Terkontaminasi Solar, Sutiaji Cek Langsung Tandon Air Wendit

Wali Kota Malang Sutiaji saat mengecek Tandon Sumber Air Wendit, Jumat (13/11). (Humas Pemkot Malang)
Article top ad

MALANGVOICE – Wali Kota Malang Sutiaji mengecek langsung Sumber Air Wendit, Jumat (13/11). Ini merespon ramai keluhan air PDAM berbau minyak solar, sejak Kamis lalu (12/11).

Berdasarkan peninjauan didampingi Direktur Umum PDAM Kota Malang (Perumda Tugu Tirta) Nur Mohlas, Sutiaji menduga ada unsur kesengajaan. Sebab diperkirakan ada 2.000 liter solar yang mencemari sumber air bersih. Sedangkan sumber pencemaran datang dari tandon bahan bakar mesin genset yang kapasitasnya hanya 1.000 liter.

“Kalau kelalaian durasi waktu pengisiannya tidak akan selama ini. Ada jeda waktu 1 jam 35 menit untuk menghabiskan 3.000 liter solar,” katanya.

Merespon itu, pihaknya memasrahkan pengungkapan dugaan tersebut ke aparat penegak hukum.

“Saya tegaskan ini bukan kelalaian. Namun secara teknis ini bukan domain saya. Kita tunggu nanti dari kepolisian,” sambung dia

Saat kunjungan tersebut, Wali Kota Sutiaji melihat langsung kondisi genset dan tandon air Wendit 3 yang terkontaminasi solar. Kekinian, menurutnya, kondisi air sudah kembali jernih meski masih berbau.

“Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, saya meminta Dirut dan jajarannya untuk segera melakukan pendekatan pada siapa saja yang bertugas di sini sebelum nantinya juga pihak kepolisian akan turun menyelidiki,” ujarnya.

Politisi Demokrat ini memohon maaf kepada masyarakat yang terdampak. Ia juga berharap PDAM Kota Malang untuk meningkatkan kewaspadaannya.

“Saya mohon maaf pada seluruh warga Kota Malang yang kemarin terganggu. Kami minta kepada pimpinan dari Perumda Tugu Tirta untuk selau waspada. Masyarakat Kota Malang tidak usah khawatir, ini langsung sudah ada tindakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Muhlas menambahkan jika proses penanganan terus dilakukan agar sesegera mungkin bisa mendistribusikan air jernih ke wilayah terdampak. 

“Tapi masyarakat harus paham bahwa untuk proses mengalirkan air tidak sebagaimana kita menyambungkan aliran listrik yang sekali sambung langsung semua terkoneksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa telah dilakukan pembersihan atau flushing untuk menguras air-air yang mungkin masih tercemar di dalam pipa, agar dibuang semuanya.

“Sehingga pada saat dialirkan air yang sudah normal ini tidak lagi terkontaminasi air yang sudah tercemar,” jelasnya.(der)