Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang

Raih Penghargaan, Tahun Ini DP3AP2KB Target 6.203 Akseptor KB MKJP

Pemprov Jatim memberikan penghargaan kepada Pemda. (Bagian Humas Pemkot Malang)
Pemprov Jatim memberikan penghargaan kepada Pemda. (Bagian Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Keberhasilan meraih penghargaan di bidang Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP) tak membuat Pemkot Malang terlenam pada 2017 ini, ditargetkan ada peningkatan akseptor pengguna KB MKJP.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Penny Indriani, menyebut, target yang dipatok yakni sebesar 6.203 akseptor. “Capaian yang sudah diraih akan ditingkatkan pada tahun depan,” katanya.

Untuk mencapai target, DP3AP2KB terus melakukan sejumlah kegiatan di antaranya melakukan evaluasi program KB, mengadakan pertemuan dengan tenaga medis hingga mengadakan berbagai pelatihan.

“Kami berharap jumlah peserta KB MKJP semakin meningkat dari tahun ke tahun,” paparnya.

Berbagai pelayanan yang sudah dilakukan pada tahun sebelumnya, bakal lebih dimaksimalkan. Pada 2016 lalu, model pelayanan gratis secara mobile digeber pada momen sambung rasa Wali Kota Malang, HM Anton.

Pelayanan KB massal yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan ini merangsek ke kampung, sehingga menjadi jurus jitu meningkatkan jumlah akseptor KB MKJP. “Kami juga mencatat dan melaporkan hasil KB MKJP dan semua metode kontrasepsi dengan cepat dan akurat kepada BKBBN,” tambah Penny

KB MKJP sendiri merupakan alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda kehamilan dalam jangka waktu panjang. KB MKJP memiliki beberapa metode, antara lain, spiral atau IUD, implant, medis operasi pria (MOP) atau yang kerap disebut vasektomi serta metode medis operasi wanita (MOW) .

Berbeda dengan KB Non MKJP, yang menggunakan pil, suntik dan kondom, metode KB MKJP lebih berkualitas. Selama ini model KB Non MKJP yang paling banyak digunakan adalah suntik. Sedangkan untuk KB MKJP saat ini yang banyak digunakan warga adalah model spiral atau IUD dengan jumlah akseptor sebanyak 2.814 orang.