Masih Banyak Kekerasan Perempuan dan Anak, Dinsos P3AP2KB Kota Malang Gandeng Jurnalis Gaungkan Gerakan Berani Speak Up

MALANGVOICE- Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang menggandeng PWI Malang Raya untuk menyuarakan informasi informasi ramah anak di Kota Malang.

Dalam acara yang dikemas dengan deklarasi Jurnalis Ramah Anak bersama anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Asmualik ini turut diikuti puluhan jurnalis pada Rabu (11/2).

Sekretaris Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Kenprabandari Aprilia, mengatakan, jurnalis sangat bermanfaat sebagai corong untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi tentang dunia anak.

“Sehingga kedepan anak anak ini benar benar bisa menjadi generasi penerus bangsa,” kata Niken, sapaan akrabnya.

Lebih dari itu berdasar catatan Dinsos P3AP2KB Kota Malang selama 2025 angka kekerasan perempuan dan anak di Kota Malang menyentuh angka 200 kasus. Dari jumlah itu didominasi kekerasan terhadap anak.

“Dari 200 kasus yang 60-80 persennya itu adalah kekerasan terhadap anak,” tegasnya.

Selain kekerasan, ia juga menyoroti adanya kasus bullying dan kekerasan seksual yang menimpa anak di Kota Malang. Kini, ia menyatakan komitmen untuk menekan kasus kasus tersebut.

Karena masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, Dinsos P3AP2KB Kota Malang menyerukan gerakan Berani Speak Up. Dengan bantuan jurnalis yang sudah profesional, besar harapan para korban kekerasan memiliki keberanian dalam mengungkap kekerasan yang dialaminya.

Menurutnya, gerakan Berani Speak Up akan terus digaungkan secara masif untuk memberikan ruang bagi para korban menemukan solusi yang tepat. Jika semakin banyak korban yang berani bersuara, maka peluang calon pelaku akan semakin sempit.

“Harapannya di 2026 ini kasusnya terus menurun. Kami juga masifkan Berani Speak Up agar banyak yang berani melapor sehingga segera mendapat penanganan,” ujarnya.

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang menurutnya juga punya Forum Anak yang menjadi wadah penguatan gerakan Berani Speak Up, di dalamnya ada penyintas yang akan membantu para korban.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait