Kimiawan Muda UM Menyulap Pasir Pantai Bajul Mati menjadi Zeolit Ramah Lingkungan

Pasir Pantai Bajul Mati (Dokumenasi penulis)

oleh:

TIM ZENIUS PKM*/Yana Fajar Prakasa

Malang merupakan salah satu kota pariwisata di Jawa Timur yang memiliki banyak pantai sebagai obyek wisata. Keindahan pantai tersebut tidak hanya pemandangan yang menggoda mata, tetapi kandungan mineral yang terdapat pada pasir pantainya. “Selama ini pasir pantai hanyalah sebagai penghias akuarium, sehingga nilai ekonomisnya masih rendah. Selain itu, jarang ada riset untuk mengembangkan lebih lanjut mengenai pasir pantai.”, kata Dinar selaku ketua tim riset.

Berangkat dari masalah tersebut, para mahasiswa yang dibimbing oleh Bapak Dr. Sumari, M.Si., dosen sekaligus Ketua Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang mencoba meneliti kandungan mineral yang terdapat pada pasir pantai, khususnya Pantai Bajul Mati.

Pantai Bajul Mati terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, memiliki kekhasan tersendiri, yaitu pasir berwarna hitam dihiasi kilauan putih. Adanya warna pasir yang berbeda dari warna pasir pantai-pantai yang lain, mengindikasikan bahwa terdapat mineral-mineral yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut. Tim yang terdiri dari Dinar Rachmadika Baharintasari selaku ketua tim, dan dua anggota yakni Muhammad Roy Asrori dan Yana Fajar Prakasa, mengambil sejumlah pasir yang ada di Pantai Bajul Mati tersebut.

Pasir yang menjadi sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan gayung khusus pengambil pasir, agar tidak terkontaminasi oleh bahan-bahan yang lain. Pengambilan dilakukan pada 8 titik yang mencakup keseluruhan pantai, sehingga cukup mewakili populasi pasir pantai tersebut. Selanjutnya pasir dibawa ke Laboratorium Penelitian FMIPA UM untuk dianalisis lebih lanjut.

Preparasi Pasir di Laboratorium (Dokumentasi penulisi)

“Sampel diberi perlakuan yaitu dihaluskan terlebih dahulu.”, ucap Roy. Langkah selanjutnya adalah mengkarakterisasi sampel menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) dan XRF (X-Ray Fluoroscene). “Sampel yang telah dihaluskan dibawa ke Laboratorium Mineral dan Material Maju untuk uji XRD dan XRF. Tujuan untuk mengetahui kandungan mineral dalam pasir.”, tambah Yana, anggota tim.

Hasil analisis menunjukkan kandungan pasir Pantai Bajul Mati adalah Si (31,0%); K (0,77%); Ca(45,3%); Ti(1,41%); V(0,083%); Cr(0,097%); Mn(0,43%); Fe(19,0%); Cu(0,1%); Sr(1,8%); dan Eu(0,1%). Mineral yang menakjubkan seperti Fe (read: Besi) dan Si (read: Silika) menjadi minat tersendiri peneliti untuk mengembangkan lebih lanjut zat-zat yang terkandung tersebut. Dinar mengatakan, “Besi yang terkandung dalam pasir ini dapat dimurnikan dan dihasilkan besi murni yang dapat dijual ke pabrik-pabrik metal sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi”. Roy menambahkan, “Selain itu, silika dapat dimurnikan dan dihasilkan silika murni yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat semen dan katalis”. Oleh karena itu, tim yang dinamai Zenius ini akan meneliti lebih lanjut mineral yang terkandung pada pasir Bajul Mati, terutama pada silika. “Silika yang diambil menggunakan metode yang ramah lingkungan dan belum ada yang menggunakan metode ini, kemudian dimanfaatkan tim untuk mensintesis katalis berupa zeolit untuk hidrolisis selulosa. Hidrolisis selulosa akan dihasilkan glukosa yang akan kita sulap menjadi bioetanol. Perlu diketahui bioetanol adalah energi terbarukan yang dapat menggantikan bahan bakar fosil yang diperkirakan akan habis dalam waktu-waktu terdekat ini, sehingga diharapkan bioetanol dapat menjawab permasalahan bahan bakar fosil yang lambat laun semakin menipis.”

Zeolit Sintetis dari Pasir (Dokumentasi penulis)

Tim Zenius ini berhasil lolos dalam pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di bidang penelitian eksakta tahun 2019. Bersama Malang Voice sebagai media partner, mereka berharap dengan adanya dukungan serta masukan dari berbagai pihak mereka dapat maju melangkah dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 yang akan diselenggarakan di Bali bulan Agustus mendatang.

*)TIM ZENIUS PKM:

Dinar Rachmadika Baharintasari, Mahasiswa Kimia UM

Muhammad Roy Asrori, Mahasiswa Kimia UM

Yana Fajar Prakasa, Mahasiswa Kimia UM

 

Inovasi Simerdu Buatan Dosen FT UB Mampu Sinkronisasikan Data Medis Pasien

Simerdu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), Eka Maulana membuat inovasi berbasis Sistem Rekam Medis Terpadu (Simerdu).

Sistem ini berbasis IoT (Internet of Things). Bahkan, sistem ini telah dipamerkan saat perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-54 lalu di Kementerian Kesehatan RI.

Eka mengatakan, sistem ini dapat digunakan untuk manajemen rumah sakit, klinik dan Puskesmas. Melalui tag RFID dan perangkat reader yang terhubung ke jaringan internet, sistem ini mampu menangani data medis dalam skala besar yang dapat dipantau melalui situs internet.

“Data rekam medis pasien dapat dilacak dan dikelola dengan mudah, cepat dan tepat karena semua informasi seperti alergi obat, perawat, dokter dan riwayat kesehatan pasien terhubung dengan layanan kesehatan rumah sakit,” katanya.

Kemudian, data pasien yang terintegrasi pada sistem ini dapat diakses dari sistem rumah sakit yang berbeda melalui suatu jaringan internet berbasis cient-server.

“Pengelola rumah sakit atauput klinik dapat memantau kinerja perawat dan karyawannya melalui sistem ini secara efektif,” tambahnya.

Dengan menggunakan sistem ini pada rumah sakit, klinik ataupun puskesmas, bahkan pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan dengan waktu yang lebih cepat dan tingkat penanganan yang lebih tepat. Sistem ini dapat meminimalisir kesalahan penanganan pasien karena menggunakan data rekam medis yang terpusat secara digital dan dapat diakses secara wireless melalui jaringan internet.

“Saat ini Simerdu sudah mencapai tahap siap untuk komersialisasi. Dengan adanya Simerdu, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan sekaligus mengurangi kesalahan penanganan tindakan medis karena sistem rekam medis ini dapat menyajikan berbagai macam informasi pasien seperti penggunaan terhadap obat tertentu, riwayat penyakit yang pernah diderita serta riwayat dokter yang menangani,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Zepeto, Aplikasi Desain Avatar yang Keren

Aplikasi Zepeto sedang digandrungi pengguna smartphone. (hippytech)

MALANGVOICE– Beberapa hari belakangan, media sosial mulai dari Instagram, Twitter dan Facebook diramaikan dengan postingan karakter
unik 3D yang bisa dibuat sesuai keinginan pengguna. Zepeto adalah aplikasi tersebut.

Zepeto semakin digandrungi pengguna smartphone
karena terbukti aplikasi ini sudah didownload lebih dari 5 juta kalidi Google Play Store.

Dikutip dari Play Store, Sabtu (1/12) Zepeto masih merupakan anak perusahaan dari Naver Corporation, pengembang aplikasi chat LINE.

Cara menggunakan Zepeto cukup mudah. Pengguna hanya perlu melakukan
regristrasi menggunakan email atau login Facebook. Setelah itu, pengguna bisa berkreasi membuat avatarnya sendiri. Mulai dari tampilan
wajah, aksesoris rambut, pakaian, dan juga pose. Zepeto mempunya empat fitur utama yaitu Play, Discover, Message dan Profile.

Pada menu Play, pengguna bisa menggunakannya sebagai swafoto atau foto
bersama teman dengan gaya dan background dari Photobooth. Hasil foto bisa disimpan atau dibagikan ke sosial media lain.

Sedang Discover berfungsi untuk berteman atau follow pengguna Zepeto lainnya. Ada beberapa opsi untuk berteman, yakni dengan memasukkan
“friend’s code” atau kode profil pengguna lain.

Di Discover juga terdapat fitur Zepeto Town Square, yang memungkinkan para pengguna saling bertemu dan menjalin pertemanan virtual.

Para pengguna juga bisa saling berkirim pesan di Zepeto melalui menu Message. Fitur ini bisa digunakan tidak hanya bagi pengguna yang sudah
saling berteman, tapi juga yang belum.

Sementara itu, menu Profile berisi informasi tentang jumlah follower dan following. Kemudian, pengguna melalui Profile juga bisa mengedit
kembali wajah, pakaian, dan berbagai hal lainnya.

Selamat mencoba!
(Hmz/Ulm)

Penasaran Pacarmu Pergi Kemana, Lacak dengan Aplikasi Ini

Melacak keberadaan pasangan dengan aplikasi. (The droid guy)

MALANGVOICE – Kamu mungkin pernah curiga pasanganmu selingkuh sehingga bertanya-tanya sedang ada di mana dia sekarang. Kamu bisa lacak keberadaan pacarmu setiap saat dengan aplikasi ini.

Aplikasi ini bisa membuatmu tahu gerak geriknya selama 24 jam. Dilansir MVoice dari Nextren, Sabtu (20/10), aplikasi ini bernama Family Locator atau lebih dikenal dengan Life 360.

Pertama, install dulu aplikasinya dari Google Playstore. Kedua, kamu harus melakukan registrasi dan pendaftraan terlebih dahulu jika kamu tidak memiliki akun. Pendaftaraannya hanya menggunakan email dan nomor hape sebagai salah satu syarat utamanya.

Ketiga, setelah kamu selesai mendaftar maka kamu akan disuruh untuk memasukan kode group. Jika kamu belum memiliki group maka kamu harus membuatnya terlebih dahulu. Setelah selesai membuat group, kamu akan memiliki kode yang nantinya akan digunakan untuk terhubung.

Keempat, kode ini bisa kamu masukan ke dalam aplikasi life 360 yang ada di HP pasanganmu. Sehingga nantinya kamu akan bisa melacak keberadaan posisi pasangan.

Kamu cukup masuk ke aplikasi life 360 di HP pasangan kamu dan masuk ke profilenya. Setelah itu kamu tinggal masuk ke pilihan gabung dan masukan kode group yang tadi sudah kamu buat.

banner

Secara otomatis kamu akan bisa memantau posisi pasangan kamu, seperti kemana saja dirinya pergi selama seharian. Selain itu kamu bisa tahu jika sewaktu-waktu baterainya habis.

Aplikasi ini juga cocok digunakan untuk melacak keberadaan anggota keluarga. Terutama untuk orang tua yang sedang mengawasi anak-anaknya. (Hmz/Ulm)

Mobilitas Kerja Tinggi, 5 Aplikasi Ini Solusi Tepat

Aplikasi Android dan iOS jadi solusi orang sibuk. (IMobiledownload)

MALANGVOICE – Anda yang punya segudang aktivitas baik kuliah, kerja atau bisnis, tentunya selalu berpindah tempat dan berada di luar ruangan. Anda tentu tak mau waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk hal produktif terbuang sia-sia. Ada sejumlah aplikasi berbasis Android dan iOS yang bisa memudahkan aktivitas Anda. Apa saja? Simak seperti yang sudah dirangkum MVoice dari laman Tech Craze, Jumat (19/8).

1. Wunderlist
Wunderlist adalah aplikasi pembuat to-do-list atau jadwal harian. Aplikasi ini menyediakan alarm dan bisa diinstall di perangkat smartphone dan desktop. Aplikasi ini akan memudahkan Anda menyimpan jadwal rapat, deadline tugas, atau daftar belanja.

2 Evernote
Ide dan inspirasi bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Agar tidak hilang begitu saja, ada baiknya langsung catat ketika ide itu muncul. Nah, agar ide-ide terorganisasi dengan baik, Anda bisa menggunakan Evernote. Baik itu ide dalam bentuk catatan, foto, halaman website, kutipan dari artikel, semua bisa disimpan di Evernote.

3. Team Viewer
Butuh mengakses file penting di komputer, tapi Anda sedang berada di luar kantor? Kalau begitu Anda mungkin butuh aplikasi Team Viewer. Aplikasi remote desktop ini memungkinkan Anda mengakses dan menggunakan komputer dari jarak jauh via koneksi internet. Anda juga bisa menggelar rapat online dengan sesama pengguna Team Viewer di kantor. Rapat dimana saja dan kapat saja.

4. Join Me
Saat ini meeting tak hanya dilakukan dengan cara bertemu langsung, tapi secara virtual. Salah satu aplikasi meeting virtual yang dapat digunakan oleh siapa saja adalah Join Me. Untuk memulai meeting di aplikasi ini cukup mudah tanpa membutuhkan aplikasi tambahan lagi. Selain itu, di aplikasi ini Anda juga bisa mengatur jadwal meeting, merekamnya, hingga membagikan tampilan di layar gadget Anda.

banner

5. Trello

Trello merupakan aplikasi kolaborasi bagi Anda dan rekan kerja yang ingin menyelesaikan sebuah proyek secara bersama-sama. Dengan aplikasi ini Anda bisa mengetahui pekerjaan apa saja yang sedang dikerjakan oleh Anda dan rekan kerja.Lewat aplikasi ini Anda juga bisa mengetahui sudah seberapa jauh proyek tersebut berjalan. Hal ini tentu bisa menjadikan kerja tim lebih efisien dan produktif. Tak hanya itu, Trello juga bisa diakses melalui website atau aplikasi smartphone.

Selamat mencoba!

(Hmz/Ulm)

Mahasiswa UB Ciptakan Camion, Mesin Fermentasi Bawang Hitam

MALANGVOICE – Salah satu bentuk pengolahan bawang putih untuk dijadikan obat herbal seperti bawang hitam. Bawang hitam merupakan hasil fermentasi bawang putih yang dipanaskan selama 20 hari. Salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memanfaatkan potensi ini adalah UKM Wikischool di Kota Malang.

Namun, produksi bawang hitam yang dilakukan oleh UKM Wikischool masih menggunakan alat yang sederhana yaitu penanak nasi dengan suhu dan kelembapan yang tidak terkontrol, sehingga kualitas hasil produksi tidak memiliki standar mutu yang baik. Pada proses fermentasi bawang hitam, suhu dan kelembaban merupakan variabel yang sangat penting untuk menjaga kualitas bawang hitam supaya tidak mendapatkan hasil yang gosong.

Berawal dari permasalahan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa Teknologi (PKM-T) di bawah bimbingan dosen FTP UB, Novita Wijayanti, beserta kelima mahasiswanya yaitu Andy Pratama Nugraha, Nandya Nadhalia, Melati Ayuning Putri, Sang Norma Lintang Asmara, dan Nur Rahmat Khairi, menciptakan inovasi teknologi mesin fermentasi bawang hitam dengan teknologi kontrol suhu dan kelembaban.

“Teknologi ini mampu mengoptimalisasi proses fermentasi bawang hitam. Keuntungan menggunakan mesin ini yaitu waktu produksi yang lebih cepat yakni selama 10 hari, selain itu suhu dan kelembaban dapat dikontrol,” kata Andy Pratama saat ditemui wartawan.

Suhu dan kelembapan yang digunakan pada proses pembuatan bawang hitam yaitu 60-70°C dan 30-40 persen. Hal tersebut menjadikan mutu bawang hitam dapat dikendalikan sesuai dengan standar yang diinginkan oleh UKM Wikischool.

“Kapasitas yang dimiliki mesin fermentasi ini mampu menampung sebanyak 12 kilogram bawang putih dalam sekali proses produksi,” katanya.

Sebelumnya mesin fermentasi bawang hitam dengan kontrol suhu dan kelembaban ini masih belum terdapat di Indonesia, sehingga inovasi ini berpotensi memiliki manfaat yang sangat besar bagi UKM yang memproduksi bawang hitam di Indonesia.

“Kami berharap alat ini bisa menjadi solusi pelaku UKM khususnya yang memproduksi bawang hitam di Indonesia,” pungkas Andy. (Der/Ulm)

Inovatif! Mahasiswa UM Manfaatkan Limbah Blotong Jadi Penyimpan Energi Terbarukan

Sampel limbah blotong yang disintesis menggunakan metode karbonasi dengan variasi suhu pemanasan sebesar 350 , 500, dan 700. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dalam proses pengolahan batang tebu menjadi gula, pabrik gula mengeluarkan berbagai limbah, salah satunya limbah blotong yang memiliki bau tidak sedap sehingga dapat mengganggu pernafasan masyarakat sekitar pabrik gula.

Sekelompok mahasiswa UM berinovasi memanfaatkan limbah blotong menjadi elektroda superkapasitor, yaitu alat penyimpan energi.

Mereka adalah Rizky Aditya Sawitri (Fisika, 2015), Lina Suryanti (Fisika, 2015), dan Fathinnatussifa (Fisika, 2015). Mereka menemukan fakta, limbah blotong biasanya masih dimanfaatkan menjadi pupuk atau bahkan dibuang begitu saja di tempat pembuangan limbah. Baunya juga sangat menganggu masyarakat sekitar.

“Limbah blotong yang merupakan endapan dari nira kotor pada proses pemurnian nira dalam pengolahan batang tebu menjadi gula pemanfaatannya kurang maksimal,” kata Rizky, Selasa (29/5).

Saat ini, rata-rata limbah blotong yang dihasilkan sebanyak 3,8% atau sekitar 1,1 juta ton per tahun. Ketersediaan limbah blotong yang melimpah ini dapat disintesis menggunakan beberapa metode untuk mendapatkan karbon aktif yang dijadikan sebagai elektroda superkapasitor dan berpeluang digunakan sebagai penyimpan energi terbarukan.

Penyimpan energi terbarukan menjadi angin segar untuk pemerintah Indonesia yang saat ini sedang menggencarkan program pemenuhan energi untuk seluruh masyarakat Indonesia,” imbuh Rizky.

Preparasi sampel limbah blotong untuk karakterisasi menggunakan LCR DC. (Istimewa)
Karakterisasi sampel limbah blotong menggunakan LCR DC untuk mengetahui kapasitansi

Rizky menjelaskan, limbah blotong ini akan disintesis dengan 4 metode yaitu (1) metode pengovenan blotong murni dengan suhu 100selama 1 jam, (2) metode pencampuran dengan H2SO4, (3) metode karbonasi, dan (4) metode karbonasi+pencampuran dengan H2SO4.

Fathinnatussifa juga menambahkan,H2SO4 digunakan sebagai aktivator dengan konsentrasi yang divariasi sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20%. Selain itu, pada metode karbonasi, suhu pemanasan divariasi sebesar 350 , 500, dan 700 dengan waktu pemanasan selama 2 jam. Setelah melakukan sintesis, dilakukan karakterisasi menggunakan XRF untuk mengetahui kandungan, SEM-EDX untuk mengetahui morfologi, dan LCR DC untuk mengetahui kapasitansi dari limbah blotong yang telah disintesis.

Tim juga berusaha menemukan metode sintesis yang terbaik untuk mendapatkan sampel limbah blotong dengan kapasitansi yang paling besar untuk dijadikan elektroda superkapasitor.

“Dari karakterisasi menggunakan XRF, dapat diketahui bahwa limbah blotong mengandung unsur S 17%, Si 21,9%, dan Mo 35%. Sedangkan dari karakterisasi menggunakan LCR DC yang memiliki kapasitansi terbesar untuk sementara ini adalah sampel limbah blotong yang disintesis menggunakan metode karbonasi dengan suhu 700”, paparnya.

Dengan adanya program ini, maka diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif yang dihasilkan dari limbah blotong, meningkatkan kegunaan dari limbah blotong, dan mendapatkan elektroda device penyimpan energi terbarukan (superkapasitor). (Der/Ery)

Out of The Box! Tiga Mahasiswa UM Ciptakan Multimedia Pembelajaran Lalulintas Berbasis Interactive Surface

Game Berbasis Interactive Surface. (Istimewa)

MALANGVOICE – Belajar soal lalu lintas kini tidak melulu selalu di halaman atau luar ruangan. Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menciptakan Smart Traffic Sign Games. Uniknya, game ini menawarkan kemudahan dan interaktivitas mengadopsi teknologi interactive surface yang dikembangkan Nintendo Games.

Mereka adalah Edutech Team UM yang terdiri dari Anton Agus Setiawan dan Ahmad Nur Yasin dari Jurusan Teknologi Pendidikan Angkatan 2015 dan Andisa Talenta Oktaviani dari Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Angkatan 2016.

Edutech Team menilai, angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tinggi. Terbukti Indonesia masih berada pada rangking 2 sampai 3 negara di ASEAN dengan angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi.

“Tingginya angka kecelakaan lalulintas menunjukkan bahwa etika dan budaya berlalulintas masyarakat Indonesia yang masih rendah. Menurunnya kesadaran untuk tertib dan aman dalam berlalulintas serta minimnya edukasi sejak dini di sekolah-sekolah,” kata Anton, Selasa (29/5).

Smart Traffic Sign Games hadir sebagai solusi. Merupakan sebuah game berbasis aplikasi desktop/komputer, dapat dimainkan di dalam kelas. Tentunya lebih ekonomis dari pada harus membangun taman lalu lintas secara nyata di luar ruangan.

Konsep pengembangan taman lalu lintas pada interactive surface, lanjut Anton, mengubah permukaan lantai kelas menjadi interaktif / layar sentuh dengan membuat lingkungan lalu lintas virtual yang diproyeksikan melalui proyektor ke permukaan lantai.

Tim Edutech dari UM.

“Pemanfaatannya tidak harus selalu diproyeksikan secara vertikal/pada papan tulis, tetapi juga dapat diproyeksikan secara horizontal maupun diagonal tergantung kebutuhan pengguna,” tambah Anton.

Melalui bantuan Wii Remote dan sensor inframerah yang dipasang pada mobil mainan. Saat mobil mainan digerakkan sesuai desain games, maka akan muncul beberapa perintah/peringatan/larangan mengenal rambu-rambu lalulintas. Ketika mobil mainan dijalankan oleh siswa dan mendekati salah satu rambu lalu lintas, maka akan muncul audio yang menjelaskan fungsi dan maksud dari rambu-rambu lalu lintas tersebut.

“Jika mobil mainan menyalahi aturan rambu lalulintas, maka akan ada audio yang menjelaskan mengenai peringatan dan larangannya,” tukasnya.

Smart Traffic Sign Games juga dilengkapi dengan teknologi augmented reality yang terletak pada Guide Book untuk menambah interaktivitas dan daya tarik dengan mensinergikan dunia riil dengan dunia digital. Menurut Anton, tertib berlalu lintas merupakan bentuk terlaksananya nilai sosial. Selain itu, proses perkembangan nilai seseorang yang paling tinggi adalah terbentuknya karakter.

“Setelah menggunakan game ini kami harap tumbuh etika dan kesadaran untuk tertib berlalu lintas sejak dini. Jadi yang terpenting adalah menciptakan karakter tertib berlalu lintas sejak dini sehingga dengan sendirinya meskipun tidak ada polisi, ketika dewasa orang-orang akan tertib berlalu lintas,” pungkasnya. (Der/Ery)

Raih Medali Emas, Perangkap Hama Ngengat Ciptaan Mahasiswa UM Diproduksi Massal

Ketua tim P-MOAT, Robby Wijaya. (Anja a)

MALANGVOICE – Berhasil meraih medali emas tingkat Internasional di Malaysia tahun 2017 lalu, Portable Moth Atractor Technology (P-MOAT) dilanjutkan pada tahap produksi massal oleh lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM).

Ketua Tim, Robby Wijaya mengungkapkan terciptanya alat ini berawal dari permasalahan yang didapatkan dari studi lapangan pada salah satu daerah penghasil bawang merah terbesar di Jawa Timur, yaitu Probolinggo. Sepulang dari sana, Robby dan tim mendapatkan permasalahan yang kemudian menjadi alasan terciptanya P-MOAT.

“Kalau pada umumnya produk itu tercipta hanya lewat sebuah inovasi, beda halnya dengan P-MOAT yang tercipta karena ada sebuah permasalahan dan ingin menciptakan inovasi produk yang bermanfaat dan dapat diterima masyarakat,” kata mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif ini.

P-MOAT, lanjut dia, memang sengaja diciptakan sebagai perangkap hama ngengat pada bawang merah, tapi tidak menutup kemungkinan produk ini akan melebarkan sayap merangkap hama ngengat di sektor lainnya.

Robby mengungkapkan, P-MOAT telah dikembangkan sampai tahap prototype dan diikut setakan pada beberapa perlombaan karya tulis ilmiah mulai dari tingkat nasional hingga internasional.

“Sebelum diikutkan ke Malaysia, P-MOAT pernah juara 1 tingkat Jawa dan Bali lomba cipta elektronika di Universitas Negeri Jember, juara 2 SCIENTIST in Action tingkat Nasional di ITS Surabaya dan kemudian meraih medali emas di Malaysia,” sambungnya.

P-MOAT bukan alat perangkap hama ngengat bawang merah satu-satunya yang pernah ada. Menurut Robby, sebelumnya petani telah memiliki alat serupa akan tetapi masih memiliki banyak kelemahan dan tingkat efektifitas yang masih rendah.

“Berdasarkan wawancara yang saya lakukan, petani itu menggunankan listrik PLN sehingga biaya operasional meningkat yang berdampak pada menurunnya pendapatan bersih. Selain itu, penggunaan air sebagai media penjebak juga kurang efektif karena masih besar kemungkinan hama yang tertangkap lepas,” sambung ketua tim PKM Kewirausahaan ini.

Kelemahan-kelemahan itulah yang dijadikan oleh mahasiswa bimbingan Dr Hj Widiyanti, ini dimanfaatkan sebagai kelebihan dan akan diperkenalkan ke petani bawang seluruh Indonesia. Menggunakan lampu LED dan juga baterai sebagai sumber listrik membuat alat ini memiliki tingkat keamanan yang lebih baik terhadap petani. Selain itu, P-MOAT menggunakan sistem Lampu Tabung Lem (LaTaLe). Alhasil produk ini memiliki tingkat efektifitas 40% lebih baik berdasarkan uji coba yang mereka lakukan.

Berdasarkan kajian yang cukup mendalam, maka P-MOAT akan diproduksi massal. Harapannya, mampu mengoptimalkan panen bawang merah diseluruh indonesia.

“Produk ini akan diperkenalkan melalui media sosial dan juga website yang telah dipersiapkan. Media yang kita miliki saat ini yaitu instagram @p_moat, facebook portable moth atractor technology dan juga website www.pmoat.com,” pungkasnya. (Der/Ery)

Unik! Mahasiswa Ini Ciptakan Sepatu dari Jamur dan Bulu Ayam

Sandal Biodegradable buatan Silvermann dan Wing Tang. (Irishnews)

MALANGVOICE – Sebanyak dua Mahasiswa asal Universitas Delaware, Amerika Serikat menciptakan sepatu ‘biodegradable’ (mengandung unsur organik) dengan menggunakan jamur, bulu ayam dan limbah tekstil. Sepatu prototipe terdiri dari sol berbasis miselium, dilapisi dengan ‘kulit’ vegan dan kain katun asli.

Adalah Jillian Silverman dan rekannya, Wing Tang, merupakan mahasiswa program magister dan juga program sarjana di Departemen Fashion dan Studi Pakaian dari Universitas Delaware.

“Selama ini industri fashion banyak menghasilan limbah. Sepatu ini diharapkan bisa menjadi solusinya. Mengubah kebiasaan masyarakat itu sulit sekali memang. Tapi, dengan sepatu ini, kalau sudah rusak tidak perlu dibuang ke tempat sampah, tapi ke pengolahan kompos saja,” kata Wing Tang, seperti yang dikutip MVoice dari laman IrishNews.com, Rabu (16/5)

Proyek ini dimulai sejak 2015, saat itu Silverman mengerjakan penelitian untuk program sarjananya. Ia bekerja dengan Kelly Cobb, asisten profesor mode dan studi pakaian. Mereka mencari cara untuk membuat kain dari miselium jamur.

Proyek eksplorasi awal mereka kurang berhasil. Namun saat Silverman memulai penelitianya untuk program masternya, ia kembali berfikir tentang jamur dan kembali berpikir ulang tentang risetnya terdahulu.

Silverman dan rekannya bereksperimen dengan menumbuhkan spesies jamur yang berbeda dan menggunakan bahan yang berbeda, yang dikenal sebagai substrat, di mana miselium membentuk jaringan akarnya. Mereka menanam banyak sampel, mengeringkannya dan mengujinya untuk mencari tahu potensi penggunaannya sebagai telapak atau alas sepatu.

“Bulu ayam dan produk tekstil menyediakan nutrisi untuk miselium, dan mereka juga merupakan bahan pendukung untuk itu tumbuh,” Silverman menambahkan.

Wing Tang bertugas mendesain dan membuat bagian atas sepatu, menggunakan potongan-potongan yang dibuang dari kain muslin. Dia menggunakan teknik menjahit yang disebut smocking, di mana dia mengumpulkan kain untuk memberinya bentuk dan ukuran.Benang yang dia gunakan untuk menjahit adalah 100 persen katun.

Mereka berharap prototype sepatu ini bisa dikembangkan lagi dan bisa turun ke pasaran. Sejauh ini sepatu ciptaan mereka teelihat sederhana dan manis jika dikenakan, tidak mengurangi estetika fashion meski terbuat dari jamur dan bulu ayam. (Der/Ery)