24 Tim Voli Berebut Kapolres Cup 2017

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto memimpin pembukaan Kejuaraan Bola Voli Kapolres Cup 2017 antar desa/kelurahan se-Kota Batu, di GOR Gajah Mada Kota Batu, Selasa (25/7). (Aziz Ramadani)
Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto memimpin pembukaan Kejuaraan Bola Voli Kapolres Cup 2017 antar desa/kelurahan se-Kota Batu, di GOR Gajah Mada Kota Batu, Selasa (25/7). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Memperingati HUT Ke-71 Bhayangkara, Polres Batu bekerjasama dengan KONI Kota Batu menggelar kejuaraan bola voli. Total ada 24 tim dari desa/kelurahan yang akan memperebutkan Kapolres Cup 2017.

Tim Putra terbagi dalam empat grup. Total ada 16 tim yang berlaga. Untuk Tim Putri ada dua grup dengan 8 tim yang berlaga.

Seluruh tim yang berlaga Selasa sore (25/7) mengikuti upacara pembukaan yang dipimpin langsung Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto. Turut hadir mendampingi Ketua KONI Kota Batu Zainul Arifin.

Alumnus Akpol 2000 ini dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari kegiatan kali ini untuk mencari bibit baru pemain voli potensial. Tak hanya itu diharapkan menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat rasa persatuan. “Hal ini sesuai dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo tentang memperteguh kebhinekaan,” jelasnya.

Outputnya, masih kata Budi Hermanto, bibit potensial dan berdaya yang akan dilatih untuk berlaga mewakili Kota Batu. Buher sapaan akrabnya juga mengimbau seluruh tim menjunjung sportifitas. “Siap menang itu biasa, siap kalah juga harus ada dalam diri pemain,” kata Buher.

“Kami (Polres) akan menyiapkan hadiah tak terduga bagi pemenang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Batu Zainul Arifin turu mengimbau agar seluruh tim serius dan bersemangat memperebutkan Kapolres Cup 2017. Sebab, pemain yang menunjukkan kualitas terbaiknya akan direkrut mewakili Kota Batu dalam ajang kejuaraan daerah dan nasional.

“Jangan sekadar ikut karena harapannya memunculkan bibit atlet yang akan mengikuti kejuaraan,” pungkasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Daihatsu ASTEC, Cari Bibit Unggul Atlet Bulutangkis di Malang

Pressconference Daihatsu ASTEC Open 2017. (Anja Arowana)
Pressconference Daihatsu ASTEC Open 2017. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Setelah sukses menyelenggarakan turnaman bulutangkis di kota sebelumnya, kali ini Daihatsu ASTEC Open 2017 hadir di Kota Malang. Daihatsu bekerjasama dengan Alan & Susi Technology (ASTEC) membantu Persatuan Bulutangkis seluruh Indonesia (PBSI) menjaring dan membina bibit unggul di berbagai kota di Indonesia.

Turnamen kali ini bakal digelar di GOR Universitas Islam Negeri (UIN) Malang tanggal 25-29 Juli 2017. Kejuaraan ini diikuti 2.313 peserta. Khusus Malang, turnamen ini ditargetkan diikuti 600 peserta.

Daihatsu memilih turnamen bulutangkis karena merupakan olahraga yang paling digemari masyarakat Indonesia setelah sepakbola.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kejuaraan kali ini dimulai dari Pekanbaru, Bandar Lampung, Balikpapan, Makassar, Malang, dan Semarang semuanya mendapatkan poin dari PBSI, sehingga memperbesar kemungkinan tiap pemain tampil di kejuaraan nasional.

“Kami berharap di bawah binaan Daihatsu Astec, pemain berbakat kelak menjadi pemain Andalan Indonesia yang dapat mengharumkan nama Bangsa kemudian hari,” harap Senior Director PT Astra Daihatsu Motor, Tetsuo Miura, saat press conference, di Malang, Senin (24/7)

Bukan hanya menggelar pertandingan, pasangan legendaris peraih medali perdana Emas Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budikusuma dan Susy Susanti juga hadir dalam turnamen ini sebagai pembicara sekaligus memberikan coaching clinic.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Tutup Kejurnas Karate Pangdivif 2 Kostrad, ER: Tahun Depan Siap Jadi Tuan Rumah Taraf Internasional

Wali Kota Batu menyerahkan piala untuk juara umum kategori umum, diraih INKAI Jatim, Minggu malam (23/7). (Aziz Ramadani)
Wali Kota Batu menyerahkan piala untuk juara umum kategori umum, diraih INKAI Jatim, Minggu malam (23/7). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Kejurnas Karate memperebutkan Piala Pangdivif 2 Kostrad digelar di GOR Gajah Mada Kota Batu, resmi ditutup, Minggu malam (23/7). Juara umum dari total 78 kontingan diraih INKAI Jatim Prestasi dan Markas Besar TNI AD untuk kategori TNI/Polri.

Rinciannya, INKAI Jatim Prestasi meraih 14 medali emas, 9 medali perak dan 14 medali perunggu. Sedangkan Mabes TNI AD meraih 15 medali emas, 10 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih banyak atas keikusertaan seluruh atlet karate dari berbagai kabupaten/kota. Harapannya dengan agenda ini dapat menghasilkan atlet-atlet baru yang kompetitif dan berprestasi. Baik di kancah nasional maupun internasional.

“Tentunya prestasi baik lagi akibat tempaan di kawah candradimuka event di Kota Batu ini,” ujar pria akrab disapa ER ini.

Besar harapan, lanjut ER, tahun berikutnya menjadi tuan rumah lagi dengan level lebih luas. Yakni kejuaraan internasional. ER berjanji akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan pelayanan. “Kalau bisa disiapkan tempat istirahat berkerja sama dengan hotel-hotel yang ada di Kota Batu,” pungkas pria penghobi motor trail ini.

Sementara untuk kontingen Kota Batu sendiri berhasil menggondol sejumlah 8 medali, diantaranya 1 medali emas, 1 medali perak dan 6 medali perunggu.Meski ini kali pertama kontingen Kota Batu mengikuti kejuraan tingkat nasional, capaian prestasi cukup membanggakan.

“Saya kira cukup bisa memotivasi anak-anak di kompetisi kejuaraan selanjutnya,” beber Sekretaris Umum FORKI Kota Batu, Jessy Okto Wakobayashi.

Meski begitu, lanjut Jessy, capaian ini tidak membuat pihak FORKI berpuas diri. Dikatakannya terus terang, sebagai bahan evaluasi, pihaknya akan melakukan regenerasi di jajaran pelatih.

“Ke depannya akan dipersiapkan lagi lebih matang, terutama mendatangkan pelatih yang potensial,” ujarnya.

Terlepas dari hasil kurang memuaskan itu, untuk FORKI Kota Batu sendiri bisa berbangga karena mendapat madat dari Panglima Divif 2 Kostrad, Agus Suhardi, menjadi tuan rumah penyelenggara even Kejurnas ini.

“Setidaknya Kota Batu mendapat perhatian khusus publik nasional. Hal ini jadi semangat dan motivasi kami bersama atlet untuk lebih baik lagi,” tandasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Kejurnas Karate di Batu Jadi Ajang Tingkatkan Cinta Tanah Air

Peserta bertanding dalam Kejuaraan Nasional Karate Divif 2 Kostrad Open 2017 di GOR Gajah Mada Kota Batu, Jumat (21/7).
Peserta bertanding dalam Kejuaraan Nasional Karate Divif 2 Kostrad Open 2017 di GOR Gajah Mada Kota Batu, Jumat (21/7).

MALANGVOICE – Kejuaraan Nasional Karate Divif 2 Kostrad Open 2017 dibuka secara resmi oleh Panglima Divif 2 Kostrad, Mayjen TNI Agus Suhardi, Kamis (21/7) di GOR Gajah Mada Kota Batu. Momen tersebut juga dijadikan sarana meningkatkan cinta tanah air Indonesia.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Agus Suhardi berpesan agar para atlet selalu menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, dan menjaga sportivitas.
Kejuaraan ini digelar untuk mendapatkan atlet-atlet terbaik yang siap menghadapi pertandingan berskala nasional dan internasional.

“Manfaatkan momen ini sebaik-baiknya untuk menjadi atlet yang andal dan berprestasi,” kata Pangdivif 2 Kostrad.

Agus juga mengajak peserta menjunjung tinggi semangat patriotisme serta mematuhi ketentuan dan aturan yang berlaku selama pertandingan. Namun, diakuinya, ada misi utama yang diusung. Yakni menjadikan olahraga untuk meningkatkan cinta tanah air.

“Kami ingin menggelorakan kembali semangat generasi muda akan kecintaan nilai kebangsaan melalui olahraga,” jelasnya.

Ketua KONI Kota Batu Zainul Arifin menambahkan, total ada 1.500 peserta yang terbagi dalam 78 kontingen kabupaten/kota. Sebagai tuan rumah, pihaknya menjadikan momen ini cambukan untuk meningkatkan prestasi. “Tentunya kami terus memberikan pendampingan dan pembinaanal atlet untuk terus berprestasi,” kata pria akrab disapa Jinung ini.

Pembukaan kejurnas dimeriahkan dengan sajian tari tradisional Remo Dolet. Tarian yang menggambarkan sosok prajurit ini ditampilkan sebagai bentuk ucapan selamat datang.

Tampak hadir Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso dan Waka Polres Batu Kompol Nurmala dan Waka Polres Malang Kompol Decky Hermansyah.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Kota Malang Siapkan 10 Wakilnya di Sea Games

Ketua Umum KONI Kota Malang, Bambang DH Suyono. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Sebanyak 10 pelaku olahraga asal Kota Malang disiapkan menyongsong Sea Games 2017, Agustus mendatang. Jumlah itu terdiri dari pelatih atau ofisial, serta atlet-atlet binaan KONI Kota Malang.

Sebagian besar mereka tengah menjalani Pusat Latihan Nasional (Pelatnas) di masing-masing cabang olahraga (cabor). Rincinya, dari balap sepeda menyumbang tiga atlet yakni Elga Kharisma, Crismonita Dwi Putri, dan Popo Ario Sejati, serta dua ofisial yaitu Sugeng Tri Hartono dan Zainul Siswanto.

Dari cabor panjat tebing, sukses M Abudzar Yulianto pada ajang PON 2016 lalu masih diharapkan jadi tuah Kota Malang. Di cabor ini, seorang lagi disiapkan sebagai ofisial, yakni Firman Yanuar.

Sementara itu sisanya merupakan atlet andalan di cabor angkat besi, sepatu roda, dan atletik, masing-masing Acchedya Jagadhita, Yossie Aditya Nugraha, serta Atjong Tio Purwanto. Ketiga nama itu juga sempat meraup emas di ajang PON 2016 di Jawa Barat.

Sebagian besar nama-nama itu telah malang-melintang di berbagai ajang baik tingkat nasional maupun internasional. Ketua KONI Kota Malang, Bambang DH Suyono, percaya mereka mampu memberi yang terbaik demi mengharumkan nama Kota Malang dan Indonesia.

Dalam beberapa kesempatan, Pak Yono, sapaan akrabnya, sudah mengimbau kepada atletnya untuk latihan secara rutin dan mengikuti sejumlah event baik yang ada di dalam maupun luar daerah. Beragam kejuaraan ini diperlukan sebagai batu loncatan menuju Sea Games.

“Ibaratnya seperti pisau, semakin tajam kalau terus-terusan diasah. Kami berharap para atlet juga begitu. Terus melakukan latihan rutin dan juga lomba,” papar mantan Sekda Kota Malang ini.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Jelang Putaran Pertama Berakhir, Persikoba Coret 7 Pemainnya

Para pemain inti Persikoba berlatih di Stadion Brantas Kota Batu, Rabu (5/7). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Secara mengejutkan, Persikoba memutuskan mencoret tujuh pemain. Padahal, pada putaran pertama Liga 3 Kapal Api Grup D Zona Jatim masih tersisa satu jadwal pertandingan lagi melawan DPFF Malang United, Rabu pekan depan (12/7).

Pelatih Persikoba, Samsul Riadi mengatakan, pencoretan dilakukan atas hasil evaluasi seluruh jajaran tim pelatih termasuk manajemen. Ketujuh pemain tersebut menyeluruh di semua lini, yakni depan (penyerang) tengah (gelandang) dan belakang (defender). Tujuh pemain juga datang dengan status pemain rekrutan luar Kota Batu.

”Dari seluruh laga kandang, mereka ini tidak banyak memberikan dampak maksimal pada tim. Striker misalnya, dari beberapa laga tidak ada gol signifikan,” kata Samsul ditemui MVoice beberapa saat lalu.

Saat ini, lanjut Samsul, sudah ada empat pemain baru yang ikut seleksi. Empat pemain baru tersebut belum bisa dimainkan dalam laga terakhir putaran pertama pekan depan.

”Masih proses seleksi, pada putaran kedua baru nanti ada keputusan pemain baru masuk sesuai regulasi,” jelasnya.

Dengan tidak lagi diperkuat tujuh pemain inti, tim berjuluk Elang Putih mengaku tak khawatir. Pihaknya akan memaksimalkan pemain muda asli Kota Batu saat melakoni laga tandang melawan DPFF Malang United, Rabu pekan depan (12/7).

”Prioritas pemain muda asli Kota Batu, tujuannya juga untuk memberikan jam terbang lebih banyak,” pungkasnya.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

KONI Kota Malang Dorong Peningkatan Peran Wali Atlet

Buka bersama KONI Kota Malang dengan atlet dan wali atlet. (deny)

MALANGVOICE – KONI Kota Malang menggelar buka bersama dengan para atlet dan wali atlet 40 cabang olahraga dan empat fungsional, Rabu (21/6).

Bertempat di Gedung Kartini, seluruh undangan mendapat pengarahan dari Ketua KONI Kota Malang, Bambang DH Suyono. Menurut pria 64 tahun itu, buka bersama ini sangat langka karena jarang dilakukan.

Pengarahan kepada wali atlet dirasa penting sebagai pendukung atlet agar lebih berkembang di masa mendatang.

“Support kepada atlet harus dilakukan walinya. Tak hanya berupa dukungan moril melainkan finansial,” kata Bambang.

Sebagai contoh, lanjut mantan Sekda Kota Malang ini, seperti cabang olahraga sepeda. Selain mengikuti atlet ke manapun berlomba, wali juga memberi dukungan pada kebutuhan lain.

“Ya sekarang kan lain, kalau tidak ada support yang berlebih atlet sulit berkembang. Ini nanti jadi target kami ke depan,” tandasnya.

Atlet Asal Kota Malang Raih Emas di Kejurnas Paradgliding TRoI Sumbar

Pengangkatan medali emas di Kejurnas Paradgliding TRoI Sumbar. (istimewa)
Pengangkatan medali emas di Kejurnas Paradgliding TRoI Sumbar. (istimewa)

MALANGVOICE – Atlet asal Kota Malang, Reza C Kambey, berhasil mengangkat medali emas kelas senior putra di Kejuaraan Nasional Pragliding Trip of Indonesia (TRoI) seri 2 di Maninjau, Sumatera Barat.

Kejuaraan yang berlangsung 5-8 Mei itu, Reza C Kambey menjadi yang terbaik dari 170 peserta.

Binpres KONI Kota Malang, Yudo Nugroho, mengapresiasi capaian Reza C Kambey. Menurutnya, latihan rutin yang digelar bisa mendapat hasil maksimal. Apalagi, Reza menjadi atlet yang disiapkan Asean Games 2018.

“Beruntung tidak ada kendala apapun selama kejuaraan itu berlangsung,” katanya, Selasa (30/5).

Selain Reza, atlet lain di kelas junior putra, Timbul Prasetyo juga meraih hasil apik meski berada di peringkat 5.

Kedepannya, Yudo berharap ada atlet lain yang terus berprestasi sehingga membawa nama baik Kota Malang di tingkat nasional maupun internasional.

Lini Belakang Persikoba Dievaluasi

Pemain Persikoba merayakan hasil imbang dengan para pendukungnya berjuluk Combat di Stadion Brantas Kota Batu, sore tadi (21/5).(Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Pasca ditahan imbang Tripel S Kediri 1-1, sore tadi (21/5) Persikoba wajib evaluasi, khususnya lini belakang. Dari empat laga yang sudah dilakoni, tim berjuluk Elang Putih ini memasukan lima gol dan kebobolan 4 gol.

Dalam 4 pertandingan terakhir, Liga 3 Kapal Api Grup D Zona Jatim, Persikoba hanya meraih sekali kemenangan. Sisanya, dua kali seri dan satu kekalahan. Lini belakang menjadi PR besar anak asuhan Samsul Riadi ini. “Lini belakang kami jadi catatan. Mereka masih lemah dalam berkoordinasi,” kata Pelatih Persikoba, Samsul Riadi ditemui MVoice, usai laga imbang 1-1 melawan Tripel S Kediri.

Namun, lanjut dia, kematangan timnya memang belum 100 persen. Sebab, mayoritas pemainnya adalah pemain muda yang baru naik di tim senior. “Mereka masih kurang stabil karena pertama kali ikut kompetisi seperti ini,” dalihnya.

Sementara itu, pelatih Tripel S Kediri Suwardi mengaku cukup kecewa dengan pinalti yang didapat Persikoba. Apalagi penalti tersebut terjadi menjelang masa injuri time. “Kecewa pasti, tapi kami tidak ingin menyalahkan siapapun termasuk wasit,” ujarnya.

Apapun hasilnya hari ini, lanjut dia, pihaknya menerima. Selama pertandiang, Suwardi juga puas dengan permain yang cukup menarik. “Sayangnya kami tidak full tim, mungkin pertandingan akan lebih menarik lagi,” pungkasnya.

Tendangan Yongky Selamatkan Persikoba

Pemain Persikoba, Yongky Ganang, melakukan tendangan penalti penyeimbang kedudukan 1-1 lawan Tripel S Kediri, sore tadi (21/5).(Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Persikoba hampir dipermalukan Tripel S Kediri di Stadion Brantas, Kota Batu. Pada lanjutan Liga 3 Kapal Api Grup D Zona Jatim, sore tadi (21/5), Persikoba meraih hasil imbang 1-1, berkat gol penalti hasil eksekusi pemain belakang nomor punggung 26, Yongky Ganang P.

Penalti didapat tim berjuluk Elang Putih pada menit ke-90 menjelan akhir pertandingan. Ini bermula saat terjadi duel udara antara penyerang Persikoba nomor punggung 21 Reza Dwi Prasetya dengan pemain belakang Tripel S Kediri nomor punggung 22, M Yusuf.

Saat duel udara terjadi di mulut gawang Tripel S Kediri, tangan M Yusuf menyetuh bola. Wasit yang dipimpin Ahmad Zaenal asal Kabupaten Malang itu lantas menunjuk titik putih.

Yongky Ganang P yang ditunjuk sebagai eksekutor penalty mempu menceploskan bola. Bola yang melaju di sisi kanan gawang sempat ditepis penjaga gawang Tripel S Kediri Yusfi Ashar. Namun, kerasnya bola membuat usahanya sia-sia dan berkahir gol penyeimbang.

Komunitas