Kontraktor Mangkir, Pembangunan Ruang Guru SMPN 4 Batu Terbengkalai

MALANGVOICE– Pembangunan ruang guru dan ruang kepala sekolah di SMPN 4 Kota Batu gagal terlaksana. Proyek yang dianggarkan APBD 2025 itu terhenti pembangunannya lantaran ditinggalkan pihak pelaksana sejak September tahun lalu.

Keadaan itu menimbulkan konsekuensi terganggunya aktivitas pembelajaran. Proyek yang tak tuntas itu meninggalkan kesan kumuh di lingkungan sekolah. Bekas-bekas material dibiarkan menumpuk begitu saja.

Malang Jadi Home Base, JPE Bidik Poin Penuh di Seri Proliga 2026

Dari pantauan langsung di lokasi, nampak bangunan lama masih berdiri dengan bagian atap yang telah dibongkar. Sedangkan untuk proses bangunan yang telah dikerjakan hanya pondasi cakar ayam serta meninggalkan beberapa material seperti geragal, besi dan pasir.

“Proses belajar sedikit terganggu terutama untuk praktek IPA, karena laboratorium IPA (fisika) digunakan untuk operasional tata usaha dan laboratorium IPA (Biologi) digunakan sebagai kelas,” ungkap Kepala SMPN 4 Kota Batu, Henu Lismiyati.

Pihaknya pun berharap, pembangunan fasilitas tersebut bisa segera dituntaskan agar bisa meningkatkan pelayanan pendidikan. Kondisi tersebut dikatakan Heni, juga mengganggu pelayanan yang kurang maksimal, terutama saat harus melayani tamu.

“Karena para guru harus menempati ruang seadanya. Bahkan para guru sementara ini menempati ruang kelas.

Sementara itu, Kepala Dindik Kota Batu, Alfi Nurhidayat menyampaikan, pihaknya masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menyangkut perihal itu. Selanjutnya, setelah muncul hasil audit BPK, pihaknya akan berkonsultasi dengan kepala daerah.

“Nanti hasilnya seperti apa akan kami konsultasikan ke pimpinan untuk memohon petunjuk lebih lanjut. Secara prinsip akan kami berikan yang terbaik buat sekolah agar tidak mengganggu proses belajar mengajar yang ada,” pungkasnya.(Der)

Berita Terkini

Arikel Terkait