Tak Pengaruh Pandemi Covid-19, Industri Kreatif Motor Custom Tetap Diminati

Dimas Zakaria Builder dari Bold Riders Malang sekaligus pemilik bengkel kustom DJ AS Garage di Malang, saat berada di bengkelnya awal pekan lalu. (Istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Pandemi Covid-19 yang semakin masif di Malang Raya, tidak menyurutkan semangat para penggila motor custom untuk membangun motor idamannya. Peluang inilah yang dimanfaatkan sejumlah bengkel motor custom di Malang untuk tetap produktif.

“Alhamdulillah pesanan tetap datang meski lagi ada virus corona, yang pesan banyak dari luar Malang bahkan luar Jawa,” ucap Dimas Zakaria Builder dari Bold Riders Malang sekaligus pemilik bengkel kustom DJ AS Garage di Malang, belum lama ini.

Menurut Dimas, industri kreatif seperti motor custom memiliki pasar tersendiri. Selain berbasis komunitas, biasanya pemesan motor custom adalah orang-orang yang suka berpetualang. Karena itu dampak pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh.

“Jika sebelum pandemi ini kami bisa menerima dan menggarap tiga sampai empat pesanan per bulan, saat ini jumlah pesanan juga tak jauh berbeda. Yang membedakan, sekarang ini dalam bekerja lebih memperhatikan aspek kesehatan dan protokol pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Dimas, menjelang lebaran kemarin, banyak pemesan yang datang dan meminta motornya sudah siap saat lebaran tiba, ini merupakan fenomena unik.

“Mungkin buat silaturahmi, buat tongkrongan, jadi cari tunggangan yang baru. Bisa tampil beda di hari raya tentu bikin tambah pede. Untuk motor kustom kebanyakan saya memakai mesin merek Scorpio (Yamaha) dan Binter Mercy,” bebernya.

Hal serupa juga dialami Yanto, yang merupakan pemilik bengkel kustom K09. Dia juga mendapat pesanan motor custom dari berbagai daerah seperti Bali dan tentu saja Malang.

“Dalam sebulan ada dua yang masuk” tukasnya.

Sebagai informasi, di bengkel kustom DJ AS Garage ini kebanyakan motor custom jenis chopper, scrambler yang sering dipesan. Untuk membuat satu motor ini akan merogoh kocek mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 60 juta.(der)