Kota Malang Memilih Pemimpin

Disambangi Nanda – Wanedi, KH Marzuki Mustamar Tekankan Sinergitas Malang Raya

Pasangan Ya'qud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi sowan kepada KH Marzuki Mustamar. (Istimewa)
Pasangan Ya'qud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi sowan kepada KH Marzuki Mustamar. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sinergitas antar Kepala Daerah di Malang Raya menjadi hal terpenting dalam pembangunan Kota Malang. Ini diungkapkan pengasuh Ponpes Syabilurrosyad, KH Marzuki Mustamar, Senin (22/1).

Pesan itu diberikan kepada pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban – Ahmad Wanedi, ketika pasangan tersebut sowan ke Ponpes Syabilurrosyad. KH Mustamar Marzuqi mengatakan, perlu adanya perluasan kawasan dan penambahan kecamatan.

Demikian keperluan itu, Pemkot Malang ke depan harus berkoordinasi dengan Pemkab Malang dan Pemkot Batu. Koordinasi ini untuk memetakan potensi mana saja kawasan yang bisa dimasukkan ke wilayah Kota Malang.

Lebih lanjut, dia menilai, luasnya daerah Kota Malang saat ini kurang memungkinkan untuk berkembang. Kota yang maju membutuhkan wilayah yang luas untuk berbagai pengembangan termasuk sektor industri dan pendidikan.

“Kalau cuma lima kecamatan bagaimana Kota Malang dapat mengembangkan diri, karena itu nanti mbak Nanda dan mas Wanedi perlu berkoordinasi dengan Rendra dan Dewanti, soal kawasan yang bisa dimasukkan ke Kota Malang,” tutur pria yang juga dosen UIN Maliki Malang itu.

Dengan perluasan itu, pembangunan kemudian harus difokuskan pada kebutuhan warga asli Kota Malang. Sejalan dengan itu, dia mengimbau Nanda, jika nanti terpilih, untuk menjadikan Kota Malang pusat pendidikan internasional dengan mendirikan kampus Islam dan sekolah bertaraf internasional.

Hal ini sangat positif, karena akan ada banyak orang asing yang datang ke Malang, tentu saja akan memberi multi efek. “Ini akan baik bagi penjual makanan, kos-kosan juga laku, hotel saat wisuda juga laku, dan Kota Malang mendunia. Artinya kota kita akan maju, dapat riski, dan terhormat,” kata dia.

Gayung bersambut, Ya’qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi menyampaikan respon positif. Pasalnya, semua saran-saran itu sesuai dengan konsep Noto Malang yang diusung pasangan ini.

“Dari awal kami tegaskan bahwa untuk noto Malang ini, tidak bisa Nanda-Wanedi sendirian, melainkan harus melibatkan semua elemen, karena itu kami perlu datang ke masyarakat dan tokoh masyarakat,” tutur peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya ini.

Terkait sinergitas Malang Raya, Nanda berjanji hal itu bisa lebih mudah diwujudkan jika dia mendapatkan amanah memimpin Kota Malang. Sebab, Bupati Malang Rendra Kresna dari partai Nasdem dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dari partai PDIP.

Dua partai ini notabene sama sama partai pengusung bagi pasangan Nanda-Wanedi. “Sebetulnya, kalau kami diberikan kesempatan maka kami sangat mudah berkomunikasi dengan Pak Rendra dan Bu Dewanti,” pungkasnya.(Coi/Ak)