Wow, Warga Sisir Sulap Buah Palem Jadi Manisan Enak

Ibu Riani menunjukkan manisan palem ciptaannya
Ibu Riani menunjukkan manisan palem ciptaannya.(fathul)

MALANGVOICE – Buah palem yang dikenal berkulit keras dan tak bisa dijadikan makanan, kini tinggal mitos. Pasalnya, Riani, warga Jalan Kelud RT 02 RW 11 Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, berhasil menjadikannya manisan dengan rasa lezat.

Orang yang pertama kali memberitahu bahwa palem bisa dimasak justru suaminya sendiri. Sehingga ia berani mencoba dengan mengambil buah palem yang banyak di pinggir jalan dan depan kantor KUD Kota Batu.

Buah palem ini memang dibungkus kulit keras. Jika ingin membelahnya, dibutuhkan upaya dan tenaga ekstra. Tapi ternyata di dalamnya ada satu bagian yang empuk dan bisa diolah menjadi makanan yang menggiurkan.

Isi yang bisa dimakan berbentuk lonjong seperti teratai. Saat dikunyah, terasa kenyal-kenyal mengingatkan pada kolang-kaling. Bagaimana dengan rasanya? Sebelum dimasak, rasanya tawar. Tapi kalau sudah diberi gula, rasanya jadi manis.

“Saya sering buah manisan saja, atau kalau lagi pengen kolak, ya dibikin kolak. Kalau ada yang mau bikin es, juga bisa. Biasanya tetangga saja yang pesan kalau ada acara tertentu,” cerita Riani kepada MVoice.

Riani sendiri yakin, makanan dari buah palem ini belum pernah dibuat oleh orang lain. Sehingga ia ingin diberi pelatihan dan dibantu pemasarannya. Karena warga sekitar sudah mencoba dan mengatakan sangat layak dijual ke luar daerah.

“Keinginan saya ya olahan ini bisa dijadikan kuliner khas Kota Batu. Karena ada satu produk minuman yang juga buatan sendiri, yakni Secang, dari jahe, sirih, daun jeruk, yang cocok sekali di Batu,” sambung ibu empat anak ini.

Saat ini, usahanya sudah berkembang namun baru ada SIUP-nya saja. Sementara ijin Depkes yang sangat penting untuk produk olahan belum didapatkan karena kesulitan memenuhi kriteria industri makanan. Sehingga ia hanya berani memasarkan ke tetangganya saja saat dipesan.

“Manisan ini kan produk basah, jadi tidak bertahan lama. Kalau dikasih pengawet kan gimana, belum ada pelatihan. Saya ada manisan kencur juga, manisan jahe, itu awet karena olahan kering,” jelas orang asli Batu ini.

Wow, Sensasi Alun-alun Batu Bisa Dinikmati dari Roof Top Kafe Letek

View Alun-alun Kota Wisata Batu dari roof top Kafe Letek. (fathul)

MALANGVOICE – Banyak cara menikmati pemandangan Alun-alun Kota Wisata Batu. Salah satunya ngopi sambil memandang pusat wisata kebanggaan warga Batu dari ketinggian.

Adalah Kafe Letek lokasinya di Jalan Diponegoro, atau tepatnya di sebelah timur Alun-alun. Tapi awas, jangan salah alamat, karena kafe ini terhimpit pertokoan di sepanjang jalan, sehingga lumayan susah dicari.

Lantai paling atas kafe ini dikonsep tidak beratap, sehingga pandangan bebas melihat Alun-alun hingga pegunungan di kejauhan. Bila malam, kerlip lampu dan gemintang akan menjadi pandangan yang mengasyikan.

Selain pemandangan alam yang mbois, minuman dan snack yang disediakan juga tak kalah sedapnya. Sesuai namanya, kita bisa mendapatkan kopi khas buatan sendiri; kopi letek, seharga Rp 7,5 ribu.

kafe letekAda pula beberapa minuman favorit, seperti Choco Fla Choco seharga Rp 12 ribu, Craphacino Rp 13 ribu, dan Milkshake Oreo Rp 10 ribu. Kalau mau minuman mainstream, ada Nutella Coffee Milk Shake, berbagai macam jus, Milk, dan Chocolate.

Jika lapar, bisa juga mencicipi makanan, seperti Kebab Rp 9 ribu, Risol Rp 9 ribu, Lumpia Rp 9 ribu, Sosis Solo Rp 9 ribu, Spagheti Jancok Rp 12 ribu, Roti Instagram Rp 9 ribu, hingga Roti Maryam Rp 9 ribu.

“Kami buka all day, dari Senin sampai Minggu. Buka selalu pukul 14.00 WIB sampai 00.00 WIB. Khusus Hari Kamis kami bukanya pukul 16.00 WIB,” kata pramusaji Kafe Letek, Nafisa Dewi.

Khusus untuk menikmati roof top, Dewi menyarankan datang sesegera mungkin. Karena usai Magrib, pengunjung akan berdatangan. Kebanyakan memilih roof top sebagai tempat nongkrong karena memiliki view keren.

“Kebanyakan pengunjungnya dari luar Kota Batu. Mereka datang untuk menikmati suasana di sini. Pertama-tama mereka memang mencari kafe yang enak, tapi kalau sudah pernah ke sini pasti ketagihan,” tutur Dewi ramah.

Kafe Letek memiliki empat lantai. Lantai pertama pengunjung bisa memesan minum dan makanan. Lantai kedua dan ketiga berisi kursi-kursi bermacam ukuran, dan paling atas (roof top) lantai empat.

“Sebenarnya semua lantai viewnya tetap ke alun-alun. Bisa foto selfie dengan background tulisan Alun-alun KWB dan bianglala. Tapi roof top memang paling disuka karena kelihatan semua,” ulas mahasiswi cantik asli Songgoriti, Kecamatan Batu ini.-

Sambal Mak Tin, Ratunya Sambal Murmer Buka 24 Jam!

Cara order di Mak Tin

MALANGVOICE – Bagi Anda penggemar kuliner pedas, wajib mampir ke warung Sambal Mak Tin. Sambal Mak Tin menawarkan konsep rumah makan nuansa tradisional prasmanan dengan 50 varian sambal.

Di warung makan milik Nanang Suherman ini, pengunjung bisa bebas mengambil nasi dan aneka lauk mulai dari cah kangkung, cah jamur, ayam goreng bebek goreng, tahu tempe, manuk goreng dan bebek ayam mecucu, yang paling populer.

Aneka menu Mak Tin
Aneka menu Mak Tin

Sambalnya beraneka macam mulai dari sambal tahu, terong, bakso, blimbing, pete, sambal tempe penyet sambal teri, udang, bajak, plecing dan sebagainya.

Aneka sambal di Mak Tin
Aneka sambal di Mak Tin

Soal harga jangan kuatir, karena makan di Sambal Mak Tin satu porsinya cukup murah 8000-25000 rupiah saja.

Sambal Mak Tin buka 24 jam, dan ada kopi gratis bagi yang berkunjung ke warung jam 24.00-08.00 WIB.

Sambal Mak Tin ada dua cabang di Malang yaitu di Jalan Sunan Kalijaga Kavling 3 nomor 1 Kompleks Ruko DaQu belakang kampus UIN Malang dan di MT Haryono samping rumah makan padang murah depan Ivan Cell.

Nikmatnya makan di Mak Tin
Nikmatnya makan di Mak Tin

Bermula dari Hobi, Kini Jadi Ladang Rezeki

Wisata Jeep Batu Agro Rakyat (AR) Adventure Sudarmono saat berada di Coban Talun (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Wisata Jeep Batu Agro Rakyat (AR) Adventure Sudarmono memiliki mobil Jeep yang awalnya hanya sekedar hobi. Kini, setelah adanya wisata Jeep, masyarakat Tulungrejo, Kota Batu menjadikannya ladang rejeki bagi masyarakat.

Dari pantauan MVoice, sebanyak 9 mobil Jeep tipe 4X4 berdehem dengan kerasnya saat dipanasi. Tak berselang lama, terdengar imbauan dari balik spiker yang memecah canda tawa wisatawan di rest area Sidomulyo, Kota Batu. Hal tersebut tanda agar penumpang bersiap menaiki mobil yang berkapasitas maksimal 4 hingga 5 orang itu.

Para wisatawan yang sudah menunggu sejak pukul 08.00 WIB pun sorak sorai keceriaan. Tak sabar, mereka ingin segera menaiki dan menjelajahi alam Kota Batu. Setelah satu persatu naik dan dirasa lengkap. Para sopir yang sejak tadi memanasi mobilnya langsung berkode dengan jari jempolnya.

Operator Wisata Jeep Batu Agro Rakyat (AR) Adventure Sudarmono memaparkan jika pemandangan tersebut, setiap minggunya seakan tak pernah absen. Bahkan, dua hingga tiga kali dalam seminggu selalu menghiasi rest area yang berada di depan pasar Sidomulyo itu.

“Jadi, Wisata Jeep ini wisata jelajah yang berbasis pertanian. Yang mana mereka kita ajak mengitari perkebunan apel terbesar se-Asia. Tepatnya di Gades,” ujarnya saat ditemui MVoice.

Dia juga menceritakan, perbedaan wisata Jeep tersebut dengan lainnya. Selama empat jam, para wisatawan akan diajak menjelajahi beberapa tempat di Tulungrejo, Kota Batu. Mulai dari perkebunan dan berlanjut ke Pura Luhur Giri Arjuna. Setelah itu, mereka akan menjajal jalur offroad di hutan pinus dan sungai di Coban Talun.

Saat melewati perkebunan, wisatawan akan disuguhi aneka macam edukasi pertanian. Kemudian para sopir akan memberikan pengetahuan ke wisatawan terkait tanaman di perkebunan tersebut. Mulai dari kebun sayur hingga buah-buahan. Selanjutnya, saat melewati jalur offroad para wisatawan akan dipacu adrenalinnya dengan melewati jalur-jalur berlumpur. Tak sedikit dari mobil yang mereka tumpangi ada yang mogok. Bahkan, ada yang sampai harus di ganti. Malah, saat awal mula merintis pada tahun 2014 lalu Jeepnya mogok 20 kali. Waktu itu dirinya mengantar wisatawan dari Malaysia.

Momon sapaan akrabnya juga menjelaskan selain memfokuskan pada edukasi. Wisata Jeep itu juga memberdayakan masyarakat. Karena, Jeep yang digunakan miliknya masyarakat sekitar. Sehingga, wisata Jeep tersebut diberi nama Agro Rakyat (AR) Adventure.

Diketahui, anggota yang ikut dalam AR Adventure tersebut pekerjaan utamanya petani. Sehingga, Jeep itu hanya sekedar hobi bagi anggotanya. Disisi lain, adanya wisata Jeep itu juga dengan tujuan mengenalkan wisata alam di Kota Batu. Karena, selama ini yang masih banyak di kenal oleh kebanyakan masyarakat wisata itu saja.

Saat ini, wisata Jeepnya itu sudah memiliki 100 personel. Sebanyak 50 personel dari masyarakat sendiri dan 50 personel dari komunitas. Meski begitu, dirinya tetap mendahulukan miliknya masyarakat. Karena, beberapa kali dirinya juga sering kewalahan karena banyaknya tamu. Bahkan, dirinya pernah dalam satu hari mengerahkan 140 unit kendaraan.

Selama enam tahun, berbagai wisatawan belahan dunia pun sudah menjajal wisata Jeepnya itu. Salah satunya dari Malaysia, Singapura, Prancis hingga Belanda. “Awal mula berdiri, kami langsung dapat tamu dari Malaysia itu,” pungkas pria Asli Dusun Junggo, Tulungrejo, Kota Batu itu.((Der/Aka)

Pasar Burung Splendid, Wisata Belanja Unik Kota Malang

Pengunjung melihat lihat burung (Anja)
Pengunjung melihat lihat burung (Anja)

MALANGVOICE – Kota Malang hampir tidak memiliki tempat wisata alam seperti Kabupaten Malang. Tapi Kota Malang punya tempat wisata taman, belanja, kuliner dan sejarah.

Ada tempat belanja terkenal di Malang dan termasuk unik yaitu Pasar Splendid. Pasar ini merupakan pusatnya belanja burung peliharaan, ikan hias, dan binatang peliharaan lain seperti aneka reptil, kucing, kelinci dan kura-kura. Tentunya beda dengan wisata belanja mall.

Selain binatang peliharaan, tersedia berbagai perlengkapan peliharaan mulai dari sangkar, akuarium, hiasan akuarium, kandang kucing, lengkap berikut makanan dan aksesoris kandang. Soal harga, tenang saja, lumayan terjangkau dan boleh ditawar.

Pasar Splendid terdiri dari 3 jenis pasar diantaranya Pasar Bunga, Pasar Burung dan Pasar Ikan Hias. Ketiga pasar ini berada dalam sebuah area yang sama dan luas di kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen tepatnya pada jalan Brawijaya.

Pasar Bunga dan Burung Malang atau yang sering disebut juga sebagai Pasar Manuk Splendid ini terletak sekitar 150 – 200 meter ke arah barat dari Balaikota Malang/Alun-Alun Tugu Malang/Hotel Tugu/Wisma Tumapel melalui Jalan Tumapel. Di sebelah timur pasar ada Hotel Sahid Montana sedangkan di sebelah utaranya (Jl. Kahuripan) ada Masjid A. Yani.

‘Pupuk Bawang’, Cafe dengan Pemandangan Indah di Batu

Pupuk Bawang dari depan

MALANGVOICE – Kota Batu seperti tak kehabisan tempat untuk dijadikan spot kuliner menarik. Pupuk Bawang, cafe di Jalan Panglima Sudirman No.116, Pesanggrahan, Kota Batu ini menyuguhkan konsep menikmati makanan dengan suguhan pemandangan alam yang sejuk.

Suasana dalam cafe
Suasana dalam cafe

Di Pupuk Bawang, pengunjung bisa menikmati hidangan di outdoor spot yang menghadap langsung ke perkebunan bawang dan sayur-mayur lainnya. Untuk bisa makan di spot ini, pengunjung harus sabar antre karena biasanya ketika hari libur sangat penuh dengan pengunjung.

Pemandangan sejuk cocok untuk santai
Pemandangan sejuk cocok untuk santai

Dinamakan Pupuk Bawang bukan berarti menunya berbahan dasar bawang. Cafe ini menyediakan aneka menu mulai dari makanan tradisional Indonesia seperti mie, nasi goreng, western cuisine dan aneka pasta, burger. Namun, makan di cafe ini harus rela merogoh kocek lebih ya, karena memang harganya relatif lebih mahal daripada cafe-cafe lain di Batu.

Mie Pupuk Bawang
Mie Pupuk Bawang

Untuk minuman, pengunjung bisa memilih aneka ice cream, milkshake, tea, cocktail, juice dan sebagainya. Makan di Pupuk Bawang dijamin kenyang puas.

Hluuuk, Makan Bakso Ini Dijamin Klenger

Bakso Klenger

MALANGVOICE – Bagi penggemar kuliner bakso, jangan lupa mencoba bakso jumbo di daerah Jalan Ledok Dowo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Adalah Bakso Klenger, kedai bakso milik Supariyanto ini menyediakan bakso daging sapi berukuran sekepal tangan.

Seporsi bakso
Seporsi bakso
Begini ukurannya
Begini ukurannya
Lokasinya dekat pasar Pakis
Lokasinya dekat pasar Pakis

Supariyanto mengatakan, kedai bakso baru dibuka waktu lebaran bulan Juni, namun ternyata minat masyarakat cukup besar. Terbukti Bakso Klenger selalu ramai pengunjung tertama saat jam makan siang.

Harga yang ditawarkan Bakso Klenger cukup menggiurkan. Satu porsi bakso dibanderol Rp 12ribu saja. Untuk ukuran bakso sedang dibanderol Rp 8 ribu saja. Bakso Klenger paling nikmat ditemani dengan segelas es teh.

UD Artha, Kios Ribuan Bonsai dengan Nilai Jutaan

Koleksi Bonsai

MALANGVOICE – Jalan-jalan ke kota Batu, sempatkan mampir ke kios bonsai UD Artha di Jalan Bukit Berbunga no 01 Sidomulyo, Kec. Batu, Kota Batu.

UD Artha merupakan kios bonsai terlengkap dan memiliki koleksi terbanyak di Kota Batu.

Didirikan oleh Arpai, spesialis bonsai asli dari Batu kelahiran 1941. Bisnis bonsai ini sudah ia rintis sejak 1980.

Koleksi Bonsai
Koleksi Bonsai

Bonsai yang dijual terdiri dari bonsai jenis komersil dan jenis prospek.

“Di sini ada juga 8 jenis bonsai cemara,” kata Arpai.

Ia membangun kerja sama dengan macam-macam biro transportasi, perhotelan yang banyak membawa turis ke kiosnya.

“Suatu ketika ada turis belanda yang berkunjung ke sini. Kebetulan profesinya sama. Ia spesialis bonsai juga, ” tuturnya.

Koleksi Kaktus
Koleksi Kaktus

Dari situlah bonsai di UD Artha mulai banyak peminat. Kini bonsainya telah dikirim ke berbagai daerah seperti Sulawesi, Ambon, NTT, Kalimantan, Irian Medan dsb. Beberapa kali, bonsai UD Artha juga memenangkan kompetisi.

Saat ini UD Artha telah memiliki tanah dan perlengkapan perawatan sendiri. Selain itu, untuk setiap pot bonsainya dibanderol dengan harga fantastis,

“Bonsai merupakan tanaman dengan kualitas seni tinggi dan perawatan ekstra. Adapun bonsai cemara duri usia 10 tahun itu harganya 1 juta. Ada juga bonsai yang usianya sangat tua yang ditanam sejak tahun 1990, harganya sekitar 60 juta,” jelasnya.

Selain bonsai, UD Artha juga menyediakan aneka jenis kaktus, dan tanaman hias lainnya.

5 Jajanan Street Food yang Wajib Dicoba di Kota Malang

Street Food di Kota Malang (istimewa)

MALANGVOICE – Berada di Kota Malang rasanya tak lengkap apabila tidak mencicipi segala macam jenis kuliner yang ada. Panganan enak tidak hanya berada di sebuah restoran mahal atau cafe ternama, melainkan di pinggir jalan.

Dari food blogger asal Malang, Ammamilha Rosyaqotus Syaqufa, atau yang dikenal dengan akun @ammamamo di Instagram ini banyak rekomendasi jajanan street food yang tak kalah enak dari restoran. Ia merangkum lima tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Kota Malang.

1. Bakso “Resek” Solo Jalan Bandung

iiDari namanya, jangan bayangkan hal yang tidak-tidak karena sebenarnya apa arti dari sebuah nama. Bakso yang satu ini berbeda dengan bakso lain. Tak ada banyak macam varian seperti siomay atau goreng yang biasa dijumpai.

Bakso ini disajikan dengan mengandalkan rasa khas dari pentol yang beraneka macam. Kemudian diberi sayuran dan dua jenis mi. Meski berada di pinggir jalan, penjual bakso ini tak pernah nganggur, pasalnya selalu banyak pembeli yang mengantre.

2. Asinan Bogor Jalan Raya Langsep

Banyak asinan yang ada di Malang, namun menurut Ammamamo, rasa asinan itu sangat khas dibanding asinan lain. Ada sensasi manis, asam dan pedas yang dijamin ciamik di lidah. Penjual asinan itu melegenda menggunakan mobil VW sejak di Jalan Simpang Balapan.

3. Batagor & Siomay Abadi, Asli Bandung, Jalan Simpang Borobudur.

Jajanan ini lebih dikenal dengan siomay Hua Ind, karena dekat dengan sekolah SMAK Kolese Santo Yusup Malang. Selain siomay yang rasanya ajib, di tempat ini juga menjual es doger yang tentunya wajib dicoba.

 

 

 

 

4. Korean Snack Jomi-Jomi, Jalan Watu Mujur

Mewabahnya drama Korea berdampak dengan maraknya penjualan pernak-pernik ala Korea termasuk kuliner. Di Kota Malang tak sedikit dijumpai panganan khas negeri gingseng ini. Salah satunya yang menjadi rekomendasi Ammamamo adalah Jomi-Jomi.

Penikmat kuliner tak perlu khawatir tentang rasa karena dijamin enak, serta harga yang murah jadi andalan untuk tetap hemat.

5. Bikang Panas Mekar Sari

Jajanan khas Indonesia ini juga tak pantas dilewatkan. Bikang yang berada di seberang Pasar Besar Kota Malang punya citarasa yang khas serta porsi besar. Namun, saking larisnya pembeli harus cepat-cepat datang sejak pagi karena keburu habis.

Yang bikin jajanan pasar ini laris, antara lain dengan adanya cipratan santan kental waktu bikang ini matang. Saat masih panas, bagian atas ini sangat lumer sehingga mantap sekali dilahap.

Dari semua itu bukan berarti jajanan street food di Kota Malang dan sekitarnya tidak ada yang enak. Masih banyak tempat lain yang perlu dicoba karena Malang tempatnya kuliner. Gimana menurut Anda, berani mencoba?


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Wisata ke Goa Pinus, Ada Rumah Honai Papua Lho!

Wisata di Goa Pinus (anja)
Wisata di Goa Pinus (anja)

MALANGVOICE – Berwisata ke Goa Pinus Kecamatan Bumiaji Batu, Anda akan menemukan rumah Honai, rumah khas Papua.

Rumah Honai ini menjadi spot foto andalan dan terbaru destinasi wisata Goa Pinus. Mengangkat tema ‘Kembali ke alam’, salah seorang pengurus dan perwakilan masyarakat, Muslimin, mengatakan akan terus menambah spot-spot foto menarik.

“Masyarakat dan Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan mulai serius menggarap lokasi wisata ini. Saat ini ada 5 unit rumah Honai ditmbah 1 aula,” kata dia.

Tiket masuk Goa Pinus cukup murah, hanya Rp 5 ribu saja. Pengunjung bisa puas berfoto di spot-spot menarik sambil menikmati pemandangan.

Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Siska Widiyanti kagum dengan pemandangan di Goa Pinus.

“Aduh Batu memang enak ya. Sejuk banyak tempat wisata, dan enggak macet,” kata dia.

Komunitas