia berharap dukungan dari Bank Jatim dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain di Kota Batu agar turut berpartisipasi dalam pembangunan SDM melalui CSR pendidikan. Apalagi pendidikan merupakan investasi masa depan daerah yang berdampak langsung bagi generasi penerus. Dan Program Beasiswa 1000 Sarjana menjadi strategi jangka panjang Pemerintah Kota Batu dalam menciptakan generasi unggul dan kompetitif.

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi dunia usaha untuk bersama-sama berinvestasi dalam pembangunan SDM Kota Batu,” ajak Nurochman.

Ia menyadari sektor pendidikan berperan vitai sebagai tumpuan fundamental dalam meningkatkan SDM yang menjadi aset penting menciptakan kemajuan bangsa. Melalui pendidikan juga menjadi tempat persemaian benih-benih nilai budi pekerti meraih kehidupan bermakna selaras tantangan zaman. Terdapat tiga pilar utama untuk mewujudkan pendidikan yang ‘SAE’ (bagus). Diantaranya kecerdasan yang memuaskan, karakter yang menginspirasi dan kepedulian yang menyejukkan.

“Program unggulan 1.000 sarjana kami luncurkan, sebagaimana visi misi Kota Batu, yakni mewujudkan SDM yang berkarakter, berkualitas dan berdaya saing,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Batu, Alfi Nurhidayat bahwa program beasiswa ini menyasar berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya bagi siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membuka peluang bagi kelompok non- prestasi akademik. Di antaranya, masyarakat kurang mampu, hafiz Al-Qur’an, penyandang disabilitas, hingga guru non-ASN serta perangkat desa.

“Program ini terbuka luas bagi warga Kota Batu dengan berbagai kategori. Harapannya tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana,” ujar Alfi.

Ia menjelaskan bahwa proses pendaftaran program ini dilakukan secara daring melalui laman resmi yang disediakan Dinas Pendidikan Kota Batu. Peserta diwajibkan mengunduh dokumen persyaratan serta template proposal sesuai dengan kategori yang dipilih. Setelah itu, mereka harus mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah seluruh berkas yang diminta melalui Google Form yang telah disiapkan panitia.

“Calon peserta diminta untuk mencermati seluruh persyaratan yang telah ditetapkan sebelum melakukan pendaftaran,” imbau dia.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait