Rembug KTNA Nasional Jadi Panggung Promosi Potensi Pertanian Daerah

MALANGVOICE– Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional dijdawalkan bakal digelar di Kota Batu pada 19-23 September mendatang. Agenda pertemuan ini diyakini menjadi yang terbesar digelar dalam sektor pertanian dan perikanan.

Pemkot Batu pun menyambut baik dan menyatakan dukungannya. Dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, usai menerima audiensi pengurus KTNA Kota Batu. Audiensi itu membahas berbagai persiapan awal, menjelang event nasional yang akan menghadirkan ratusan hingga ribuan perwakilan petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia.

Keuangan Daerah Diorientasikan pada Tujuan Besar Program Prioritas

Wawali Heli menilai, penunjukan Kota Batu sebagai tuan rumah bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran peserta dari berbagai provinsi akan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisata, okupansi hotel, serta perputaran ekonomi pelaku UMKM. Ini sekaligus menjadi media promosi pertanian Kota Batu di tingkat nasional. Apalagi dengan ekosistem pertanian yang cukup kuat.

“Pemkot Batu tentu menyambut baik dan siap mendukung penuh. Kegiatan ini membawa banyak manfaat, bukan hanya bagi sektor pertanian, tetapi juga pariwisata dan ekonomi lokal,” tuturnya.

Ia juga menyebut keberadaan Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (Coo SAE) sebagai mitra strategis pemerintah daerah yang dapat dilibatkan dalam rangkaian kegiatan. Coo SAE dinilai mampu menjadi etalase praktik pertanian modern, berkelanjutan dan berbasis teknologi yang selama ini dikembangkan di Kota Batu.

Rembug Paripurna KTNA Nasional merupakan forum tertinggi organisasi yang bersifat strategis. Agenda ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga wadah penyampaian aspirasi petani dan nelayan kepada pemerintah pusat.

“Dalam forum ini, peserta akan merumuskan rekomendasi kebijakan di sektor pertanian dan perikanan yang nantinya disampaikan kepada pemangku kepentingan terkait,” jelasnya.

Selain sidang paripurna, rangkaian kegiatan juga direncanakan diisi dengan pameran produk pertanian, temu usaha, hingga kunjungan lapangan ke sentra-sentra pertanian unggulan di Kota Batu.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan kesiapan KTNA sebagai penyelenggara, Kota Batu optimistis mampu menjadi tuan rumah yang sukses. Tak hanya menyelenggarakan agenda nasional, tetapi juga meninggalkan dampak ekonomi dan promosi daerah yang berkelanjutan.

“Jika terealisasi sesuai jadwal, Kota Batu tak hanya menjadi tuan rumah pertemuan nasional, tetapi juga jadi panggung promosi potensi pertanian daerah di hadapan perwakilan sektor pangan dari seluruh Indonesia,” tandasnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait