MALANGVOICE – Temuan belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa puding stroberi di salah satu SD wilayah Lowokwaru, Kota Malang, mendapat respons dari pihak penyedia. Menu tersebut diketahui dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lowokwaru Tulusrejo 2, Jalan Cengger Ayam.
Keluhan awal disampaikan wali murid kepada pihak sekolah setelah menemukan belatung di dalam puding stroberi yang dibagikan kepada siswa. Sekolah kemudian melaporkan temuan itu ke SPPG dan mengimbau agar makanan tersebut tidak dikonsumsi.
Kepala SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2, Julfa Hannan, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan akan melakukan evaluasi.
“Kami sampaikan permohonan maaf. Kami akan evaluasi dan melakukan penggantian item di menu selanjutnya. Penggantian khusus untuk item yang dilaporkan tidak layak, yaitu pudingnya saja,” ujarnya, Selasa (3/3).
Julfa menjelaskan, pada hari itu ada lima dari total 12 sekolah di wilayah distribusinya yang melaporkan keluhan serupa terkait puding stroberi.
Ia merinci, menu MBG yang dibagikan terdiri dari roti, susu, kue muffin cokelat, kaki naga, puding stroberi, dan susu. Laporan pertama kali diterima langsung dari pihak sekolah.
Menurutnya, stroberi yang digunakan sebenarnya sudah melalui proses pencucian dengan air garam dan direndam selama 20 menit. Namun, karena jumlah produksi cukup banyak, diduga ada buah yang luput dari proses pembersihan secara maksimal.
“Stroberi tersebut sudah dicuci memakai air garam dan direndam selama 20 menit. Karena banyak, pemilahannya mungkin ada yang terlewat dan masih ada ulat di stroberinya,” jelasnya.
Setelah menerima laporan, pihaknya langsung meminta sekolah menginformasikan kepada orang tua agar puding stroberi tidak dikonsumsi dan segera dibuang.
MBG tersebut dikirim sekitar pukul 08.00 WIB dan laporan diterima pada pukul 10.30 WIB. Karena sebagian siswa sudah pulang membawa makanan, penarikan tidak bisa dilakukan.
“Kami tidak bisa menarik karena anak-anak sudah pulang membawa MBG. Sehingga kami infokan agar puding stroberi itu tidak dikonsumsi,” pungkasnya.(der)