Perawatan Pribadi Jadi Penyumbang Utama Inflasi Kota Malang

Ilustrasi botol make up (istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,06 persen pada Juli 2020. Faktor yang mendorong salahsatunya akibat kenaikan harga kelompok pengeluaran perawatan pribadi (produk dan layanan kecantikan) dan jasa lainnya.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengatakan, kelompok pengeluaran perawatan pribadi, dan jasa lainnya menyumbang inflasi sebesar 1,77 persen. Meski demikian, inflasi Kota Malang sebesar 0,06 persen tersebut, merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi selama tiga tahun terakhir, pada bulan yang sama. Pada Juli 2018, tercatat tingkat inflasi Kota Malang sebesar 0,21 persen, dan pada 2019, inflasi sebesar 0,20 persen.

“Dalam tiga tahun terakhir, inflasi Kota Malang pada Juli 2020 merupakan yang terendah,” kata Sunaryo.

Ia melanjutkan, selain kelompok tersebut, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok pengeluaran pendidikan sebesar 0,40 persen, penyedia makanan dan minuman sebesar 0,07 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.

Komoditas lain yang mendorong inflasi Kota Malang pada Juli 2020, yakni kenaikan pada komoditas emas perhiasan sebesar 4,34 persen, telur ayam ras sebesar 7,26 persen, biaya taman kanak-kanak sebesar 3,57 persen, dan cabai rawit naik 17,36 persen.

“Sementara untuk tujuh kelompok pengeluaran lainnya, mengalami deflasi,” sambung dia.

Rinciannya, kelompok pakaian dan alas kaki deflasi sebesar 0,04 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen, dan makanan, minuman, dan tembakau deflasi 0,06 persen.

Sunaryo menambahkan, deflasi juga terjadi pada kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,15 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,18 persen, transportasi 0,24 persen, dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,34 persen.

“Kelompok yang mengalami deflasi termasuk makanan, minuman, pakaian, dan alas kaki. Banyak produk di luar makanan, yang mengambat deflasi,” urainya.

Sementara, komoditas utama yang tercatat mengalami penurunan harga, diantaranya harga daging ayam ras turun sebesar 5,83 persen, tiket angkutan udara turun 3,01 persen, bawang merah 17,96 persen, dan bawang putih 13,28 persen. Tercatat, inflasi tahun kalender Kota Malang pada periode Januari hingga Juli 2020 sebesar 0,94 persen, sementara untuk inflasi Years on Years (YoY) sebesar 1,21 persen.(der)