Pusat Studi di Malang Diharap Perkuat Pemikiran dan Kajian Strategis

Gubernur Jatim Bersama Duta Besar RI untuk Nigeria dan Walikota Malang Meresmikan Pusat Studi Jatim (Achmad Sulchan An Nauri)
Article top ad

MALANGVOICE – Gubernur Jawa Timur, Khofifah resmikan Pusat Studi Jawa Timur, jumat (12/11) di Gedung Bundar Unisma. Acar ini dihadiri pejabat Pemprov Jatim, Kepala Daerah Malang Raya dan Pimpinan Universitas Islam Malang (Unisma) serta Duta Besar RI untuk Nigeria.

Pusat Studi Jawa Timur yang digagas oleh Unisma ini diharapkan Khofifah dapat membangkitkan pemikiran dan kajian strategis bagi Provinsi Jawa Timur.

Pusat Studi ini digagas oleh UNISMA, bermula dari pemikiran mengenai pentingnya menumbuhkan kajian strategis, penelitian dan untuk memperkuat elan dan jati diri Jawa Timur sebagai the imagined community.

Khofifah menjelaskan agar Pusat Studi ini terhubung dengan Dinas Kominfo Jatim, Bappeda Provinsi serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang menyediakan layanan informasi digital tentang perencanaan dan progress pembangunan di Jawa Timur. Khofifah yakin bahwa dalam bangsa yang besar selalu menempatkan dasar- dasar kemanusiaan sebagaimana adab keunggulan

“Kini setelah Jawa Timur baru saja memperingati HUT ke -75, Menuju Indonesia Emas, kita perlu kajian mendalam bidang Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Pemerintahan, bidang Pendidikan, bidang Manajemen, kajian Hukum Islam, bidang Kedokteran, Bidang Teknologi, bidang Ekonomi Syari’ah bahkan kajian pembuatan kebijakan strategis (strategic policy formulation ) yang akan dibutuhkan oleh generasi mendatang dan Jawa Timur ke depan” ujar Khofifah.

Khofifah berharap melalui Pusat Studi ini, para ilmuwan, para cendikiawan dan para abdi negara dan pemerintahan dalam dan luar negeri serta para ahli asal Jawa Timur yang ada di seluruh dunia bisa duduk bersama tukar informasi terkini secara mendalam dan strategis jangka panjang. Kuatnya kajian strategis akan mengembangkan jati diri yang lebih menjadikan provinsi ini sebagai provinsi strategis di Indonesia bahkan dunia.

“Saat ini di era 4.0 sudah peran strategis sudah haris dipikirkan untuk mendunia, karena wilayah strategis bukan hanya nasional saja melainkan internasional,” jelas Khofifah. Ia menegaskan bahwa sudah saatnya Jawa Timur menyongsong teknologi 4.0 melalu Pusat Studi Jawa Timur.(der)