UMM Sahur On The Road, Ajak Tunawisma hingga Tukang Becak Sahur Bareng dengan Konsep Barbeque

MALANGVOICE- Suasana sahur yang berbeda terlihat di kawasan Pasar Besar Malang pada Kamis dini hari (5/3). Di pinggir jalan, sejumlah orang tampak menikmati makanan yang dimasak langsung dengan konsep barbeque sederhana.
Kegiatan tersebut merupakan program Sahur On The Road (SOTR) yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan komunitas Muhammadiyah University Riders (MURID).

Tak sekadar membagikan makanan sahur, para relawan juga mengajak tunawisma, tukang becak, hingga pengguna jalan untuk makan bersama. Suasana kebersamaan pun terasa hangat di tengah aktivitas kota pada dini hari.

Kisah Haru Pertemuan Hernik dan Keluarganya Setelah 37 Tahun Berpisah

Rombongan Sahur On The Road bergerak mengelilingi sejumlah titik di pusat Kota Malang, terutama di sekitar kawasan alun-alun dan Pasar Besar. Lokasi tersebut diketahui menjadi tempat beristirahat bagi sebagian masyarakat marjinal pada malam hingga dini hari.

Para relawan berhenti di beberapa titik untuk membagikan makanan sekaligus mengajak mereka menikmati sahur bersama.

Kolaborasi dengan komunitas MURID menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Komunitas yang beranggotakan dosen dan karyawan UMM tersebut ikut bergerak bersama rombongan untuk menjangkau masyarakat di sejumlah lokasi.

Ketua komunitas MURID, Zakarija Achmat, S.Psi., M.Si., yang akrab disapa Jack, menjelaskan bahwa MURID merupakan komunitas motor yang menjadi wadah kebersamaan civitas akademika UMM yang memiliki minat pada dunia otomotif sekaligus kegiatan sosial.

Menurutnya, komunitas tersebut resmi terbentuk pada 2018, meskipun embrionya sudah muncul dari pertemuan informal antaranggota sebelumnya.

“MURID itu komunitas motor yang anggotanya dosen dan karyawan UMM. Kepanjangannya Muhammadiyah University Riders. Filosofinya sederhana, bahwa manusia pada dasarnya adalah murid yang harus terus belajar sepanjang hidup, sejak dari ayunan sampai liang lahat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penamaan tersebut juga terinspirasi dari pesan dalam tradisi keilmuan Muhammadiyah yang mendorong setiap individu untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat sekaligus mampu berbagi pengetahuan kepada orang lain.

Dalam kegiatan sahur bersama ini, makanan dimasak langsung di lokasi menggunakan konsep barbeque sederhana. Cara tersebut menghadirkan pengalaman sahur yang berbeda sekaligus menciptakan suasana yang lebih akrab antara relawan dan masyarakat.

“Saya sendiri bahkan baru pertama kali makan sahur dengan konsep seperti ini. Begitu ada undangan dari Humas UMM untuk mengikuti SOTR, saya langsung siap. Rasanya menyenangkan karena kita bisa berbagi sekaligus makan bersama dengan masyarakat,” ungkap Jack.

Sementara itu, Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom., mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial kampus kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan seperti tunawisma.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan kegiatan sosial yang mampu mempertemukan civitas akademika dengan masyarakat secara lebih dekat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Sahur tidak hanya tentang makan, tetapi juga tentang berbagi serta mempererat silaturahmi antara kampus dan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep barbeque sengaja dihadirkan agar kegiatan sahur terasa lebih hangat dan tidak sekadar menjadi pembagian makanan.

“Dengan memasak bersama di pinggir jalan, masyarakat yang hadir dapat menikmati sahur dalam suasana yang lebih santai dan akrab,” katanya.

Melalui kegiatan Sahur On The Road ini, UMM memanfaatkan momentum Ramadan untuk menghadirkan dakwah sosial yang lebih membumi dan inklusif. Kolaborasi bersama komunitas MURID juga menunjukkan bahwa aktivitas kampus tidak hanya berpusat pada ruang akademik, tetapi dapat hadir langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan sederhana yang sarat nilai kepedulian dan kebersamaan.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait