Optimis Capai Target, Progres Pendirian KDMP Berjalan 92 Persen

MALANGVOICE– Progres pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu mencapai 92 persen. Desa Sumberejo menjadi titik ke-11 dalam pembangunan gerai KDMP. Pemkot Batu pun optimis program strategis pemerintah pusat ini bisa menyentuh angka 100 persen sesuai perencanaan.

Wali Kota Batu, Nurochman menyampaikan, KDMP bukan sekadar proyek fisik, tetapi instrumen penting untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa. Sehingga Pemkot Batu terus bergerak dan berupaya maksimal agar target 100 persen pembangunan gerai KDMP dapat tercapai.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Sabet Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

“Program ini harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Perlu juga keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan KDMP. Anak muda memiliki kemampuan berinovasi, membangun jejaring, serta memanfaatkan teknologi untuk pengembangan usaha koperasi,” tegas Cak Nur.

Ia menegaskan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan KDMP agar mampu menjadi penggerak ekonomi desa secara berkelanjutan. Keberhasilan program KDMP tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh tata kelola yang profesional dan bertanggung jawab. Mengingat gerai KDMP dibangun di atas aset desa dengan dukungan anggaran yang signifikan, pengelola diminta menjalankan koperasi secara serius dan tidak asal berjalan.

“KDMP ini harus dikelola secara profesional agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat desa dan tidak berhenti hanya pada pembangunan fisik semata,” tegas Nurochman.

Ia menjelaskan, karakteristik wilayah Kota Batu yang didominasi desa menjadikan koperasi sebagai tulang punggung penguatan ekonomi lokal. Karena itu, pemerintah daerah berkewajiban hadir melalui fasilitasi, pendampingan, serta membangun komunikasi yang kuat dengan pengurus koperasi dan pemerintah desa.

“KDMP diorientasikan langsung kepada masyarakat. Harapannya, koperasi desa mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat bawah dan menjadi ruang tumbuh bagi usaha warga,” ujarnya.

Cak Nur juga menekankan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan KDMP bukan hanya pada selesainya gedung atau gerai, melainkan pada dampak yang dirasakan masyarakat. Ia berharap koperasi dapat tumbuh sehat dan adaptif meski dihadapkan pada berbagai tantangan ke depan.

“Koperasi ini harus tumbuh dan berkembang. Tantangan pasti ada, tapi dengan kerja sama dan pengelolaan yang baik, KDMP bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” sebutnya.

Progres penyiapan KDMP di Kota Batu telah mencapai lebih dari 92 persen. Hingga saat ini, terdapat 11 desa di Kota Batu yang telah memulai pembangunan fisik gerai KDMP, yakni Torongrejo, Dadaprejo, Pandanrejo, Punten, Mojorejo, Bulukerto, Pendem, Gunungsari, Tlekung, Temas, dan Sumberejo. Pemkot Batu menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh keberadaan KDMP, termasuk melalui peningkatan infrastruktur penunjang seperti akses jalan dan penerangan jalan umum (PJU).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto turut mendorong penguatan KDMP sebagai motor ekonomi desa. Saat melakukan peletakan batu pertama pengembangan KDMP Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, ia menegaskan bahwa KDMP merupakan program strategis yang harus mendapat dukungan penuh dari seluruh desa.

“KDMP ini bukan program biasa. Ini program strategis yang harus dikawal bersama. Saya mengapresiasi Desa Gunungsari yang siap dan berkomitmen mengembangkan koperasi desa,” kata Heli.

Ia juga menyoroti potensi besar Desa Gunungsari di sektor peternakan sapi perah. Menurutnya, kebutuhan susu di Jawa Timur masih sangat tinggi, terutama untuk mendukung program makan bergizi yang dicanangkan pemerintah.

“Kota Batu punya peluang besar menjadi daerah penyangga kebutuhan susu. KDMP Gunungsari diharapkan mampu memperkuat produksi dan distribusi susu, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Heli menegaskan, Pemkot Batu berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan KDMP, mulai dari fasilitasi perizinan, pendampingan manajemen, hingga penguatan tata kelola koperasi.

“Kami ingin koperasi ini tumbuh sehat, cepat berjalan, dan berkelanjutan. Dengan banyaknya UMKM di Kota Batu, koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi desa,” pungkasnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait