Pemkab Siapkan Lahan 300 Hektare untuk Kawasan Industri

Bupati Sanusi saat meresmikan rumah pangan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan lahan 300 hektare untuk pengembangan kawasan industri.

Pengembangan kawasan industri itu akan digunakan mengolah hasil produk pertanian menjadi bahan makanan.

Tidak hanya kawasan industri, kawasan tersebut juga akan dijadikan sebagai food estate di Kabupaten Malang, sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan. Perencanaan program tersebut pun sudah tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Malang.

Baca Juga: Jaga Kelestarian Lingkungan, Jasa Tirta I dan PT PLN Nusantara Power Tanam 10 Ribu Bibit

Mahasiswa Mapala Hilang Terseret Arus di Sungai Brantas

“Proyek besar itu di 2025 dan 2026. Rencana dari PT Nongsa Buana Jaya, Batam, akan mengembangkan food estate seluas 300 hektare,” ujar Bupati Malang HM Sanusi.

Sanusi menyebutkan, kawasan tersebut rencananya akan dibangun di Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, tepatnya di sekitar PT Lesaffre Sari Nusa. Hal itu dikarenakan perusahaan tersebut memang mereka termasuk konsorsium atau pihak yang terlibat kerja sama dalam program besar tersebut.

“Saat ini perizinannya sedang diproses,” tambahnya.

Nantinya di kawasan tersebut, akan dibangun berbagai tempat pengolahan makanan. Seperti ikan tuna dari Sendangbiru yang ketika panen mencapai 200 ton, pengalengan ikan, pengalengan susu, maupun pengolahan ayam. Termasuk produk-produk makanan jadi dari buah-buahan itu nanti akan dikelola di sana semua.

Program tersebut, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian Kabupaten Malang. Selain itu, nilai investasi di bumi kanjuruhan pun akan semakin meningkat.

Sayangnya, dia belum bisa memprediksi nilai investasi yang akan diperoleh ketika kawasan industri tersebut berhasil didirikan.

Tentunya, dalam pengembangan kawasan itu, Pemkab Malang tidak mengeluarkan anggaran untuk pembiayaan. “Kami hanya memfasilitasi perizinan dan penataan ruangnya,” ucapnya.

Sanusi mengaku sudah terdapat berbagai investor yang ingin mengembangkan usaha di Kabupaten Malang. Mulai dari dalam negeri hingga luar negeri, seperti investor dari Tiongkok dan Korea Selatan.(der)