Malam Hari, Enaknya Menyantap Lontong Kikil

MALANGVOICE – Kota Malang bisa disebut ‘surga’ bagi pecinta kuliner. Berbagai olahan masakan, dari Bakso hingga Orem-orem dapat dijumpai di sini. Nah, salah satu kuliner yang cukup menarik untuk dicoba adalah Lontong Kikil Sapi di kawasan Jalan Raden Tumenggung Soeryo.

Warung Lontong Kikil
Warung Lontong Kikil
Warung yang berada di pinggir jalan utama ini ramai dikunjungi pembeli setiap malamnya, dan masuk daftar makanan paling digemari.

Olahan kikil Sapi dipadu kuah berbumbu khas, menjadi menu andalan. Tentu saja, kuliner jenis ini harus disantap selagi panas dengan satu porsi lontong atau nasi hangat.

Meidy Yahya (38) salah satu pengunjung, kepada MVoice, mengatakan, selain rasanya yang nikmat, kikil sapi ini juga makanan favoritnya. “Sering saya makan kikil sapi di sini, rasanya enak dan mantap,” kata Meidy.

Untuk satu porsi kikil cukup hanya mengeluarkan kocek Rp 20 ribu saja dan minuman baik teh hangat dan jeruk hangat hanya Rp 3 ribu saja. Warung ini buka pukul 18.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB.

Pasar Burung Splendid, Wisata Belanja Unik Kota Malang

Pengunjung melihat lihat burung (Anja)
Pengunjung melihat lihat burung (Anja)

MALANGVOICE – Kota Malang hampir tidak memiliki tempat wisata alam seperti Kabupaten Malang. Tapi Kota Malang punya tempat wisata taman, belanja, kuliner dan sejarah.

Ada tempat belanja terkenal di Malang dan termasuk unik yaitu Pasar Splendid. Pasar ini merupakan pusatnya belanja burung peliharaan, ikan hias, dan binatang peliharaan lain seperti aneka reptil, kucing, kelinci dan kura-kura. Tentunya beda dengan wisata belanja mall.

Selain binatang peliharaan, tersedia berbagai perlengkapan peliharaan mulai dari sangkar, akuarium, hiasan akuarium, kandang kucing, lengkap berikut makanan dan aksesoris kandang. Soal harga, tenang saja, lumayan terjangkau dan boleh ditawar.

Pasar Splendid terdiri dari 3 jenis pasar diantaranya Pasar Bunga, Pasar Burung dan Pasar Ikan Hias. Ketiga pasar ini berada dalam sebuah area yang sama dan luas di kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen tepatnya pada jalan Brawijaya.

Pasar Bunga dan Burung Malang atau yang sering disebut juga sebagai Pasar Manuk Splendid ini terletak sekitar 150 – 200 meter ke arah barat dari Balaikota Malang/Alun-Alun Tugu Malang/Hotel Tugu/Wisma Tumapel melalui Jalan Tumapel. Di sebelah timur pasar ada Hotel Sahid Montana sedangkan di sebelah utaranya (Jl. Kahuripan) ada Masjid A. Yani.

3 Makanan Murah di Kota Malang yang Jarang Diketahui Pelancong

Sego Penjara yang siap disantap, (MG2).

MALANGVOICE – Kota Malang selain terkenal tempat wisatanya, kota tempat kelahiran klub sepakbola Arema ini juga dikenal sebagai surganya kuliner.

Beragam sajian makanan dengan rasa yang lezat dan harga terjangkau membuat wisatawan atau pelancong yang datang ke Kota Malang ketagihan.

Namun, tak sedikit juga ada beberapa makanan dengan harga terjangkau banyak diketahui warga Kota Malang tapi asing ditelinga para pelancong.

Berikut 3 bocoran tempat makan murah yang bisa ditemukan di Kota Malang tapi jarang diketahui warga luar kota atau pelancong.

1. Sego Penjara (Cukam)

Sego Penjara atau yang juga dikenal dengan warung Mami Cukam ini berada di Jalan Puntodewo 1A, Polrehan, Kota Malang.

Sego Penjara adalah kuliner nasi campur sederhana. Berisikan nasi putih, mie, tahu, sayur kacang panjang, sambal dan kuah kari. Dengan komponen itu nasi campur penjara dibandrol dengan harga Rp3 ribu.

Selain nasi campur, disediakan juga beragam lauk dari jerohan sapi mulai dari, babat, usus, paru, rempelo ati hingga kikil. Ada juga lauk lain seperti, ayam goreng, ikan tongkol, krengsengan, bandeng dan telor.

Warung Mami Cukam yang buka pukul 17.30 sampai 04.00 pagi, selalu ramai didatangi pembeli karena kelezatan dan harganya yang murah.

2. Sego Goreng Resek

Sego Goreng Resek bisa ada temukan di Jalan Brigjen Katamso, Kota Malang pada pukul 17.30 hingga 22.00 malam.

Sesuai dengan namanya, kuliner yang satu ini menyediakan nasi goreng seperti pada umumnya. Tapi yang menjadi daya tarik adalah banyaknya pilihan lauk dan metode memasaknya masih menggunakan arang.

Untuk rasa yang dimiliki tidak perlu dipertanyakan lagi. Tentunya didukung dengan harga yang bersahabat dengan kantong akan membuat anda bahagia.

Sego goreng Resek biasa dibandrol seharga Rp10 ribu dan harganya akan meningkat sesuai lauk yang anda pilih.

3. Orem-orem Abah Syahri

Warung orem-orem Abah Syahri di pinggir Jalan Gatot Subroto, Kota Malang, ini juga patut dicoba warga Kota Malang atau Pelancong yang berkunjung ke Kota Bunga ini.

Cukup dengan merogoh kocek Rp8 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati sedapnya orem-orem. Disana juga disediakan beragam lauk, seperti ayam pedas, perkedel, ceker pedas, dan tempe mendol.

Warung orem-orem Abah Syahri ini buka mulai Jam 09.00 sampai 15.30 sore.(der)

Wow, Sensasi Alun-alun Batu Bisa Dinikmati dari Roof Top Kafe Letek

View Alun-alun Kota Wisata Batu dari roof top Kafe Letek. (fathul)

MALANGVOICE – Banyak cara menikmati pemandangan Alun-alun Kota Wisata Batu. Salah satunya ngopi sambil memandang pusat wisata kebanggaan warga Batu dari ketinggian.

Adalah Kafe Letek lokasinya di Jalan Diponegoro, atau tepatnya di sebelah timur Alun-alun. Tapi awas, jangan salah alamat, karena kafe ini terhimpit pertokoan di sepanjang jalan, sehingga lumayan susah dicari.

Lantai paling atas kafe ini dikonsep tidak beratap, sehingga pandangan bebas melihat Alun-alun hingga pegunungan di kejauhan. Bila malam, kerlip lampu dan gemintang akan menjadi pandangan yang mengasyikan.

Selain pemandangan alam yang mbois, minuman dan snack yang disediakan juga tak kalah sedapnya. Sesuai namanya, kita bisa mendapatkan kopi khas buatan sendiri; kopi letek, seharga Rp 7,5 ribu.

kafe letekAda pula beberapa minuman favorit, seperti Choco Fla Choco seharga Rp 12 ribu, Craphacino Rp 13 ribu, dan Milkshake Oreo Rp 10 ribu. Kalau mau minuman mainstream, ada Nutella Coffee Milk Shake, berbagai macam jus, Milk, dan Chocolate.

Jika lapar, bisa juga mencicipi makanan, seperti Kebab Rp 9 ribu, Risol Rp 9 ribu, Lumpia Rp 9 ribu, Sosis Solo Rp 9 ribu, Spagheti Jancok Rp 12 ribu, Roti Instagram Rp 9 ribu, hingga Roti Maryam Rp 9 ribu.

“Kami buka all day, dari Senin sampai Minggu. Buka selalu pukul 14.00 WIB sampai 00.00 WIB. Khusus Hari Kamis kami bukanya pukul 16.00 WIB,” kata pramusaji Kafe Letek, Nafisa Dewi.

Khusus untuk menikmati roof top, Dewi menyarankan datang sesegera mungkin. Karena usai Magrib, pengunjung akan berdatangan. Kebanyakan memilih roof top sebagai tempat nongkrong karena memiliki view keren.

“Kebanyakan pengunjungnya dari luar Kota Batu. Mereka datang untuk menikmati suasana di sini. Pertama-tama mereka memang mencari kafe yang enak, tapi kalau sudah pernah ke sini pasti ketagihan,” tutur Dewi ramah.

Kafe Letek memiliki empat lantai. Lantai pertama pengunjung bisa memesan minum dan makanan. Lantai kedua dan ketiga berisi kursi-kursi bermacam ukuran, dan paling atas (roof top) lantai empat.

“Sebenarnya semua lantai viewnya tetap ke alun-alun. Bisa foto selfie dengan background tulisan Alun-alun KWB dan bianglala. Tapi roof top memang paling disuka karena kelihatan semua,” ulas mahasiswi cantik asli Songgoriti, Kecamatan Batu ini.-

Spot Wisata Baru di Pujon, Suguhkan Pemandangan Alam dengan Ratusan Bunga Cantik

Spot foto di Florawisata San Terra Pujon. (Istimewa)
Spot foto di Florawisata San Terra Pujon. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menikmati liburan akhir tahun pasti kurang jika tak menghabiskan waktu dengan jalan-jalan. Di Malang ada wisata baru yang cocok untuk berwisata di penghujung tahun.

Ya, wisata itu bernama Florawisata San Terra, di Pujon, Kabupaten Malang. Sesuai namanya, wisata ini menyuguhkan pemandangan alam dengan banyak sekali tanaman hias.

Pengelola Florawisata Pujon, Pristino Hartanto, mengatakan, ada ratusan jenis tanaman hias yang ditanam di lokasi tersebut. Tanaman hias tak hanya dari Indonesia, namun ada juga beberapa negara luar.

“Ada tiga hektare area yang bisa dijelajahi pengunjung. Taman bunga itu jadi andalan kami karena ada ratusan jenis tanaman hias dari bermacam tempat,” katanya.

Taman bunga ini ada dua lokasi, indoor dan outdoor. Dua spot itu punya karakteristik sendiri. Dikatakan Pristino, tanaman indoor adalah permanen diselingi tanaman plastik hias untuk pemanis. Sedangkan taman outdoor tergantung musim.

“Jadi tiap tiga bulan sekali kami ganti bunga lain sesuai musimnya,” ujarnya menambahkan.

Uniknya lagi, Florawisata ini melakukan pembibitan bunga secara mandiri. Nantinya konsep taman ini akan terintegrasi sehingga pengunjung bisa ikut belajar pembibitan bunga, atau bahkan membeli bunga yang dimau.

Tak hanya taman bunga, di Florawisata Pujon ini ada spot miniatur kota di Korea. Tentu ini membawa suasana baru bagi pengunjung yang suka dengan nuansa negeri Ginseng.

“Kami berharap di Malang ini bisa membawa suasana baru tempat wisata. Kami sebelumnya sudah membuka di dua lokasi, dan Malang adalah kota ke tiga,” tandasnya.

“Dalam waktu dekat kami juga akan memperluas lokasi sehingga banyak spot bagi pengunjung yang datang ke Florawisata,” tutup Pristino. (Der/ulm)

Sambal Mak Tin, Ratunya Sambal Murmer Buka 24 Jam!

Cara order di Mak Tin

MALANGVOICE – Bagi Anda penggemar kuliner pedas, wajib mampir ke warung Sambal Mak Tin. Sambal Mak Tin menawarkan konsep rumah makan nuansa tradisional prasmanan dengan 50 varian sambal.

Di warung makan milik Nanang Suherman ini, pengunjung bisa bebas mengambil nasi dan aneka lauk mulai dari cah kangkung, cah jamur, ayam goreng bebek goreng, tahu tempe, manuk goreng dan bebek ayam mecucu, yang paling populer.

Aneka menu Mak Tin
Aneka menu Mak Tin

Sambalnya beraneka macam mulai dari sambal tahu, terong, bakso, blimbing, pete, sambal tempe penyet sambal teri, udang, bajak, plecing dan sebagainya.

Aneka sambal di Mak Tin
Aneka sambal di Mak Tin

Soal harga jangan kuatir, karena makan di Sambal Mak Tin satu porsinya cukup murah 8000-25000 rupiah saja.

Sambal Mak Tin buka 24 jam, dan ada kopi gratis bagi yang berkunjung ke warung jam 24.00-08.00 WIB.

Sambal Mak Tin ada dua cabang di Malang yaitu di Jalan Sunan Kalijaga Kavling 3 nomor 1 Kompleks Ruko DaQu belakang kampus UIN Malang dan di MT Haryono samping rumah makan padang murah depan Ivan Cell.

Nikmatnya makan di Mak Tin
Nikmatnya makan di Mak Tin

Abah Anton Sukses Jadi Juragan Durian, Ternyata Ini Gurunya

Abah Anton sedang memilihkan durian di kebun duriannya untuk pelanggan. (Mvoice/Toski D).

MALANGVOICE – Mantan Wali Kota Malang, H Moch Anton diam-diam selama 10 tahun terakhir ternyata memiliki kesibukan baru. Berkebun durian yang ada di luar Kota Malang, tepatnya Desa Petungsewu Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Itulah kesibukan barunya, disamping tetes tebu tentunya.

Di dalam kebun seluas 10 hektar tersebut juga terdapat kafe bernama Abundancio yang buka tiga minggu dan merupakan obsesinya sejak 10 tahun lalu atau tepatnya tahun 2011 silam.

“Waktu itu saya punya lahan di sini 10 hektar. Tahun 98 waktu krismon (krisis moneter). Dulu kebun inj terkenalnya kebun jeruk dan waktu itu belum ada pikiran dibuat apa,” cerita Abah Anton, saat ditemui awak media di kebun duriannya, Ahad (31/10).

Tanpa pernah menyebut penggagasnya, Abah Anton tertarik memanfaatkan lahan untuk menanam durian. Berbekal kolega yang memiliki keahlian di bidang pertanian di Bogor, Abah Anton dia kemudian mengundang temannya ke lahan tersebut untuk mengecek kelayakan lahan itu buat durian.

“Kata teman saya cocok. Di sini ketinggiannya di atas 750 meter dari permukaan laut. Bibitnya pun dari teman saya itu,” jelasnya.

Dalam waktu 10 tahun lebih itu, Abah Anton mengaku bukan tanpa kegagalan saat menanam durian. Karena hobi berkebun dan menanam buah-buahan diapun tak segan belajar. Salah satunya belajar melalui Youtube.

“Akun youtube kan banyak. Ya saya manfaatkan di situ, misal mulai bagaimana memupuk buah durian hingga pengelolaan durian itu,” terangnya.

Akhirnya pada pertengahan tahun 2020 kebun durian yang dikelolanya membuahkan hasil. Banyak orang mencari durian di kebunnya.

“Hingga akhirnya saya tertarik untuk mengembangkan kafe di tengah kebun supaya menambah daya tarik orang,” ulasnya.

Alhasil, kebun Abah Anton pun kini telah menjadi kebun sekaligus kafe. Pengunjung bisa memilih durian di sekitar lahan sendiri atau dipilihkan.

“Bisa memilih sendiri, menarik durian langsung, kemudian melihat memetiknya bagaimana. Jadi fresh from the oven,” promonya sambil tertawa kecil.

Harganya tergolong terjangkau mulai Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Karena itu tak heran per hari rata-rata terjual 500 buah. Abah Anton pun mengaku puas karena usahanya selama 10 tahun membuahkan hasil.

Saat ditanya alasan menanam durian di daerah Petungsewu, dia menjelaskan untuk menambah varian buah-buahan baru di desa yang terkenal sebagai produsen jeruk tersebut.

“Saya ini selain hobi makan durian, juga ingin mengenalkan ke warga. Durian yang merupakan buah-buahan favorit semua lapisan ini bisa ditanam di sini,” pungkasnya.(end)

UD Artha, Kios Ribuan Bonsai dengan Nilai Jutaan

Koleksi Bonsai

MALANGVOICE – Jalan-jalan ke kota Batu, sempatkan mampir ke kios bonsai UD Artha di Jalan Bukit Berbunga no 01 Sidomulyo, Kec. Batu, Kota Batu.

UD Artha merupakan kios bonsai terlengkap dan memiliki koleksi terbanyak di Kota Batu.

Didirikan oleh Arpai, spesialis bonsai asli dari Batu kelahiran 1941. Bisnis bonsai ini sudah ia rintis sejak 1980.

Koleksi Bonsai
Koleksi Bonsai

Bonsai yang dijual terdiri dari bonsai jenis komersil dan jenis prospek.

“Di sini ada juga 8 jenis bonsai cemara,” kata Arpai.

Ia membangun kerja sama dengan macam-macam biro transportasi, perhotelan yang banyak membawa turis ke kiosnya.

“Suatu ketika ada turis belanda yang berkunjung ke sini. Kebetulan profesinya sama. Ia spesialis bonsai juga, ” tuturnya.

Koleksi Kaktus
Koleksi Kaktus

Dari situlah bonsai di UD Artha mulai banyak peminat. Kini bonsainya telah dikirim ke berbagai daerah seperti Sulawesi, Ambon, NTT, Kalimantan, Irian Medan dsb. Beberapa kali, bonsai UD Artha juga memenangkan kompetisi.

Saat ini UD Artha telah memiliki tanah dan perlengkapan perawatan sendiri. Selain itu, untuk setiap pot bonsainya dibanderol dengan harga fantastis,

“Bonsai merupakan tanaman dengan kualitas seni tinggi dan perawatan ekstra. Adapun bonsai cemara duri usia 10 tahun itu harganya 1 juta. Ada juga bonsai yang usianya sangat tua yang ditanam sejak tahun 1990, harganya sekitar 60 juta,” jelasnya.

Selain bonsai, UD Artha juga menyediakan aneka jenis kaktus, dan tanaman hias lainnya.

5 Jajanan Street Food yang Wajib Dicoba di Kota Malang

Street Food di Kota Malang (istimewa)

MALANGVOICE – Berada di Kota Malang rasanya tak lengkap apabila tidak mencicipi segala macam jenis kuliner yang ada. Panganan enak tidak hanya berada di sebuah restoran mahal atau cafe ternama, melainkan di pinggir jalan.

Dari food blogger asal Malang, Ammamilha Rosyaqotus Syaqufa, atau yang dikenal dengan akun @ammamamo di Instagram ini banyak rekomendasi jajanan street food yang tak kalah enak dari restoran. Ia merangkum lima tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Kota Malang.

1. Bakso “Resek” Solo Jalan Bandung

iiDari namanya, jangan bayangkan hal yang tidak-tidak karena sebenarnya apa arti dari sebuah nama. Bakso yang satu ini berbeda dengan bakso lain. Tak ada banyak macam varian seperti siomay atau goreng yang biasa dijumpai.

Bakso ini disajikan dengan mengandalkan rasa khas dari pentol yang beraneka macam. Kemudian diberi sayuran dan dua jenis mi. Meski berada di pinggir jalan, penjual bakso ini tak pernah nganggur, pasalnya selalu banyak pembeli yang mengantre.

2. Asinan Bogor Jalan Raya Langsep

Banyak asinan yang ada di Malang, namun menurut Ammamamo, rasa asinan itu sangat khas dibanding asinan lain. Ada sensasi manis, asam dan pedas yang dijamin ciamik di lidah. Penjual asinan itu melegenda menggunakan mobil VW sejak di Jalan Simpang Balapan.

3. Batagor & Siomay Abadi, Asli Bandung, Jalan Simpang Borobudur.

Jajanan ini lebih dikenal dengan siomay Hua Ind, karena dekat dengan sekolah SMAK Kolese Santo Yusup Malang. Selain siomay yang rasanya ajib, di tempat ini juga menjual es doger yang tentunya wajib dicoba.

 

 

 

 

4. Korean Snack Jomi-Jomi, Jalan Watu Mujur

Mewabahnya drama Korea berdampak dengan maraknya penjualan pernak-pernik ala Korea termasuk kuliner. Di Kota Malang tak sedikit dijumpai panganan khas negeri gingseng ini. Salah satunya yang menjadi rekomendasi Ammamamo adalah Jomi-Jomi.

Penikmat kuliner tak perlu khawatir tentang rasa karena dijamin enak, serta harga yang murah jadi andalan untuk tetap hemat.

5. Bikang Panas Mekar Sari

Jajanan khas Indonesia ini juga tak pantas dilewatkan. Bikang yang berada di seberang Pasar Besar Kota Malang punya citarasa yang khas serta porsi besar. Namun, saking larisnya pembeli harus cepat-cepat datang sejak pagi karena keburu habis.

Yang bikin jajanan pasar ini laris, antara lain dengan adanya cipratan santan kental waktu bikang ini matang. Saat masih panas, bagian atas ini sangat lumer sehingga mantap sekali dilahap.

Dari semua itu bukan berarti jajanan street food di Kota Malang dan sekitarnya tidak ada yang enak. Masih banyak tempat lain yang perlu dicoba karena Malang tempatnya kuliner. Gimana menurut Anda, berani mencoba?


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Kafe Ubi Kota Batu, Suguhkan Nuansa Tempo Dulu

Pemilik Kafe Ubi, Suhartini saat berada di dapur kafe (Foto: Ayun/MVoice)

0MALANGVOICE – Sejarah menyebutkan ubi pernah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Indonesia saat mengalami masa sulit di zaman penjajahan dahulu. Di beberapa daerah ubi sempat menjadi bahan makanan pokok pengganti nasi. Meski demikian saat diolah oleh tangan trampil, ubi bisa berubah menjadi camilan enak dan sehat.

Pemilik Kafe Ubi, Suhartini saat berada di dapur kafe (Foto: Ayun/MVoice)

Kreativitas terbukti menjadi hal penting dalam pengembangan wisata kuliner. Itulah yang ditempuh oleh warga Desa Pandanrejo, Kota Batu.

Ya, di Kafe Ubi yang berada di tengah sawah jalan satu arah menuju Coban Lanang, Kota Batu. Ubi disajikan begitu menggoda selera ketika mata menelusuri buku daftar menunya.

Kafe ini dikenal dengan suguhan makanan ala petani. Salah satunya ketela rambat yang direbus dan disuguhkan hangat-hangat. Karena itu, nama kafe ini bernama ‘Kafe Ubi’.

Menariknya di Kafe Ubi ini semua makanan dimasak tidak menggunakan kompor gas, melainkan tungku. Selain itu, pengunjung juga bisa mengambil makanan sendiri di dapur kafe ini layaknya rumah sendiri.

Pemilik Kafe Ubi, Suhartini (43) mengatakan kafe ini baru buka sekitar dua minggu. Dan ini untuk melestarikan makanan ketela yang ditanam petani di Desa Pandanrejo.

“Ya, karena sekarang keadaan ubi ini sudah berkurang. Karena itu, kami utamakan makanan itu jadi khas di kafe ini,” bebernya saat ditemui MVoice

“Selain itu juga mengenalkan ke anak-anak yang sudah jarang mengetahui makanan yang termasuk ke dalam Polo Pendem ini,” sambungnya.

Selain ubi, juga ada makanan rumahan seperti lauk ikan pindang, sayur pedas, sayur tewel, tempe tahu, telor, dan lainnya.

Harganya pun sangat terjangkau, untuk makanan berat paket menu sawah hanya Rp 7000 rupiah. Dengan tambahan menu masing-masing antara Rp 1500 – Rp 5000 rupiah. Sementara, kafe ini buka sejak pukul 10.00 WIB – 17.00 WIB.

Sementara itu, Lidsya Rizky pengunjung asal Pujon merasa kembali nuansa tempo dulu. Lantaran suasana yang begitu asri dan jauh dari suara kendaraan membuat tempat ini dipilihnya.

“Awalnya saya mau ke Coban Lanang. Tapi, begitu melihat kafe ini jadi mampir. Cuma ya maklum sih baru buka jadi kalau mau parkir rada sulit,” ungkapnya.(Hmz/Aka)