Pensiunan Dosen UM Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Indekos

Istimewa
Ilustrasi (Dok. MVoice)

MALANGVOICE– Pensiunan dosen Universitas Negeri Malang (UM), Andi Harisman (50) ditemukan tak bernyawa di kamar indekosnya Jalan MT Hariono Kelurahan Dinoyo, Selasa malam (22/10). Serangan jantung diduga penyebab meninggalnya mantan dosen Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra tersebut.

Kasus ini sempat menggegerkan warga sekitar. Ini bermula saat tetangga rumah kos sekaligus saksi mata, Yulius dan Paulus mencium aroma tak sedap, sekitar pukul 17.30 WIB. Saksi kemudian memberitahukan hal itu kepada induk semang atau pemilik rumah indekos, Bambang Rudiansyah. Bambang membenarkan jika pintu kamar Andi Harisman sudah tiga hari tidak terbuka.

Kapolsek Lowokwaru, Polres Malang Kota, Komisaris Polisi Pujiono mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan anggotanya ke TKP usai mendapatkan laporan sekitar pukul 18.30 WIB. Mengetahui kamar terkunci dari dalam, polisi memutuskan untuk mendobrak pintu dengan izin induk semang.

BNN Kota Malang

“Setelah didobrak, ternyata Bapak Andi posisi duduk ditemukan sudah meninggal dan diperkirakan mayat sudah meninggal antara tiga harian,” kata Pujiono dikonfirmasi MVoice, Rabu (23/10).

Polisi langsung mengevakuasi jenazah ke RS Saiful Anwar Malang.
Dugaan sementara, kematian Andi murni akibat serangan jantung.

“Karena tidak ditemukan bekas tindakan kekerasan,” imbuhnya.

Terpisah, Kasubbag Humas Universitas Negeri Malang Ifa Nursanti membenarkan Andi Harisman dosen di lingkungan kampusnya dan telah purna tugas alias pensiun per 1 Januari 2017 silam. Diketahui pula almarhum semasa hidup, membujang atau belum berkeluarga.

“Yang meninggal adalah dosen yang purna tugas, beliau dulu dosen jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra. Info yang kami terima (meninggalnya) serangan jantung,” kata Ifa dihubungi melalui pesan singkat.

Merespon itu, lanjut Ifa, kampus telah berkoordinasi dengan pihak jurusan, mulai perawatan jenazah di RS Saiful Anwar Malang ( RSSA) sampai prosesi pemakaman di TPU Sukun, Malang.

“Pimpinan ikut berduka dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” tutupnya. (Der/Ulm)