Selain Upaya Medis, Dinkes Pentingkan Psikologis Penyintas Covid-19

Kadinkes Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Toski D)
Kadinkes Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Toski D)
Article top ad

MALANGVOICE – Penyintas Corona Virus Disease 2019 (covid-19) atau virus corona, saat ini kondisi psikologisnya sangat membutuhkan suntikan atau dukungan semangat dan dukungan moral.

Akan tetapi, saat ini penanganannya hanya berkutat pada perawatan yang bersifat medis.

“Jadi, di sini selalu dilakukan KIE (kesehatan, informasi dan edukasi, red). KIE adalah penyuluhan kepada mereka (pasien). Mereka harus kuat, harus percaya diri bahwa itu bisa sembuh, bisa hilang dari tubuh mereka,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, saat ditemui awak media di Posko Percepatan Penanganan Covid-19, di Pendopo Panji, Kepanjen, Senin (23/3).

Menurut Arbani, psikologi penyintas Covid-19 ternyata sangat penting agar cepat sembuh. Karena dalam perawatan penyintas Covid-19 memang begitu berbeda dengan pasien pada umumnya.

“Para penyintas Covid-19 harus dibuat senyaman mungkin, tidak seperti di rumah sakit. Mereka diberikan keleluasaan, seperti pegang HP, mereka minta televisi diberikan, mereka minta minum kopi ya diberikan,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Arbani, diharapkan mental para penyintas Covid-19 ini bisa lebih terangkat dengan menjalankan metode perawatan seperti itu.

“Masalah mental ini juga berpengaruh pada proses penyembuhan yang bersangkutan. Harapannya, mereka tidak merasa di-pasien-kan. Kami juga akan mencoba mencari tempat lain, yang mungkin bisa membuat mereka lebih nyaman daripada di rumah sakit,” tukasnya.(Der/Aka)