Google Rilis Play Movies

Ilustrasi video movie

MALANGVOICE – Google baru saja meluncurkan fitur layanan terbaru yaitu Google Play Movies (Kamis, 30/07/2015).

Dengan layanan ini pengguna dapat menikmati film-film terbaru secara legal dengan cara menyewa atau membeli.

Harganya pun cukup terjangkau dari kisaran Rp. 19ribu hingga Rp. 200ribu, dan juga bervariasi menurut kualitas film yang diinginkan yaitu HD (1280 x 720 piksel) atau SD (640 x 480 piksel).

Pilihannya apabila pengguna membeli maka akan diberikan tautan untuk mengunduhnya, sebaliknya jika hanya menyewa pengguna akan diberi hak menonton film selama jangka 48 jam terhitung sejak pembayaran.

Kategori film yang ditawarkan sangat beragam dari film action, komedi, horor, hingga dokumenter. Namun film yang diputar bukanlah film terbaru yang saat ini beredar di bioskop, melainkan berdasarkan DVD film yang dirilis di pasaran.

Untuk saat ini fitur Play Movies hanya tersedia untuk Indonesia, Malaysia dan Singapore.

Image00002      Image00005Image00004Image00003

Game Otak untuk Bantu Pasien Skizofrenia

Ilustrasi otak (bbc.com)

MALANGVOICE – Permainan bernama ‘brain-training game’ untuk melatih penyandang orang Skizofrenia berhasil diciptakan dari penelitian oleh Universitas Cambrige.

Dari percobaan beberapa pasien yang memainkan game tersebut beberapa minggu, hasilnya ada peningkatan ingatan dan proses pembelajaran. Ini bagus bagi pasien yang ingin bekerja atau melanjutkan sekolah.

Pasien penyandang penyakit skizofrenia menyebabkan berbagai gejala psikologis, dari perilaku berubah menjadi halusinasi.

Brain-training game yang didesain dan diciptakan oleh Universitas Cambridge ini mempunyai banyak ragam kesulitan dan tema yang menarik.

Dengan meminta pemain untuk masuk sebuah ruangan, menemukan item dalam kotak dan mengingat di mana mereka menempatkan item tersebut bisa menguji ingatan sang pemain.

Profesor Barbara Sahakian, dari Departemen Psikiatri Universitas Cambridge yang juga seorang peneliti permainan itu mengatakan, pasien yang telah bermain game tersebut membuat kesalahan lebih sedikit dalam tes ingatan dan fungsi otaknya.

“Demikian berarti mengindikasikan mereka lebih siap untuk bekerja di dunia nyata,” katanya seperti yang dilansir dari laman bbc.com.

Dia menambahkan, permainan tersebut memberikan efek yang baik tanpa efek samping seperti obat-obatan.

“Karena permainan ini sangat menarik, bahkan pasien yang kurang motivasi saja ingin menyelesaikan permainan,” lanjut Barbara.

Komunitas