Khofifah Kunjungi dan Support Pengungsi Angin Puting Beliung Kota Batu

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi para pengungsi di kantor Balai Punten, Kecamatan Bumiaji Senin (21/10). (Foto : Istimewa)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi para pengungsi di kantor Balai Punten, Kecamatan Bumiaji Senin (21/10). (Foto : Istimewa)

MALANGVOICE – Parahnya kejadian angin kencang yang melanda Kota Batu. Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turun langsung dan bertemu para pengungsi Senin (21/10).

Dalam kunjungannya yang disambut Walikota Batu, Dewanti Rumpoko dan Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso. Khofifah ingin memberikan support kepada masyarakat terdampak.

Sebelumnya, Khofifah juga melayat ke rumah korban meninggal dunia, Sodiq. Dia tewas karena tertimpa pohon tumbang.

Dengan adanya bencana alam tersebut. Menurutnya, support tersebut sangat penting. Apalagi melihat kondisi mereka yang memprihatinkan. Baik mental maupun materil.

“Ada yang rumahnya masih berdebu. Ada yang gentengnya harus diganti. Ada yg kacanya harus diganti. Maka, support jadi penting,” kata Khofifah saat menemui para pengungsi di kantor Balai Punten, Kecamatan Bumiaji.

Namun, agar kondisi Kota Batu tetap aman dan bisa beraktifitas seperti semula. Mantan Menteri Sosial itu meminta Pemkot Batu untuk memastikan tiga infrastruktur bagi masyarakat.

Diantaranya yaitu pendidikan, kesehatan dan layanan ibadah. Ketiganya agar dipastikan agar tidak rusak.

“Tempat ibadah alhamdulillah menurut Bu Wali dalam keadaan baik. Kedua, layanan kesehatan puskesmas juga dalam keadaan baik,” ungkapnya.

“Kemudian yang ketiga layanan pendidikan. Karena rupanya ada SMP yg tingkat keparahannya membutuhkan rekonstruksi segera,” imbuh Khofifah.

Namun, pada dasarnya setiap terjadi bencana alam maupun bencana sosial. Dikatakannya kewenangan ada di Kabupaten/Kota setempat.

“Kalau areanya ada di lintas Kabupaten/Kota. Maka otoritas dan tanggung jawab ada di tingkat Provinsi. Kalau lintas provinsi atau skalanya memang besar, maka itu di tingkat pusat. Jadi ada leveling,” terangnya.

Oleh karena itu, Khofifah mohon kepada Pemkot Batu agar segera memperbaiki fasilitas yang rusak. Khususnya sekolah yang rusaknya parah. Agar anak-anak bisa cepat kembali bersekolah.

“Mudah-mudahan dalam waktu satu minggu ini anak-anak diliburkan atau belajar di luar kelas. Setelah satu pekan, kita berharap ada semacam tempat sekolah darurat atau apapun bentuknya,” kata dia.

“Supaya anak tidak terlalu lama diliburkan. Nanti kita akan cocokan dengan Pemkot Batu. Bagaimana identifikasinya terhadap rumah-rumah yang terdampak puting beliung,” terangnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu. Jumlah pengungsi tercatat kurang lebih sebanyak 1.182 orang. Namun, jumlah tersebut berkurang menjadi 891 jiwa karena ada sebagian yang kembali.

Saat ini, mereka berada di tujuh titik tempat pengungsian. Diantaranya rumah dinas Wali Kota Batu, Balai Desa Punten, Posko BPBD Kota Batu, Balai Desa Tulungrejo, SDN 1 Punten, Balai Desa Sidomulyo dan Kantor Kelurahan Songgokerto.

Diketahui, kejadian bencana angin kencang ini terjadi sejak Sabtu (19/10) malam. Hingga Minggu (20/10), berdasarkan laporan BPBD Kota Batu hembusan angin belum berhenti. Sementara pada Senin (21/10) angin masih berhembus dengan intensitas sedang.

Sebanyak tiga desa yang terdampak bencana alam tersebut. Diantaranya Desa Sumber Brantas, Desa Gunungsari, dan Desa Sumbergondo. Ketiganya berada di wilayah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.(Hmz/Aka)