MALANGVOICE – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Polresta Malang Kota menggelar Gerakan Penjualan Pangan Murah Polri untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan usai Zoom Meeting Launching Gerakan Pangan Murah Serentak, Jumat (13/3). Zoom meeting berlangsung di lobby Polresta Malang Kota dan dipimpin Kabag SDM Polresta Malang Kota AKBP Sophia Soegestie Mustary mewakili Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana.
Kegiatan ini juga diikuti para pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, anggota Satbinmas, serta Kepala Bulog Kota Malang.
Setelah kegiatan daring tersebut, Polresta Malang Kota langsung menggelar pasar murah di halaman depan Mapolresta yang dibuka untuk masyarakat di wilayah hukum Polresta Malang Kota.
Pasar murah ini merupakan bentuk sinergi Polri bersama Perum Bulog dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang hari raya.
Kasatbinmas Polresta Malang Kota Kompol Indo Jacmiko selaku penyelenggara kegiatan menjelaskan, Gerakan Pangan Murah Polri menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus mengantisipasi potensi panic buying di masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah Polri sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat agar dapat memperoleh kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idulfitri agar tidak terjadi panic buying,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan penjualan bahan pangan penting (bapokting) ini juga menjadi bagian dari upaya Polresta Malang Kota menjaga kondusivitas kamtibmas melalui pendekatan sosial dan pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga mendukung stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di daerah. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga menjelang Lebaran,” tambahnya.
Dalam pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasaran. Di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp57.000, gula pasir Rp17.000 per kilogram, serta minyak goreng premium Rp19.000 per liter.
Total stok yang disediakan meliputi 1.000 kilogram beras SPHP atau 200 kemasan, 60 liter minyak goreng, serta 200 kilogram gula pasir.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Beras dan minyak goreng bahkan terjual habis, sementara gula pasir masih tersisa sebagian dari total stok yang disediakan.
Salah satu warga Kampung Putih, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sriani (55), mengaku senang bisa berbelanja kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.
“Ini tadi saya beli beras, minyak goreng, dan gula. Harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasar. Semoga pasar murah seperti ini sering digelar,” ujarnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah Polri ini, Polresta Malang Kota bersama Bulog menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.(der)