MALANGVOICE- Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Magister Terapan, Sarjana Terapan, dan Diploma, Sabtu (29/11). Sebanyak 1.045 resmi dikukuhkan sebagai wisudawan pada wisuda ke 72 atau tahap 4 pada 2025.
Dalam wisuda kali ini sengaja turut mengundang lulusan PSDKU Kediri, Lumajang, dan Pamekasan. Polinema ingin menunjukkan bagaimana kondisi kampus utama kepada wisudawan, orang tua, maupun mahasiswa.
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T, mengatakan, dalam wisuda terakhir di 2025 ini mengambil tema “Green Skill dan Green Job”. Hal itu merespon banyaknya isu kerusakan lingkungan yang berdampak pada bencana.

Motif Penganiayaan DJ di Malang Terungkap, Cemburu karena Saweran
Ia menjelaskan kampus perlu bergerak untuk mengajarkan mahasiswa supaya turut menjaga kelestarian alam. Di kampus Polinema, Supriatna mencontohkan ada materi yang disisipkan untuk mendukung hal tersebut. Seperti mengakomodir ilmu K3 dan Lingkungan dimasukan di mata kuliah dan di beberapa prodi yang ada.
“Terkait renewable energy dan pengolahan limbah di Teknik Sipil dan Kimia ada diajarkan ke mahasiswa. Jadi siapapun yang memilih ke sana bisa menjadi alternative bentuk yang diminati apa saja apa keahlian dan passionnya,” jelas Supriatna.
Menurutnya mahasiswa mulai saat ini bisa memilih banyak opsi dalam meniti karier di masa mendatang tanpa mengesampingkan kelestarian alam.
“Harapannya, lulusan yang tertarik bisa memilih karir sesuai passion-nya. Teman-teman Teknik Listrik bisa menjadi manajer pembangkit listrik tenaga surya atau bayu (angin). Lulusan Teknik Kimia bisa masuk ke sektor biomassa, dan Teknik Sipil bisa fokus pada green building atau konstruksi ramah lingkungan,” jelas Direktur Polinema.
Selain itu, di momen spesial wisuda ke 72 ini Polinema turut meluncurkan maskot sebagai ikon terbaru Polinema yang dinamakan ‘Prima’.
Supriatna menjelaskan, Prima bukan hanya sekadar maskot. Kampus menciptakan Prima dengan banyak harapan besar menambah value kampus hingga ke tingkat dunia.
Ada empat arti yang masuk dalam Prima, yakni menjadi problem solving, menjaga integritas, tumbuh kembang kampus agar tidak stagnan, dan memberikan pelayanan jasa pendidikan terbaik.
Selain itu, singa juga dipilih untuk merepresentasikan si raja hutan sebagai khas Malang dan juga sangat enerjik.
“Ini jadi salah satu cara kami berikan identitas, berikan ruang sosialisasikan value ke masyarakat dan kampus. Sehingga nanti bisa tertanam value yang bagus ke masyarakat,” tandasnya.(der)