Keren, Mahasiswa Ciptakan Kosmetik Berbahan Kolagen Kelinci

Mahasiswa Tim Moisra. (Istimewa).
Mahasiswa Tim Moisra. (Istimewa).

MALANGVOICE – Wanita tak bisa lepas dari yang namanya make-up atau kosmetik. Namun, perlu diwaspadai pula karena di luaran sana banyak beredar kosmetik dengan bahan berbahaya untuk kulit. Sebagai solusi, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) menciptakan produk kosmetik berbahan ekstrak kolagen kelinci.

Mereka adalah Ema Yorentina (Fapet 2015), Mifrotul Komariyah (Fapet 2015), Febrina Eka Rahayu (Fapet 2015), Chresna Putra Oktaviannanda (Fapet 2015), Rizal Wahyu A. (Fapet 2016).

Kosmetik itu merupakan mousterizer/pelembab mengandung kolagen dari ekstrak kolagen kulit kelinci, yang dapat membantu mengatasi masalah kulit kering dan meregenerasi sel-sel kulit agar lebih lembab dan sehat.

“Produk kami namanya Moisra Moisturizer From Rabbit Skin Collagen Extract,” kata Ema.

Ema menjelaskan, produknya diperkaya dengan ekstrak kulit buah apel, ekstrak kulit buah naga, dan ekstrak daun teh yang mengandung antioksidan alami sehingga efektif dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV dan radikal bebas.

“Kandungan ini bisa mengurangi kekusaman pada kulit wajah sekaligus melembabkan. Karena bahannya yang alami, produk ini aman digunakan dan baik untuk kulit,” paparnya.

Ditinjau dari peluang usaha, produksi Moisra mempunyai potensi untuk dikembangkan di daerah tropis seperti Indonesia serta dapat memperoleh profit besar. Pelaksanaan program dibagi dalam empat tahap yaitu riset pasar, pembelian bahan baku dan bahan penunjang produksi, produksi dan pengujian produk, serta publikasi dan pemasaran.

“Tahap riset pasar dilaksanakan di daerah sekitar kampus dimana banyak terdapat remaja yang memiliki passion terhadap kosmetik,” kata dia.

Tahap pembelian bahan baku dan bahan penunjang produksi dilaksanakan di Kota Malang dan Kota Batu. Tahap produksi dan pengujian produk dilaksanaan di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.

Moisra merupakan bisnis kreatif pelembab berbahan dasar kolagen kulit kelinci pertama yang diharapkan dapat memiliki nilai prospektif yang tinggi dan berkelanjutan, sehingga mampu menjawab permalahan kulit terutama kulit kering yang sehat dan halal.

“Adanya produk Moisra diharapkan dapat menciptakan brand image yang baik untuk kosmetik utamanya pelembab, sehingga dapat bekerja sama dengan perusahaan serta berpotensi untuk dikomersiilkan di Indonesia” pungkas Ema.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Lebih Murah, Fitur Xiaomi Mi A1 Saingi iPhone

Xiaomi Mi A1. (Ars Technica)

MALANGVOICE – Xiaomi meluncurkan produk terbaru, Mi A1. Smartphone itu baru saja rilis di New Delhi, India, menyusul juga Amerika, dan negara-negara Asia lain.

Seperti yang dilansir MVoice dari situs Ars Technica, Selasa (12/9), ponsel ini punya fitur mumpuni hampir menyamai iPhone dengan harga yang dibanderol cukup murah. Dari segi kamera, kekuatan baterai, dan processor, yang mumpuni, Anda tidak akan menyangka, ponsel ini hanya dibanderol Rp 3,1 juta saja.

Dari segi kamera, Mi A1 mengusung keunggulan fotografi yang diperkuat oleh kamera ganda atau dual camera. Kamera ganda ini digadang-gadang memiliki kemiripan konfigurasi dengan ponsel premium Apple, iPhone 7 Plus.

Xiaomi juga mengklaim hasil fotonya mampu bersaing dengan keluaran iPhone 7 Plus. Kualitas tersebut dihasilkan oleh kemampuan lensa yang memiliki kekuatan 12MP + 12MP. Satu lensa berjenis Wide Angle dan satunya lagi berjenis Telefoto.

Lebih istimewa, Mi A1 memiliki 1,23 mikron piksel besar yang mampu menghasilkan asupan cahaya lebih banyak. Ponsel tersebut juga menawarkan perbesaran optik 2x dan perbesaran digital hingga 10x.

Tambahan fitur stereoscopic imaging dan algoritma sintetis mampu menghasilkan foto blur (bokeh) layaknya kamera kelas atas atau DSLR. Flash LED dual-tone-nya juga bisa membantu Anda dalam mengambil gambar dalam kondisi minim cahaya.Sementara pada kamera depan, Mi A1 mengusung kekuatan 5MP.

Mi A1 menggunakan OS Android One, pengalaman Android murni dan dilengkapi dengan layanan Google yang sudah tertanam otomatis di dalamnya. Meski menggunakan Android murni, Xiaomi tetap memberikan beberapa aplikasi standar Xiaomi seperti kamera dan Mi Store. Xiaomi menjanjikan sistem operasi Mi A1 akan ditingkatkan ke Android Oreo pada akhir 2017.

Selain itu, Mi A1 diperkuat prosesor octa-core dengan cip Qualcomm Snapdragon 625 2.0 GHz dengan RAM 4GB serta penyimpanan internal sebesar 64GB. Mi A1 juga memiliki pendinginan termal tambahan yang terdiri dari lembaran grafit pirolitik yang dapat menurunkan suhu perangkatnya hingga 2 derajat Celsius.

Soal harga, Mi A1 dipatok 14.999 rupee India atau setara Rp3,1 juta. Xiaomi menyediakan tiga varian warna yang bisa dipilih; gold, rose gold, dan black.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

Unik! Moto Home, Motor yang Dilengkapi Tempat Tidur

MotoHome dilengkapi kasur. (GoFundMe)
MotoHome dilengkapi kasur. (GoFundMe)

MALANGVOICE – Bagaimana jadinya bila motor dilengkapi dengan bagasi tempat tidur. Tentunya seru karena kamu bisa beristirahat saat perjalanan jauh. Nah, mahasiswa arsitektur California mewujudkannya dengan menciptakan MotoHome.

Dilansir dari Ride Apart, Jumat (22/6), MotoHome adalah gagasan dari Jeremy Carman, seorang mahasiswa arsitektur senior di University of Southern California School of Architecture, Amerika Serikat (AS).

Pada dasarnya truk kemping sepeda motor menggantikan subframe belakang sepeda dan swingarm dengan unit khusus yang menyediakan pengendara tempat tidur yang kecil tapi nyaman.

Untuk membantu mencapai impian dan sukses menyelesaikan tesisnya, Carman mendirikan GoFundMe guna mengumpulkan dana untuk membuat prototipe.

“Saya sedang merancang dan membangun solusi tempat penampungan yang secara dependen diintegrasikan ke dalam sepeda motor segala medan,” kata Carman di halaman GoFundMe.

Tujuannya adalah untuk memberikan pengguna pengalaman perjalanan tidak seperti yang lain.

“Jika RV adalah arsitektur pada roda empat, ini akan menjadi arsitektur pada roda dua,” pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Berkat Zugos Karya Mahasiswa UB, Tingkat Kekeruhan Air Limbah Rumah Tangga Berkurang

Tim mahasiswa penemu Zugos. (istimewa)
Tim mahasiswa penemu Zugos. (istimewa)

MALANGVOICE – Empat mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang membuat alat penyaring limbah berdesain zig-zag. Alat yang diberi nama Zugos atau Zig-zag Ultra Grey Water dengan metode Organic Sand Filter (O-sandfil) tersebut berhasil menurunkan pH dan kekeruhan air limbah rumah tangga.

Mereka yang berperan dalam inovasi ini yaitu Siska Rahmadani, Ayu Khurotul Aini Amalia, Dwi Laksana Aji Putra, dan Yayang Saputra, didampingi Dosen Pembimbing Dr Eng Tri Budi Prayogo ST MT. Inspirasi pembuatan Zugos tak lepas dari keprihatinan terhadap air limbah rumah tangga yang langsung dibuang tanpa melalui penyaringan terlebih dahulu.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya rumah bertingkat. “Pada awalnya limbah bukan masalah besar, namun akibat pertumbuhan penduduk yang pesat maka terjadilah peningkatan limbah cair rumah tangga,” kata Ayu. Tingkat limbah pada sungai- sungai di Indonesia yang mencapai 70-75 persen inilah yang mendorong mereka menciptakan sebuah alat penyaring air limbah rumah tangga, khususnya untuk rumah bertingkat.

Zugos sendiri terdiri dari kotak penampungan yang berisi serbuk biji kelor yang merupakan filter pertama dalam penyaringan. Setelah kotak terdapat pipa yang didesain secara zig-zag. Di dalam pipa tersebut terdapat filter pasir, zeolit, arang, dan ijuk. Kemiringan dari pipa zig-zag kurang lebih 30 derajat kemiringan dengan panjang dua meter dan diameter tiga inchi. Air limbah dari kamar mandi yang tersaring setidaknya dapat digunakan menyiram tanaman.

“Serbuk biji kelor belum banyak dimanfaatkan di Indonesia. Kami memilih serbuk biji kelor karena mengandung zat – zat yang dapat menurunkan pH serta dapat menurunkan tingkat kekeruhan. Kedepannya kami berharap bisa mengembangkan alat ini agar lebih baik lagi dalam pengolahan air limbah menjadi air bersih,” papar dia.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria
BNN Kota Malang

AbsoSiGel, Inovasi Unik Mahasiswa UM Atasi Sepatu Bau

Contoh produk yang ditawarkan (anja arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Negeri Malang (UM) menemukan solusi mengurangi masalah bau pada sepatu. Ialah AbsoSiGel, sebuah inovasi sol sepatu dengan lapisan silika gel yang dapat menyerap kelembaban dan bau pada sepatu.

Inovasi ini dipelopori Rani Wahyu A, ST Ulfawanti I S, Ika Putri N, Sintia Arianti, Egidia Nasifatul N, oleh bimbingan Nurul Hidayat SSi MSi.

Rani Wahyu menjelaskan, ide inovasi berasal dari pengalaman dan keluhan teman-teman kuliah mereka. Sebagai mahasiswa FMIPA yang selalu pergi ke lab dan harus melepas sepatu, Rani dan tim mengetahui banyak dari sepatu teman mereka sudah rusak dan bau.

“Ya teman-teman banyak yang mengeluh dan terganggu karena bau kaki itu. Kayaknya kalau mahasiswa juga tidak sempat nyuci sepatu. Sepatunya ya cuma satu itu,” kata Rani saat ditemui MVoice.

AbsoSiGel mempunyai cara kerja yang sederhana. Sifat silika gel memang menyerap H2O dan menetralkan kelembaban. AbsoSiGel terdiri dari tiga lapisan. Lapisan paling bawah yang bersentuhan pada sepatu, sedangkan silika gel dipasang di lapisan sol bagian tengah, dan paling atas adalah lapisan yang bersentuhan dengan kaki.

“Jadi sol ini tinggal dimasukkan saja ke dalam sepatu. Kalau sering dipakai, sebaiknya tiap hari dijemur di terik matahari atau di oven. Tanpa dicuci kok,” kata dia.

Sejak produksi awal bulan April lalu, Rani dan timnya sudah menjual lebih dari 100 pasang sol. melalui sosial media Instagram, Line, Tokopedia dan Facebook, AbsoSiGel menarik minat para customer. Bahkan, ukuran dan motif sol bisa direquest sesuai kebutuhan. Soal harga, Rani membandrol harga sol cukup terjangkau. Sepasangnya hanya Rp 30 ribu saja.

Saat ini Rani dan tim sedang mengurus hak paten dan desain packaging. AbsoSiGel juga akan dikembangkan sehingga memiliki kemampuan seperti sol pijat refleksi.

“Iya saat ini lagi kerjasama dengan Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya. Jadi silika gelnya bisa berfugsi sebagai pemijat refleksi titik-titik syaraf. Masih disesuaikan posisi silika gelnya agar sesuai dengan penyakit-penyakit yang ingin disembuhkan. Misal, yang sakit diabetes bisa request ke kami,” tutup dia.


Reporter: Anja Aronawa
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

Hemat Waktu, Mahasiswa Magister FILKOM UB Buat Teknologi AR Batik

istimewa
istimewa

MALANGVOICE – Guna meringkas waktu untuk membatik, salah satu mahasiswa program Magister Ilmu Komputer (S2) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) membuat teknologi yang bernama Augmented Reality Batik (AR Batik).

Teknologi berbasis marker ini mampu menampilkan motif batik digital jika dihadapkan pada kain yang telah diberi penanda titik khusus. Ia menyebut, pembuat batik tidak perlu lagi menggambar motif dengan pensil terlebih dulu pada kain.

Otomatis dengan teknologi ini dapat mengurangi waktu pada tahap pembuatan pola, sehingga proses produksi batik secara keseluruhan dapat lebih efektif dan efisien.

“Kebanyakan tujuannya AR adalah bisa leluasa secara natural berinteraksi dengan obyek digital. AR itu teknologi yang mampu memasukkan konten digital ke dunia nyata. Jadi pengguna itu bisa merasakan konten digital dan dunia nyata sekaligus bersamaan dalam satu waktu dengan panca inderanya,” ujarnya.

Teknologi temuannya ini telah diujicobakan Teja pada produsen batik, Anjani Batik Galery yang berlokasi di Kota Batu.

Produsen ini dipilih karena sudah banyak memperoleh penghargaan di bidang batik tulis dan setiap bulannya mampu memproduksi lebih dari 200 potong kain batik, dengan peminat dari dalam dan luar negeri.

Dari ujicoba tersebut diperoleh hasil, penggunaan AR Batik terbukti mampu mempercepat proses produksi batik tulis.

“Jika menggunakan metode tradisional bahkan memakan waktu untuk selembar kain batik mencapai 45,21 menit,” ungkapnya.

Sedangkan jika menggunakan teknologi AR Batik waktu yang dibutuhkan hanya 8,93 menit. Dengan kata lain AR Batik mampu menghemat 80,24 persen waktu dalam proses pembuatan batik jika dibanding menggunakan cara tradisional.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Atasi Antrean Panjang, Ini Inovasi Mahasiswa UM

Antrean yang menumpuk membuat pengunjung tidak nyaman. (Istimewa)
Antrean yang menumpuk membuat pengunjung tidak nyaman. (Istimewa)

MALANGVOICE – Masyarakat cenderung menghindari antrean panjang. Selain membosankan, antrean cenderung menguras waktu. Antrean juga sering ditemui di kantor-kantor pelayanan masyarakat. Alhasil, berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menganalisis sebuah sistem antrean untuk mengurangi antrean panjang di loket pembayaran kantor PDAM Tirta Sari Kota Madiun.

Mereka adalah Langgeng Arum Kusuma Pertiwi (Matematika, 2015), Restu Kusumaning Ayu (Matematika, 2015), dan Labbaika Rahma Ababil (Matematika, 2016). Tim ini merupakan pelaksana Program Kreativitas Mahasiswa dari dana Kemenristek Dikti yang dibimbing dosen jurusan Matematika UM Dr Ir Hendro.

Tim mahasiswa UM. (Istimewa)
Tim mahasiswa UM. (Istimewa)

“Kami melakukan pengamatan di lokasi selama dua pekan. Harapannya, setelah mendapat data sistem antrean, kami akan memanfaatkan distribusi data mining untuk memperoleh sistem antrian yang optimal,” papar Langgeng.

Dia menjelaskan, data mining adalah cabang ilmu komputer terbaru yang bersangkutan dengan statistik dimana data yang digunakan berjumlah besar.

“Keunggulan dalam data mining adalah kemampuan dalam mengolah data dalam jumlah besar dan pencarian data secara otomatis,” tambahnya.

Cara pengaplikasiannya, lanjut dia, adalah dengan melihat metode yang sesuai dengan data yang diperoleh, kemudian mencari algoritma yang sesuai untuk proses penyelesaian.

“Selanjutnya setelah ditemukan sistem antrian yang optimal, maka bisa mengurangi penumpukan antrean,” pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Aplikasi Prism Touch Permudah Pemilik Bisnis Online Bukukan Transaksi

Penggunaan aplikasi Prism Touch. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Para pemilik dan pelaku usaha online di luar sana kini lebih mudah dalam mencatat transksi. Dengan aplikasi berbasis Android dari Google Playstore, Prism Touch, Anda bisa lebih cepat merekam transaksi pembayaran melalui aplikasi kirim pesan Whatsapp.

Cara mengoperasikan aplikasi ini? Menurut informasi yang dihimpun MVoice dari Google PlayStore, caranya ternyata cukup sederhana.

Pertama, setelah mengunduh Prism Touch, Anda bisa mendaftarkan diri dengan akun Google. Selanjutnya masukkan nama toko online, rekening pembayaran, akun Midtrans (buat lebih dulu jika belum punya), lalu aktifkan Prism Touch pada keyboard Anda.

Misalnya berhubungan dengan pelanggan via WhatsApp, Anda bisa membuat invoice langsung pada aplikasi WhatsApp. Tak perlu berganti ke aplikasi lain.

Pilihan untuk membuat invoice ada di ikon keyboard untuk Prism Touch. Berbagai macam medium pembayaran dimungkinkan, baik melalui transfer bank, kartu kredit, hingga akun virtual.

Selain membuat invoice, Anda juga bisa mengatur transaksi keluar dan masuk. Anda tak perlu lagi pembukuan tradisional atau mencatat via aplikasi khusus.

Semua transaksi Anda bisa direkap pada board khusus di keyboard Prism Touch. Anda bisa langsung menandai transaksi yang telah lunas, dalam proses pengiriman, atau belum dibayar.

Bagi pelanggan yang belum membayar kewajibannya, Anda tak perlu lagi capek menyalin alias copy-paste teks pengingat. Prism Touch memiliki fitur pengingat yang otomatis mengingatka semua tunggakan tagihan ke pelanggan.

Selamat mencoba!


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria
BNN Kota Malang

Mengintip Kopi Buatan Robot yang Pertama di Indonesia

Poursteady yang diklaim pertama di Indonesia
Poursteady yang diklaim pertama di Indonesia

MALANGVOICE – Kopi di Indonesia bisa dibilang menjadi minuman paling digemari. Tak salah jika banyak jenis aneka dan varian kopi gampang dijumpai di beberapa tempat.

Namun kini, seiring dengan perkembangan zaman, kopi bisa dibuat tanpa bantuan manusia. Lho, kok bisa?

Ya, di salah satu cafe di kawasan Tidar, Golden Heritage Koffie, kopi dibuat oleh robot. Teknik robotic itu dinamakan Poursteady buatan NASA.

GH-Koffie memboyong mesin itu langsung dari Amerika dan menjadikannya robot pembuat kopi yang diklaim pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Supervisor Golden Heritage Koffie Laodhio Bambang Saputra, mengatakan, dengan alat ini bisa menciptakan kopi dengan mudah dan cepat dengan teknik pour over atau V60.

Biji kopi yang sudah dihaluskan tinggal dimasukkan ke dalam alat. Kemudian dengan hanya menekan tombol, alat itu bekerja dan menghasilkan seduhan kopi yang nikmat.

“Rasanya lebih konsisten dan mempersingkat waktu,” katanya.

Untuk menghasilkan rasa yang mantap, ada beberapa jenis kopi yang cocok menggunakan robot tersebut, antara lain Sumatera Mandheling, Flores Bajawa, Tana Toraja dan Papua Wamena serta banyak lainnya.

Bambang menyatakan, untuk seduhan kopi tersebut harganya bervariasi. Mulai Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu. “Banyak yang sudah mencoba dengan alat ini. Kadang bisa 45 gelas kalau akhir pekan,” tutupnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Mahasiswa Unitri Bawakan Rekayasa Teknologi Pirolisis di Monev

Foto bersama tim PKM Unitri dalam acara MONEV. (Ach Muzayyin).
Foto bersama tim PKM Unitri dalam acara MONEV. (Ach Muzayyin).

MALANGVOICE – Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) mengusung teknologi rekayasa pipa penghubung kondensor sebagai alat reaktor pirolisis untuk pengembangan kualitas asap cair, dalam acara Monitoring & Evaluasi Eksternal (Monev) program kreativitas mahasiswa (PKM) yang berlangsung di Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan UM, Rabu (18/7).

Asap cair dihasilkan dari limbah pertanian bambu yang dibakar tanpa oksigen atau yang disebut proses pirolisis. Fokus utama dari penelitian tersebut adalah kualitas kinerja pipa penghubung kondensor pada alat reaktor pirolisis untuk menghasilkan kualitas asap cair terbaik.

“Kami mencoba mencari cara untuk kinerja yang optimal pada proses pirolisis hingga menghasilkan asap cair yang bermutu,” tutur Lady Dian Ridolf ketua tim PKM.

Lady mengatakan dalam penelitiannya menggunakan tiga variabel pipa penghubung kondensor pada alat rekator pirolisis.

Teknologi reaktor pirolisis karya mahasiswa Teknik Kimia Unitri. (istimewa).
Teknologi reaktor pirolisis karya mahasiswa Teknik Kimia Unitri. (istimewa).

“Masing-masing dari pipa penghubung itu mengahasilkan rendemen atau banyaknya asap cair yang dihasilkan, maka dari itu dapat ditentukan kinerja alat yang optimal hingga menghasilkan kualitas asap cair terbaik,” imbuh Lady.

Sedangkan manfaat dari asap cair tersebut sebagai bahan tambahan pengawet alami baik itu dari pangan atau non pangan.

“Selama ini masyarakat resah dengan pedagang makanan yang menggunakan bahan pengawet berbahaya, seperti boraks dan formalin, tapi sejauh ini pedagang tetap menggunakan bahan pengawet berbahaya tersebut meski sudah dilarang oleh BBPOM. Maka dari itu teknologi asap cair sebagai bahan pengawet alami dan aman untuk digunakan masyarakat,” pungkas Tio salah satu tim PKM tersebut.(Der/Ak)

BNN Kota Malang