MALANGVOICE– Di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu terdengar lantunan tembang Jawa, Sabtu (30/8). Di sebuah panggung berukuran kecil terlihat seorang bocah laki-laki yang duduk bersila bersenandung tembang Jawa. Meski usianya masih anak-anak, dia begitu fasih melantunkan tembang Jawa dengan cengkok yang khas.
Suasana itu merupakan gambaran dari penyelenggaraan Macapat Idol 5. Event ini digelar atas kolaborasi Kejari Batu bersama Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI dan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-80. Jumlah pesertanya sebanyak 58 pelajar SD/MI se Kota Batu. Mereka berupaya tampil terbaik untuk memikat dewan juri.

Kriteria penilaian meliputi sejumlah aspek, meliputi laras, tembang (guru lagu, guru gatra dan guru wilangan), kualitas suara, harmoni dan keserasian kostum. Para peserta diberi keleluasaan untuk memilih pakem tembang macapat yang akan dilantunkan. Seperti mijil, kinanti, ataupun pucung. Panitia menyiapkan hadiah sebesar Rp1,5 juta bagi juara pertama. Sementara juara kedua mendapatkan hadiah uang sebesar Rp1 juta dan juara III Rp750 ribu.
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan, Macapat Idol merupakan event tahunan yang masih tetap bertahan hingga kini. Di tahun ini dan sebelumnya, para pesertanya dibatasi untuk kalangan pelajar SD/MI se Kota Batu. Ia berharap di tahun depan, jumlah keikutsertaan kontestan lebih luas menjangkau para pelajar tingkat SMP.
“Tentunya pelaksanaannya akan lebih panjang ketika segmen usia lomba dibuka untuk pelajar SMP,” ujar Onny.
Onny mengatakan, event ini merupakan bentuk regenerasi untuk melestarikan budaya tradisi. Maka perlu merangkul generasi muda agar seni tradisi seperti tembang macapat tak lekas pudar. Hal ini pun selaras dengan arah pembangunan Kota Batu berbudi luhur serta menegaskan sebagai destinasi wisata budaya, di samping wisata alam dan wisata buatan.
“Melalui event ini ternyata menumbuhkan minat anak-anak. Bahkan para guru turut mengarahkan anak didiknya. Harapan kami semoga bisa berkembang lebih baik. Saya kira ini bisa menjadi event tahunan yang bisa ditingkatkan penyelenggaraannya,” papar mantan Kepala Diskominfo Kota Batu itu.
Lebih lanjut, Onny mengungkapkan, Disparta turut bekerja sama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) mata pelajaran Bahasa Jawa. Kerja sama yang dijalin berupa pelatihan kepada guru karena berperan sentral untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya, khususnya dalam melestarikan seni tradisi tembang macapat.
“Itu juga sebagak bekal bagi peserta didik ketika akan mengikuti Macapat Idol. Dan ternyata antusias guru-guru begitu besar,” pungkas Onny.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan, Macapat Idol sebuah kebanggaan terhadap khazanah budaya daerah yang penuh filosofi. Untuk itu, Pemkot Batu akan memberikan dukungan penuh agar seni budaya tradisi semacam ini tetap bertahan eksistensinya.
“Event ini terus berlanjut hingga hari ini. Tahun depan semoga lebih banyak pesertanya. Keterlibatan lembaga pendidikan juga penting untuk mengenalkan budaya tradisi ini kepada anak-anak didik. Ini bukan sekedar lomba, tapi upaya bersama melestarikan seni tradisi,” papar Cak Nur saat menyaksikan Macapat Idol 5.
Kajari Batu, Andy Sasongko mengatakan, perlombaan tembang macapat ini diselenggarakan berkolaborasi dengan Pemkot Batu. Langkah kolaborasi itu sebagai upaya melestarikan seni tradisi tembang Jawa yang sarat nilai-nilai luhur di kalangan generasi muda.
“Kami mengharapkan generasi muda, termasuk pelajar melestarikan warisan budaya. Salah satunya seni tembang macapat agar tak luntur karena ada nilai-nilai luhur di setiap bait tembang macapat,” kata Andy.
Ia menambahkan, sebagai kota wisata juga harus menonjolkan wisata budaya. Oleh karena itu, mocopat sebagai salah satu kebudayaan daerah harus terus dilestarikan.
“Kota Batu adalah kota wisata yang masyarakatnya guyup rukun. Selaras dengan hal itu, pembangunan Kota Batu yang berbudi luhur ini perlu didukung dengan wisata budaya, sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya yang ada di Batu,” kata dia.(der)