MALANGVOICE – Pelaksanaan Pasar Murah di Kantor Kecamatan Kedungkandang berlangsung ricuh, Selasa (10/3). Ribuan warga yang antusias mendapatkan bahan sembako dengan harga murah hingga terjadi kericuhan.
Kericuhan itu disinyalir paket sembako tidak cukup sehingga warga berebut. Tak sedikit ibu-ibu sampai terdorong bahkan terinjak hingga harus digotong keluar lokasi untuk mendapat perawatan. Tak hanya itu, pagar pembatas di kantor kecamatan juga sampai roboh.
Salah satu warga, Cucun (39), asal Baran, Kedungkandang mengaku kecewa karena tidak mendapat paket sembako dengan harga murah. Padahal ia sudah mengantre sejak pagi.
“Katanya satu kecamatan (bisa dapat) tapi nyatanya membludak satu kecamatan, akhirnya tidak dapat apa-apa, mana tanggung jawabnya kepada warga,” keluh Cucun.
Menanggapi kericuhan tersebut, Kabid Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari mengatakan Pasar Murah ini digelar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok jelang lebaran 2026.
“Paketnya kurang lebih 1.300 paket. Harga sebenarnya Rp150 ribu, kemudian ada subsidi, sehingga masyarakat hanya menebus Rp50 ribu. Untuk momen jelang lebaran ini kami adakan di 5 kecamatan dan semua tempat paketnya sama,” kata Eka.
Kenyataan di lapangan, membludaknya warga di Kecamatan Kedungkandang membuat pagar kecamatan roboh. Hal itu membuat sejumlah warga yang didominasi perempuan ini saling berdesakan untuk mendapatkan paket sembako.(der)