Kemendikbud Kirim Bantuan bagi Anak-anak Terdampak Gempa

Caption foto : Sekda Malang Dr.Ir Wahyu Hidayat MM (Kiri) saat foto bersama. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan pada anak-anak sekolah yang terdampak gempa di Kabupaten Malang.

Bantuan tersebut langsung diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat di Peringgitan Pendapa Agung, Kamis (15/4).

“Bantuan ini berupa paket untuk fasilitas umum bagi siswa. Ini untuk menekan trauma anak-anak yang terdampak gempa,” ucap Wahyu.

Menurut Wahyu, gempa bermagnitudo 6,1 tersebut dapat membuat para siswa di Kabupaten Malang merasa trauma, karena sebelum bencana terjadi, beberapa sekolah telah menerapkan simulasi sekolah tatap muka.

“1 April 2021 lalu kan baru mencoba tatap muka, salah satunya di SMP 2 Tirtoyudo, sebelum terjadi gempa mereka sudah siap menjalankan kegiatan tatap muka, tapi siangnya terjadi gempa,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya merasa bersyukur adanya kepedulian baik dari instansi negeri ataupun instansi swasta. Karena dengan bantuan tersebut juga bisa menekan trauma ke siswa, dan juga cepat of memulihkan kondisi yang terjadi di Kabupaten Malang.

“Bantuan ini (dari Kemendikbud, red) akan segera kami sampaikan, bantuan ini bagus, ada alat sekolah, tas dan tenda untuk kelas darurat,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang Rahmat Hardijono mengatakan, meski telah terjadi gempa bermagnitudo 6,1, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka akan tetap dilakukan, jika ada sekolah yang tidak siap karena terdampak bencana, maka akan disiapkan tenda untuk kelas darurat.

“Ada beberapa sekolah yang bangunan kelasnya rusak, tapi bangku masih utuh. Nah karena ruangan yang tidak memungkinkan karena mungkin ada gempa susulan jadi kami siapkan tenda, kebetulan juga baru dapat bantuan dari Kemendikbud,” katanya.

Sedangkan, lanjut Rahmat, dampak gempa tersebut membuat kurang lebih 180 sekolah mengalami kerusakan dengan 25 diantaranya sudah tidak bisa digunakan atau harus dirobohkan.

“Jumlah Sekolah rusak itu data per Kamis (15/4) seperti itu. Tugas kami menyakinkan anak-anak agar berani ke sekolah lagi, tentunya juga harus ada peran serta dari orang tua,” tukasnya.(der)