Rektor UB: Ojol Boleh Masuk Kampus Lagi, Tapi Ada Syaratnya

Rektor UB, Nuhfil Hanani memberikan klarifikasi kepada para demonstran
Rektor UB, Nuhfil Hanani memberikan klarifikasi kepada para demonstran. (Lisdya)

MALANGVOICE – Rektor Universitas Brawijaya (UB), Nuhfil Hanani akhirnya memberikan jawaban kepada para mahasiswa yang tengah berdemo di depan Gedung Rektorat setelah bermediasi dengan delapan perwakilan presiden BEM, Senin (1/4).

Sebelumnya, para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) menuntut ojek online (ojol) untuk dapat masuk kembali ke kampus, dikarenakan operasional bus tidak efektif.

“Setelah kami bicarakan, kami mengizinkan ojol untuk mengantarkan penumpang yang merupakan mahasiswa ke depan fakultas. Jadi bus hanya diberlakukan untuk akademik,” katanya pada demonstran.

BNN Kota Malang

Baca Juga: Mahasiswa UB Inginkan Ojol Dapat Masuk ke Kampus

Namun, ada syarat yang harus dipatuhi jika ojol masuk ke dalam kampus. Nuhfil pun menjelaskan, syarat tersebut di antaranya ojol harus membawa penumpang, kedua, jika menjemput penumpang, ojol diwajibkan untuk menunjukkan orderan kepada Satpam yang bertugas di gerbang.

“Kemudian, ojol harus memakai atribut. Ojol juga tidak boleh diam di kampus. Kalau ada yang ketahuan diam, kalian (mahasiswa) yang negur ke ojol,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya tengah berdiskusi terkait drop zone untuk penjemputan dan penurunan penumpang.

“Masih kami kaji itu nanti jam 16.00 WIB. Intinya kami menyepakati ojol boleh masuk,” pungkasnya.(Der/Aka)