Ojol Boleh Masuk, Driver Turut Senang

Suasana drop zone ojol di depan UB
Suasana drop zone ojol di depan UB. (Lisdya)

MALANGVOICE – Usai didemo mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Rektor UB, Nuhfil Hanani akhirnya mencabut larangan ojek online (ojol) masuk kampus sejak diberlakukan pada bulan Januari kemarin.

Menanggapi hal ini, sejumlah ojol tampak senang. Seperti Bayu, ia mengatakan, dengan dicabut larangan tersebut, dapat meringankan mahasiswa.

“Ya senang. Kasian mahasiswa, karena jarak antar kampus dan drop zone (depan gerbang UB) itu kan jauh, apalagi kalau mereka ketinggalan bus,” ungkapnya kepada MVoice, Senin (1/4).

BNN Kota Malang

Tak hanya itu, driver ojol lainnya, Hasan juga mengaku senang, sebab tidak ada lagi dugaan tindakan kriminalitas yang terjadi apabila ojol masuk kembali ke kampus.

Baca Juga: Rektor UB: Ojol Boleh Masuk Kampus Lagi, Tapi Ada Syaratnya

“Kalau dari kami ya senang. Tapi kan terlebih pada mahasiswa, kasian mereka, pernah mendengar ada dugaan tindakan kriminalitas. Kalau dibolehkan masuk kembali, ya bersyukur,” tegasnya.

Namun, hingga saat ini, pihak UB masih mendiskusikan terkait drop zone yang akan digunakan ojol.

Sebelumnya diberitakan, para mahasiswa menuntut kepada Rektor untuk ojol bisa masuk kembali ke UB. Sebab, alih fungsi bus UB yang menggantikan ojol dinilai mahasiswa tidak efektif. Diketahui, jam operasional bus beroperasi setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB.(Hmz/Aka)