Panwaslu Temukan 200 Ribu Data Tidak Terkoreksi

Komisioner Panwaslu, George Da Silva.

MALANGVOICE – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Malang, menemukan data pemilih tidak terkoreksi dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 200 ribu jiwa. Panwaslu menengarai Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) tidak bekerja secara profesional.

Temuan itu meliputi item pemilih ganda, pindah domisili, menjadi TNI/Polri, belum cukup umur, meninggal, sakit jiwa, dan pemilih fiktif. “Jumlah tersebut termasuk pemilih ganda, kalau dari paslon nomor 2 kan cuma pemilih ganda sebanyak 28.554 orang. Paling banyak pemilih tidak dikenal,” kata Komisioner Panwaslu Kabupaten Malang, George Da Silva, Jumat (2/10) sore.

Dikatakan George, setelah DPS ditetapkan temuan ini harusnya tidak terjadi dan hanya tinggal koreksi dan perbaikan. Temuan itu sudah dikonfirmasi dan diperbaiki di tingkat kecamatan. “Di Bululawang baru selesai tadi pagi, dan hasilnya sudah disampaikan dalam forum rapat pleno DPT, saat ini,” beber George Da Silva.

BNN Kota Malang

Menurutnya, penetapan bisa menjadi cikal bakal pencetakan suara ditambah 2,5 persen. “Sudah sesuai prosedur, tetapi namanya data menggunakan sidalih belum dapat diuji,” ungkapnya.-