MCW: Silpa Besar, Masyarakat Kota Batu Dirugikan

Koordinator Malang Corruption Watch, M Fahrudin A. (Muhammad Choirul)
Koordinator Malang Corruption Watch, M Fahrudin A. (Muhammad Choirul)
Article top ad

MALANGVOICE – Besarnya Silpa (sisa lebih pembiayaan angggaran) Pemkot Batu lima tahun terakhir menunjukkan masih lemahnya Pemkot Batu dalam implementasi perencanaan anggaran. Masyarakat sejatinya dirugikan dengan kendornya serapan anggaran tersebut.

“Kalau silpanya besar yang dirugikan itu masyarakat. Anggaran yang seharusnya terbelanjakan tapi tidak terbelanjakan,” kata Koordinator Malang Corruption Watch (MCW) M. Fahruddin kepada MVoice, Senin (12/3).

Baca Juga: PAD Kota Batu Naik 39 Persen Pertahun, Serapan Anggaran Kendor

Fahruddin menambahkan, Silpa menandakan bahwa Pemkot Batu gagal merencanakan dan mengimplementasikan programnya. Bahkan, menurutnya, terkadang Silpa juga memang disengaja.

“Tujuannya agar tahun berikutnya dihitung sebagai pendapatan. Menutup defisit anggaran tahun berikutnya,” bebernya.

Sebab Silpa Pemkot Batu tidak sekali, dua kali, masyarakat patutnya marah. Dikarenakan bisa berdampak pada rendahnya pelayanan publik. Serta peningkatan kesejahteraan yang terhambat.

“Tetap prinsipnya belanja juga harus dimonitoring dan dikelola secara transparan. biar ndak dikorupsi,” tutupnya.(Der/Ak)