MALANGVOICE – Komitmen peningkatan layanan air minum di Kota Malang kembali ditegaskan Wahyu Hidayat. Hal itu disampaikan saat ia melantik pengurus Asosiasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Malang periode 2025–2030, Senin (6/4).
Pelantikan yang digelar di Ruang Graha Utama DPUPRPKP Kota Malang itu sekaligus menjadi ajang pembinaan. Wahyu menekankan pentingnya profesionalitas dalam pengelolaan SPAM, mulai dari menjaga debit air hingga memastikan kualitas air yang disalurkan ke masyarakat tetap terjaga.
Masuki 51 Tahun, Perumda Tugu Tirta Perkuat Sinergisitas Malang Raya dan Teguhkan Gerakan Hijau
“Tujuannya agar mereka lebih profesional dalam mengelola SPAM, menjaga debit air, serta kualitas air yang disalurkan ke masyarakat,” ujarnya.
Wahyu juga mengingatkan bahwa peran SPAM bukan sebagai pengganti, melainkan pelengkap layanan dari Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Sinergi keduanya dinilai penting untuk memperluas jangkauan layanan air bersih di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Saat ini, tercatat ada 47 SPAM yang tersebar di berbagai wilayah Kota Malang dan telah berkolaborasi dengan Perumda Tugu Tirta. Keberadaan SPAM dinilai strategis dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
“Total ada 47 SPAM. Ini menjadi bagian penting dalam melengkapi layanan yang sudah dilakukan oleh Perumda Tugu Tirta,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus SPAM turut menyampaikan keluhan terkait pajak air bawah tanah. Menanggapi hal itu, Wahyu memastikan pemerintah akan melakukan kajian mendalam dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.
“Memang ada aturan Perda dan undang-undangnya. Keluhan itu akan kita kaji agar ada kepastian nilai, tentu tanpa melanggar ketentuan. Jika memungkinkan dan disetujui pusat serta provinsi, akan kita sesuaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama pengelolaan dilakukan secara profesional dan memperhatikan kelestarian lingkungan, keberadaan SPAM tidak akan mengganggu ketersediaan air tanah. Justru sebaliknya, dapat memperkuat pelayanan air bersih bagi masyarakat.
“Kalau dikelola dengan baik dan menjaga lingkungan, ini justru bisa membantu pelayanan air bersih. SPAM ini sifatnya melengkapi, bukan menggantikan,” pungkasnya.(der)