Mengulik Sejarah Masjid Berusia Dua Abad di Kota Batu

Masjid Jami Al Muchlisin yang terletak di Jalan Lahor, Desa Pesanggrahan Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)
Masjid Jami Al Muchlisin yang terletak di Jalan Lahor, Desa Pesanggrahan Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Masjid Jami Al Muchlisin merupakan masjid tertua di Kota Batu dan sudah direnovasi selama empat kali. Masjid itu terbilang modern, namun hal itu tidak mengurangi jejak sejarahnya.

Pengasuh Pesantren Rakyat Kota Batu, Ulul Azmi mengatakan empat kali renovasi itu terjadi mulai 1950-an dan dilanjutkan pada 1980-an. Namun, dua kali renovasi tidak mengubah bentuk masjid secara total.

”Masih banyak peninggalannya mulai arsitektur dan benda lain. Ya, seperti jam matahari, ornamen soko (kaki), dan empat tongkat untuk khotbah,” ujar pria berusia 50 tahun itu

BNN Kota Malang

Azmi menambahkan untuk fondasi menara masjid menggunakan roda rantai tank. Karena dulu pada massa kolonial pernah ada tank yang melintas di depan masjid. Kemudian tiba-tiba mesin tank itu mati dan berhenti tepat di depan masjid.

“Ya, akhirnya warga membongkar bagian-bagian tank itu dan roda tanknya itu dimanfaatkan sebagai keset yang diletakkan di undak-undakan masjid,” bebernya.

Baca Juga: Berusia Dua Abad, Ini Masjid Tertua di Kota Batu

Diketahui, dulunya di sekitar masjid juga sering ditemukan berbagai benda bersejarah, misalnya ada salah satu warga yang menemukan umpak (tiang) batu berornamen bunga patma. Dan di lokasi yang tidak jauh dari masjid ada warga yang menemukan patung Brahmacaria.

Sementara, selain dijadikan sebagai tempat ibadah masjid itu berkembang menjadi pusat perkembangan pendidikan. Sehingga adanya masjid itu mendorong masyarakat untuk belajar agama. Oleh sebab itu, pada tahun 1966 – 1967 dibangun madrasah yang saat ini dikenal dengan MI Darul Ulum.(Der/Aka)