Tendangan Yongky Selamatkan Persikoba

Pemain Persikoba, Yongky Ganang, melakukan tendangan penalti penyeimbang kedudukan 1-1 lawan Tripel S Kediri, sore tadi (21/5).(Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Persikoba hampir dipermalukan Tripel S Kediri di Stadion Brantas, Kota Batu. Pada lanjutan Liga 3 Kapal Api Grup D Zona Jatim, sore tadi (21/5), Persikoba meraih hasil imbang 1-1, berkat gol penalti hasil eksekusi pemain belakang nomor punggung 26, Yongky Ganang P.

Penalti didapat tim berjuluk Elang Putih pada menit ke-90 menjelan akhir pertandingan. Ini bermula saat terjadi duel udara antara penyerang Persikoba nomor punggung 21 Reza Dwi Prasetya dengan pemain belakang Tripel S Kediri nomor punggung 22, M Yusuf.

Saat duel udara terjadi di mulut gawang Tripel S Kediri, tangan M Yusuf menyetuh bola. Wasit yang dipimpin Ahmad Zaenal asal Kabupaten Malang itu lantas menunjuk titik putih.

Yongky Ganang P yang ditunjuk sebagai eksekutor penalty mempu menceploskan bola. Bola yang melaju di sisi kanan gawang sempat ditepis penjaga gawang Tripel S Kediri Yusfi Ashar. Namun, kerasnya bola membuat usahanya sia-sia dan berkahir gol penyeimbang.

Persikoba Tertinggal 0-1 di Babak Pertama

Pemain Persikoba No.6 Fergiawan berduel dengan pemain belakang Tripel S Kediri no.5 Moch. Fahmi, Minggu sore (21/5). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Persikoba tertinggal 0-1 di babak pertama menjamu Tripel S Kediri dalam laga lanjutan Liga 3 Kapal Api Grup D Zona Jatim, Minggu sore (21/5). Bermain di Stadion Brantas Kota Batu, tim berjuluk Elang Putih ini masih kesulitan menerobos pertahanan lawan.

Sejak menit pertama beberapa barisan depan Persikoba mencoba menyerang melalui sisi kiri dan kanan. Sayang percobaan mereka selalu gagal akibat lemahnya umpan para pemain Persikoba.

Sekitar menit ke-20, sontekan jarak jauh Persikoba melalui nomor punggung 21, Reza Dwi P hanya mengancam jala Tripel S Kediri yang dijaga Yusfi Ashar H. Sayang bola menyamping ke kiri kanan.

Petaka terjadi di menit- 37, Persikoba kebobolan 0-1. Ini berawal dari kontrol bola kurang baik dari wing back kiri Persikoba nomor punggung 19, Eka Lukman, berhasil direbut pemain Tripel S Kediri.

Bola lantas digiring ke sisi kiri pertahanan persikoba sebelum kemudian diumpankan ke penyerang Tripel S Kediri Nomor punggung 9 Eko Prasetyo yang berdiri bebas di depan gawang. bola tandukannya bersarang di gawang yang dijaga Rayana Ishaq

Persikoba mencoba mengejar ketertinggalan di menit ke 39. Yakni saat mendapatkan tendangan bebas. Sayang sepakan kaki kanan Fergiawan melenjeng tipis di kanan gawang Tripel S Kediri.

Hingga turun minum, skor tidak berubah. Keunggulan milik tim tamu Tripel S Kediri, 0-1.

Persikoba Tumbang 1-2 di Kandang Persema

Pemain Persikoba nomor 21, Reza Dwi Prasetya, berusaha mengejar bola dengan pemain Persema Malang nomor punggung 17, Fryzal Avendra. (Abdul Aziz)

MALANGVOICE- Persikoba harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Persema Malang, menyusul kekalahan laga tandang lanjutan Liga 3 Kapal Api, Rabu malam (17/5), di Stadion Gajayana, dengan skor tipis 2-1.

Persema unggul lebih dulu melalui nomor punggung 10, Kukuh Hartono. Bermula dari serangan balik, umpan terukur dari sayap kiri Persema mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Kukuh Hartono
Kukuh sempat mengontrol si kulit bundar dengan apik yang kemudian dikonersikannya menjadi gol. Gawang Persikoba yang dijaga Rayana Ishaq bobol. Keunggulan 1-0 untuk Persema Malang.

Pemain Persikoba protes ke hakim garis pertandingan, dalam laga lanjutan Liga 3 Kapal Api, di Stadion Gajayana, Rabu malam tadi (17/7).

Keunggulan Persema Malang tidak bertahan lama. Pada menit ke-32, ujung tombak Persikoba, nomor punggung 21, Reza Dwi Prasetya mendapatkan peluang.

Umpan rekan setimnya nmor punggung 6 sekaligus kapten Persikoba, Fergiawan K, dari sisi kiri pertahanan Persema diterima dengan baik oleh Reza.

Berhadapan dengan dua bek sekaligus, Reza mulai menunjukkan skillnya. Pada dua setuhan bola, Reza menceploskan bola pelan ke sisi kanan gawang lawan. Kiper Persema, Faisol Ulhak tak berdaya. Persikoba berhasil menyamakan kedudukan skor 1-1.

Persikoba melakukan pergantian penjaga gawang. Vicky Yohan menggantikan Rayana Ishaq pada menit ke-32 karena terlihat mengalami masalah pada kaki kanannya dan harus ditarik keluar. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tepatnya menit ke-63, petaka terjadi di kotak pinalti Persikoba. Wasit Ahmad Sajidin menunjuk titik putih. Persikoba diganjar penalti akibat handsball yang dilakukan salah satu pemain belakangnya.

Keunggulan milik Persema Malang setelah eksekutor pinalti nomor punggung 11, Jones Ensgerika Sado berhasil menjebol gawang Persikoba kedua kalinya, skor 2-1 untuk tuan rumah.

Tak ingin kehilangan angka, Pelatih Persikoba Samsul Riyadi merubah taktik semakin menyerang. Bahkan dia intruksikan pemain balakangnya untuk ikut menekan.

Jelang 10 menit terakhir, pertahanan Persema yang dilatih Stefan Hansson terus mendapat serangan. Beberapa peluang terjadi, sayang, eksekusi yang kurang tenang dari Persikoba tak mampu merubah kedudukan. Sampai peluit panjang dibunyikan wasit asal Gresik itu, skor tetap 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.

Beberapa menit kemudian, para pemain Persikoba mengelilingi wasit Ahmad Sajidin. Para pemain tak puas dengan kepemimpinannya yang cenderung menguntungkan tim tuan rumah. Beberapa aparat kepolisian dan TNI tampak berusaha menjauhkan wasit dari para pemain Persikoba.

Pelatih Persikoba Samsul Riyadi mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Menurutnya, keputusan wasit sangat merugikan timnya. Terutama hadiah penalti yang menurutnya tidak sesuai fakta. “Bola hanya menyentuh punggung, bukan hands ball,” keluhnya.

Terlepas dari itu, pihaknya berusaha legowo. Dia berharap para pemainnya yang mayoritas berusia muda dapat belajar banyak dari kekalahan perdana tersebut. “Laga selanjutnya harus bangkit dan menang,” pungkasnya.

Arema Indonesia Menang Perdana, Kalahkan Blitar Poetra

Pemain Arema Indonesia (biru) berusaha melewati pemain Mojosari Putra. (deny)

MALANGVOICE – Arema Indonesia berhasil menang perdana di kancah Liga 3 saat menjamu Blitar Poetra, Rabu (17/5) di Stadion Gajayana, Kota Malang. Laga sengit itu berakhir dengan skor 2-1.

Arema Indonesia memberi kejutan pada tim tamu setelah melesakkan gol cepat di menit 3 lewat kaki M Dzulkarnaen dan digandakan gol Daud Ivan Kararbo pada menit 38. Tim Blitar Poetra hanya bisa membalas satu gol di paruh ke dua lewat M Fiqi pada menit 84.

Asisten Manajer Arema Indonesia, Rama Acub Zaenal, mengatakan, kemenangan itu sangat berarti bagi timnya. Hasil itu bisa mengangkat mental Singo Edan di pertandingan selanjutnya.

“Ini langkah pertama pembuktian kami belum mati. Kami (Arema Indonesia) kembali,” ujarnya.

Rama melanjutkan, permainan anak-anak Arema Indonesia sudah cukup baik dan mampu menguasai jalannya pertandingan.

“Secara permainan saya tahu pemain memberi penampilannya secara maksimal,” tandasnya.

Lawan Persema, Persikoba Bakal Bermain Ofensif

Pemain Persikoba berusaha menyundul bola tendangan sudut melawan Singhasari FC, Minggu (14/5). Dalam laga ini Persikoba menang 2-0. (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Persikoba bakal menerapkan permainan menyerang saat melawat ke Stadion Gajayana, Rabu esok (17/5) menantang tuan rumah Persema. Dalam pertandingan ketiga, lanjutan Liga 3 Kapal Api tersebut, tim kebanggaan Kota Batu berambisi mencuri poin penuh.

Manager Persikoba, Muhajir mengatakan, strategi ofensif bakal diterapkannya sejak menit pertama babak pertama. Formasi yang dipakai yakni 3-4-3 dengan mengandal pemain tengahnya nomor punggung 4, Supriyanto Sabar. Sedangkan untuk lini depan, eksekutornya dipercayakan kepada nomor punggung 6, Fergiawan K. “Kami yakinkan kepada seluruh pemain untuk terus fight (berjuang). Setiap laga seolahnya pertandingan final,” kata Muhajir kepada MVoice beberapa saat lalu.

Muhajir menambahkan, strategi yang diterapkan dipastikan efekif. Sebab, skuad utamanya dalam kondisi 100% fit. “Insya Allah besok kami siap 100% untuk mengalahkan tuan rumah dan mencuri poin penuh,” pungkasnya.

Perlu diketahui juga, pada laga sebelumnya, Minggu (14/5), Persikoba sukses menumbangkan Singhasari FC dengan skor 2-0 tanpa balas. Sepanjang 90 menit waktu normal, Fergiawan K Cs terus bermain menyerang.

Tenang, Kunci Persikoba Taklukan Singhasari FC

Kapten Persikoba, Fergiawan K, menerima bonus dari Asisten Manager Persikoba, Achmad Suparto, usai kemenangan melawan Singhasari FC 2-0, sore tadi (15/5)

MALANGVOICE – Ketenangan menjadi kunci kemenangan 2-0 tanpa balas Persikoba saat meladeni Singhsari FC. Selama 90 menit waktu normal, Fergiawan K cs. mampu bermain efektif.

Baca: Persikoba Tumbangkan Singhasari FC, 2-0

Media Officer Persikoba Batu, Edi Junaedi, mengatakan, permainan timnya jauh lebih bagus daripada saat melawan Blitar United, Rabu lalu (10/5). Ini tidak lepas dari ketenangan pemain di atas lapangan hijau.

Terlebih mereka mampu menjalankan strategi yang diinstruksikan pelatih Samsul Riadi. ”Kuncinya kesabaran dan ketenangan, buktinya banyak peluang yang diciptakan,” kata pria akrab disapa Sokeh ini.

Dengan torehan poin penuh tersebut, lanjut Sokeh, diharapkan menjadi modal utama saat melawan Persema. Yakni dalam laga away, Rabu mendatang (17/5).

”Intinya setiap laga harus menjadi kemenangan untuk kami (Persikoba) dan meraih poin penuh,” pungkas Dirut PDAM Kota Batu ini.

Sementara itu, dengan hasil memuaskan sore tadi, official Persikoba memberikan bonus. Seperti yang dilakukan Assisten Manager Persikoba Batu, Achmad Suparto. Sedikitnya pria juga menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Batu menggelontorkan bonus Rp 2 juta.

”Ini sebagai penyemangat anak-anak agar terus bermain bagus,” tukasnya.

Kota Batu Juara Umum Kejurda Tinju Amatir se-Jatim

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko berfoto bersama seluruh atlet tinju Kota Batu usai menerima Piala Juara Umum Kejurda Tinju Amatir Invitasi Pelajar dan Senior Elite se-Jatim, di GOR Gajah Mada Kota Batu, Minggu (14/5).

MALANGVOICE – Juara Umum Kejuaraan Tinju Amatir Invitasi Pelajar dan Senior Elite se-Jawa Timur diraih Kota Batu. Ini seiring torehan apik dalam agenda tahunan yang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jatim di GOR Gajah Mada Kota Batu mulai 10 Mei -14 Mei 2017.

Bertindak sebagai tuan rumah, juara umum berhasil dipertahankan Pertina Kota Batu. Terutama dengan torehan total 5 medali emas, 5 medali perak dan 1 medali perunggu. Medali emas untuk kategori pelajar; Zanuar kelas 48 Kg, Onez kelas 60 Kg, dan Rizal kelas 54 Kg. Sedangkan untuk kategori senior elite, medali emas disumbangkan David kelas 52 Kg dan Randy Ngabalin kelas 56 Kg.

Walikota Batu Eddy Rumpoko mengungkapkan rasa bangganya terhadap raihan positif dari cabang olahraga (cabor) tinju. Hal ini, menurutnya, bisa dicontoh cabor-cabor lain dalam rangka pembinaan atlet dan meraih prestasi. ”Saya titip, baik orang tua atlet, pelatih dan masyarakat Kota Batu. Marilah semuanya memajukan prestasi olahraga. Kota Batu yang kecil ini ternyata juga mampu bersaing dengan daerah lain,” ujar pria akrab disapa ER ini ditemui MVoice usai acara.

Terlepas dari itu, masih kata ER, bonus dan perhatian pemerintah akan disiapkan. Bukan hanya perihal uang pembinaan melainkan sampai pada jaminan masa depan para atlet. ”Telah saya sampaikan kepada KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) agar disusun dalam bentuk regulasi atau perwali (peraturan walikota) soal itu (bonus). Nantinya dalam perwali, sudah berbicara tentang masa depan atlet berprestasi, baik pendidikan dan lapangan kerja,” tukasnya.

Babak Pertama, Persikoba vs Singhasari FC Imbang 0-0

Empat pemain Persikoba mencoba mengheading bola tendangan sudut, sore ini(14/5) di Stadion Brantas Kota Batu dalam lanjutan Liga 3 Kapal Api melawan Singhasari FC.

MALANGVOICE – Skor kaca mata 0-0 menghiasi papan skor babak pertama Persikoba melawan Singhasari FC, dalam lanjutan Liga 3 Kapal Api di Stadion Brantas Kota Batu. Tim tuan rumah Persikoba berada di atas angina dengan terus menekan tim lawan.

Bahkan pada menit akhir jelang turun minum, pemain belakang Persikoba nomor 15 Fauzi, hamper mencetak gol. Tendangan kerasnya di luar kotak pinalti masih mampu ditepis kipper Singhasari FC Daffa Nur Adi Pramana nomor punggung 12.

Pada laga sebelumnya, tim yang dilatih Samsul Riadi ini ditahan imbang 1-1oleh tamunya Blitar United, 10 Mei lalu. Pada laga ini, Persikoba tak ingin kehilangan poin penuh dan menurunkan pemain terbaiknya seperti Fergiawan dan Reza Dwi Prasetya.

Banjir Prestasi, Pencak Silat Kota Malang Siap Berkompetisi di Korsel

Tim pencak silat Kota Malang meraih kemenangan di pentas internasional. (Bagian Humas Pemkot Malang)
Tim pencak silat Kota Malang meraih kemenangan di pentas internasional. (Bagian Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Setelah sukses menjalani kompetisi tingkat internasional, tim pencak silat Kota Malang bakal kembali beraksi. Mereka bakal mewakili Indonesia untuk kompetisi di level yang lebih tinggi, di Korea Selatan (Korsel) dalam waktu dekat.

“Tim pencak itu dikirimkan Disbudpar Provinsi Jatim untuk mewakili Indonesia,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni.

Terpisah, Wali Kota Malang, HM Anton, menyambut baik prestasi yang amat membanggakan tersebut. “Prestasi bidang pencak silat ini tentunya harus terus dikembangkan dan tradisi juara di level internasional juga harus dijaga,” kata Anton.

Dikatakan pula, peran pemerintah dalam memfasilitasi kegiatan seni dan budaya terus dilakukan, karena hal itu akan berdampak positif bagi tumbuh kembangnya pariwisata yang ada di Kota Malang.

“Kita selalu mengembangkan potensi seni dan budaya yang ada di masyarakat sehingga berdampak baik bagi meningkatnya pariwisata,” ungkapnya.

Tim Pencak Silat Kota Malang Sabet 9 Penghargaan Internasional

Tim puncak silat Kota Malang sukses menorehkan prestasi. (Bagian Humas Pemkot Malang)
Tim puncak silat Kota Malang sukses menorehkan prestasi. (Bagian Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Tim seni pencak silat Kota Malang mendulang prestasi membanggakan di level internasional. Mereka berhasil menyabet sembilan penghargaan pada ajang ‘Seni Pencak Silat Internasional’ di Purwakarta pada 20 – 23 April lalu.

Sembilan penghargaan itu masing-masing, Penata Silat Terbaik, Penata Musik Terbaik, Penata Spiritual Terbaik, Penyaji Terbaik, Penata Busana Terbaik, Busana Terbaik, Pemusik Terbaik, Spiritual Terbaik dan Pesilat Terbaik.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan, kesuksesan grup pencak silat tersebut tak terlepas dari peran serta pemerintah. Dikatakan, Pemkot terus aktif memberikan fasilitas dan motivasi agar tetap berkarya dengan baik.

“Tim pencak silat Kota Malang ini kerap diundang tampil di luar negeri seperti Tiongkok dan Korea Selatan,” kata Ida Ayu, Kamis (27/4).

Komunitas